THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 12



Seperti biasa mamah Anisha mengantarkan suami dan anaknya yang akan bertugas dan yang pergi sekolah serta suaminya yang akan pergi kekota B untuk menjemput Abi Yosep.


Setelah mereka berpamitan dengan mamah Anisha mereka berangkat ketempat mereka masing masing dan sesuai dengan kegiatannya masing masing.


Mobil yang membawa anak dan suaminya tersebut sudah meninggalkan rumah menuju kearah tujuan mereka masing masing.


Mamah Anisha memandangi ketiga mobil yang sudah membawa anak dan suaminya meninghalkan rumah dengan urusan mereka masing masing, terbersit di doa mamah Anisha untuk keluarga nya itu.


" Lindungilah ya Allah anak dan suami hamba di mana pun mereka berada" ucapnya.


Saat mau masuk kedalam rumah, tiba tiba ada sebuah mobil masuk kedalam halaman rumah mamah Anisha.


Mamah anisha memandang mobil tersebut, keluarlah pengendara mobil itu, ternyata Adiknya dan kedua ponakannya yang datang kerumah nya itu.


" Assalamualaikum mbak Anisha" ucap bunda Adel langsung meraih tangan mamah anisha dan mencium punggung tangannya di ikuti oleh kedua keponakannya tersebut.


" Waalaikumsalam dek" ucap mamah Anisha.


" Mana suami mu?" Tanya mamah Anisha kepada bunda Adel.


" Mas Candra tadi langsung berangkat kekantor bang Andre, katanya mereka mau segera berangkat ke kota B." Ucap Bunda Adel.


" Ya udah ya bun, tante..Arvin berangkat dulu, sekalian mau nganter Alena kuliah" pamit Arvin kepada Bunda dan tantenya.


" Iya nak," ucap bunda Adel yang dianggukkan oleh mamah Anisha.


Setelah mereka berpamitan kemudian mobil yang di kendarai oleh Arvin dan Alena meninggalkan rumah mamah Anisha melaju menuju kearah kampus Alena.


Sedangkan mamah Anisha dan Bunda Adel masuk kedalam rumah.


*****


Sesampainya di kantor seperti biasanya mobil yang di kendarai oleh Abiyasa diambil alih oleh Securitynya yang akan memarkirkan mobil sport biru tersebut di tempat parkir khusus pimpinan.


Mereka berdua menyusuri lobby menuju kedalam lift, lift itu membawa keduanya naik kelantai atas.


Tidak lama mereka menaiki lift itu mobil Candra memasuki area parkir kantor Wibawa Group.


Ayah Candra tidak datang sendiri melainkan dia datang bersama papah Boby.


Mereka berdua berjalan menuju lobby dan langsung masuk kedalam lift khusus pimpinan menuju lantai atas dimana ruangan papah Andre berada di sana, yang sekarang berubah menjadi ruangan Abiyasa anak laki laki papah Andre yang terkenal tampannya melebihi papah nya itu


Sesampainya di lantai atas mereka berdua menuju kearah ruangan Abiyasa.


Ayah Candra mengetuk pintu ruangan tersebut.


" Tok...Tok...Tok.."


" Masuk" terdengar suara dari dalam menyuruh mereka masuk.


" Assalamualaikum" sapa ayah Candra.


" Waalaikumsalam" balas papah dan anak itu yang ada di dalam terlebih dahulu.


Mereka berdua langsung masuk dan menghempaskan tubuh mereka di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


Di tempat lain.....


Dengan mengendarai taksi online Ayesha meminta pak sopir agar cepat sampai di kantor Wibawa group, karena dia takut kalau terlambat karena dia mengalami macet yang sangat lama.


"Kurang lebih 15 menit lagi sudah jam delapan, aku pasti terlambat ini" ucapnya gelisah di dalam taksi online itu yang sedang melaju, dia tidak ingin terlambat karena hari ini adalah tes wawancaranya.


Mobil taksi yang di tumpanginya melaju mencari jalan yang tidak ada hambatannya, kurang dari lima menit jam delapan tepat dia sampai di depan kantor wibawa group.


