
" Ya sudah kalau seperti itu lebih baik kalian bersihkan diri kalian dulu setelah itu baru istirahat." ucap Mama Anisha.
Mereka pun semua menganggukkan kepalanya,para orang tuanya pun beranjak meninggalkan ruang tengah dan sebagian melangkah menuju kearah dapur,yang tersisa berada diruang tengah tersebut hanya Abiyasa, Arvin dan Niko serta Clarissa.
Ayesha sang istri berada di dapur karena menemani Mamah Lala Umi Vita untuk menyiapkan makanan spesial untuk mereka santap sebagai menu makan siang.
" Oh ya Biy, ada yang ingin Abang tanya nih dengan kamu." ucap Niko.
" Nanya apa Bang?"
" Nanya soal Lia ya Bang " sambung Arvin sembari terkekeh.
Niko pun tersenyum simpul dan mengusap wajahnya seraya menghela napasnya.
Clarissa yang belum tahu ceritanya pun langsung menoleh kearah mereka berdua Arvin dan Abiyasa.
" Ini ada apa ya? kok Aku tidak tahu sih gosipnya yang beredar."
" Ya iyalah kamu tidak tahu Ris, karena kamu kan tadi nggak ikut, jadi kamu tidak melihat aksi seseorang yang sedang jatuh cinta, hatinya penuh dengan love-love bertebaran." ucap Arvin terkekeh.
Niko yang mendengar ucapan Arvin Langsung spontan melempar Arvin dengan bantalan kursi yang dipegangnya sejak tadi.
" Jadi bang Niko telah jatuh cinta nih ceritanya, dengan siapa?" tanya Clarissa.
" Sama calon ipar ku hahaha." ucap Arvin tertawa lepas.
" Hahaha " disambut Clarisa langsung tertawa lepas juga dan Abiyasa hanya ikutan tertawa karena melihat wajah Niko yang tersipu malu-malu.
Niko hanya tersenyum saja,Dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Dia sudah ketahuan dengan semua Adik-Adiknya itu.
" Oh ya Bang Niko tadi mau nanya apa?" tanya Abiyasa.
" Sebelum Abang melanjutkan pertannyaan Abang pada mu tepatnya kalian bertiga,Abang akan jujur sama kalian."
" Nah gitu dong." ucap Clarisa, Arvin dan Abiyasa berbarengan sembari tersenyum.
" Saat awal pertama Lia dan Abangnya itu masuk kerumah dimana kita menangkap para penculik tersebut, Abang tuh sudah suka melihat Dia, Abang tidak bisa menguasai irama jantung Abang yang deg-degan ngelihat Dia. Tapi saat itu Abang kaget kenapa wajahnya ada dua gitu, ternyata Dia kembar, Abang sebenarnya suka dengan Lia, suka banget. Tapi Abang tidak tahu kalau seandainya Abang mengatakan cinta dengannya apa Dia mau menerima Abang? karena kehidupan Abang kan duda walaupun tanpa Anak dan Abang juga pernah gagal dalam pernikahan Abang takutnya Dia berpikiran nantinya negatif, Abang takut Dia nanti punya anggapan Abang aja tidak bisa mempertahankan pernikahan pertama Abang, apalagi kalau pernikahan yang kedua, itu yang Abang takutkan kalau seandainya Abang jujur dengannya, karena saat melihat Dia Abang memang benar-benar suka, suka banget." terang Niko.
Mereka bertiga hanya mendengarkan penjelasan dari Niko merekapun kemudian menganggukkan kepalanya.
" Setelah di kantor polisi tadi Abang itu tidak paham masalah yang dihadapi Dia itu apa, karena Abang tidak mengerti masalah yang menimpanya,dirumah si penculik tadi Abang tidak menyimak sama sekali apa yang dibicarakan karena Abang sibuk memandangi Lia,mata, telinga dan semua panca indra Abang sudah dipenuhi dengan sosok Dia dan ada hubungan apa Dia dengan tersangka Ariel itu?makanya Abang bertanya dengan kalian bertiga, tolong ceritakan ada masalah apa yang dihadapi Lia?" tanya Niko pada mereka bertiga.
Abiyasa kemudian membenarkan duduknya seraya menarik napasnya dengan pelan dan melepaskannya dengan berat.
Dia kemudian mengusap wajahnya,lalu sesaat dia menatap kearah Arvin dan sesaat lagi menatap kearah Clarissa.
Mereka bertiga saling tatap-tatapan, Niko pun menatap mereka bertiga silih berganti karena Niko tidak paham dengan arti dari tatapan mereka.
" Ada apa sebenarnya tolong jelaskan dengan Abang, pasti kalian tahu kan dari awal sampai pulang ke rumah ini, Abang nggak paham apa yang terjadi. ucapnya lagi.
" Baiklah Bang Abiyasa akan menjelaskannya kepada Abang, Lia itu adalah teman kuliahnya Arvin, tapi... kamu aja deh Vin yang jelasin semuanya kepada Bang Niko." ucap Abiyasa menyuruh Arvin menjelaskan semuanya.
