
" apa apa an ini? Kalian saling kenal?berarti kemaren itu rencana kalian? Kalian berdua tega ngerjain saya hah! " Ucapnya marah.
" Dan kamu!satu kata buat mu! Terlalu!!" Ucap Nadine langsung berlalu dari hadapan mereka berdua.
" Waduh Arvin,kenapa kamu biarkan dia pergi,Ani jangan tinggalkan Roma,ups salah! Maksudnya Nadine jangan tinggalkan Arvin!" Teriak Morgan.
Arvin menatap kearah Morgan.
" Kenapa kamu nggak bilang sih Mor,kalau kamu lagi ngomong dengan dia?" Tanya Arvin ke Morgan.
" Lagian kamu juga sih ngomong nya nyerocos mulu, sudah juga di kasih kode malah nggak ngerti ngerti " ucap Morgan.
" Dia itu kalau marah makin cantik banget,bikin hati serseran" ucap.
" Serseran kepalamu peyang,udah sono kejar!" Ucapnya lagi.
Tapi Arvin hanya senyum senyum saja,seraya menatap kepergian Nadine memasuki gedung acara.
Morgan menatao Arvin,dan dia langsung mengusap wajah Arvin dengan kedua tangan nya.
" Angel...Angel..." Ucap Morgan menepuk jidadnya.
Arvin menoleh kearah Morgan.
" Dasar Bule" ucapnya singkat.
" Kenapa senyum senyum saja sih kaya kambing congek,cepatan sana kejar,dan minta maaf noh,dan utarakan cinta kamu sama dia sana,sebelum terlambat cepatan gondok" ucap Morgan.
" Iya ulat pasir! Ngoceh mulu" ucapnya seraya berlalu dari hadapan Morgan.
Kemudian morgan mengikuti langkah Arvin di belakangnya.
Acara masih berlangsung,semua keluarga,rekan kerja dan para undangan yang lain masih berdatangan di acara pernikahan Abiyasa dan Ayesha.
Semyum manis dan sumringah di berikan oleh kedua mempelai dengan para undangan yang hadir memberikan ucapan selamat pada mereka.
Morgan dan Clarissa,memberikan selamat pada sahabat nya tersebut,di lanjutkan dengan Morgan dan Arvin yang juga memberikan selamat pada sahabatnya dan mereka tak lupa berfhoto bersama dengan kedua mempelai.
Tibalah saat nya fhoto bersama satu persatu sahabat dan pasangan nya masing masing.
" Yang pertama kamu Clarissa dan Marco" ucap Arvin yang mengatur urutan pasangan nya.
" Oke," ucap Clarissa langsung menarik tangan Marco.
Kemudian di lanjutkan dengan Morgan dan Anindita,tanpa di suruh mereka berdua langsung berjalan kesamping mempelai.
" Nah,terakhir aku nih, alamak! aku harus kabur,aku nggak ada pasangan" ucapnya seraya berbalik arah,namun apes baginya di depannya Clarissa sudah berada seraya menaik turunkan alisnya.
Arvin langsung menaiki panggung pernikahan sahabatnya tersebut.
" Kurang mantap bro,nggak ada pasangan nih" ucap fhotografer nya.
Arvin hanya senyum senyum saja,tiba tiba Nadine lewat dan langsung di tarik oleh Clarissa.
" Nah ini dia pasangan nya " ucap Clarissa.
Nadine kaget,dan dia nggak bisa ngomong apa apa lagi,dan hanya mengikuti ajakan Clarissa menaiki panggung tersebut.
" Nah ini baru pas" ucap Fhotografernya tersenyum.
Arvin merasa bahagia karena ini adalah fhoto pertamanya bersama wanita incerannya.
Sedangkan Nadine tersenyum lebar,padahal di hatinya sangat dongkol karena ulah Arvin dan Morgan.
Morgan tersenyum...
" Akhirnya dapat juga pasangan Arvin walaupun belum resmi" ujarnya pelan,namun masih didengar oleh Anindita yang duduk di sebelahnya.
" Itu wanita inceran Arvin?" Tanyanya.
Morgan mengangguk...
" Enak dong! " Ucapnya.
" Kok enak?" Ucap Morgan seraya menoleh kearah Dita.
" Ya iyalah enak sayang, kan dia desainer yang terlenal,adik nya dari dr Roni yang bertugas di rumah sakit." Ucap Dita.
" Jadi kalau mau nikah dan resepsi bisa bikin baju rancangan sendiri" ucap Dita lagi terkekeh.
" Ntar siang kita kebutik nya lho sayang" ucap Anindita.
" Buat apa?" Tanya Morgan.
" Buat milih baju untuk nanti malam pertunangan kita,udah aku kasih tahu kok tadi sama dia" ucapnya.
Diatas panggung...
Abiyasa menoleh kearah Ayesha karena terlihat Ayesha gelisah.
" Kamu kenapa sayang? Cape ya?" Tanyanya seraya berbisik di telinga Ayesha.
Ayesha tersenyum manis pada suaminya,dia menggeleng dia menutupi rasa penat dan sakit di kakinya tersebut,karena dia tidak ingin membuat suaminya kepikiran dengan kegelisahan dirinya yang sudah lama berdiri karena banyaknya para tamu undangan yang datang ke pernikahan nya.
Sebenarnya Abiyasa tahu kalau istrinya tersebut lelah berdiri.