Dengan cepat dia membayar taksi online nya, setelah mengucapkan terimakasih dia langsung masuk kedalam kantor itu, dia kemudian menemui resepsionis yang ada di lobby.


" Pagi mbak," ucapnya.


" Saya Ayesha, mau tes wawancara sebagai sekertaris, di mana ruangan untuk tes tersebut?" tanyanya pada resepsionis itu yang bernama memey.


Memey, terkejut...


" Tes wawancara? " hahaha...memey mentertawa pertanyaan Ayesha.


"Mimpi kali kamu mbak, Perasaan kantor ini tidak menerima karyawan" ucapnya seraya memandang kearah Ayesha dengan tidak senang.


" Iya mbak, saya kemaren melihat di media sosial online kalau ada penerimaan karyawan disini, dan saya di terima" ucapnya.


Kemudian datang salah satu dari mereka yang tiba tiba datang menemui si Memey tersebut.


" Ada apa Mey?" Tanya Sari pada Memey.


" Nggak tau nih, ada angin badai membawa si cewek yang stres kali mau jadi sekretaris,hahah, padahal tidak ada penerimaan buat jadi karyawan di kantor ini" ucap Memey sinis pada Ayesha.


Mendengar itu Ayesha terdiam dan dia kemudian berjalan duduk di sofa lobby tersebut.


" Ya Allah, apakah ini cara Mu yang sangat manis untuk menguji hamba sehingha hamba merasa tertipu" gumamnya.


Kemudian Sari dan Memey mendekati Ayesha yang sedang duduk di sofa tersebut.


" Ngapai kamu duduk disitu!, cepat pergi sana, dari pada nanti di usir oleh pak security." Ucapnya penuh penekanan.


" Mbak, bisakah sekali lagi mbak bilang pada pimpinan mbak, kalau penerimaan tersebut adalah benar" ucapnya.


" Bos kami sibuk! jadi tidak bisa di ganggu " ucapnya lagi.


" Tolonglah mbak, saya datang jauh jauh hanya ingin bekerja mbak" ucapnya memohon pada kedua wanita yang ada di hadapannya itu.


Kemudian Sari dan Memey menarik tangan Ayesha untuk menyuruhnya keluar dari kantor wibawa group.


" Cepat pergi!! Udah di bilang tidak ada lowongan, masih aja percaya dengan medsos!." Ucap Memey.


" Makanya jadi gadis tuh jangan mudah percaya dengan semua itu!!" Bentak Sari pada Ayesha.


" Mbak, kalian tidak penghubungi pimpinan kalian kan, tolong lah mbak hubungi" pinta Ayesha pada kedua gadis itu.


" Pak security !!" panggilnya.


" Ya bu..." Ucap security mendekati mereka.


" Tolong usir wanita ini!!" pintanya pada security itu.


" Bu ada apa ini? " Tanya security bingung.


" Dia ini ngaku ada penerimaan dikantor ini, sudah di kasih tahu nggak ada tetap ngeyel ingin bertemu dengan Bos" ucap Sari.


" Memang ada bu kemaren di kasih tahu" ucap security tersebut.


" Kamu lagi ngotot bilang, mau belain gadis ini yang gila dan stres kaya gini!!" ucap Memey marah pada security tersebut.


" Siapa yang bilang?" Tanya Sari.


" Ibu Risa sekertaris sementara nya pak Abiyasa" ucap security itu.


" Siapa dia! Berani berani bilang penerimaan karyawan baru, dia aja Baru kerja disini!! " Ucap Sari.


" Jangan salah Bu, dia orang kedua yang ada di kantor ini, orang kepercayaan Bos Baru kita" jawabnya lagi.


" Udah jangan ketinggian menghayal,cepat usir dia ini!, Kalau kamu tidak mau ngusirnya biar kami yang mengusirnya!! " ucap Memey dianggukkan Sari.


Kemudian mereka menarik paksa Ayesha keluar dari kantor Wibawa group.