THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 233



Arvin yang sudah selesai minum kopi di kantin rumah sakit tersebut pun melangkah menuju kearah ruangan VVIP di mana Nika dirawat.


Dari jauh Arvin melihat kedua anak buahnya yang sedang duduk di depan ruangan tersebut,dan terlihat sekali di wajah mereka ada sesuatu yang tersembunyi.


" Ada apa dengan mereka berdua,terlihat sekali mereka sangat kesal,ada apa sebenarnya?" Gumam Arvin seraya berjalan mendekati mereka berdua.


Kedua anak buahnya tersebut tidak menyadari kehadiran sang komandan yang sudah berdiri didepan mereka, karena saking asyiknya mereka dengan pikiran mereka masing-masing.


" Hello??..Ada apa dengan kalian?" Tegur Arvin.


Kedua anak buahnya tersebut pun terkejut dan seketika saja mereka langsung berdiri dan tersenyum.


" Maaf Ndan..." Ucap salah satu dari mereka seraya terkekeh.


Arvin juga terkekeh membalas kekehan sang anak buah,ditambah lagi sikap Anak buahnya tersebut terlihat cengengesan karena ketahuan melamun.


" Jangan banyak melamun, ntar kesambet broo hehehe, Ada apa dengan kalian? sepertinya kalian baru saja melihat sesuatu." tanya Arvin dengan kedua anak buahnya tersebut sembari duduk di depan keduanya.


Kemudian keduanya pun duduk lagi di tempat asalnya tersebut, sembari tersenyum.


" Ada perihal penting Nda." Ucap salah satu dari mereka.


" Perihal penting apa? apakah Nika sudah sadarkan diri.?" tanyanya dengan kedua anak buahnya tersebut.


" Bukan Ndan, tapi kita hampir saja kecolongan."


" Maksud kalian? kecolongan bagaimana?" Tanya Arvin seraya menatap kedua anak buahnya heran secara bergantian.


" Begini Ndan,Saat kami duduk santai disini,Saya melihat seseorang sedang mengawasi kearah ruangan ini." Ucapnya.


" Apa ?! Ada seseorang yang mengawasi ruangan ini? Mana dia sekarang?" Tanya Arvin seraya menatap kekiri dan kanan di sekitar ruangan tersebut.


" Dia kabur Ndan.." jawab salah satu dari mereka seraya menghela nafasnya.


" Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan Nika yang ada di dalam."


" Bisa jadi Ndan, karena saat saya mengejarnya, Saya minta dia berhenti dan saya ingin menanyakannya padanya, Kenapa dia berdiri dengan sembunyi-sembunyi seperti itu, tapi dia langsung saja kabur dan menggunakan sebuah motor, ternyata kata keamanan di luar sana, dia sudah lama berada di rumah sakit ini, tidak tahu siapa yang di jenguknya." Terangnya pada Arvin.


Arvin menganggukkan kepalanya seraya berfikir keras siapa leki-laki itu.


" Jangan-jangan dia adalah laki-laki yang sering mengikuti Nika itu?" ucap Arvin.


" Kemungkinan besar Ndan, saya juga berpikir seperti itu Ndan, tapi saya sudah minta copy-an rekaman CCTV dengan keamanan rumah sakit yang berada dipos bagian tengah."


" Bagus! Saya ingin tahu siapa dia!" Ucap Arvin.


" Siap Ndan! karena saya ingin mencari tahu Nopol motor yang digunakannya itu, siapa pemiliknya dan berasal dari daerah mana, dikarenakan Nopol motor itu sudah sempat terekam CCTV begitu juga wajah si pengendaranya." Ucapnya.


" Sekarang di mana copyan-nya?"tanya Arvin.


" Belum diberikan oleh mereka Ndan, tadi saya minta antarkan kesini Ndan." Jawabnya.


" Baiklah kalau begitu, kita tunggu saja,mudah-mudahan aja dengan cara ini ada titik terangnya siapa mereka sebenarnya dan apa motifnya sehingga dia mengawasi ruangan ini " ucap Arvin lagi.


" Mudah-mudahan saja Ndan cepat terungkap." Ucap mereka seraya menganggukkan kepalanya.


Kemudian beberapa saat mereka menunggu di depan, terlihat seorang keamanan datang mendekati mereka.


" Selamat malam Pak.." ucapnya.


" Ya pak,Selamat malam.." jawab salah satu dari anak buahnya.


" Saya mau menyerahkan copy-an rekaman CCTV yang dipinta oleh pihak Bapak.." Ucapnya seraya menyerahkan copy-an rekaman CCTV tersebut.


" Oh iya pak terima kasih." ucap salah satu anak buah Arvin mengambil rekaman tersebut dari tangan keamanan itu sembari tersenyum.


" Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap keamanan tersebut sembari menganggukkan kepalanya sesaat.


" Iya Pak, Terima kasih..." Ucap Arvin membalas senyuman itu.


" Iya pak, sama-sama." kemudian Pak keamanan itu pun meninggalkan mereka dan melangkah kembali menuju tempat kerjanya yaitu pos penjagaannya.


" Ini Ndan rekamannya. " ujarnya seraya menyerahkan copy-an tersebut.


Arvin kemudian mengambil rekaman CCTV tersebut.


" Bagaimana kita bisa melihatnya? Disini tidak ada laptop nganggur dan kita aja tidak membawa laptop pribadi ataupun punya kantor." Ucap anak buah Arvin


" Iya Ndan, bagaimana kalau saya aja yang mengambil laptopnya dikantor." ucap salah satu dari anak buah tersebut.


