THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 25



Karena permintaan Abi Yosep setelah pernikahan putrinya Ayesha dan Abiyasa terlaksana barulah Abi Yosep akan berangkat keluar negeri untuk berobat.


Abiyasa masih berangkat kekantor seperti biasa setelah sarapan pagi, dia berpamitan pada kedua orang tuanya, Abiyasa melajukan mobil nya menuju kearah kantornya karena hari ini dia akan bertemu dengan client dari kota B yang akan menjalin kerja sama pada perusahaan nya.


Mobil yang di kendarai oleh Abiyasa melaju di jalan beraspal yang tanpa hambatan karena saat itu jalanan belum sangat ramai oleh kendaraan yang hilir mudik dengan segudang aktivitasnya.


Terlihat di persimpangan lampu mereh Arvin sudah berdiri seorang diri di pinggir jalan tersebut,sedangkan beberapa anggota berada di tengah tengah jalan mengatur jalan raya yang sedikit mulai ramai itu.


Setelah melewati Arvin, sengaja Abiyasa membunyikan klakson pas dekat dengan Arvin yang berdiri di samping jalan langsung terkejut.


" Ya Allah ya Robbi" ucapnya seraya mengangkat satu kakinya karena kaget bunyi klakson mobil Abiyasa.


Abiyasa tersenyum pada Arvin.


Arvin hanya bisa membalas senyum Abiyasa.


"Biyas rupanya, hampir saja aku kehilangan kendali akan keterkejutan ku" gumamnya menoleh kanan kiri kalau kalau ada orang di sampingnya karena keterkejutan yang spontan di lakukannya.


Abiyasa tersenyum, dia merasa puas membuat sahabatnya terkejut, mobil yang di kemudikan oleh Abiyasa melaju kearah kantor, beberapa saat kemudian mobil tersebut memasuki halaman kantor dan berhenti di depan pintu lobby dan langsung saja security kantor mengambil alih mobil bos nya itu.


Abiyasa berjalan menuju kearah lift dan lift membawa dia kelantai atas.


Sesampainya di lantai atas dia bertemu dengan Clarissa.


" Pagi pak Bos.." sapanya.


" Pagi pong!" Ucapnya tersenyum.


" Ompong lagi, jelas jelas gigiku rata kaya gini di bilang ompong" protes Clarissa mengikuti langkah Abiyasa.


Abiyasa hanya tersenyum, mendengar protes sahabatnya tersebut.


Mereka berdua masuk keruangan Abiyasa.


Kemudian Clarissa duduk di sofa dan menghentakkan tubuhnya di sofa.


" Hari ini kita ketemu client ya Ris" ucap Abiyasa.


" Memang aku mau ikut dengan mu?" Ucap Risa terkekeh.


" Harus mau lah, karena aku kan Bos mu, kalau kamu nggak mau ntar nggak dapat bonus" ucap Abiyasa tersenyum.


" Jangan ah, jangan di potong bonusku ya pak Bos" ucapnya.


"Hahaha..." Abiyasa hanya tertawa saja.


" Biy, kalau kalian menikah apakah Ayesha masih jadi sekretarismu?" Tanya Clarissa.


" Kalau aku sih sebenarnya inginnya dia tetap ada di sampingku karena aku nggak kuat jauh jauh dari nya" ucap Abiyasa tersenyum manis.


" Bucin amat sih Biy" ucap Risa tersenyum.


" Biarin bucin, tidak semua bucin itu budak cinta lho, bucin itu namanya Bumbu cinta" ucap Abiyasa lagi terkekeh.


Clarissa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Ya udah, kalau gitu kita ketemu dengan client karena sudah jam delapan, kan kita janjinya bertemu dengan nya jam segini" ucap Abiyasa mengajak Clarissa.


" Oke, tapi terakhir kali ya kamu jalan jalan keluar, nanti kalau sudah di urus semuanya kamu tetap di rumah aja, kamu kan mau nikah" ucapnya tersenyum.


" Oke bos" ucap Abiyasa.


Saat mereka mau beranjak keluar, pintu terbuka dan terlihatlah Ayesha sang pujaan hati nongol di depan pintu.


" Udah pada mau berangkat?" Tanyanya tersenyum.


" Iya, ayo kita berangkat" ucap Clarissa.


Di anggukkan oleh Abiyasa seraya tersenyum manis pada Ayesha.


Ayesha hanya tersipu malu di beri Abiyasa senyuman termanisnya di pagi hari.


Mereka bertiga langsung berjalan beriringan masuk lift dan langsung menuju ke lantai bawah.


Sesampainya di lantai bawah mereka langsung menuju mobil yang terparkir di tempat parkir. Mereka memasuki mobil dan melajukan mobilnya menuju kearah tempat yang sudah di tentukan untuk bertemu client membahas kerja sama antar perusahaan.


Di dalam mobil....


" Dengar ya kalian berdua sekali ini aja kalian menemui client ntar serahkan semuanya pada ku dan kalian cukup di rumah, karena kalian akan segera menikah, ntar kami akan mengurus semua nya" ucap Clarissa seraya mengemudikan mobil Abiyasa, karena dia tidak ingin Abiyasa membawa mobilnya sendiri.


" Iya-iya mak rempong, ngoceh mulu sih" ucap Abiyasa tersenyum dan di ikuti Ayesha tersenyum yang duduk di samping Clarissa.


Kemudian mobil tersebut memasuki kedai kopi yang terkenal di kota mereka tersebut.


Clarissa memarkirkan mobil yang di kendarainya di tempat parkir, saat mereka turun dari mobil mereka melihat mobil Arvin parkir di tempat parkir kedai kopi itu.


" Inikan mobil Arvin? Udah selesai tuh jaga jalannya" kata Abiyasa.


" Mungkin sudah, biasanya mereka itu jaga satu jam aja, dari jam enam pagi sampai jam tujuh pagi, ntar lanjut lagi siang, itulah kerjaan lantas selalu dijalan" ucap Clarissa.


Mereka bertiga kemudian masuk kedalam dan menemui Arvin sekalian menunggu client yang belum datang.


Arvin melemparkan pandangannya keluar kedai dia kemudian melihat Abiyasa, Risa dan Ayesha,dia lalu memanggilnya.


" Hai Broo! Sini " ucap Arvin yang duduk menikmati segelas kopi bersama Morgan.


Mereka bertiga mendekati Arvin dan mengambil duduk bergabung bersama Arvin dan Morgan.


" Kok tahu aku di sini?" Tanya Arvin.


" Siapa yang cari kamu! Kami mau ketemu client kok, pede Amat" ucap Clarissa.


" Kirain rindu aku yang imut imut ini" ucap Arvin tersenyum.


" Uwek...! imut darimana, imut nya kaya gitu gimana benerannya sih" ucap Clarissa lagi seraya pura pura muntah.


" Masuk angin kamu ris? Sini aku kerokin pake garpu nih, mumpung ada garpu" ucap Arvin tertawa.


" Buset, abis dong badanku kalau di kerokin pake garpu, perutmu itu aja kali yang di kerok biar ganti usus yang baru, " ucap Clarissa lagi terkekeh.