THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 263



" Baiklah kalau seperti itu, kita mulai bergerak sekarang karena waktunya sudah mulai malam, Oh ya apa tadi namanya hotelnya?" Tanya Papah Boby.


" Kok lupa sih Bob, bisa-bisa salah masuk ntar." Ucap Abi Yosep tersenyum.


" Biasa Yos, faktor usia hehehe..." Ucap papah Boby terkekeh.


" Hotel berbintang permata." Ucap Ayah Candra.


" Tunggu sebentar, aku baru ingat sesuatu." Ucap Abi Yosep.


" Ingat apa Bob?" Tanya Papah Andre.


" Sebentar, aku lagi mengingatnya dulu, bukankah hotel berbintang permata itu milik Bayu? Kalau tidak salah sih, kalau dia masih menjalankan usaha keluarganya itu " ucap papa Boby.


Papah Andre, dan Ayah Candra saling pandang.


" Kalian berdua ingat kan Bayu setiawan,teman kita sekolah dulu." Ucap Papah Boby.


Terlihat papah Andre dan Ayah Candra berpikir keras.


" Bayu...Bayu...Bayu yang mana ya Bob, aku lupa, benar-benar lupa,biasa kata kamu tadi Faktor usia." Ucap Ayah Candra.


" Astaghfirullahaladzim.. aku lupa ya, Iya benar kata kamu Bob,hotel berbintang dengan nama permata itu adalah milik keluarga Bayu." jawab papah Andre Seraya membenarkan posisi duduknya.


" Nah itu maksudku." Ucap Papah Boby.


" Bayu yang orangnya lemah gemulai itukan?" sambung Ayah Candra.


" Iya benar sekali, Dia kan pernah datang ke kantor kita Ndre bersilaturahmi, sejak dia berangkat ke luar negeri kita tidak ada kontak lagi dengan dia, tapi apakah dia masih menjalankan usaha itu ya?" tanya papa Boby.


Papah Andre dan yang lainnya terdiam.


" Tunggu sebentar aku akan menghubunginya dulu." Lanjut papah Boby lagi


" Apakah kamu masih menyimpan nomor gawainya?" Tanya Abi Yosep.


" Sepertinya Aku masih menyimpannya, kalau dia tidak berganti nomor." Lanjutnya, kemudian mengambil gawai-nya, Dia pun mencari-cari nama Bayu teman sekolahnya dulu, Setelah dia menemukan nomor tersebut dia pun langsung menghubunginya.


Terdengar sambungan panggilan itu tersambung..


" Alhamdulillah nomornya masih aktif." ucapnya sembari menunggu jawaban dari gawai pribadinya itu tersambung dengan orang yang dimaksud.


Beberapa saat kemudian panggilan itu pun terjawab.


" Assalamualaikum...selamat malam?" ucap suara di seberang sana.


Papa Bobby pun langsung melihat layar gawainya,karena mendengar suara perempuan, mereka semua yang ada di situ menatap kearah Papa Boby karena merasa heran.


" Waalaikumsalam, selamat malam juga." ucap papa Bobby sembari terus melanjutkan pembicaraannya.


" Bicara dengan siapa ya Ini? Maaf mau cari siapa?" tanya suara di seberang sana.


" Maaf ibu, Apakah ini nomor gawainya Bayu Setiawan?"


" Oh iya, dia adalah suami saya."


" Oh Bu Setiawan..." jawab Papa Boby.


" Iya pak, ada apa ya?"


" Begini Bu, Saya temannya Pak Bayu, Pak Bayunya ada?"


" Ada Pak, dia lagi di kamar kecil, sebentar ya Pak saya panggilkan dulu."


Sebelum papah Boby mengiyakan, panggilan tersebutpun langsung terputus.


" Kenapa?" Tanya papah Andre.


" Ternyata sudah menikah, akhirnya Laku juga ya laki-laki itu heheh." Ucap papah Boby terkekeh.


" Ya iyalah, apalagi laki-laki itu mempunyai usaha sendiri, pastilah perempuan akan klepek-klepek,karena menjadi seorang suami yang mapan dan bertanggung jawab itu yang dicari para Wanita." Ucap Abi Yosep tersenyum.


Kemudian terdengar gawai Papa Boby berdering ternyata Bayu yang menghubunginya.


" Assalamualaikum." Sapa Bayu di seberang sana.


" Waalaikumsalam, masih ingatkah dengan ku?" tanya Papa Boby.


