THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 234



Mobil Clarissa berhenti di depan pintu pagar rumah keluarga Wibawa, Marco dan Clarisa kemudian turun dan berjalan mendekati pintu pagar rumah tersebut, ternyata pintu gerbang itu tidak terkunci.


Clarissa dan Marco saling pandang, lalu membuka pintu pagar tersebut dan membiarkan mobil mereka berada pas di depan pintu pagar itu, mereka berdua berjalan menuju ke arah pos security yang ada tidak jauh dari pintu pagar tersebut.


Saat mereka mendekati pos tersebut dengan sangat hati-hati sekali sebelum sampai dipos tersebut terdengar 2 buah mobil secara bersamaan beriringan dari arah belakang berhenti di belakang mobil Clarissa dan satu mobil lagi di pinggir jalan di depan rumah kediaman keluarga Wibawa,Clarissa dan Marco pun menatap kearah kedua mobil tersebut.


Kedua buah mobil itupun masing-masing pengemudinya turun dari mobil mereka itu.


Mereka berdua adalah orang-orang kepercayaan dari Abiyasa yang memang selalu bergerak cepat bila ada keperluan yang diperlukan oleh Abiyasa, sedangkan mobil yang berhenti di pinggir jalan itu keluar 4 orang anggota anak buah dari Arvin.


Mereka kemudian memasuki halaman rumah kediaman keluarga Wibawa tersebut. Clarissa dan Marco melihat mereka pun mengetahui pasti mereka adalah suruhan dari Abiyasa dan Arvin karena tidak mungkin kalau mereka itu suruhan dari Morgan, karena Morgan masih berada di rumah kedua orang tuanya dipingit, Karena besok dia harus menjadi raja sehari.


" Selamat malam Bu Clarissa." ucap salah satu dari anak buah dari Abiyasa.


" Malam.." sahut Clarissa.


Kemudian keempat anak buah Arvin juga bersuara.


" Selamat malam Bu.." ucap salah satu dari anggota Arvin tersebut.


" Malam " jawab Clarissa


" Kalau begitu kita menyebar arah, Kalian berdua sudah tahu kan apa yang disuruh oleh pak Abiyasa." Ucap Clarissa.


" Siap Bu, sudah tahu Bu "


" Maaf Pak, pasti sudah tahu kan apa yang diperintahkan sama Pak Arvin."


" Iya Bu, siap!"


" Ya sudah, kalau seperti itu saya masuk ke dalam untuk memeriksanya." ucap Clarissa di anggukkan Marco sang suami.


Kemudian dua orang anak buah Abiyasa pun melangkah menuju ke pos security yang ada di rumah tersebut dan keempat buah anak Arvin kemudian menyebar ke kiri kanan samping rumah keluarga Wibawa.


Clarissa dan Marco pun berjalan menuju ke arah pintu utama kediaman rumah tersebut, dia pun memencet bel, beberapa kali dia memencet bel, Anindita yang berada di dalam pun tidak berani untuk membukanya, karena dia tidak tahu siapa yang datang.


Clarissa pun kemudian berteriak dari arah luar memanggil nama Anindita.


" Anindita... buka pintunya, ini aku Clarissa." ucapnya.


Mendengar panggilan dari Clarissa, Anindita masih ragu untuk membuka pintu tersebut, Clarissa yang ada diluar pun terus memanggil Anindita.


Beberapa kali Clarissa memanggil, barulah Anindita yakin kalau yang di luar memang adalah Clarissa, tapi dia masih tidak mau membuka pintu rumah tersebut.


Kemudian Clarissa pun menghubungi gawainya Anindita.


Anindita pun terkejut dengan suara gawainya yang kebetulan gawai tersebut berada ditangannya.


Dia pun langsung menjawab panggilan tersebut.


" Dita buka pintu, aku ada di depan, aku bersama dengan anggota kepolisian dari anak buahnya Arvin, dan anak buahnya Abiyasa." ucap Clarissa.


Kemudian pembicaraan pun terputus, Anindita beserta Art yang berada di dalam rumah itu pun langsung menuju kearah pintu utama, dia pun langsung melangkah dan membuka pintu tersebut dan Anindita langsung memeluk Clarissa.


" Ada apa sebenarnya ini?" Tanya Clarissa.


" Ayo kita masuk dulu, kita bicara didalam aja." ucap Marco.


Di anggukan oleh Anindita dan yang lainnya.


Sesampainya diruang tengah Anindita langsung bercerita semuanya.


" Saat papah dan mamah beserta yang lainnya kerumah sakit,entah siapa yang mereka jenguk sehabis makan malam tadi, sepertinya ada hubungannya dengan Om Boby dan tante Lala."


" Ada hubungannnya dengan papah mamah?"


