THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 313



Dirumah sakit, tepatnya di ruangan rawat inap kak Nico. keadaan kak Nico sudah sangat membaik, paska kecelakaan yang menimpanya beberapa hari yang lalu, sekarang dia menjalani tahap pemulihan yang sempat koma beberapa jam lamanya, dengan didampingi calon istrinya yang selalu setia berada disampingnya tersebut, dari pertama dibawa kerumah sakit sampai sekarang sudah terlihat membaik, Lia dengan senang hati merawat sang pujaan hati tersebut.


" Sayang..." panggilnya dengan lembut.


" Hmmmm..." ucap Lia yang sedang menyuapi satu demi satu sendok bubur yang sudah tersedia diruangan itu.


" Mana Kevin? beberapa hari ini semenjak aku disini kevin tidak pernah kesini, aku rindu dengannya. " ucap kak Nico seraya meraih tagan Lia dan menggenggamnya.


Lia tersenyum, dan meletakkan mangkok yang berisi bubur tersebut diatas meja yang ada disamping tempat tidur kak Nico.


" Sebenarnya dia akhir-akhir ini ingin bertemu sekali dengan mu mas, tapi aku yang melarangnya, aku mengatakan kalau kamu sedang bertugas keluar kota dalam waktu yang panjang, karena aku tidak ingin dia mengetahui kalau kamu sedang dalam keadaan seperti ini, dia masih kecil untuk tahu keadaan kamu, karena dia sangat sayang banget dengan mu, dia pernah megataka kalau dia sangat bahagia memiliki kamu mas, kamu adalah semangatnya yang membuat dia giat sekolah, dia juga mengatakan padaku kalau dia merasa bangga akan punya seorang papah yang selalu berada disampingnya setiap saat, karena kata-kata dia itulah aku tidak mau dia melihat keadaan kamu seperti ini mas, aku takut dia akan sedih kalau mendengar papahnya mengalami kecelakaan,makanya aku berbohong padanya." ucap Lia seraya menatap kak Nico.


Kak Nico tersenyum...


" Iya sayang, tidak apa-apa, sekarang dia sama siapa?"


" Sama mamah." Ucap Lia sembari menyuapkan sendok yang berisi bubur kemulut Kak Nico.


Dengan lahapnya kak Nico melahap sarapan buburnya dari tangan kekasih hatinya.


Tiba-tiba pintu ruangan rawat inap itupun terbuka terlihatlah wajah sang mamah, siapa lagi kalau bukan mamah Melisha bersama papah David dan papah Andre yang melangkah mendekati mereka berdua.


" Assalamualaikum..." Sapa papah Andre.


" Waalaikumsalam..." Jawab keduanya dan Lia pun langsung berdiri dari duduknya dibibir ranjang rawat inap kak Nico sembari meletakkan mangkok bubur diatas meja seperti semula.


Lia langsung menyalami sang calon mertua mamah Melisa tersenyum seraya memeluk sang calon menantu


" Bagaimana Bro keadaanmu " ucap papah Andre sembari menepuk pelan pundak kak Nico.


" Alhamdulillah Om sudah agak mendingan, Kapan ya Nico pulang Om, Nico ingin cepat pulang kerumah bosen udah dirumah sakit." Ucapnya tersenyum.


" Kalau Om sih nggak apa-apa tapi kamu harus tanya Dita dulu apakah boleh pulang atau nggaknya." Ucap Papah Andre terkekeh.


" Sama aja bohong Om, kalau nanya sama Dita pastinya nunggu pulih benar."


" Nah itu dia yang Om maksud, tunggu kamu pulih benar baru bisa pulang." Ucap papah Andre kembali terkekeh.


" Oh, ya Nic, maafin mamah ya nak..."


" Maaf kenapa mah? Mamah kan nggak ada salah yang seharusnya minta maaf kan Nico karena sudah membuat mamah dan yang lainnya kawatir."


" Bukan masah itu nak."


" Jadi masalah apa Mah?"


" Masalah pernikahan kalian berdua."


Kak Nico dan Lia tersenyum, mereka berdua tidak terkejut dengan ucapan mamah Melisa.


" Mamah, nggak usah kawatir, pernikah kami tetap dilaksanakan tapi nunggu Nico sehat benar, kami berdua juga sudah sepakat kalau pernikahan kami ditunda sampai Nico sembuh seperti sedia kala."


Mamah Melisha, papah Andre dan papah David saling pandang dan kemudian mereka pun langsung tersenyum.


" Benarkah Lia?" Tanya Mamah Melisa.


" Iya Mah, benar, kami memang sudah membicarakannya, tidak mungkin pernikahan dilaksanakan dalam kondisi mempelai prianya sakit seperti ini, Lia juga mau mengatakannya pada mamah Lia tentang penundaan pernikahan kami." Terang Lia.


" Alhamdulillah, mamah Kira kalian ingin secepatnya melaksanakan pernikahan."


" Jika tidak terjadi musibah ini memang ingin secepatnya Mah, Nico kan udah lama nggak dapat belaian seorang wanita hahahah...." Ucapnya tertawa lepas dan mengundang tawa bagi mereka semua.


" Calon besan mamah sudah tahu dan sudah kami sepakati kalau pernikahan kalian di undur." Ucap Mamah Melisha tersenyum bahagia dianggukkan oleh papah David dan papah Andre.