THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 250



" Sebenarnya ceritanya gimana sih sampai kalian bisa menemukan si sopir angkot itu.? Tanya papah Andre.


Papa Boby pun kemudian menceritakan dari awal sampai akhirnya, lalu ditambah dengan cerita dari Clarissa dan Marco, akhirnya mereka pun bisa menangkap sopir angkot tersebut, Papa Bobby terus bercerita sampai akhirnya cerita itu pun selesai, mereka semua Diam, Hening! tidak ada yang bicara sama sekali, setelah cerita dari papah Bobby selesai.


Papah Andre pun memecah keheningannya.


" Aku sebenarnya ingin tahu dia itu disuruh siapa sih, sehingga dia bisa membawa Nika begitu saja, setelah aku perhatikan lokasi tempat rumah Amel itu kan taksi selalu lewat, tapi kenapa saat itu taksi tidak ada malah angkot yang muncul." Ucap Papah Andre.


" Iya Om memang benar apa yang dikatakan Om Andre,taksi selalu berkeliaran didepan rumah Amel, biasanya juga kami ikut taksi, Amel berangkat kerja juga ikut taksi dan Nika kadang-kadang sekolah pakai taksi,kadang-kadang kami ikut angkot disamping murah untuk ngirit biaya hidup, tapi sayang angkot jarang ada yang lewat di situ, ada jam-jamnya tertentu saja yang lewat, Amel juga tidak tahu kenapa sore itu angkot bisa lewat di depan rumah kontrakan Amel, kebanyakan taksi yang sering lewat karena posisi rumah kontrakan Amel itu pas di jalan raya." ucap Amelia menjelaskan kepada papah Andre, Papa Andre pun menganggukkan kepalanya, dia pun langsung menatap kearah Nika yang tersenyum, kadang-kadang tertawa lepas berbicara dengan Carlo.


" Alhamdulillah ya keadaan Nika sudah mulai membaik dia sepertinya cocok berteman dengan Carlo." ucap papa Andre.


" Iya Om, Alhamdulillah, mudah-mudahan ini yang terbaik bagi Nika."


" Gimana Nika nggak tertawa lepas temannya kan si Carlo duplikatan Boby yang suka ngidul hahahaha..." Ucap Abi Yosep.


Mereka pun tertawa lagi mendengar ucapan Abi Yosep. Papah Boby hanya bisa garuk-garuk kepalanya saja.


" Oh ya Bob, Apakah keluarga dari Nika selain Lala ada yang mengetahui kalau Nika dan Amelia ada di kota ini?" Tanya Papah Andre.


" Nah itu yang mau aku bicarakan dengan kalian semua, aku juga bingung kenapa selama ini mereka berdua ada di kota ini satu orang pun tidak ada yang mencari tahu keadaan mereka ataupun mengenali mereka, okelah kalau Amelia diajak oleh almarhum kedua orang tuanya ke luar negeri saat itu dia masih kecil, tapi apakah saat Amelia hilir-mudik di kota ini satupun dari keluarga Sinta ataupun keluarga Rendy tidak merasakan getaran kalau ada salah satu keluarganya yang tidak ada kabar beritanya ada di kota ini, coba kamu pikir aja Ndre,kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan Rendy dan Sinta, tapi kamu berpapasan dengan Nika waktu di bandara itu kamu merasakan kalau itu ada hubungannya dengan Sinta, mustahil kan kalau seandainya keluarganya tidak merasakan getaran itu." ucap papa Bobby panjang lebar.


" Iya juga sih, aku juga tidak paham dengan keluarga mereka itu, dulu mamanya Sinta gila akan kekayaan, dia lebih baik pergi dengan laki-laki lain yang lebih kaya daripada suaminya sendiri, setelah kepergian Sinta dipersunting Rendy, aku juga tidak tahu lagi Bagaimana keadaan keluarga Sinta, tapi setelah beberapa tahun itu aku mendengar kalau Papanya Sinta itu sudah meninggal dunia, tapi aku tidak tahu kabar dari mamanya Sinta, dan aku juga tidak tahu saat meninggalnya papah Sinta itu apakah Sinta hadir dipemakaman atau tidak, yang jelas saat itu aku tidak datang karena ada kerjaan saat itu." Terang papah Andre.