" Iya Ris,tapi aku tidak tahu detail ceritanya,setelah mereka berangkat semua, kami disini hanyalah perempuan semua yang tersisa,dan tukang kebun dirumah ini tidak ada dia ijin tadi siang sama papah katanya pulang kampung ada keluarganya yang sedang sakit dan security rumah awalnya ada saja saat papah dan yang lainnya berangkat seperti biasanya saja dia bertugas,dan saat aku melintasi ruangan CCTV, aku melihat seseorang yang sangat mencurigakan,sedang berlari kearah samping rumah dari arah pos security,makanya aku langsung menghubungi papah yang ada dirumah sakit." Terang Anindita.


Kemudian mereka dikejutkan oleh dua anak Abiyasa yang membopong security penjaga rumah keluarga Wibawa, mereka yang ada diruang tengah pun menatap kearah anak buah Abiyasa itu.


" Maaf bu, securitynya terlihat dilumpuhkan penyusup itu."


" Apa?! Apakah dia tidak apa-apa?" Ucap Clarissa.


" Ada apa ini?" Ucap Marco.


" Dia sepertinya dilumpuhkan oleh orang yang memang telah menyusup ke rumah ini, karena dia sepertinya tertidur lelap sekali." Ucap salah satu anak buah Abiyasa seraya meletakkan security tersebut di sofa ruangan tersebut.


" Biar aku periksa." Ucap Anindita mendekati petugas penjaga rumahnya tersebut.


" Dia hanya tertidur, Untung saja dia tidak disuntik mati oleh orang yang masuk kerumah ini, sepertinya orang itu hanya menggunakan sedikit saja dosis obat tidur, sehingga dia terlelap tidur sangat nyenyak." Ucap Anindita menjelaskan pada mereka semua.


" Hei!!! Siapa kamu!!! Yang disamping kiri siaga! Target lari kearah kiri!!" Terdengar teriakan dari samping rumah bagian kanan, kebetulan pintu utama tetap terbuka lebar,ditambah lagi suasana yang terlihat hening, jadi suara terdengar jelas disekitar rumah tersebut.


" Sayang! Kamu disini ya, aku dengan salah satu membantu yang lain " ucap Marco.


" Iya sayang hati-hati..."


Marco mengangguk dan berlalu dari hadapan Clarissa dan 1 orang anak buah Abiyasa pun ikut bersamanya.


" Kamu segera tutup pintu pagar sekarang, aku bantu yang lain." Pinta Marco pada salah satu anak buah Abiyasa.


Diapun mengangguk mantap.


" Ada apa? Mana dia?" Tanya Marco.


" Ada orang yang menyusup di sini, dia lari ke arah belakang pasti dia mau keluar dari sini." Ucapnya memberikan keterangan pada Marco.


Mendengar seperti itu pun Marco mengejar ke arah belakang mengikuti dua orang anggota tersebut.


Sedangkan anggota yang ada di bagian kiri pun mereka mengejar sampai arah belakang, karena tidak ada jalan lagi yang bisa keluar dari situ dan hanya arah pintu pagar utama jalan masuk dan keluarnya,penyusup Itu pun mengambil sebatang kayu balok yang ada tidak jauh di bawah pohon mangga tersebut, saat dia dalam keadaan terdesak dan diapun memukulkan balok kayu itu ke salah satu anak buah Arvin yang berada di samping kiri rumah kediaman keluarga Wibawa, tidak diurungkan lagi kakinya pun mengenai pukulan tersebut dan terjatuh, saat salah satu lagi mau mengejar, dia pun mendapatkan pukulan yang sangat kuat dan dia tersungkur, dan ketiga orang datang, dua orang menolong kedua temannya yang terluka dan dengan cepat Marco mengejar penyusup tersebut,penyusup itu pun langsung berlari ingin keluar dari halaman kediaman rumah keluarga Wibawa.


Tapi sayang sial baginya sebelum dia bisa mencapai pintu pagar utama, dia sudah terkena tendangan Clarissa dari arah depan dan dia tidak bisa menyeimbangi tubuhnya pun terjungkal ke belakang dan mengenai kursi yang terbuat dari keramik ditaman samping rumah kediaman keluarga Wibawa,membuat sebuah luka diwajahnya, Dia langsung menatap Clarissa sesaat dan melihat Marco yang berlari mendekatinya, dia pun secepat kilat berlari ingin menyelamatkan dirinya sendiri dan dia melihat ada orang lagi yang menunggunya didepan gerbang, seolah mempunyai kekuatan yang lebih dia memanjat pagar tersebut dan diapun berhasil kabur dari rumah kediaman keluarga Wibawa.


Saat mau dikejar anak buah dari Abiyasa,Clarissa berteriak.


