THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 39



Mobil yang di kendarai oleh Tia melaju dengan kecepatan sedang, dia menempuh hampir 2 jam lamanya untuk sampai di tempat tujuan, walaupun dia sudah berumur tapi Tia masih terlihat awet muda karena menjalani serangkaian perawatan.


Di rumah Abiyasa kedatangan tamu dari jauh, Nayra dan anak nya beserta kakak iparnya Diana dan anak nya Mela, Naura berada di luar kota,sementara kaka iparnya Diana berada satu kota dengan mamah Anisha.


keluarga dari mamah Anisha semua berada di kota sekarang ini,jadi mereka kumpul cuma di hari H nya saja.


Abiyasa berada di dalam kamarnya dia malas keluar, waktunya di habiskan di laptop pribadinya,walaupun dia libur untuk berdiam diri karena sebentar lagi jadi raja sehari dia tetap menghabiskan waktunya untuk memeriksa email yang masuk di laptopnya.


" Aduh! Membosen sekali kalau kaya gini nggak bisa nemui kekasih, bareng temen juga nggak bisa mereka pada sibuk semua." Ucapnya lagi seraya berdiri dan menatap keluar jendela.


Sedangkan Tia yang menjadi detektif akhirnya sampai di tempat tujuan,dia kemudian berhenti di sebuah warung untuk beristirahat,karena pas di depan warung makan itu adalah rumah istri Sugeng sesuai dengan alamat yang di tulis Sugeng saat melamar kerja,rumah yang sangat sederhana tapi terlihat bersih dan indah.


Dia kemudian memesan minuman karena dia terasa sangat haus,tiba tiba dia mendengar pemilik warung marah marah pada seorang wanita yang terlihat datang terlambat kewarungnya,setelah pemilik warung itu berhenti marahnya dia kemudian keluar lagi seraya ngomel ngomel dengan gaya bahasanya.


Tia hanya diam saja karena dia tidak tahu juga siapa yang di marahi oleh pemilik warung tersebut,karena perut terasa keroncongan akhirnya dia memesan makanan pada pemilik warung makan itu.


" Kayanya mbak bukan orang sini, orang jauh ya?" Tanyanya seraya membuatkan pesanan Tia.


Tia hanya tersenyum dan menganggukkan kepala,tiba tiba datang wanita yang dimarahin oleh Bu Norma pemilik warung itu,karena jelas sekali warung makan Norma yang terpampang di depan warungnya itu yang sangat rame.


Wanita tersebut membawakan pesanan Tia,ikan bakar dan lalapan, Tia melihat wanita tersebut sangat kasian dengan mata nya yang sayu dia terlihat sangat pucat seperti kurang tidur kayanya dia terlalu banyak bekerja.


Dia tersenyum pada Tia, Tia membalas senyumnya..


" Terimakasih ya mbak" ucap Tia setelah di bawakan pesanannya itu.


Wanita itu hanya tersenyum saja dan menganggukkan kepalanya kemudian dia berlalu dari hadapan Tia.


" Dasar wanita ini, maunya di bodohi suaminya" ucap bu Norma.


"Ini ibu salah apa ya di beri nama Norma, mulutnya nggak bisa diam dan lagi nggak sopan banget marahi karyawannya di tengah pelanggan kaya ini" gumam Tia seraya makan makananya.


" Siapa suaminya bu? Kenapa sampai di bodohi kaya gitu?" Tanya Tia memberanikan dirinya untuk bertanya.


" Dia itu rumahnya dekat banget dari sini,itu di depan warung saya ini seberang jalan rumah dia, tapi datang selalu terlambat, masa ya mbak,dia punya suami bekerja di kota sudah berbulan bulan tidak di kasih uang dengan alasan masih ditahan oleh kantor tidak di berikan pada anak buahnya, kantor macam apa itu, kalau saya aja jadi istrinya sudah minta cerai karena tidak di nafkahi lahir batin, suami di sana kerja tapi nggak ada hasilnya,istri disini malah kerja serabutan nggak tahu malam atau siang kerja mulu, anak nya 4 masih kecil kecil lagi," ucap nya menjelaskan pada Tia.


" Tapi kenapa ibu marahi, kasian kan dia bekerja demi menghidupi anak anaknya." Ucap Tia lagi.


" Dia itu sering terlambat katanya pusing kepala,bangun kesiangan apalah itu alasannya " ucap ibu tersebut.


" Siapa nama suaminya bu?"tanya Tia lagi sambil mengunyah makanannya.


" Si Sugeng namanya, waktu belum kerja sering nongkrong nongkrong di depan warung saya ini, godain cewek yang sering lewat," ucapnya lancar dengan ocehannya.


" Aha..." Tia tersenyum dan bergumam.


" Akhirnya aku tak jauh jauh lagi untuk mencari informasi, akhirnya ada yang ngasih info dengan percuma, Allah memang baik banget pada diriku,memberikan petunjuk dengan cepat" gumamnya.


Setelah menghabiskan makannya, dia kemudian membayar makanannya tersebut, dia masuk kembali kedalam mobilnya dan balik arah.


*****


Saat Abiyasa bersantai di balkon kamarnya sambil memainkan ponselnya tersebut,menikmati suasana sore yang sangat sejuk dan semilir angin yang berhembus,Abiyasa duduk santai sambil memejamkan matanya menikmati alunan lagu yang indah dari ponselnya menggunakan Headset nya.


