
Abi Yosep menatap haru pada sang kakak yang sebenarnya sangat di rindukannya, tapi karena dia mengalami kecelakaan dia tidak ingin memberikan kabar sedikit pun pada kakaknya itu, bukan karena apa apa tapi karena dia tidak ingin sang kakak menanggung derita yang dia alami, Abi Yosep duduk di samping tempat pembaringan sang kakak yang sedang terlelap dia meraih tangan kak Dwi nya dan mencium punggung tangan nya, dengan air mata yang tak kuasa keluar dari kedua bola matanya tersebut.
" Kak maafin Yosep, Yosep memang adik yang durhaka pada kakak, karena tidak mengetahui keadaan kakak sampai seperti ini." Gumamnya seraya memandangi wajah sang kakak yang masih terlelap karena pengaruh obat yang di berikan Anindita.
Papah Andre melangkah mendekati Abi Yosep yang sedang mengusap air matanya yang keluar dari matanya itu, papah Andre mengusap pundak Abi Yosep, dia paham kalau Abi Yosep sangat merasa sedih sekali.
Kemudian papah Bobby melangkah mendekatinya beserta Chandra sedangkan istri mereka masih melihat dari depan pintu karena tidak ingin berada di dalam ruangan tersebut.
Di karenakan mereka takut untuk mengganggunya.
" Yos...yang sabar ya, aku tahu kalau kamu sedih bukan kamu aja yang sedih tapi aku juga ikut sedih, kami semua ikut sedih,karena kak Dwi adalah kakak kita semua " ucap Ayah Chandra.
" Iya Yos, jangan salahkan dirimu ini semua bukan salahmu tapi karena keadaan lah besok pagi kita akan mengetahui cerita sebenarnya kenapa sampai seperti ini Kakak Dwi dan Bella " sambung Papah Boby di angguk kan papah Andre.
Abi Yosep menganggukkan kepalanya dan kemudian berdiri setelah dia mencium kening sang kakak, lalu dia melangkah menuju ke arah Bella.
" Kamu jaga mamah mu ya, Om mau kembali kedalam kamar om."
" Ya om,lebih baik Om istirahat juga Om kan baru datang dari jauh." Ucapnya.
Mbak Bella tidak mengetahui kalau Om tersayangnya tersebut baru menjalani pengobatan yang panjang karena kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawa om tersayang nya itu.
Abi Yosep membelai kepala sang keponakannya tersebut, kemudian dia melangkah keluar setelah menoleh sesaat kearah sang kakak yang masih terpejam matanya.
Abi Yosep melangkah keluar diikuti oleh ketiga sahabatnya dan istri-istri mereka, lalu mereka memasuki kamar mereka masing-masing dan beristirahat dari semua kelelahan yang mereka lalui hari ini.
Mbak Bella kemudian merebahkan tubuhnya di samping ibunya dia memiringkan tubuhnya kekanan memandangi sang ibu yang sedang terlelap tidur dia membelai pipi sang Ibu.
" Allah sudah menjawab doa-doa Bella mah,sekarang Om Yosep sudah berada bersama kita kembali,in sya Allah kita akan bahagia kembali seperti dulu di mana kita akan berkumpul bersama-sama seperti dulu lagi " gumamnya tersenyum bahagia dan tangannya memeluk sang mamah yang masih terlelap tidurnya tidak beberapa lama kemudian matanya pun akhirnya terpejam, dia juga membawa kebahagiaan dia Atas derita Dia yang selama ini dia rasakan sampai akhirnya dia bisa bertemu dengan om tersayangnya.
Keesokan paginya tepat jam 4 di saat suara rekaman seseorang membaca ayat suci Alquran di sebuah masjid yang tidak jauh dari rumah keluarga Wibawa semuanya bangun dan membersihkan diri mereka.
Abiyasa keluar dari ruangan dan menuju ke tempat sholat yang ada di kediaman mereka di mana mereka sudah berkumpul menunggu suara Adzan Subuh berkumandang.
Semua sudah bersiap-siap begitu pula dengan mbak Bella dia bangun pagi dan langsung mengikuti langkah Ayesha yang membawanya ke ruang sholat untuk melaksanakan salat subuh berjamaah.
Setelah sholat seperti biasanya mereka melantunkan ayat suci Alquran Bella hanya berdiam mendengarkan adik-adiknya membaca ayat suci Alquran.
" Ya Allah tenang hati ini mendengar mereka membaca ayat suci Alquran ini, sewaktu aku di rumah mas Bimo aku tidak di perbolehkan membuka dan membaca Alquran jangan kan membacanya mengerjakan sholatpun aku di larangnya, dan aku kerjakan di saat dia tidak ada di rumah, perih rasanya mengingat itu semua " gumamnya.
Kemudian dia berdiri setelah mereka membaca Alquran selesai.
Abiyasa, Arvin dan Morgan beserta orang tua mereka laki-laki melangkah menuju ke ruang tengah bersama-sama. sedangkan para wanitanya menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi mereka.
Mbak Bella sebenarnya ingin ikut ke dapur namun dicegah oleh mamah Anisha.