" Siapa ya? maaf gawaiku kemarin ke reset semua jadi hilang nomornya."


" Oh gitu,aku Boby." Ucapnya


" Oalah..! rupanya kamu Bob, kamu masih menyimpan nomorku ya." Ucap Pak Bayu terkeleh.


" Iyalah Bro, masih aku simpan."


" Oh ya Bob, ada apa nih, malam-malam menghubungi ku, sepertinya ada berita yang sangat penting sampai merelakan kamu menghubungi aku? bagaimana kabarnya?"


" Alhamdulillah baik Bay, memang ada yang ingin aku tanyakan, tapi jangan melalui gawai, bisakah kita bertemu sekarang?"


" Oh, bisa saja dengan senang hati, bagaimana kalau bertemu di hotel aku saja, kebetulan aku berada di hotel sekarang ini, baru aja sampai dari luar negeri."


" Oh ya sudah sekarang kami ke sana ya."


" Oke siap! aku tunggu sekarang" ucapnya kemudian sambungan telepon pun terputus mereka sama-sama memutus pembicaraan setelah mengucap dan memberikan salam, kemudian papah Boby berdiri dan langsung memasukkan gawainya ke dalam saku celananya.


" Ayo Arvin, Niko kita berangkat sekarang." Ajak papah Boby.


" Dia kebetulan berada di hotel tersebut dan aku ditunggunya disana, ini kesempatan untuk kita, Sebelum kita ketahuan ingin menangkap basah si Johanes itu." ucap papa Boby.


" Tapi kalian cuma bertiga, Morgan kan belum datang." Ucap Ayah Candra.


" Anak itu seperti jelangkung pasti dia datang dengan cepat, dan tiba-tiba aja pasti sudah ada di depan pintu." ucap papah Boby tersenyum.


Benar saja ucapan papah Boby,terdengar seseorang mengucap salam dari depan pintu.


" Assalamualaikum.."


" Waalaikumsalam.." semua menoleh ke arah pintu, terlihat Morgan sedang melangkah menuju kearah mereka.


" Benar kan kataku, dia sudah berada di rumah ini." ujar papah Boby terkeleh.


" Memangnya ada apa ?" tanya Morgan terlihat bengong.


Mereka semua pun terkekeh..


" Ya udah ayo siap-siap." Ajak papah Boby.


" Siap-siap ke mana?" Tanyanya.


" Katanya tadi harus menunggu kamu, kamu bilang jangan bertindak sebelum kamu datang, ini kamu sudah datang, ayo bertindak." ucap papa Boby.


" Oke!" ucapnya tersenyum kemudian dia pun berbalik arah lagi mengikuti langkah papah Boby.


Setelah mereka meminta izin dengan keluarga yang ada di rumah itu,mereka pun kemudian memasuki mobil Morgan, beberapa saat kemudian mobil tersebut meninggalkan rumah kediaman keluarga Wibawa, Abi Yosep kemudian menemui Pak security yang sedang menjaga rumah tersebut, terlihat Abi Yosep berbicara dengan Pak security dengan serius, kemudian pak Security itu terlihat menganggukkan kepalanya, Abi Yosep pun kemudian melangkah kembali memasuki rumah papah Andre.


Setelah dia berbicara dengan pak Security itu diapun menutup pintu rumah tersebut.


" Ada rencana apa sih Yos, yang kamu akan lancar kan.?" Tanya Abi Yosep.


" Kamu lihat aja nanti, kalian cuma mengikuti instruksi aku saja ya." Ucapnya tersenyum


" Emang instruksi kamu apa?" Tanya Ayah Candra.


" Ada aja, hehehe kalian nanti akan tahu juga, tenang aja." Ucapnya terkekeh.


" Siap lah kalau kaya gitu." Ucap Papah Andre.


" Nanti kalau ada yang mencurigakan di luar sana kalian silakan mencari persembunyian masing-masing, Biar aku saja yang keluar." ucap Abi Yosep.


Mereka bertiga pun menganggukkan kepalanya.


" Tapi kalau kalian bersembunyi jangan sampai ketiduran, kalau aku nanti kenapa-napa siapa yang akan menolongku." ucapnya sembari terkekeh mereka bertiga pun ikut terkekeh.


Terdengar pelan di ruang tengah tersebut tawa mereka, sesekali Abi Yosep melihat jarum jam yang ada di ruang tengah rumah tersebut.


Mereka pun terus berbincang-bincang, sesekali mereka merebahkan tumbuhnya di sofa ruangan itu sambil menunggu kedatangan tamu yang tidak diundang tersebut.


