
"Tapi bagaimanapun, aku tetap gugup, coba deh ini pegang tanganku, dinginkan" ujar Biyas Seraya menyentuh kan tangannya pada Morgan.
"Bener lho,tangannya dingin banget, kayak batu es" ucap Morgan.
"Nggak juga kali,seperti itu, kamu keterlaluan amat sih" ucap Biyas Seraya mendelik morgan sahabat yang ada di sampingnya itu.
"Bukan... bukan... seperti itu, maksud ku,di ibaratkan seperti bongkahan batu es yang dingin baget hehehe" Ucap Morgan senyum senyum aja.
"Ya sama aja" ucap Biyas sambil tersenyum.
"Tapi enak ya Clarissa,bisa melihat Ayesha, aku sudah dua hari ini nggak bisa lihat dia, bahkan video call ku juga nggak diangkatnya.dia balas chat aku, katanya jangan lihat-lihatan dulu,gabut kan aku jadinya," ucap Abiyasa seraya meletak kan tangan nya di samping kepalanya.
"Tapi nanti Kalian juga dua-duaan kok, karena sebentar lagi sudah sah jadi suami-istri,tunggu jam nya aja yang tepat." Lanjut Arvin.
"Iya juga sih, tapi acaranya jam berapa ya? kok aku tambah deg-degan ya" ucapnya lagi.
"Sabar,bentar lagi itu masih ada waktu setengah jam lagi "ucap Arvin seraya menunjuk jam dinding yang ada di ruangan ganti tersebut.
Abiyasa meremas-remas kedua tangannya, karena kegugupan itu semakin menjadi.
"Ya udah Jangan gugup, kamu harus rileks, santai,bayangkan kalau seandainya kamu itu sedang berbicara dengan client, anggaplah Pak penghulu itu client kamu" ucap Morgan memberikan semangat pada sahabatnya.
"Nggak bisa juga kali Mor, seperti itu,karena aku gagu berhadapan pastinya" ucapnya tersenyum.
Kemudian pintu kamar ruang ganti Abiyasa terbuka, Mamah Anisha tersenyum dan berjalan menemui mereka semua.
Semua mata tertuju kepada Mamah Anisha.
" Mamah..." Ucap Abiyasa.
"Sayang,udah siap? pak penghulu nya Sudah datang, Ayo cepetan gih,acaranya sudah mau di mulai" ucap Mamah Anisha seraya tersenyum pada anak nya.
"Ayo bos ku, semangat" ucap Morgan lagi.
"Tapi mah, Abiyasa gugup banget" ucapnya tersenyum seraya menyandarkan kepalanya di bahu sang mamah.
Mamah Anisha lagi lagi tersenyum, kepada anak lelakinya.
"Jangan gugup nak, kamu itu lelaki " ucap mamah Anisha.
"Iya Abiyasa, Jangan permalukan jenis kelamin dong, Kamu kan cowok Iah," ucap Morgan cuek.
"apaan sih, Orang bilang gugup dia bilang jenis kelamin" ucap Biyas terkekeh.
"Ya iya lah,laki-laki itu kan Jangan gugup,semangat...semangat... karena ini adalah hari bahagia," sambung Arvin terkekeh.
"Justru karena bahagia inilah,aku tuh merasa gugup.nanti kamu merasakannya juga kali" ucapnya kepada Arvin.
Arvin hanya tertawa saja begitu pula mamah Anisha tersenyum lebar, kepada anaknya karena mamah Anisha tau sekali kalau kegugupan yang pernah dialami oleh suaminya tercinta, terjadi kepada anaknya yang mengalami kegugupan tersebut.
Karena ini adalah hari pertama dalam masa yang indah bagi anaknya.
"Ayo,cepetan nak,nanti pak penghulunya kelamaan lagi nunggunya." ucap Mamah Anisha kepada Abiyasa.
Mamah Anisha menggandeng anak lelakinya,dan berjalan beriringan,dan di ikuti kedua sahabat setianya itu.
Kemudian dia sampai ke tempat di mana bapak penghulu dan para keluarganya yang hadir di acara akad nikahnya itu.
" Keluarga kedua belah pihak sudah hadir dan akan menyaksikan akad nikah antara Abiyasa dan Ayesha.
Abiyasa duduk di depan Pak penghulu, dia menengok kiri kanan mencari Ayesha.
Papah Andre melihat kalau sang anak lagi mencari seseorang,dia kemudian berbicara setengah berbisik.