" Begini saja besok Aku mau ketemu tante Rena, Aku ingin cerita sama tante Rena, siapa tahu kan Tante Rena mengetahui keluarga dari Rendy, karena sejak Rendy mengetahui bukan anak kandung dari orang tuanya itu, Aku juga yang masih ada ikatan dengan orang tua Rendy tidak mengetahui mereka sekarang Ada di mana, Setelah meninggalnya Mama Rendy walaupun aku berada di kota ini tapi aku tidak pernah mengetahui apakah mereka itu masih di kota ini atau sudah tidak berada di sini lagi." ucap Mamah Lala.


" Iya benar mbeb, kalau seperti itu, besok aku temani kamu ke tempat tante Rena." Ucap Papah Boby.


" Kalau kita berdua ke sana terus yang jaga mereka berdua disini siapa?"


" Tenang aja Tante, Nadine sama Kak Lia akan kesini nemenin Kak Amelia dan Nika, tante percaya aja dengan Nadine, lebih baik tante menyelesaikan semuanya." Ucap Nadine.


" Oh iya Mah, kan ada Kak Roni, Apakah besok kak Roni berangkat ke rumah sakit?" Tanya Clarissa.


" Sepertinya iya, cuman sebentar aja, nanti Roni akan mampir ke sini kok Tante, Roni harus berada di samping Amelia." Ucap dr Roni.


Papa Andre, Abi Yosep dan ayah Candra pun serentak melihat ke arah dr Roni.


" Om Andre, Om Yosep dan Om Candra, Nggak usah deh melihat saya seperti itu, Saya ini bukan tersangka hehehe." ucapnya.


" Apakah aku tidak salah dengar nih? katanya harus berada di samping Amelia? sepertinya ada love-love berterbangan nih." ucap Abi Yosep.


" Kamu udah ketinggalan info Yos, baru aja ada orang mengatakan isi hatinya disini, semua dunia terasa milik mereka berdua, kita semua ini ngontrak padanya, hahaha..." ucap papa Boby, Papa Andre dan Ayah Candra pun tersenyum.


" Alhamdulillah kalau seperti itu, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lebih baik segera dihalalkan." Ucap Ayah Candra.


" In sya Allah Om, pulang dari sini nanti Roni akan mengatakan kepada Mama, Roni juga akan mencari waktu yang tepat untuk melamar Amelia."


" Mantap itu, itu baru namanya laki-laki sejati." ucapan Ayah Candra sembari mengacungkan jempolnya ke arah Roni, Roni pun hanya tersenyum saja,mereka semua pun tersenyum bersamaan.


Kebahagiaan bercampur dengan derita sekarang mereka rasakan, kebahagiaan karena Roni sudah mendapatkan jodoh yang terbaik baginya dan derita yang akan mereka lepaskan dari Amelia dan Nika.


" Sebaiknya kita bicarakan dengan anak-anak kita nantinya." ucap Ayah Candra.


" Tapi sayangnya mereka tidak ikut kesini." Lanjut Abi Yosep.


" Nggak apa-apa Om, Clarissa yang akan mewakilkan mereka, biar Clarisa nanti akan menjelaskan pada mereka apa yang dibicarakan malam ini." ucapkan Clarissa .


Dianggukkan mereka semua.


" Syukurlah kalau ada perwakilan, aku lupa kalau ada kamu disini." Ujar Abi yosep.


" Lah sedari tadikan Clarissa ada disini, Om Yosep datang aja dari tadi udah bersalaman sama Risa."


" Biasa faktor usia Ris,Om Yosep lupa kalau kamu yang menyalami Om tadi, Om Yosep kira istri Marco yang kedua hahahah."


" Iih... amit-amit... amit-amit...Om Yosep gitu deh." ucap Clarissa sembari mengetuk kepalanya dan mengetukkan tangannya ke meja yang ada di ruang tengahnya tersebut.


Kembali gelak tawa pun tercipta diantara mereka.


" Aku juga akan berusaha besok mencari tahu keluarga dari Sinta, Siapa tahu kita bisa ketemu jalan keluarnya dan mengetahui di mana sekarang mamanya Sinta itu berada, baik hidup ataupun sudah tiada, karena mama Sinta harus tahu keadaan cucunya dan dan mama Sinta juga harus tahu kalau Sinta sudah tiada." ucap papa Andre.


" Sebelumnya aku belum tahu juga rencana dari Morgan dan Abiyasa serta Arvin, Karena Morgan tadi pulang juga terlihat capek mereka memang aku suruh beristirahat, mereka tidak tahu kalau aku mau membicarakan semuanya denganmu." ucap Papah Andre lagi seraya menatap kearah Papah Boby.


