THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 19



Mobil yang dilajukan oleh Abiyasa melaju dengan kecepatan sedang, sebelum mereka melewati kantor polisi karena ingin menjemput Arvin dia melihat diseberang jalan Arvin dan seorang cewek sedang bertengkar, tapi bukan Arvin yang memarahi cewek itu, melainkan cewek itu yang mencak-mencak pada Arvin.


Kemudian Abiyasa membelokkan mobilnya ke arah Arvin dan cewek tersebut.


Abiyasa kemudian memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan mereka bertiga langsung turun dari mobil tersebut.


Mereka mendekati Arvin yang sedang di marah marahi oleh seorang cewek, tapi Arvin hanya diam saja dan menatap Cewek yang sedang marah marah dengan nya.


"Arvin, Ada apa ini sebenarnya, kok kamu di marah-marahin cewek ini ?" tanya Abiyasa pada Arvin.


" Bagus!! dia yang salah dia yang manggil rombongan" ucap cewek itu.


"Emang ada apa Arvin?" tanya Abiyasa lagi.


"Aku tadi mengalami ban bocar, jadi aku parkirkan di samping jalan,eh ... tak tahunya mobil Mbak ini langsung aja nyeruduk mobil aku, dia yang salah malah dia yang marah-marah "ucap Arvin santai menghadapi seorang cewek yang ada di depannya itu.


" Eh...mas jangan mentang-mentang anda polisi, lalu semaunya seperti ini," ucap cewek itu lagi.


"Loh aku tidak semaunya Mbak, ini sebenarnya salahnya di mana? Aku parkir di pinggir jalan, tidak memakan bahu jalan, tiba tiba mobil mbak dari belakang nggak lihat lihat mobil aku langsung main seruduk aja, yang salahnya siapa ?"tanya Arvin pelan dan tidak marah dengan cewek tersebut.


"jelas-jelas anda yang salah, Sudah tahu pinggir jalan malah anda parkir mobil di situ, aku kan jadi nggak bisa nikung " ucap cewek tersebut dengan nada judesnya.


"ini kan jauh Mbak dari tikungan Coba Mbak lihat aja sendiri," ucap Arvin lagi menunjuk tukungan yang di katakan oleh Cewek tersebut.


"Anda yang salah !! ucapnya tetap menyalahkan Arvin Seraya memasuki mobil dan pergi begitu aja tanpa meminta maaf sedikitpun pada Arvin.


Arvin hanya geleng-geleng kepala melihat Cewek itu berlalu dari hadapannya.


" Kenapa kamu nggak kejar Vin cewek itu, jelas jelas dia kan yang salah" ucap Risa


"Nggak apa-apa kok, biarin aja mungkin dia terlalu banyak masalah kali, jadi dia bersikap seperti itu, nanti aku bawa ke bengkel aja di ketok mejik kan sudah beres tuh" ucap Arvin.


Clarissa tertawa lepas....


"jangan-jangan itu cewek jadi jodohmu, biasanya kan kamu sering marah tuh bila benda kesayanganmu di pegang orang atau diganggu orang, kamu pasti akan marah banget, tapi ini mobilmu loh mobilmu tapi kamu senyum aja,Jangan jangan itu nanti jadi jodoh kamu "ucap Clarissa tersenyum.


"Aku belum mikirin jodoh, kalau memang datangnya cepat ya aku syukurin, kalau memang datangnya lambat Ntar aja aku cari " ucapnya tersenyum.


"Aku doain loh mudah-mudahan cewek itu jadi jodohmu" Kekeh Clarissa.


Arvin terdiam mendengar kata-kata Clarissa..


"Tapi ya memang sih, Kenapa ya aku kok diam aja saat cewek itu nabrak mobilku, biasanya aku pasti akan cepat marah kalau Benda Benda aku atau Benda kesayangan ku diganggu orang, sudahlah ini rasia Allah kalau memang jodohku datangnya cepat, aku syukuri tapi kalau jodohku datangnya lambat ya itu sudah keturunan" ucap batinnya sambil tersenyum.


kemudian dia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya, Dia kemudian menelpon adik letingnya untuk mengantarkan mobilnya ke bengkel.


Setelah memberi tahu keberadaan dirinya Dia kemudian ikut dengan Abiyasa ke dalam mobilnya dan meninggalkan mobilnya nya di tempat kejadian yang sudah dititipkan sama penjaga warung yang ada di samping jalan tersebut.