"Ayesha belum boleh keluar,kamu ucapkan ijab kabul dulu, baru nanti Ayesha datang" ucap papah Andre nya.
Abiyasa tersenyum lebar pada papah nya.
" Semangat..!" Ucap papah Andre memberi semangat pada sang anak.
"Tenangkan pikiranmu, rileks, anggaplah yang lain itu tidak lihat tenangkan dulu,Jangan gugup " ucap pak penghulu karena dia mengetahui wajah Abiyasa yang terlihat sangat gugup.
Kemudian Abiyasa menoleh kearah papah Andre dan papah Andre pun tersenyum dan mengangguk.
Abiyasa pun seraya mendapatkan kekuatan dari anggukan kedua orangtuanya tersebut.
"Bisa kita mulai acaranya" ucap pak penghulu.
Abiyasa menganggukkan kepalanya pasti.
" Bisa pak" ucapnya singkat.
Pak penghulu bersalaman dengan Abiyasa dan menggenggam tangan Abiyasa.
Saat penghulu mengucapkan kata
"Bismillahirrohmanirrohim" ucap Pak penghulu.
Abiyasa langsung menarik tangan penghulu ke hadapan nya,dan tak di pungkiri lagi pak penghulu tertarik agak kuat kehadapan Abiyasa,sontak saja pak penghulu terkejut dan Abiyasa langsung mengatakan
"Saya terima nikahnya Ayesha Fahira Putri Yopi seperangkat pak Yosep sah.
"Sabar...sabar..."ucap pak penghulu yang berada di hadapan Abiyasa.
"Bapak belum mulai,tolong lepaskan tangan bapak ya" ucapnya lagi.
Abiyasa langsung melepaskan tarikannya dan melepaskan tangannya pada tangan pak penghulu.
"Maaf Pak penghulu, saya khilaf" ucapnya.
Sontak saja kejadian tersebut mengundang tawa,semua tertawa melihat ulah Abiyasa.
Ayesha dan Anindita serta Clarissa tertawa mendengar Abiyasa sangat ngegas.
"Sabar bro jangan terlalu ngegas" ucap ucap pak penghulu lagi seraya tertawa pelan.
Morgan dan Arvin hanya tertawa, kemudian Abiyasa menoleh kearah kedua orang tuanya, terlihat Andre tertawa ditahan, kemudian Andre melirik ketiga sahabat-sahabatnya ternyata ketiga sahabatnya sudah menatap tajam kearah Andre,dengan senyuman khas mereka.
Andre hanya bisa menundukkan kembali wajahnya Sambil tersenyum yang tidak bisa ditahan nya kemudian Boby menyenggol Andre.
"Kejadian beberapa tahun yang lalu terulang kembali di Andre junior hahah" ucapnya tertawa pelan.
Andre pun tidak bisa menahan tawanya dan dia pun tertawa lepas semua orang menoleh ke arahnya,baru dia menyadari kalau tertawa dia lepas setelah di tutup mamah Anisa mulutnya dengan tangan mamah Anisha.
"Astaghfirullahaladzim maafkan mas ya" ucapnya pada mamah Anisha.
Mamah Anisha cuma hanya bisa menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Candra Yosep dan Bobby hanya bisa menepuk jidatnya sendiri masing-masing.
"Sudah siap kita mulai apa belum? sudah enggak gugup lagi kan sekarang" ucap pak penghulu seraya tersenyum.
" Siap pak penghulu !sudah siap saya "ucapnya tersenyum pasti.
Kemudian Abiyasa bersalaman kembali dengan Pak penghulu, dan Pak penghulu memegang tangannya Abiyasa kembali. Pak penghulu kemudian mengucapkan beberapa kata dan langsung disambut oleh Abiyasa dengan lantang dengan tarikan nafas Abiyasa mengucap dengan Fasih.
"Saya terima nikahnya Ayesha Fahira Putri Yovi binti Yosep dengan mas kawin seperangkat alat salat dan perhiasan emas berlian tunai" ucapnya.
Pak penghulu menengok kepada kedua saksi dan ngucapkan kata.
" Sah"
Saksi kedua belah pihak langsung mengucapkan "Sah".
" Alhamdulillah" ucap semuanya dan terdengar sorak kegembiraan.
Abiyasa langsung mengucapkan syukur seraya mengusap wajahnya dengan pelan.
" Akhirnya sah juga aku menjadi suami Ayesha" gumamnya bahagia.