THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 320



" Morgan...apakah kamu tidak merindukan aku selama ini? padahal selama ini aku selalu merindukan kamu dan ingin mengulang lagi rasa yang pernah kita jalani selama itu, kamu tiba-tiba saja menghilang dariku, dan aku berusaha mencari kamu, sampai akhirnya ku tahu kalau kamu sudah berkeluarga, tapi aku tidak pernah patah semangat untuk mendapatkan kebersamaan lagi denganmu, walaupun kamu sudah ada yang punya." ucap Antis sembari tersenyum dan terlihat diwajahnya tidak ada rasa bersalah dengan ucapannya itu, membuat Morgan terkejut dengan ucapan Antis.


" Kau gila! dasar wanita gila!" ucap Morgan sembari menatap Antis, Antis yang ditatap hanya tersenyum tidak ada rasa marahnya di katakan wanita gila oleh Morgan.


" Iya Morgan aku memang gila, gila dengan mu dan ingin bersama dengan mu seperti dulu."


" Aku tidak pernah kenal denganmu, aku juga tidak pernah bersama denganmu, asal kamu tahu aku sudah bahagia dengan istriku, jadi jangan pernah berharap kalau kamu ingin bersama denganku, karena aku tidak ingin bersama kamu, hari ini, esok dan selamanya, disamping itu aku juga tidak mengenal kamu."


" Hahahahha....kamu lucu Morgan kamu tidak ingin bersama dengan ku, apa iya? Hahahah....tapi sayang ku Morgan, hari ini kamu bersama dengan ku, dan kamu mengatakan itu,tapi buktinya kamu sudah menyetujui bertemu denganku saat ini, Morgan...Morgan...seorang lelaki tampan dengan mempunyai fostur tubuh yang sangat didambakan setiap wanita yang melihatnya, mempunyai pekerjaan yang mapan dan dapat membahagiakan setiap wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya, tapi sayang,sangat disayangkan kamu salah memilih pasangan hidup, karena kamu sudah melupakan aku."


" Heh!! kuntilanak!! kamu sadar ngga apa yang kamu ucapkan itu,kamu bilang aku salah memilih pasangan hidup? salah! kamu salah besar dengan ucapan kamu, aku malah bahagia dengan wanita pilihanku dan pastinya dia wanita baik-baik tidak seperti kamu yang sudah tahu kalau aku sudah beristri masih saja dikejar dan ingin dimiliki, apakah itu bisa dikatakan wanita baik-baik?ku rasa tidak!" ucap Morgan sembari tersenyum sinis pada Antis.


" Apa hebatnya sih istri kamu itu, hebat aku, karena aku wanita tercantik, dan aku cantik sekarang ini karena kamu Morgan, dan aku merubah wajah ini biar kamu semakin menyukai aku dan mengingat aku sebagai wanita yang pernah bersama kamu, sadarlah Morgan kalau aku adalah wanita yang kamu tunggu."


" Kamu wanita yang aku tunggu? nggak salah dengarkah aku? yang ada kamu wanita yang sangat membuat aku marah dan kamu adalah wanita yang semakin aku merasa jenuh berlama-lama dihadapan kamu sekarang ini, jika tidak berkepentingan lebih baik sampai disini saja pertemuan dan pembicaraan kita saat ini, karena aku sibuk, berlama-lama bersama kamu membuat aku sibuk memikirkan kerjaan yang seharusnya aku lupakan saat ini karena hari libur, tapi karena kehadiran kamu membuat aku ingin menghabiskan waktu hari ini untuk bekerja, paham kamu!!" ucap Morgan seraya berdiri dari duduknya, dan langsung dicegah Antis dengn sigap berdiri dan menyentuh tangan Morgan, dan langsung ditepiskan Morgan kedua tangan Antis untuk kedua kalinya dan membuat Antis hampir saja hilang keseimbangan dan nyaris saja Antis jatuh, tapi dia berusaha menahannya dengan cara memegang kursi tempat duduknya.


" Kenapa? takut jatuh? kalaupun kamu jatuh tadi, aku tak akan pernah peduli karena aku tidak bisa memperlakukan seorang wanita yang sudah memanjakan keinginannya untuk mengharapkan laki-laki yang sebenarnya tidak mengenal wanita itu yaitu kamu.!!" ucap Morgan sembari berbalik melangkah meninggalkan wanita yang bersamanya tersebut, tapi dengan cekatan Antis langsung menghadang Morgan dengan berucap sedikit keras, karena dia tidak ingin rencana yang mereka susun berantakan disebabkan Morgan lari begitu saja.


