THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 120



Keesokan harinya mereka berkumpul di rumah Abiyasa dan dua buah mobil melaju menuju arah bandara, sesuai kesepakatan Clarissa dan Arvin tidak ikut, dan yang lainnya berangkat kekota Surabaya untuk mengurus urusan Ginos tersebut menemui orang tua Ginos Mr. Robert.


" Habis ini kamu mau ke mana Ris?" Tanya Arvin.


" Aku langsung ke kantor." ucapnya singkat tanpa menatap ke arah Arvin.


" Ris... bisa ngomong sebentar nggak?" Tanya Arvin menatap Clarissa,namun Clarissa tidak menoleh kearah Arvin.


" Bisa." Ucapnya dengan santai seraya melepas kaca mata hitamnya dari wajahnya.


Arvin melihat wajah Clarissa sendu, dan kedua bola matanya sedikit bengkak, sepertinya dia tadi malam menangis,tapi Arvin tidak mau menanyakannya pada Clarissa, dia paham akan keadaan Clarissa, walaupun dia kuat dan suka ngomel, tapi dia tidak memungkirin akan dirinya yang sebagai seorang wanita yang bisa menangis dan sedih bila tersakiti.


" Mau bicara Apa Vin?" Tanya nya.


" Begini Ris,Aku tahu apa yang kamu pikirkan, Kamu bukannya mau ke kantor kan,Tapi kamu mau ke Bandung menyusul Marco, kamu ingin mencari tahu kan keadaan Marco sekarang." Ucap Arvin pelan takut Clarissa marah dengan nya.


Clarissa langsung menatap kearah Arvin dengan tatapan tajam,seakan-akan ingin mencari tahu dari mana dia mengetahui kalau dia memang ingin pergi ke Bandung.


Clarissa menarik nafasnya dengam pelan, dan langsung mengalihkan pandangannya dari Arvin sang sahabat.


" Ris..kamu itu sahabatku, aku pasti tahu kalau kamu merasa gelisah, coba tolong kamu ceritakan kepada ku, biar aku bisa menemani kamu pergi ke Bandung."


" Nggak usah Vin, aku bisa berangkat sendiri jarak antara Bandung dan kota kita kan dapat ditempuh melalui jalur darat, in sya Allah aku sampai dengan selamat di sana." ucapnya.


" Kamu itu nggak bisa bohong sama aku,mari kita sama-sama menyelesaikan masalahnya."


" Apa karena kamu tidak mau ikut dengan mereka, jadi kamu ingin menemani aku pergi ke Bandung?" tanya Clarissa kepada Arvin.


" Yap... benar sekali, karena aku tahu kalau kamu pasti ingin mencari tahu tentang Marco." ucap Arvin tersenyum pada Clarissa,Clarissa pun membalas senyuman Arvin.


Lalu Clarissa menarik napasnya dengan pelan dan dia menatap Arvin.


" Kamu tidak bisa menolak lagi Ris, walaupun kamu menyembunyikan semuanya dari kami, tapi kami sudah mengetahui semuanya."


" Maksud kamu? mengetahui semuanya, semuanya apa.?" tanya Clarissa menatap tajam Arvin.


" Kami bukan mengetahui masalah kamu,tapi kami mengetahui kegelisahan kamu, setelah kamu mendapatkan chat pribadi dari seseorang dan kamu langsung menghubungi orang itu, tapi terlihat tidak tersambung benar kan?" tanya Arvin.


Clarissa hanya menatap Arvin dan menganggukkan kepalanya pasrah,karena memang dia sebenarnya tidak bisa berbohong pada para sahabatnya.


" Tolong ceritakan kepadaku,Ada apa sebenarnya, kamu bisa membohongi kedua orang tuamu, tapi kamu tidak bisa membohongi sahabat-sahabat mu sendiri."


" Aku bukannya membohongi kedua orang tuaku,atau sahabat-sahabatku, tapi aku tidak ingin mengatakan semuanya ini kepada mereka dan kalian, karena kalian Lagi mengurus urusan si Ginos itu, kalau sudah selesai mungkin aku akan cerita semuanya."


" Ya udah begini aja kalau kamu mau berangkat ke Bandung aku bisa menemani kamu dan dua orang anak buahku, kita menggunakan mobil ku aja, mobilmu bisa kamu taruh di kantor, aku dan yang lainnya tidak ingin kamu pergi sendirian." Ucap Arvin lagi.


Clarissa tidak bisa menolak, dia hanya mengangguk dan mereka pun memasuki mobil mereka masing-masing dan kedua mobil tersebut melaju ke arah kantor Wibawa grup.


Beberapa saat kemudian mobil memasuki halaman kantor Wibawa grup, Clarissa memakirkan mobilnya di tempat parkir dan dia berjalan menuju arah mobil Arvin, Arvin terlihat menghubungi dua orang anak buahnya. Clarissa memasuki mobil Arvin.


" Sebentar Ya Ris, kita menunggu dua orang anak buahku dulu, karena mereka sudah dalam perjalanan kesini." ucapnya.