Abiyasa tersenyum, kemudian melajukan mobilnya menuju ke arah restoran untuk


makan siang, karena perut mereka sudah merasa keroncongan.


Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai Abiyasa memasuki parkir restoran, mereka berempat turun dan kemudian masuk ke dalam restoran tersebut dimana restoran itu adalah restoran yang terkenal yang ada di kotanya.


Abiyasa berjalan beriringan dengan Ayesha dan Arvin berjalan beriringan dengan Clarissa.


Clarissa memang sengaja menarik Arvin, agar Abiyasa bisa berjalan beriringan dengan Ayesha


Arvin menganggukkan kepalanya dan merasa bahagia melihat Abiyasa berjalan dengan Ayesha karena terlihat sangat serasi yang satunya cantik dan yang satunya tampan.


Arvin dan Clarissa mengikuti langkah Abiyasa dan Ayesha berjalan menuju arah masuk ke dalam restoran tersebut.


Abiyasa memilih meja nomer sepuluh, karena dekat dengan jendela.


Abiyasa berusaha tetap tenang karena sebenarnya dari tadi dia belum bisa untuk menenangkan degupan jantungnya sendiri.


Abiyasa mempersilahkan Ayesha duduk dan Ayesah mengucapkan terimakasih pada pak Bos nya tersebut.


Clarissa dan Alvin duduk berhadapan dengan Abiyasa dan Ayesha, mereka duduk saling berhadap-hadapan kemudian seorang waitress datang menghampiri mereka dan memberikan buku menu yang akan mereka pesan.


Setelah semua yang di inginkan mereka pesan untuk makan siang mereka.


Saat menunggu pesanan mereka, kemudian mereka berbicara satu sama lain, Ayesha hanya diam saja karena dia tidak bisa berbicara apa yang akan dibicarakan.


Karena dia masih belum bisa berdamai dengan deguban jantungnya sendiri, kegugupan yang masih menguasai dirinya.


Sekilas Abiyasa melirik kearah Ayesha ia tersenyum, Ayesha hanya menundukkan kepalanya sambil mempermainkan ponselnya.


Kemudian ponsel Ayesha berbunyi Ayesha melihat panggilan dari sang Umi, kemudian dia permisi kepada Abiyasa, Arvin dan Clarissa.


Kemudian dia keluar untuk menerima telepon dari uminya.


Abiyasa memandangi langkah demi langkah Ayesha tanpa berkedip dan tanpa dia sadari dia tersenyum manis kepada Ayesha.


Ayesha sedang melangkah ke luar Abiyasa tidak menyadari kalau kedua sahabatnya tersebut memperhatikan gerak-geriknya.


Abiyasa merasa ada yang memperhatikannya dia langsung menoleh ke arah kedua sahabatnya tersebut.


"Apa yang kalian pikirkan" tegurnya kepada kedua sahabatnya itu.


Alvin dan Clarissa hanya tersenyum saja.


"Udah jangan lama-lama mengaguminya, kalau memang kamu sudah jatuh hati padanya, tembak aja langsung, jadi kan dia istrimu, kalau dia tidak mau menikah denganmu jadi kan dia tunanganmu yang terpenting kamu ikat aja dia dulu." Ucap Clarissa mantap.


"itu anak orang bukan buah rambutan yang bisa di ikat-ikat" ucap Abiyasa tersenyum.


" ya maksudku, kamu tunangan aja dulu dengan dia itu namanya di ikat" ucap Clarissa.


"Aku tidak mau bertunangan, Aku ingin langsung menikah dan aku ingin seperti papah dan mamah aku pacaran setelah menikah, halalkan segala-galanya" ucap Abiyasa.


"wah bagus itu, jangan ada kata pacaran langsung menikah" ucap Arvin.


"Sebenarnya aku ingin cepat-cepat juga melamar dia, mau tidak mau dia tetap harus jadi pendamping hidupku," ucap Abiyasa.


"Itu namanya memaksa kan kehendak, cinta tidak bisa di paksakan bro" ucap Clarissa.


Abiyasa dan Arvin terkekeh...


kemudian Ayesha datang dan kembali duduk di samping Abiyasa.


Tak seberapa lama pesanan mereka datang dan mereka berempat menikmati makanan mereka tanpa suara, karena mereka sudah terlalu sangat lapar sekali dan perutnya minta diisi.