
Tepat jam tujuh pagi Abiyasa ditemani sang istri dan mamah tercinta diteras depan menunggu sesosok srikandi Abu gosok menjemputnya,untuk berangkat pergi kekota sebelah.
Selang beberapa menit kemudian terlihat sebuah taksi jurusan bandara berhenti didepan gerbang rumah kediaman keluarga wibawa.
Seseorang keluar dari taksi tersebut siapa lagi kalau bukan srikandinya abu gosok, Clarissa melangkah menemui Abiyasa dan keluarganya yang berada di teras rumahnya itu, dengan senyuman khasnya dia pun langsung menyalami dan mengucap salam dengan keluarga itu.
" Sudah siapa Biy?" Tanyanya.
Abiyasanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, dia pun kemudian berpamitan dengan Ibunya dan istrinya itu,setelah mereka sama-sama mengucapkan salam, Mereka pun langsung melangkah menuju ke arah taksi itu, dan beberapa saat kemudian taksi pun meninggalkan rumah keluarganya.
Di dalam taksi...
" Kamu sudah menghubungi pak Tomi?"
" Baru aja dia menghubungiku, katanya dia sudah menunggu di bandara."
Clarissa hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum tipis, beberapa saat kemudian taksi tersebut pun memasuki halaman bandara, setelah membayar taksi itu mereka berdua turun dan disambut dengan Pak Tomi yang sudah sedari tadi ada dibandara terlebih dahulu, setelah mereka menyelesaikan segalanya beberapa saat mereka menunggu kemudian tibalah lah mereka memasuki pesawat.
Pesawat yang ditumpangi oleh Abiyasa dan Pak Tomi beserta Clarissa pun meninggalkan bandara dan menuju ke arah tujuan.
Di kota sebelah...
Setelah mereka sarapan pagi Mereka kemudian melancarkan aksi mereka yang sudah disusun dengan rapi, karena tadi malam Pak Maman sudah mengatakan kalau Pak Toto mengetahui dimana kediaman rumah mertuanya Naira, sesuai dengan rencana mereka akhirnya Abi Yosep kemudian menggunakan sebuah taksi menuju ke kantor Aditama dengan dandanan perlente sebagai layaknya pemilik perusahaan terkenal yang ada di kota sebelah, Abi Yosep sudah terlihat sangat meyakinkan dia pun langsung memasuki taksi tersebut.
Papa Boby dan ayah Chandra pun kemudian memasuki taksi juga, tapi menuju arah yang berbeda, mereka berdua menuju ke arah rumah keluarga Aditama, karena alamat sudah diberikan oleh Pak Maman,sopir taksi mengetahui alamat dan nomor rumah tersebut dengan memudahkan sopir taksi itu membawa Pak Bobby dan Ayah Chandra menuju ke kediaman keluarga mertuanya Nayra.
Sedangkan papa Andre bersama dengan mama Melissa dan papa David belum melancarkan aksinya, mereka bertiga hanya berada di penginapan, karena Aditama masih berada di rumah Nayra.
Di kediaman rumah Nayra, memang benar Aditama berada di rumah tersebut kebetulan Lidya juga ikut bersama dengannya.
Di dalam mobil sebelum mereka turun untuk memasuki rumah pribadinya itu dia pun mencari kunci rumahnya itu.
" Kamu cari apa sayang?" tanya Lidya.
" Aku cari kunci rumah, perasaan tadi malam aku taruh di atas sini deh." Ucapnya seraya mencari-cari.
" Apakah kunci denganmu masih ada?"
" Aku lupa menaruhnya."
" Kalau kamu lupa bagaimana kamu masuk tadi malam ke dalam rumah?" Tanya Aditama dengan heran.
" Pintu rumahkan belum kamu kunci saat itu." ucapnya
" Apa iya, aku masuk tidak langsung mengunci rumah itu." ucapnya berpikir sejenak.