" Mana ada pengantin baru yang capek, diluar cape dikamar gerak cepat hehehe." Ucap Abi Yosep.


" Sekarang Bagaimana caranya menemukan keluarga dari kedua belah pihak, baik itu keluarga Sinta ataupun keluarga Rendy." Ucap Ayah Candra


" Keluarga dari Rendy sudah kita temukan,yaitu Lala, tinggal keluarga dari Sinta yang kita cari, aku sih merasa curiga, takutnya kalau keluarga dari si Rendy ini yang membuat ulah, kalau dipikir Rendy aja kabur dari rumahnya setelah mengetahui siapa diri Rendy sebenarnya, lagi pula kan dia tidak mengambil harta sepeserpun dari almarhum mamahnya Rendy, siapa tahu kan saat kita menyelidiki ini semua kita juga mengetahui siapa mama kandungnya Rendy, mudah-mudahan saja ibu kandung dan ayah kandungnya masih hidup, itu adalah nilai plus bagi kita, nah yang membuat kita harus berpikir dan harus ekstra mencari tahu dimana adalah keluarga Sinta, tapi tidak salah juga sih aku mengira siapa tahu ada campur tangan dari keluarga Sinta dalam masalah ini, karena kita tidak pernah mengenal keluarga dari Sinta." ucap Abi Yosep lagi.


Mereka pun menganggukkan kepalanya.


" Benar juga kata Yosep, bisa aja kedua belah keluarga yang merencanakan semua ini,menurut aku lebih baik anak-anak kita mencari tahu tentang yang ada di luar negeri dan kita sebagai orang tuanya mencari tahu yang ada di dalam negeri, khususnya di kota kita ini." Ucap Ayah Candra.


" Yap! bagus itu, Kamu Nak yang akan mengatakan semuanya kepada Abiyasa, Morgan dan Arvin, Papa serahkan semuanya kepada kamu." Ucap Papah Boby.


" In sya Allah pah, Risa akan mengatakannya pada mereka semua, kalau kita bergerak cepat seperti ini in sya Allah pasti akan ketahuan siapa sebenarnya dalangnya itu, besok saat di kantor Clarissa mau bicara dengan Abiyasa dan yang lainnya." Ucap Clarissa tersenyum.


" Iya mantap nak " sambung papah Boby.


Mereka pun menganggukkan kepalanya, setelah kesepakatan pun ditemukan mereka akhirnya memutuskan anak-anaknya mencari tahu tentang yang ada di luar negeri dan orang tua mereka memutuskan untuk mencari yang ada di dalam negeri, Ayah Chandra kemudian menatap kearah Marco.


" Papamu di mana?" tanya Ayah Candra sembari tersenyum.


" Ada di rumah om."


" Gimana keadaan mamah mu tadi ?"


" Papah sempat nelpon katanya,keadaan Mamah Alhamdulillah baik-baik aja, kata papah mungkin kecapean aja tadi." jawab Marco


" Syukurlah kalau seperti itu, gimana kalau kita besok berkunjung ke tempat Charlos, kita bisa bicara kan semuanya pada Charlos, siapa tahu dia bisa mencari tahu tentang Rendy saat dipenjara dulu di luar negeri." Ucap Ayah Candra.


" Lah! Kata kamu kan itu urusan anak-anak kita, kita kan nyari tahu yang ada di dalam negeri Aja." sambung Abi Yosep.


" Bukan begitu maksudku, maksud aku mereka anak-anak kita itu mencari tahu tentang perusahaannya Rendy yang ada di luar negeri, Apakah Rendy itu memiliki perusahaan sendiri atau hanya menanam saham dengan perusahaan lain, Siapa tahu perusahaan Rendy itu pernah kerja sama dengan keluarga Wibawa tanpa disadari Abiyasa sebagai pimpinan baru, urusan yang di kantor polisi di saat Rendy dipenjara kita bisa bertanya dengan Charlos, Charlos kan tahu seluk beluk di kantor polisi tersebut begitu Yos!" Terang Ayah Candra.


" Oh...gitu baru ngerti aku heheh..biasa.." belum selesai Abi Yosep berkata sudah disergah papah Boby.


" Faktor usia mah si akang Yosep jadi nggak paham paham hehehe...." ucap papah Boby Seraya menatap kearah Abi Yosep


Abi Yosep hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja sambil terkekeh.


