
" Besok Roni akan mengurus semuanya mah,rasanya Roni tidak sabar lagi menunggu waktunya, terimakasih Lia, Nico kalian berdua memang adik yang ngerti banget sama kakaknya, Ach...senang banget rasanya." Ucapnya tertawa pelan, sembari menyandarkan tubuhnya disofa yang dia duduki sekarang ini, dia berterimakasih pada adik dan calon adik iparnya itu walaupun mereka berdua tidak berada dirumah saat ini.
" Kak, besok kakak nggak boleh kemana-mana karena mulai besok kaka harus tetap berada dirumah." Ucap Nadine.
" Memang kenapa? Kalau kakak ada di rumah terus siapa yang akan mengurus semuanya tentang pernikahan kakak ucap dokter Roni Seraya menghentikan senyum bahagianya yang sudah diukirnya di wajahnya tersebut.
Nadine hanya mengukir senyum diwajahnya dia langsun menatap sang suami yang tersenyum dengannya.
" Begini kak,benar kata Nadine karena rawan bagi orang yang ingin melangsungkan pernikahan untuk keluar rumah bisa terjadi apa-apa kata orang tua dulu, iyakan mah." ucap Arvin sembari menoleh kearah sang mamah mertuanya.
Mamah Raisha hanya menganggukkan kepalanya sembari menepuk pelan pundak sang anak.
" Iya mah Roni paham aja dengan apa yang dikatakan Arvin, kalau bukan Roni yang ngurus semuanya siapa lagi mah? belum lagi Roni mengajukan permohonan cuti dari rumah sakit dan mempersiapkan semuanya dari surat undangan, gedung dan catering serta urusan di KUA nya, nggak mungkinkah kalau semuanya diurus sama Nadine dan Arvin." ucapnya pada sang mamah sembari memegang tangan sang mamah.
" Kakak tenang aja kak, kami yang akan mengurus semuanya, kakak hanya diam dirumh sampai hari happynya saja." ucap Arvin tersenyum, membuat dr Roni terkejut dengan ucapan adik iparnya itu begitu juga Nadine yang terkejut dengan ucapan sang suami, karena memang belum dikasih tahu dengan sang suaminya tentang semua urusan yang akan dibeban tugaskan dengan suaminya itu, sedangkan Mamah Raisha hanya mengangguk bahagia dan lagi-lagi dia hanya mengukir senyuman diwajahnya.
" Benar nak, nak Arvin dan yang lainnya besok akan mengurus semuanya, jadi kamu tidak usah khwatir lagi dengan semua acara pernikahanmu itu, semuanya akan diurus mereka adik-adik mu, kamu hanya menyiapkan segala sesuatunya saja dirumah yang akan diperlukan untuk kamu menikah.Mamah sudah dikasih tahu Om Andre kamu tadi kalau semua urusannya diserahkan pada Arvin, Abiyasa dan menantunya Morgan." ucap mamah Raisha.
" Alhamdulillah kalau begitu, Roni sekarang merasa lega sekali mah, semua urusan Roni sangat dimudahkan sama Allah, baiklah mah, Roni akan menyiapkan apa saja yang akan dibutuhkan buat besok mengurus semuanya itu." ucapnya berdiri dan hendak melangkah tapi kemudian langkahnya diurungkannya dan berbalik arah kembali dan menatap satu persatu mereka bertiga, mereka bertiga merasa heran dengan tatapan dr Roni itu.
" Apakah mempelai wanitanya sudah dikasih tahu mah?"tanyanya.
Mereka semua tertawa yang membuat dr Roni merasa heran dan diapun langsung duduk kembali ketempat asalnya.
" Kenapa kalian tertawa, memang ada yang lucu ya dengan pertanyaan aku, wajarkan aku bertanya siapa tahu kalian nggak mengatakannya pada Amelia tentang hari pernikahan yang terkesan sangat cepat ini, ntar dianya tidak siap lagi dengan pernikahan ini, Roni kan jadi sedih nantinya mah kalau dia tidak siap dalam pernikaan ini, kan pernikahan Roni sangat cepat melebihin apapun." ucapnya sembari menatap mereka silih berganti, namun mereka kembali tertawa dan mamah Raisha tertawa sembari menepuk pundak sang anak berkali-kali.
" Kamu ini lho, aneh banget berkata seperti itu, ya pastilah dikasih tahu, kan Om Andre kamu sudah membicarakan semuanya pada Om Boby kamu." ucap mamah Raisha terkekeh.
" Heehe...mantap..." ucapnya sembari berdiri dan melangkah menuju kearah tangga lantai dua rumah tersebut sambil tersenyum bahagia dan bersenandung ria menuju arah kamar pribadinya, ketiga orang tersebut hanya mengiringi langkah dr Roni yang meninggalkan mereka dengan senyuman bahagia itu dengan tatapan mata dan senyum terukir bahagia sekali mereka merasakan kebahagian yang dirasakan dr Roni saat ini.
" Ya udah mamah istirahat dulu ya...." Ucap Mamah Raisha pamit pada mereka berdua, dan dianggukkan Nadine dan Arvin.
Mamah Raisha melangkah menuju kearah kamar pribadinya untuk beristirahat. Tinggallah diruang tamu itu hanya mereka berdua, Arvin merebahkan kepalanya dipundak sang istri dengan manja, dan Nadine sibuk membalas chat pribadi dari karyawan butiknya.
" Sayang..." Panggil Arvin dengan manja.
" Hmmm....." Sahut Nadine sembari masih menatap layar gawainya. Arvin menatap sang istri dan langsung mengambil gawai tersebut dan memasukkannya kedalam saku celananya dan mengangkat spontan tubuh cantik sang istri, Nadine hanya terkekeh dan mengelayutkan tangannya memeluk pundak suaminya dan Arvin tersenyum melangkah menuju kearah kamar pribadi Nadine yang ada dirumah tersebut.