" Ya bisa aja kamu lupa sayang,toh aku bisa masuk dengan leluasa malam itu "
" Mungkin aku lupa kali ya,sudahlah." ucapnya lagi seraya mencari-cari kunci rumah yang ada dengannya, akhirnya kunci rumah itu pun ditemukan nya dibawah jok mobilnya terjatuh jauh, mereka berdua pun langsung turun dari mobil.
Aditama membawakan makanan untuk Nayra.
" Sampai kapan sih sayang kamu sebagai pembantunya Nayra membawakan makan sehari dua kali seperti ini?" Tanya Lidya sembari melangkah mengikuti langkah Aditama menuju pintu utama.
" Yah! sampai dia mengalah dan tidak ingin lagi menginginkan anaknya yang ada denganku."
" Sudah aku bilang kalau kamu bercerai dengannya, aku tidak ingin mengurus anaknya!"
" Kamu tidak akan mengurus anak anakku, karena aku akan menaruhnya ke panti asuhan, keluargaku juga tidak mau mengurus anakku itu,mereka mengurusnya sementara hanya ingin memberikan pelajaran pada Nayra terutama keluarga Nayra yang sangat sombang sekali dan pelit.!!" ucap Aditama seraya membuka pintu rumah Nayra.
Mereka pun kemudian masuk ke dalam saat Aditama ingin menutup kembali sambil melihat kiri dan kanan diapun langsung menutup pintu rumah tersebut dan menguncinya mereka melangkah menuju ke kamar Nayra.
Nayra yang ada di dalam kamar pun mulai melancarkan aksinya.
" Tiba saatnya aku akan melancarkan aksi yang diperintahkan oleh para om-om ku tersayang." Ucapnya pelan.
Kemudian Aditama pun memasukkan kunci kamar tersebut dan dia pun terkejut karena kamar itu tidak terkunci.
" Kenapa kamar ini tidak terkunci? perasaan tadi malam aku kunci deh." ucapnya.
" Kamu ini selalu pelupa Sayang, pasti kamu tidak menguncinya karena kan dalam posisi aku tadi malam merasa ketakutan dan juga marah dengan Nayra, ini semua gara-gara Nayra." ucap Lidya seraya bersedekap tangan didada.
Kemudian pintu kamar itu terbuka dia melihat Nayra yang duduk manis di atas tempat tidur dengan berpose yang sangat menantang,dan menggunakan pakaian yang seksi sangat menggoda.
Nayra juga berdandan begitu sangat cantiknya, mengalahkan Lidya yang ada di sampingnya Aditama.
Aditama pun terkejut melihat tingkah dan pola serta penampilan Nayra,
Saat Nayra melihat Aditama masuk bersama dengan Lidya Nayra pun kemudian berdiri dengan memberikan senyuman manisnya kepada Aditama, mereka berdua terkejut melihat tingkah polah Nayra seperti itu.
Nayra melangkah mendekati Aditama dan langsung merangkulkan tangannya di pinggang Aditama sedangkan Aditama Hanya berdiam diri saja, dia tidak yakin Apakah di depannya Ini Nayra atau bukan, karena tadi malam mereka berdua bertengkar dan tidak seperti biasanya berprilaku seperti ini.
Nayra berhadapan dengannya memberikan muka manisnya dan melebihi manisnya madu yang sering dikonsumsinya.
Biasanya Nayra memberikan muka yang sangat tidak bersahabat dan memberikan kebencian yang sangat mendalam kepadanya.
Aditama hanya berdiam diri saja di saat Nayra melingkarkan tangannya di pinggang Aditama, mereka berdua saling berhadap-hadapan, Aditama mencium aroma sangat wangi dari parfum yang sering dipakai Nayra membuat gairah Aditama pun mulai muncul.
Lidya yang melihat perlakuan Nayra terhadap Aditama begitu mesranya dia pun langsung menarik kasar Nayra dan mendudukkannya di kasur empuk yang ada di kamar tersebut.