Clarissa hanya mengangguk sementara mereka menunggu di dalam mobil mereka berbicara berdua.


" Sebenarnya kamu mendapatkan chat dari siapa sih.?" tanya Arvin


Clarissa memandang jauh kedepan dia hanya menarik napasnya dengan pelan.


" Marco? Tapi saat Morgan menghubungi Marco,dia tidak bisa dihubungi kemarin, setelah kita berbicara tentang Ginos, kalian sudah pulang semua, kami masih berada di rumah Abiyasa, kami berbicara bertiga dan Morgan menghubungi Marco, tapi tidak nyambung sampai akhirnya Morgan menelpon seorang kepercayaan Marco yang ada di pabrik teh nya,mau tahu Ris, ternyata Marco Tidak sampai ke Bandung." Ucap Arvin seraya menoleh kearah Clarissa.


Clarissa terkejut,dan langsung menatap Arvin.


" Apa? Marco tidak sampai ke Bandung.?"tanya Clarissa.


" Iya Ris, biasanya kalau Marco ke Bandung dia pasti menghubungi anak buah kepercayaannya itu, Tapi selama itu dia tidak ada menghubunginya,memang isi chatnya apa sih Ris.?"


" Dia mengatakan memutuskan hubungan dan ingin menikah dengan wanita yang diinginkan dia selama ini." Jawab datar Clarissa.


" Apa ?isi chatnya seperti itu.?"


Clarissa hanya mengangguk.


" Apa mungkin Marco berbuat seperti itu.?"


" Aku juga tidak yakin Vin, tapi memang dari nomer gawai nya yang mengirim chat tersebut ke gawaiku."


" Hmmm....aku merasa ada sesuatu dari chat itu."


" Entah lah Vin,.." ucapnya pasrah.


" Sebenarnya aku ingin ikut dengan mereka ke kota S, tapi aku merasa ingin mengetahui langsung apa yang terjadi dengan Marco, tidak mungkin Marco mengirim chat kepada ku seperti itu, pasti ada sesuatu dan lain hal yang menimpa dirinya, selama kami bersama Marco Tidak pernah memperlihatkan ataupun menceritakan wanita yang memang pernah mengisi hatinya padaku, karena jelas-jelas dia memang belum ada pacar saat bersama denganku, sama seperti aku." ucap Clarissa


Arvin hanya menganggukkan kepalanya mendengar cerita Clarissa.


" Morgan juga berkata seperti itu, Marco tidak pernah bersifat seperti ini bersikap dengan tidak mengaktifkan gawainya."


" Itulah Vin, aku juga merasa ada sesuatu yang disembunyikan Marco dariku, makanya aku ingin mengetahuinya sendiri dan berangkat ke Bandung."


" Orang tuamu tahu kamu berangkat ke Bandung.?"


Clarissa menggeleng...


" Kenapa kamu nggak bilang pada Om Bobby dan tante Lala, nanti kalau kita kemalaman di sana gimana alasanmu.?"


" Aku juga tidak tahu Vin, yang jelas aku ingin ke sana dulu, baru aku bisa mencari jalan untuk mengatakannya kepada kedua orang tuaku." ucapnya


" Kalau memang itu benar terjadi pada Marco, aku akan iklas aja dan merelakan dia bersama orang lain,tapi aku ingin mengetahui kebenarannya aja." ucapnya.


Arvin lagi-lagi menganggukkan kepalanya tapi dia berpikir tidak mungkin Marco bersikap seperti itu,tapi apa salahnya kalau mereka ingin mengetahui kejadian sebenarnya,kalau tidak di cari tahu mereka pasti akan menduga-duga saja tentang Marco.


Terlihat sebuah taksi berhenti di depan gerbang kantor Wibawa group, dua orang keluar dari taksi tersebut setelah membayar ongkos taksi nya.


Mereka berdua berjalan ke arah mobil Arvin yang terparkir di halaman kantor Wibawa group setelah mereka memberi hormat kepada Arvin, Mereka kemudian memasuki mobil Arvin dan duduk di belakang Arvin. Kemudian Arvin sendiri yang melajukan mobilnya tersebut. Perlahan lahan mobil Arvin meninggalkan halaman kantor Wibawa grup, mobilnya melaju di jalan beraspal tanpa hambatan menuju ke arah yang dituju.


Clarissa hanya terdiam di dalam mobil dia hanyut dalam pikirannya sendiri yang selalu bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya.


*****


Beberapa jam kemudian Abiyasa dan yang lainnya sampai di bandara kota Surabaya Mereka kemudian turun dan memesan taksi bandara agar mengantarkan mereka ke perusahaan Mr. Robert.


Mereka memasuki taksi tersebut dan taksi itu pun melaju menuju arah yang dituju yang sudah dijelaskan oleh papah Bobby kepada sopir taksi itu.


Kemudian sampailah taksi itu di depan kantor Mr.Robert mereka turun semua dan menuju ke arah lobby Setelah papah Bobby berbicara dengan resepsionisnya mereka kemudian dipersilahkan masuk dan menuju ke lantai atas keruangan Mr Robert berada.