" Tunggu Morgan!! kalau kamu tetap melangkah meninggalkan ku, aku akan mengikuti kamu sampai kerumah kamu, aku akan bertemu dengan keluarga kamu baik keluarga pribadi kamu ataupun keluarga mertua kamu, dan aku akan memberikan penjelasan dengan mengatakan kalau kamu ada hubungn khusus selama bertahun-tahun lamanya, sampai saat ini pun kamu tidak pernah melupakan aku, dan aku juga akan bicara dengan istri kamu kalau selama kita bersama dulu, kita juga pernah tidur bareng tepatnya dikediaman kamu dan diketahui dengan keluarga kamu." ucap Antis dan kata-kata Antis itu mampu menghentikan langkah Morgan yang berlalu dari hadapan Antis dan wajah Antis pun tersenyum kemenangan karena dia mampu menahan Morgan kembali, Morgan terperanjat dan langsung berbalik kearah Antis, dan dia tidak memperdulikan beberapa orang yang menatap kearah mereka karena mendengar ucapan Antis, Morgan tidak mengetahui kalau beberapa orang tersebut adalah orang sewaan, mereka adalah perawat yang bekerja dirumah sakit yang sengaja diajak Anindita, dan khusus malam itu cafe tersebut udah disewa mereka untuk beberapa jam selama acara kejutan untuk Morgan.


Morgan kembali mendekati Antis dengan muka marahnya.


" Dasar kamu wanita gila, wanita gila, sejak kapan aku pernah tidur deganmu!! Dan kamu wanita tak tahu malu!! Kamu seenaknya bicara seperti itu, kamu tidak sadar apa hah, disini ada orang yang sudah mendengar ucapan kamu, sadar nggak kamu hah!!!" Ucap Morgan dengan sedikit mengeluarkan emosinya dan mengatakannya dengan penuh penekanan.


" Jadi mau kamu sekarang apa? cepat katakan aku tidak ingin pertemuan ini membuat kesalah pahaman yang tidak ada penyelesaiannya."


" Mau aku kamu menemani aku disini sampai aku puas menceritakan semua kenangan kita dimasa lalu agar kamu bisa mengingat aku dan peduli lagi serta menginginkan aku tetap bersama denganmu." ucap Antis sembari berjalan menuju tempat duduknya kembali di ikuti oleh Morgan dengan kesal dan dia kembali duduk ditempatnya semula sembari mengarahkan pandangannya kearah para sahabatnya yang sudah tidak berada ditempat duduknya semula.


" Kemana mereka kenapa mereka meninggalkan ku disini, katanya mereka akan selalu menemaniku sampai akhir bertemu dengan wanita kuntilanak ini." ucap batinnya sembari dia melebarkan pandangannya kesisi ruang kafe tersebut mencari sosok para sahabatnya itu.


" Lihat Biy, Ris, Morgan mencari kita, mungkin dia mengira kita sudah meninggalkannya." ucap Arvin tertawa pelan.


" Mantap suami aku ya, begitu mudahnya dia menolak wanita selain istrinya." sambung Anindita tersenyum bahagia.


" Iya benar, suami seperti itu harus dipertahankan." sambung salah satu seseorang yang berbicara dibelang mereka. Mereka semua menoleh kearah suara. Anindita, Marco dan Clarissa tersenyum melihat kehadiran suami Antis.


" Kak Biyas, Arvin, kenalkan ini suaminya Antis, dr Dion, dr Dion ini kakak saya dan ini sepupu saya." ucap Anindita tersenyum. dr Dion tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Abiyasa dan disambut Abiyasa dan Arvin.


" Kenalkan saya Dion Firdaus suaminya Antis." Ucapnya tersenyum dianggukkan Abiyasa dan Arvin seraya tersenyum juga dan kemudian mereka menatap kembali kearah Morgan dan Antis.


" Morgan aku tahu kamu pasti kesel dengan aku "


" Itu kamu tahu, kalau memang kamu sudah tahu membuat aku kesal kenapa kamu tetap menahanku, aku akui aku tidak kenal dengan kamu siapa kamu, asalnya dari mana dan dengan mudahnya kamu mengatakan kalau aku ini adalah lelaki masa dahulu kamu,sudah aku jelaskan aku tidak kenal dengan kamu, dan aku tidak pernah berhubungan dekat dengan kamu, dan lagi aku tidak pernah tidur dengan kamu,dengarkan itu, saring kata-kataku ini dari awal aku sudah tidak mengenal kamu ingat itu!!!"


" Kamu jahat Morgan! kamu memang keterlaluan, apa hebatnya istri kamu dan apa hebatnya juga kamu punya istri seperti dia, aku yang hebat dan aku yang pantas bersanding dan menemani kamu Morgan karena aku sudah menjadi pasangan kamu yang diciptakan hanya untuk kamu." Ucap Antis seraya berdiri kembali dan hendak memeluk Morgan.