" Apa-apaan kamu hah!!" ucap Lidya emosi.
" Apa...apanya sih Lidya." Jawab Nayra santai.
" Jauhi suamiku!!"
" Dia kan masih suamiku Lidya, wajar dong aku memperlakukannya seperti ini "
" Kamu bukan istrinya lagi!! sebentar lagi kamu akan diceraikannya!! dan lagi Aditama sudah sering kali mengatakan cerai kepadamu!!"
" Ya Bagus dong... kalau dia mengatakan cerai kepada ku, tapi nyatanya aku masih berada di sini dan tetap menjadi istrinya, kalau dia memang ingin menceraikanku kenapa aku tetap berada di rumahnya ini." ucap Nayra seraya berdiri sambil matanya menatap kearah Lidya.
Lidya yang terlihat sangat marah dengan raut wajahnya yang sangat emosi tidak terkendali itu tidak bisa menguasai emosinya dan dia ingin melancarkan pukulannya pada Nayra.
Aditama yang melihat aksi Lidya langsung mencegahnya.
" Lidya!! Jangan!!"
Lidya menatap kearah Aditama.
" Kenapa kamu mencegahku Aditama!"
Aditama menarik pelan tangan Lidya, tanpa suara, Aditama tidak merasa yakin kalau Nayra bersikap seperti itu padanya dan Lidya.
" Ada apa dengan Nayra? Kenapa dia bersikap sangat romantis seperti itu denganku?padahal dia aku pegang pipinya aja ataupun tangannya dia tidak mau dan menepiskan tanganku, tapi kenapa saat ini dia bersikap sangat mesra denganku, Apakah Nayra terlihat merasa depresi? karena aku kurung selama berbulan-bulan di kamar ini, dan dia tidak pernah keluar rumah sama sekali." batin Aditama seraya menatap ke arah Nayra penuh dengan keheranan, karena Nayra berubah dalam waktu satu malam.
" Oh suami kamu? Apa kamu tidak salah Lidya? itu suami ku juga yang masih sah,sedangkan kamu istri kedua, jadi yang masih berhak adalah aku istri pertamanya." Ucap Nayra santai tanpa emosi membuat Lidya naik emosinya.
" Kurang ajar kamu Nayra!sebentar lagi kamu tidak akan merasakan menjadi istri pertama lagi!!karena kamu akan dibuang oleh Aditama!!"
" Apakah tidak salah nih?Kamu yang akan dibuang oleh Aditama!! karena dia pasti akan memilih aku,iyakan sayang" ucap Nayra mesra,Seraya tersenyum manis pada Aditama, Nayra duduk kembali di tempat tidurnya, dia pun kemudian menatap ke Aditama yang masih merasa heran dengan dirinya yang berperilaku seperti itu.
" Kena kamu sekarang Aditama! benar kata Om Yosep, kalau aku bersikap seperti ini dan tidak akan marah dan bertengkar denganmu saat kamu datang, kamu pasti akan merasa keheranan, ternyata memang benar! kamu pasti banyak pertanyaan di kepalamu itu Aditama,ikuti aja Aditama permainanku ini hahaha!" ucap batin Nayra seraya menatap mesra Aditama.
" Hentikan tatapanmu Naira!! jangan sampai kau menatap suamiku dengan begitu mesranya!! kamu tidak berhak lagi dengannya!! karena selama ini kamu adalah tawanannya saja!!" Ucap Lidya yang sudah sangat terpancing emosinya dibuat Nayra.
" Oh tawanannya? tawanannya yang sangat cantik dan sangat seksi dan mencintainya, Begitu juga dengan Aditama,kamu tidak tahu kalau perasaan Aditama masih ada untukku, karena Biar bagaimanapun Aditama adalah suamiku, suami yang sangat mencintaiku tanpa kamu sadari dia adalah Ayah dari anak-anak ku." Ucap Nayra tersenyum kecil.