Mela yang sudah lama menaruh hati pada Abiyasa,tapi tidak di gubris oleh nya,saat di Kanada mereka sama sama masuk universitas yang sama, Abiyasa selalu menghindar dan tidak pernah menggubris si Mela,sampai akhirnya Mela tidak pernah lagi mengganggu nya di kampus atau pun di mana saja,sampai akhirnya Mela mengetahui kalau Biyas akan menikah dengan wanita lain, yang tidak pernah terlihat pacaran dan saling telpon telponan.


Mela merasa marah dan kecewa sampai akhirnya dia mengendap endap naik kelantai atas dan berani masuk kedalam kamar pribadinya Biyas tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Biyas emang tidak mengunci pintu kamarnya karena orang rumah nya tidak langsung masuk, tapi mereka pasti mengetuk pintu terlebih dahulu kalau mau menemuinya.


Mela berhasil masuk dan langsung mencari cari Biyas berada sampai akhirnya dia menemukan sang pujaan hati sedang berada santai di balkon kamarnya,dia tersenyum bahagia akhirnya dia bisa melihat wajah tampan sang pujaan.


Nayra adalah anak pertama dari mamah melysa adik dari papah Andrenya.


Dia terus memandangi Abiyasa yang menikmati alunan musiknya.


Mela menatap fhoto di ponsel Abiyasa terlihat wajah Ayesha yang terpampang di ponselnya.


" Gadis ini yang sudah mendapatkan hatinya kak Biyas, kenapa dia tidak melihat aku yang cantik ini sih, aku akan mengambil fhoto saat mesra mesraan dengan kak Biyas dengan ponselku dan aku akan tunjukkan pada cewek itu"gumamnya akan melancarkan aksinya.


Mela menoleh kiri dan kanan terlihat sangat aman dan tidak ada tanda tanda mata yang memperhatikannya,


Dia kemudian mendekati Abiyasa dan ingin mencium pipi Abiyasa, Mela merasa kalau Abiyasa sedang tertidur,tapi Mela salah! Biyas masih dalam keadaan sadar.


Saat bibir Mela mau menyentuh pipi Biyas, Biyas mencium bau aroma tubuh yang beda,dia langsung membuka matanya dan dia spontan langsung mendorong tubuh Mela, dan langsung saja Mela jatuh ke kursi yang ada di hadapan Biyas.


Muka Biyas merah padam, Biyas marah bercampur terkejut,karena Mela sudah lancang memasuki kamarnya tanpa seijin dirinya.


" Ngapain kamu masuk kamarku hah!!" Teriak Biyas keras.


" Aku kan kakak panggil suruh masuk kedalam" ucapnya santai.


Padahal Biyas tidak memanggilnya sama sekali, saat turun kebawah pun Biyas tak menoleh kearah siapapun selain sang mamah yang di lihatnya.


" Keluar dari kamar ku!!" Teriak nya marah.


Melihat Biyas marah padanya dan membentaknya,dia menangis sejadinya dan berlari keluar menemui keluarganya.


Abiyasa mengusap wajahnya dengan kasar dan dia menenangkan dirinya terlebih dahulu.


" Hampir saja wajah ini ternoda,tidak ada yang bisa menodai nya selain Ayesha" ucapnya.


Diluar hanya ada keluarga dari papah Andre yaitu keluarga mamah Melisa dan keluarga iparnya Nayra.yang lain pada jalan jalan menikmati indahnya kota kelahiran papah Andre.


" Mami...!" Panggilnya langsung memeluk maminya.


Mami nya heran melihat Anaknya menangis dari lantai atas.


" Aku hampir saja di cium kak Biyas" ucapnya mengadu pada maminya.


" Apa apa an ini!, kenapa anak ku di permalukan seperti ini!" ucap bu Diana maminya Mela.


" Kak biyas malah mendorong Mela mi, karena Mela nggak mau di sentuhnya, dia mengatakan pada Mela kalau dia sebenarnya suka dengan Mela ketimbang dengan calon istrinya." Ucap Mela dengan isak tangisnya tersebut.


Mela sengaja mengada ngada karena dia ingin membatalkan pernikahan Biyas dan Ayesha.


" Mela di panggil kak Biyas kekamarnya langsung saja Mela menemuinya ternyata kak Biyas..." Mella memotong perkataan nya sendiri dan menangis sejadi jadinya.


" Aku nggak terima,mbak Anisha karena kelakuan anak kamu yang jelas jelas mau menikah satu hari lagi malah berbuat hina seperti itu pada anak ku, kalau sampai anak ku mengalami trauma karena ulah anak mu Abiyasa harus bertanggung jawab!!." Ucap nya emosi.


" Kak Diana jangan emosi, kita bicarakan baik baik," ucap Nayra menenangkan iparnya tersebut.


Anisha terkejut dengan pengakuan Mela tapi lebih terkejut lagi dia dengan kata kata Diana maminya mela.


" Ya Allah, ada apa ini? Ngak mungkin Biyas berbuat seperti itu," gumamnya.


" Ya udah mah, Almi panggil dulu kak Biyas biar jelas" ucap Almi seraya melirik Mela.


Karena Almi tidak suka dengan Mela.