" Heh! Kodok bangkong! kadang-kadang kamu itu mempunyai pikiran pintar, kadang-kadang oon hahaha." ucap papa Boby lagi


" Heh! ulat keket! kalau otakku ini ya memang pintar, idenya selalu mengalir terus seperti air mengalir sampai jauh... tapi kadang-kadang di saat idenya terkunci rapat di otakku ini nggak akan bisa keluar makanya aku bingung juga jadinya hahaha."


" Sekarep mu lah akang Osep-Osep!" ucap papa Boby lagi seraya melempar bantalan Sofa kearah Abi Yosep dan tawa mereka pun lepas bersamaan seiring Abi Yosep menangkap bantalan sofa tersebut.


Merekapun kemudian membicarakan kembali rencana selanjutnya diselingi dengan tawa dan canda Mereka yang tercipta di antara mereka tersebut, tidak terasa jam dinding rumah Papa Boby pun menunjukkan pukul sepuluh malam, merekapun kemudian pamit dengan papah Bobby setelah disepakati rencana yang akan mereka lancarkan besok pagi, Mereka pun kemudian berpamitan dengan Papah Boby tiga buah mobil itu pun meninggalkan rumah papah Boby perlahan-lahan menjauh dari rumah tersebut, kemudian Papa Bobby melangkah kehalaman dan menutup pintu pagar rumahnya tersebut, karena security rumahnya saat itu sedang libur, Setelah dia mengunci pintu pagar rumahnya tersebut Papa Boby melangkah kembali memasuki rumahnya dan mengunci pintu rumahnya rapat-rapat, dia pun kemudian mengajak anak dan menantunya serta yang lainnya untuk beristirahat, Mereka pun kemudian melangkah menaiki anak tangga yang terhubung dengan lantai atas itu, Tapi tiba-tiba...


" Prang...!! Sebuah kaca jendela rumahnya pecah! Papa Boby dan Marco langsung bergerak cepat berlari kearah luar,mereka berdua melihat seorang yang berlari dari arah depan rumahnya menuju ke arah luar jalan dengan menaiki pintu pagar rumah papah Boby itu,sesosok orang misterius itupun berhasil lolos.


" Hey!! Monyet!! Buaya kutub, jangan pergi kamu!!ganti kaca jendela rumahku kuda nil !!" Teriaknya seraya berlari keluar halaman rumahnya, tapi suara Papah Boby tidak dihiraukan oleh orang misterius tersebut,dia terus berlari menjauh dari rumah Papa Boby, Marco kemudian mengambil gumpalan batu yang berisikan sebuah kertas yang bertuliskan..


**Jangan ikut campur!! ini adalah urusan kami dengan garis keturunan Rendy dan Sinta!! Kalau masih ikut campur jangan salahkan kami!!!**


" Apa-apaan ini?!" Ucap Marco.


Amelia hanya terdiam terlihat diwajahnya ketakutan,mamah Lala langsung merangkul Amelia agar mendapatkan ketenangan.


Papa Bobby pun berjalan kembali menuju masuk kedalam rumahnya, setelah dia mengejar orang misterius itu, tapi tidak menemukannya, dia langsung masuk kedalam rumahnya dan mengunci kembali rumahnya tersebut.


" Lebih baik kalian tidur aja, biar papa dan Marco yang ada di luar sini." Ucapnya


" Apakah kita meminta bantuan dengan Arvin pah?" Tanya Clarissa.


" Nggak usah Nak, sebentar lagi subuh, lebih baik besok aja kita ceritakan semua pada mereka." ucap papa Boby Seraya mengambil kertas yang berada ditangan Marco.


" Nggak apa-apa pah Clarissa juga mau tidur di sini menemani Papah dan Marco"


" Ya udah kalau kamu mau seperti itu, Ya udah mbeb kamu masuk kamar aja bawa Amel untuk istirahat, jangan sampai Nika mendengar ini kembali, nanti dia bertambah lagi beban troumanya." Ucap Papah Boby dianggukkan oleh Mamah Lala.


Mamah Lala pun langsung meninggalkan mereka bertiga di lantai bawah, dia mengajak Amelia naik kembali ke lantai atas.


Karena Nika dan Carlo sudah berada di kamar mereka masing-masing, Jadi mereka berdua tidak mengetahui tentang orang misterius tersebut.


Papah Boby membaca tulisan itu dan dia pun kemudian meremas kuat kertas yang bertulisan tersebut dengan Gigi berbunyi menggeretak menahan emosinya.


" Berani sekali kalian menantang Boby si mulut pedas ini!! Sampai aku menemukan kalian semua, Aku tidak akan mengampunin kalian!!