" Tidak usah dikejar, aku sudah memberikan cap stempel diwajahnya,dan aku sudah mengenali wajahnya,tidak membutuhkan waktu lama aku akan menemukannya " ucap Clarissa.


Anak buah Abiyasa dan Marco menganggukkan kepalanya.


" Kamu akan aku temukan penyusup! Suruh siapa kamu masuk kandang macan!!tunggu saja tanggal mainnya!!" Ucap Clarissa tersenyum sinis.


" Memang kamu tahu sayang siapa dia?" Tanya Marco.


" Iya sayang, tenang saja,aku akan menemukannya." Ucapnya lagi.


mereka pun kemudian membantu kedua anak buah Arvin yang mengalami cedera gara-gara pukulan si penyusup, mereka berdua dibawa masuk ke dalam ruangan tersebut.


Kemudian Anak buah Abiyasa menghubungi beberapa orang temannya yang lain untuk berjaga-jaga di rumah Bosnya tersebut.


Clarissa dan Anindita beserta yang lain pun membantu dan mengobati kedua anak buah Arvin yang terluka serta menyadarkan penjaga rumah tersebut.


" Giman Ris? Jangan-jangan dia nanti balik lagi?" Ucap Anindita.


" Dia memang pasti balik lagi, tapi tidak sendirian, dia akan balik bersama ku,."


" Apa Ris? Sama kamu? Gimana caranya?" Tanya Anindita heran begitu juga yang lain menatap Clarissa dengan penuh keheranan.


" Iya tenang aja,Dia belum tahu berhadapan dengan siapa sekarang! berani-beraninya sekali masuk ke sarang cobra! belum tahu bisanya cobra seperti apa!" ucapnya di samping suaminya.


Suaminya pun langsung menoleh ke arah istrinya.


" Sarang cobra? di mana sayang?"


" Aku ratu kobranya" ucapnya sembari terkekeh.


Marco pun hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar sembari membalas kekehan sang istri.


" Aku kira tadi memang beneran ada cobra sarangnya disini." ucap Marco tersenyum.


Diikuti senyuman yang lain


" Aku tidak habis pikir, ada dendam apa dia dengan keluarga Wibawa." Ucap Clarissa.


" Nah itu dia aku juga heran, padahal keluarga kami tidak ada musuh, adanya orang yang bikin rusuh dan memusuhi keluarga kami " terang Anindita.


" Buat apa dia memasuki rumah ini,Sepertinya dia memang sengaja mempelajari situasinya, ada apa sebenarnya ini, kenapa dia berbuat seperti itu pada keluarga ini, ini tidak akan ku biarkan." ucap batin Clarissa.


" Kalau dia mau mencuri, pasti sudah diambilnya barang-barang disini, tapi dia hanya berada disamping rumah dan berada didekat jendela dapur kalau tidak salah itu jendela dapurnya rumah ini dan mengintip kedalam rumah melalui jendela tersebut." Ucap salah satu anak buah dari Arvin.


" Iya benar, karena saat kami menemukan dia, dia sedang mengintip ke arah dalam, tapi dia tidak sadar kalau kita semua sebenarnya ada disini,sepertinya dia sudah mengetahui kalau keberadaan orang rumah hanya perempuan dan beberapa orang saja, jadi dia memang sengaja bersembunyi di samping rumah melihat situasi yang ada." ucap salah satu dari anak buah Arvin lagi.


Clarissa pun menganggukkan kepalanya kemudian dia pun mengambil gawainya dan menghubungi sang Papa yang berada di rumah sakit.


" Assalamualaikum pah."


" Waalaikumsalam nak, bagaimana?"


" Penyusup berhasil kabur, kami memang gagal pah menangkapnya, tapi Bola sudah mengenalinya pah, Bola akan membereskannya, oh ya pah Bola akan menginap dirumah Abiyasa malam ini."


" Iya Nak, keluarga Abiyasa juga sudah pulang dari rumah sakit, mungkin sebentar lagi sampai, sepertinya papah dan mamah masih dirumah sakit, hanya adikmu saja yang papah suruh pulang ikut mereka dan tidur dirumah Abiyasa." Ucap Papah Boby.


" Iya pah...,oh ya pah siapa sih yang ada dirumah sakit? Sehingga papah dan mamah harus nginap disana?"


" Nanti akan papah ceritakan, nah kebetulan kamu nginap dirumah Abiyasa, pasti nanti akan dijelaskan Om Andre kamu."


" Oh iya pah, ya udah ya pah, Bola tutup dulu Assalamualaikum.."


" Waalaikumsalam.."


Bapak dan anak itupun menyudahi pembicaraannya.


" Kita tunggu saja Om Andre dan lainnya sudah menuju kesini." Ucap Clarissa.


Dianggukkan oleh semuanya.