" Baiklah Aku akan jelasin semuanya, begini Bang Dia itu adalah teman kuliahnya Arvin,sebuah peristiwa terjadi saat kami berdua dekat,jujur maaf ya Bang, dekat kami hanya sebagai teman dan memang saat itu Arvin jatuh hati padanya tapi Dia menolaknya,Ariel adalah calon suaminya yang dijodohkan kedua orang tuanya tapi atas saran dari si Bowo itu,karena Bowo berteman akrab dengan pak Rizal orang tua Ariel, Ariel tahu kalau Lia tidak menyukainya dan Ariel berbuat tidak senonoh dengan Lia maksud Ariel setelah Lia ternoda Dia akan meninggalkannya, karena Ariel tahu kalau Lia tidak suka dengannya dan terlihat menolak perjodohan itu,tapi tidak diungkapkan Lia,Ariel tidak suka Lia dekat dengan Arvin dia merencanakan sesuatu seakan-akan Arvin dan Lia lah yang berbuat tidak senonoh tersebut, ternyata dalang semuanya itu adalah Ariel yang dibantu teman wanitanya, dari perbuatan Ariel itu menghasilkan seorang anak laki-laki bernama Kevin,Lia bertahun-tahun hidupnya luntang-lantung sampai Ayahnya meninggal dunia terkena serangan jantung terkejut mendengar sang Anak berbuat seperti itu, padahal tidak sama sekali, Dia dijebak dan korbannya adalah Arvin Dan Lia, sampai akhirnya Dia pun bertemu dengan Adiknya dan keluarga kandungnya." terang Arvin.
Niko pun hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya.
" Maaf ya Bang Kalau seandainya Abang menyukai Lia,Apakah Abang akan menerima kehidupan kelam yang tidak pernah diinginkan oleh Lia dan mempunyai Anak, Maaf hasil perbuatan tidak terpuji. Apakah Abang mau menerimanya? Apakah Abang mau menyayangi Anaknya tersebut? dan apakah kedua orang tua Abang mau menerima calon menantunya itu yang berstatus tidak janda tapi punya Anak?" tanya Clarissa pada Niko.
Niko terdiam tidak menjawab pertanyaan Clarissa terlihat wajah Niko menyembunyikan sesuatu,tapi Mereka tidak tahu apa yang disembunyikannya itu.
Abiyasa, Arvin, dan Clarissa saling pandang.
" Bang?" panggil Abiyasa.
Niko tidak menghiraukan panggilan Abiyasa tersebut.
Walaupun tidak dihiraukan Abiyasa tetap melanjutkan bicaranya.
" Pikirkan dulu Bang, sebelum Abang memutuskan untuk menjadikan Dia sebagai pendamping hidup Bang Niko, karena Lia mempunyai sisi kelam yang tidak Dia inginkan dan tidak juga bisa Dia melupakannya, mungkin saat ini Dia akan mencari orang yang tepat yang Memang benar-benar mencintai dan menyayangi dirinya dan Anaknya dan menerima keadaan dirinya saat ini,biar bagaimanapun Dia adalah seorang wanita yang ingin bahagia, pasti ada rasa kekhawatiran tentang peristiwa yang pernah dialaminya itu,memang sangat sulit mencari seorang laki-laki sebagai pendamping yang bisa menerima dirinya apa adanya,dan peristiwa itu akan selali membekas di hatinya." ucap Abiyasa.
Niko masih tetap terdiam, mereka bertiga pun saling bertatapan dan penuh tanda tanya besar di dalam kepala mereka masing-masing.
" Apakah setelah Bang Niko mendengar ceritaku tadi Bang Niko berubah pikiran,tapi tidak apa-apa mungkin kalau Bang Niko berubah pikiran itu wajar, karena Dia baru mengetahui sisi buruknya Lia, sisi buruk yang tidak pernah Lia inginkan dan mungkin ditakdirkan sudah sisi buruk itu selalu ada dengannya, dan akan menjadi kenangan yang pahit baginya dan tidak akan pernah terlupakan, tapi di sisi baiknya Lia mau mempertahankan Anaknya tersebut dan sangat menyayangi buah hatinya itu." ucap batin Arvin berbicara seraya matanya menatap kearah Niko yang masih duduk terdiam,Niko larut dengan pikirannya sendiri.
Mereka bertiga pun menanti jawaban dari Niko, lama mereka terdiam menantikan jawaban itu, sampai akhirnya Niko menatap mereka bertiga dan memberikan senyuman manisnya, mereka bertiga pun terkejut dan saling bertatapan heran setelah mereka menjelaskan semuanya hanya dijawab Nico dengan senyuman manisnya itu, mereka tidak menyangka penjelasan mereka itu dijawab Niko dengan senyum manisnya yang terpancar dari wajah tampannya tersebut.