" Tidak usah, nanti saya akan hubungi aja salah satu dari anggota yang lain untuk membawakan laptop ke sini." ucap Arvin.


Kemudian Arvin pun mengangguk dan mengambil gawainya yang berada di dalam saku celananya tersebut, dan dia pun menghubungi salah satu dari anggota yang lain untuk membawakan salah satu laptop ke rumah sakit.


Setelah dia menghubungi salah satu dari anak buahnya itu, dia pun meminta mereka berdua untuk menunggu sebentar kedatangan dari anggota yang lain datang membawakan barang pesanannya.


" Oh iya, ada siapa didalam?"


" Ada keluarga dari pak Abiyasa."


Arvin mengangguk dan tersenyum pada kedua anak buahnya.


" Ya sudah saya masuk dulu ya?"


" Siap Ndan!" Ucap keduanya.


Arvin pun langsung melangkah menuju ke pintu ruangan tersebut, dan kedua anak buahnya kembali duduk dikursinya semula.


" Assalamualaikum " ucap Arvin setelah membuka pintu ruangan tersebut.


" Waalaikumsalam " jawab mereka yang ada di dalam sembari menoleh kearah Arvin, Arvin melangkah menuju ke arah mereka sembari tersenyum dengan semuanya...


" Abiyasa..." panggil Arvin.


Abiyasa menoleh kearah Arvin.


" Ya Vin? ada apa Vin?"


" Bisa kita bicara sebentar?" Tanya Arvin mengajak Abiyasa bicara dan mengajaknya duduk di sofa di ikuti Papa Boby dan papa Andre mengikuti langkah Abiyasa menuju ke arah sofa.


"Ada apa? " Tanya Abiyasa setelah sama-sama duduk di sofa yang ada diruangan tersebut.


" Begini..." Arvin pun menceritakan semua yang sudah diceritakan oleh kedua anak buahnya di luar tadi,dengan lancar Arvin bercerita dan dengan fokus mereka bertiga pun mendengarkan cerita tersebut sampai selesai.


" Dan ini adalah rekaman CCTV-nya yang anak buahku pinta dari pihak rumah sakit, karena CCTV itu merekam langsung wajah dan Nopol kendaraan yang digunakannya." Ujar Arvin memperlihatkan copy-an CCTV itu.


" Ya udah kalau kayak gitu kita lihat aja sekarang Om penasaran banget dengan tuh wajah, berani-beraninya dia mengawasi ruangan ini belum tahu apa dia dengan Om ini yang suka makan orang!." Ucap Papah Boby bicara tanpa ada titik komanya.


Mereka saling pandang, lalu tersenyum mendengar ucapan papah Boby.


" Sabar Om, karena kita belum bisa melihatnya kalau kita tidak menggunakan laptop atau sejenisnya." Ucap Arvin tersenyum karena melihat wajah papah Boby terlihat tidak sabar ingin melihat wajah si pengintai.


" Kita pinjam aja laptop rumah sakit ini." Ucapnya dianggukkan papah Andre.


" Enggak usah Om, anak buah Arvin sudah menuju ke sini membawa laptop yang khusus untuk menyimpan bukti-bukti nyatanya." ucap Arvin.


Mereka pun menganggukkan kepalanya.


" Siapa sebenarnya laki-laki itu? kenapa dia mengikuti Amel dan Nika?" Tanya Abiyasa.


" Kita harus usut tuntas semuanya ini Biy." ucap Arvin.


" Iya Vin, itu sudah pasti, kita harus menuntaskannya semua, tapi sementara waktu kita tunda dulu karena besok adalah pernikahan Adikku, kita tidak mungkin meninggalkan pernikahan itu, karena ini adalah hari kebahagiaan Adikku dan sahabat kita " ucap Abiyasa seraya menyadarkan tubuhnya disandaran sofa yang dia duduki sekarang.


Tiba-tiba terdengar suara gawai Papah Andre yang sedang dipegangnya, dia pun langsung menatap kearah gawai tersebut.


" Anindita.." Ucap papah Andre langsung menjawab panggilan tersebut.


Mereka langsung menoleh kearah papah Andre.


" Assalamualaikum pah "


" Waalaikumsalam Nak"


" Pah cepat pulang pah,ada seseorang memasuki halaman rumah kita,dan security rumah tidak tahu berada dimana..." Ucap Anindita.


" Apa?! "


Mendengar itu, papah Andre langsung terkejut dan berdiri,mereka pun langsung menatap kearah papah Andre.


" Kenapa Ndre?" Tanya papah Boby.


" Dirumah ada yang masuk kehalaman rumah."


" Tenang Ndre, jangan panik, aku akan hubungi Bola, biar dia yang selesaikan, tenang saja." Ucap papah Boby langsung menghubungi sang anak, setelah selesai berbicara dengan sang Anak,dia tersenyum.


" Beres..." Ucapnya.


Abiyasa juga menghubungi orang kepercayaannya, begitu juga dengan Arvin dia menghubungi beberapa anggotanya dan dia langsung serlok rumah kediaman keluarga Wibawa.


Clarissa yang mendapatkan panggilan dari sang papah langsung bergerak cepat,ditemani sang suaminya, mereka langsung melajukan mobilnya menuju kearah rumah Abiyasa,karena jarak antara rumah Clarissa dengan kediaman keluarga Wibawa tidak terlalu jauh,dibandingkan jarak antara rumah sakit dengan rumah keluarga Wibawa lebih cepat Clarissa sampai kerumah itu ketimbang papah Andre kalau pulang kerumahnya dari rumah sakit.