" Benar kan sayang?" ucap Nayra seraya mendekati Aditama, Aditama tidak bisa berkata apa-apa melihat Nayra mendekatinya,Nayra menggelayutkan tangannya dengan mesra di tangan Aditama dan merebahkan kepalanya di pundak Aditama tersebut.
Lidya tidak merasa senang dia pun langsung menarik kasar Nayra dan melemparnya keatas kasur,dengan pelan Nayra langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur dengan berteriak.
" Aaww..! aduh! kamu sangat kasar denganku Lidya" ucap Nayra manja dan mengeluarkan suara seksinya yang menggoda, membuat perhatian Aditama langsung menatap ke arah Nayra.
" Nayra! kamu tidak apa-apa kan? Lidya!! kamu tidak boleh terlalu kasar dengannya!!" Ucap Aditama seraya menatap Lidya tajam.
" Aditama!! Apa maksudmu seperti ini!! bukankah dulu kamu mau cepat-cepat berpisah dengannya!! Kenapa kamu sekarang sangat peduli dengannya!!"
Lidya menatap heran ke arah Aditama.
" Nayra kamu tidak apa-apa kan?" Ulang Aditama pada Nayra.
Aditama membangunkan Nayra dari jatuhnya tersebut.
" Iya sayang, aku tidak apa-apa." Ucapnya manja.
" Ya sudah sekarang kamu makan ya, Ini aku bawakan makanan kesukaanmu." ucapnya
" Aditama!! apa-apaan ini hah!! rupanya selama ini kamu membawakan makanan kesukaan dari Nayra, Apakah kamu emang benar-benar masih mencintainya?!! Apakah kamu ingin masih bersama dengannya?!!" Teriak Lidya.
Kemudian Nayra pun mengambil makanan yang diberikan oleh Aditama,Aditama kemudian Menarik pelan Lidya.
" Kamu ini apa-apaan sih Lidya aku masih berstatus sebagai suaminya Nayra, dia tetap istriku, aku tetap akan memberikan dia perhatian khusus seperti memberi makan dan menjenguk dia di rumah ini." ucapnya.
" Tapi tidak seperti ini caranya Aditama!! Bagaimana kamu ingin mengurus perpisahan kamu dengannya, kalau kamu aja lemah seperti ini !!" ucap keras Lidya.
" Lidya, Kamu harus sabar! tidak semudah itu untuk mengajukan perpisahan aku dengannya."
" Apa maksudmu?!! bukankah kamu sudah mantap ingin berpisah dengannya!!"
" Iya aku memang mantap ingin berpisah dengannya, tapi itu butuh proses dan lagi aku sudah lama hidup dengannya." ucap Aditama.
" Apa-apaan kamu Aditama berbicara seperti itu!! Kenapa saat ini kamu mau berubah pikiran hah!!"
" Aku tidak berubah pikiran sayang!"
" Memang dasar laki-laki tidak punya pendirian!! Laki-laki gila!!dan tidak berguna!!" ucap Lidya sembari mendorong kuat tubuh Aditama, dan tanpa keseimbangan Aditama pun langsung terjatuh dengan sigap Nayra langsung membantu Aditama bangun dari jatuhnya.
" Sayang... kamu tidak apa-apa kan."
" Lidya!!Kenapa kamu berbuat seperti itu Lidiya? kamu memang keterlaluan Lidya.!!" Ucap Aditama seraya melayangkan pukulannya ke pipi Lidya.
" Plakk."
" Aaww!! Kamu Aditama!!" karena Lidya merasa malu di hadapan Nayra karena Aditama memukulnya dia pun langsung meninggalkan Aditama keluar dari kamar tersebut sembari memegang pipinya yang mendapatkan pukulan dari Aditama.
Lidya menatap kearah jendela jauh keluar, karena dia tidak bisa keluar dari rumah tersebut karena rumah itu masih terkunci dengan rapat.