" Sayang.... lebih baik kamu menjaga ibumu aja ya,siapa tahu beliau sudah bangun " ucap mamah Anisha dengan lembut dan tersenyum.
Mbak Bella tersenyum...
" Ya Tante " ucapnya.
Mbak Bella melangkah menuju ke arah kamar ibunya, dia membuka pintu kamar tersebut dengan pelan dan tersenyum melihat wajah sang ibu.
" Memang benar apa kata tante Anisha, ternyata mamah sudah bangun " ucapnya seraya duduk di tepi tempat tidur ibunya.
" Anisha? Anisha istrinya Andre ?" Tanya tanye Dwi.
" Ya Mah,mereka sudah datang " ucap Mbak Bella tersenyum bahagia.
Saat mereka berbicara berdua, Anindita masuk ke dalam kamar dan kemudian memeriksa kembali tante Dwi.
" Selamat pagi Tante, Assalamu'alaikum "
" pagi nak, Wa alaikumussalam..."
" Allhamdulillah nak,tante rasanya enak banget badannya "
" Alhamdulillah kalau seperti itu, ya udah Dita periksa dulu sebentar ya, kalau memang Tante mau membersihkan diri bisa dibantu sama mbak Bella nanti " ucapnya seraya memeriksa tante Dwi.
" Alhamdulillah mulai stabil semuanya " ucapnya.
" Mudah-mudahan obat yang Dita kasih cocok buat tante ya " ucapnya tersenyum.
" Amin...mudah mudahan nak...."
" Ya udah kalau gitu,silahkan Mbak Bella kalau mau bersihkan diri dulu Tante Dwi nya nanti kalau sudah selesai ajak ke bawah ya mbak " ucapnya seraya tersenyum manis.
" Iya dek,nanti Mbak akan bawa mamah ke bawah "
Kemudian mbak bella membantu tante Dwi bangun dari tempat tidur, di bantu dengan Anindita keatas kursi Roda, mbak Bella membawa sang Mamah menuju ke kamar mandi,Anindita tersenyum memandangi kedua wanita terhebat tersebut yang melangkah kekamar mandi.
Kemudian dia keluar dari kamar Tante Dwi dan menuju ke bawah. Saat dia melewati ruang tengah dimana para lelaki berada dia di panggil sang papah.
" Nak..." Panggil papah Andre.
" ya pah, ada apa?"
" Gimana keadaan tantemu?"
" Alhamdulillah pah,beliau lagi membersihkan diri,bentar lagi turun kok " ucapnya tersenyum.
" Sudah dikasih tahu kalau adiknya ada di sini?" Tanya papah Boby.
" Kayaknya sih belum om, terlihat dari wajahnya biasa aja sih, cuma terlihat senang karena mengetahui keadaannya yang terlihat stabil."
" Ya udah nggak apa-apa nanti papah tunggu turun ke bawah aja tante Dwi nya " ucap papah Andre.
" Ya pah, Ya udah Dita ke dapur dulu ya bantuin mamah dan yang lainnya.
" Ya nak... " ucap Papah Andre
Setelah selesai membersihkan ibunya dan memberikan baju yang baru, mereka kemudian turun ke bawah.
Mereka tidak melewati tangga turun ke bawah karena Bella membawa sang ibu menggunakan kursi roda tapi dia melewati tangga yang khusus untuk kursi roda yang ada di rumah keluarga Wibawa tersebut.
Sedangkan Abi Yosep berada di teras belakang dia memang belum mengetahui Kalau kakaknya sudah bangun Dia mengira tadi masih tidur jadi dia tidak ingin mengganggu sang kakak.
Abi Yosep melakukan olahraga ringan dia menggerakan kaki dan tangan nya dengan gerakan yang ringan ringan saja.
Ya bisa dibilang olahraga sedikit yang disarankan oleh dokter di Kanada dibantu dengan Umi Vita sang istri.
Kemudian tante Dwi dan Mbak Bella turun,mbak Bella melangkah sembari mendorong kursi roda sang ibu menuju ke ruang tengah tersebut.
" Assalamualaikum " sapa tante Dwi.
Semua menoleh kearah mereka berdua.
"Wa alaikumussalam ' ucap mereka semua seraya berdiri di ikuti oleh papah Bobby,Ayah Chandra dan yang lainnya.
Mereka langsung mencium punggung tangan Kak Dwi.
" Alhamdulillah akhirnya kita bisa bertemu kembali ya." Ucap nya tersenyum bahagia.
" Alhamdulillah Kak kita kembali bertemu sudah puluhan tahun tidak bertemu dan tidak ada kabar beritanya dan sekarang kita bertemu kembali dengan ijin Allah " ucap papah Andre.
Papah Boby memandangi wajah kak Dwi, terlihat jelas guratan kesedihan di wajahnya.
" Ya Allah guratan kesedihan itu ada di wajahnya mungkin karena dia tidak bertemu dengan adiknya, tapi tenang Kak Dewi adikmu sudah ada di sini sebentar lagi masuk dia cuma mau olahraga sebentar " gumam papah Boby tersenyum...