Mobil yang dikendarai oleh Morgan pun melaju dengan kecepatan sedang, beberapa saat kemudian mereka sampai di arah tujuan yaitu hotel berbintang permata, Morgan pun memarkirkan Mobilnya di area parkir hotel tersebut.


Mereka kemudian turun dari mobil dan melangkah menuju lobby, Papa Bobby menemui resepsionis hotel itu, dan menjelaskan kedatangan Mereka ingin bertemu dengan Pak Bayu, karena memang Pak Bayu sudah mengatakan kepada resepsionis itu tentang tamunya tersebut, akhirnya resepsionis itu pun mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam lift menuju ke lantai 5 dimana Pak Bayu menunggu mereka.


Mereka berempat pun memasuki lift dan menuju ke lantai 5 yang sudah diarahkan oleh resepsionis tersebut, sesampainya di lantai 5 papah Boby kemudian mengambil gawainya dan menghubungi kembali Pak Bayu.


Pak Bayu yang sudah memang menunggu di ruang tamu lantai 5 itupun langsung keluar dan melihat tamunya itu dan tersenyum dari kejauhan.


Pak Bayu pun kemudian mendekati Papa Bobby dan menyalami para tamunya itu, kemudian Pak Bayu mengajak keempat tamunya tersebut masuk ke ruang tamu yang ada di lantai 5 itu.


" Silakan duduk Bob."


" Terimakasih." ucap papah Boby sembari duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


" Lama kita tidak bertemu." ucap pak Bayu.


" Iya nih Bay, Aku kira kamu sudah pindah ke luar negeri."


" Iya,sebenarnya aku berada di luar negeri, tapi tidak menetap di sana, Aku menetap di sini karena yang disana sesekali saja aku datang menemui adikku yang mengelola hotel di sana, Alhamdulillah ada rezekinya bisa membangun disana." ucapnya terkekeh.


" Syukurlah kalau seperti itu." ucap papa Boby merasa senang dengan kawan semasa sekolahnya dulu sudah mulai sukses.


" Sebenarnya ada apa nih, sehingga malam-malam begini kamu mau bertemu denganku, pasti ada yang penting ya?"


" Begini, sebelumnya aku perkenalkan dulu anak-anak ku ini, itu Morgan menantunya Andre,dan itu Niko keponakannya Andre,dan itu Arvin keponakan istrinya Andre." Ucap papah Boby tersenyum.


Pak Bayu tersenyum, begitu juga mereka bertiga membalas senyumnya pak Bayu


" Aku kesini mau minta bantuan kamu."


" Dengan senang hati kawan, ada apa?ceritakan saja."


Akhirnya papa Boby pun menceritakan dari awal sampai akhir pada Pak Bayu tentang masalah yang dihadapi Amelia dan Nika, sampai tentang keberadaan Johanes yang ada di hotel berbintang purnama miliknya itu.


Papah Boby pun menghela nafasnya dengan pelan, setelah mengakhiri ceritanya itu.


" Kurang ajar sekali, laki-laki seperti itu! tidak bisa dimaafkan! kalau aku pribadi tidak akan pernah memaafkannya dan tidak akan pernah mencari Jalan damai." Ucapnya.


" Baiklah, aku akan bertanya dengan resepsionis ku dulu, Apakah dia sudah checkout atau masih ada di sini." ucapnya sembari mengeluarkan gawai-nya dari saku celananya, dia pun kemudian menghubungi resepsionisnya itu, setelah berbicara sesaat dengan resepsionisnya itu dia pun menaruh gawainya di atas meja.


" Bagaimana Bay? Apakah Dia masih ada disini atas sudah checkout.?" Tanya papah Boby.


" Dia masih ada di sini Bob,dan dia pun di sini tidak tahu sampai kapan, lebih baik kita sekarang ke kamarnya saja dan segera menangkapnya, orang seperti itu tidak bisa berada di hotel ku ini, karena dia orang jahat,kalau aku membiarkannya tetap disini, sama aja aku melindungi orang jahat bernaung di hotel ini dari hujan dan panas." ucapnya sedikit emosi mendengar cerita dari papah Bobby tersebut.


" Sekarang kita segera ke kamarnya aja." ucapnya sembari mengajak semuanya menuju ke kamar Johanes, mereka berempat melangkah mengikuti langkah Pak Bayu yang mengajak mereka turun ke lantai 3 di mana kamar Johanes berada.