
Kedua sahabatnya memandang kearah Clarissa penuh tanya.
" Apakah kamu kenal?" Tanya Abiyasa.
Clarissa menggeleng seraya terkekeh.
" Astaga...!" Ucap Arvin dan Abiyasa.
Kedua sahabatnya sama sama menepuk jidadnya masing masing.
" Aku kira tadi kenal,karena ekpresinya menyakinkan banget tadi" ucap Arvin
Lagi lagi Clarissa terkekeh...
" Aku tidak kenal, tapi beberapa hari yang lalu dia selalu berkeliaran di depan rumah ku "
" Yang benar Ris?" Sambung Arvin.
" Iya benar,. Suer deh "
" Kenapa kamu nggak bilang?" Sambung Abiyasa.
" Aku memang nggak bilang sama kalian, Aku kira dia ini cuma mau cari alamat aja, dan Malu bertanya " ucap Clarissa.
" Biasanya feeling kamu itu kuat Ris, tapi kok kenapa ini feeling kamu enggak konek ya,jadi setengah-setengah gitu " ucap Arvin
" Habisnya feelingku tidak bisa berfungsi sih,karena dia terlalu tamvan buat aku " kekeh Clarissa.
" Ya Allah... !Clarissa...!" teriak Arvin dan Abiyasa Seraya melempar bantalan kursi ke arah Clarissa.
Clarissa hanya bisa terkekeh saja,dan menerima dengan pasrah kedua bantalan sofa yang mendarat di wajahnya.
" Kok kamu bisa gini sih Clarissa? dia itu mau mencelakai kita... malah dipuji lagi " ucap Abiyasa tersenyum.
" Tapi kan gak salah Biy, emang bener kok dia tamvan, tapi cara jalannya untuk mencari uang aja salah,dia mau di budak oleh Sugeng, tapi tidak apa-apa karena kita sudah mengetahui rencana dari mereka " ucap Clarissa sambil memainkan alisnya naik turun tersenyum simpul kepada kedua sahabatnya itu.
Lagi lagi clarissa hanya terlekeh.
" Terus kapan rencananya dia akan melancarkan aksinya?" tanya Arvin.
" Kata ejen ku sih dua hari lagi, tepat di malam dia mau berangkat ke luar negeri setelah melaksanakan aksinya tersebut " jawab Clarissa.
Arvin hanya menganggukkan kepalanya saja, memahami akan perkataan dari Clarissa.
" Sekarang rencana kita apa?" Tanya Arvin seraya memandang Abiyasa dan Clarissa secara bergantian.
" Kita tunggu aja nanti,ejen ku akan mengatakan kembali jam berapa si Sugeng akan melancarkan aksinya ke gudang utama kita, karena target utama dia adalah gudang utama kita yang ada di jalan ponegoro itu, sebab dia ingin membuat Abiyasa bangkrut" ucap Clarissa.
" Oke kalau kayak gitu secepatnya kamu kasih tahu, jam berapa mereka melancarkan aksinya,biar aku langsung membawa anak buah aku " ucapnya lagi.
" kalau kamu membawa anak buah kamu,sama aja bro ketahuan,orang sekitar situ akan beranggapan kalau jalan itu akan ada rajia besar besaran,karena banyak anggota satuan lalu lintasnya berkumpul" sambung Clarissa.
" Ya nggak aku suruh berpakaian lengkap Ris, rompi Satuan lantas ini nggak usah di pakai, dan lagi anak buah dari Morgan ntar juga ada,tenang aja" ucap Arvin tersenyum.
" Oke sip " ucap Clarissa sambil mengacungkan jempolnya.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5.30.
" Astagfirullahhalazim sudah jam segini sudah sore banget, Aku akan segera pulang kasihan istriku menunggu,dia pasti khawatir " ucap Abiyasa seraya berdiri dan langsung melangkah kearah meja kerjanya merapikan sesaat barang barangnya dan mengambil kontak mobil serta memakai jasnya.
" Iya aku juga mau pulang,kasihan adikku di rumah sama nenek ku, nanti kalau terjadi apa-apa, ntar papah akan marah sama aku " ucap Clarissa langsung mematikan laptopnya dan berlalu dari hadapan mereka berdua kembali keruangannya.
" Ya udah kalau kayak gitu aku juga mau jenguk Morgan dan menjenguk pujaan hatiku juga sekalian di rumahnya" ucap Arvin berdiri dan mengikuti langkah Abiyasa.
Abiyasa tersenyum meraka berdua keluar dari ruangan nya berjalan beriringan menuju lift di susul Clarissa dan mereka pun menuju ke lobby.
Sesampainya di lobby mereka melangkah menuju ke parkiran mobil, Mereka pun menaiki mobilnya masing-masing dan perlahan-lahan ke 3 buah mobil tersebut meninggalkan area parkir Wibawa group menuju ke arah tujuan mereka masing-masing.