" Akhirnya tamparan pahit pun mendarat di pipi Lidya hahah... dengan cara seperti ini kamu akan merasa bingung Aditama, walaupun sebenarnya aku sudah jengkel dan muak bersandiwara seperti ini di hadapanmu!!" batin Nayra
Aditama pun mengusap wajahnya dengan kasar, dia menyesali perbuatannya pada Lidya yang sudah memberikan refleks pukulan di wajah Lidya, kemudian dia langsung meninggalkan Nayra dan menarik pelan Lidya untuk keluar dari rumah tersebut.
Tapi sayangnya Aditama lupa untuk mengunci kamar itu, dan dia langsung keluar bersama Lidya dari rumah pribadinya itu, dan dia pun langsung mengunci pintu rumah tersebut dari luar, mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka berdua, beberapa saat mobil tersebut pun langsung meninggalkan rumah kediaman pribadi Aditama, tanpa mengunci pagar rumahnya terlebih dahulu dan membiarkan pintu pagarnya terbuka lebar dan mobil pun terus melaju menuju ke arah kantor.
Di dalam mobil...
" Kamu keterlaluan Aditama!! kamu membuatku malu di hadapan Nayra!! Aku akan laporkan ini semua dengan papah!! Atas perbuatanmu padaku!!" ucap Lidya
Aditama terkejut dengan perkataan Lidya.
" Sayang.... maafkan aku, itu adalah gerakan yang refleks, sekali lagi sayang maafkan aku."
" Kamu itu tidak ada pendirian Aditama!! baru aja dia bersikap seperti itu, Kamu sudah mau berubah dan ingin meninggalkan ku sebenarnya mau kamu apa Aditama!!"
" Aku tidak akan meninggalkanmu sayang, Aku juga heran kenapa dia bersikap seperti itu, maafkan aku sayang"
" Seharusnya kamu itu berpikir dengan jernih dan kamu juga harus berpikir apa yang terjadi sebenarnya dengan dia,Kenapa dia bisa bersikap seperti itu, dalam kurun waktu beberapa jam saja perubahannya sangat mengherankan gitu!!"
" Maafkan aku sayang,aku akan mencari tahu semuanya nanti." ucapnya seraya menggenggam tangan Lidya.
Karena Lidya sangat mencintai Aditama dia hanya bisa menganggukan kepalanya saja, mobil pun menuju ke arah kantor Aditama.
Abi Yosep yang berada di kantor tersebut sudah lama menunggu kedatangan Aditama, resepsionis mengatakan Aditama Bosnya itu belum datang dan Abi Yosep disuruh menunggu.
Beberapa saat kemudian mobil Aditama pun memasuki halaman parkir kantornya,dia berdua pun langsung turun dan melangkah menuju ke arah lobby, sebelum dia masuk ke dalam ruangannya, resepsionis itu pun mengatakan kepada Aditama kalau ada tamu yang sedari tadi menunggunya.
Aditama pun langsung mengatakan kepada resepsionis itu agar segera mengantarkan tamunya itu ke ruangannya.
Aditama dan Lidya melangkah menuju kearah ruangannya, resepsionis tersebut kemudian mengantarahkan Abi Yosep menuju keruangannya Aditama,dengan diantar sekretarisnya Abi Yosep menuju ke ruangan Aditama.
Setelah pintu diketuk dari luar dan Aditama menyuruh segera masuk,sekretaris Aditama dan Abi Yosep memasuki ruangan tersebut.
" Maaf pak,ini tamunya."
Aditama pun menatap Abi Yosep dari atas sampai ke ujung kakinya.
" Oh,ini rupanya si kampret Aditama ini!!" Batin Abi Yosep.
Kemudian dia pun tersenyum dan menyalami Abi Yosep disambut Abi Yosep juga dengan senyuman namun didalam diri Abi Yosep amarahnya sudah membludak!
" Maaf ya pak,lama menunggu."
" Oh tidak apa-apa." ucap Abi Yosep.
" Silakan duduk pak "
" Terima kasih."
Kemudian mereka pun duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.