
Sinta Rendy, Kenapa nasib kalian seperti ini?sebenarnya kalian berdua itu adalah orang baik, walaupun dulu kalian mempunyai kesalahan yang sangat besar kepada Andre, tapi dengan satu teguran saja kalian sudah merasa menyadari akan kesalahan kalian, tapi Allah berkehendak lain pada kalian dan kalian pun meninggalkan dua buah hati kalian selamanya,in sya Allah, Rendy, Sinta, aku akan menjaga mereka selama aku dan istriku bernafas, aku akan menjaga dan melindungi mereka selayaknya anak kandung ku sendiri." ucapnya di dalam batinnya, terlihat sebuah mobil memasuki halaman rumah papah Bobby, Papa Boby pun terkejut, Dia kemudian bangkit dari duduknya dan berdiri menyambut tamu yang baru saja datang itu.
" Siapa dia? tapi mobilnya kayaknya aku kenal deh, sepertinya mobil Roni, tapi buat apa Roni kesini? Apa ada masalahkah dari rumah sakit? padahal kan sudah beres semua urusan di rumah sakit tadi " pikirnya seraya menatap dua orang yang turun dari mobil tersebut, ternyata benar dr Roni dan Nadine yang datang.
" Assalamualaikum Om...."
" Waalaikumsalam." ucap papa Boby, dr Roni dan Nadine menyalami dan mencium tangan papa Bobby, papah Boby pun tersenyum.
" Mau duduk di sini? apa mau di dalam?"
" Di sini aja Om, lebih enak "
" Silahkan duduk " ucap Papah Boby kembali duduk.
" Maaf nih, Ada apa? apa ada urusan tentang rumah sakit atau gimana? perasaan tadi Om sudah mengurus semuanya deh, dan tidak ada tertinggal satu apapun dan semuanya sudah beres, Ada apa ya? Om jadi bertanya-tanya nih." ucap papa Bobby seraya tersenyum sambil menatap kearah dr Roni dan Nadine.
Dr Roni menghela nafasnya dengan pelan dan dia pun kemudian tersenyum, dia menatap sesaat kearah Nadine, begitu juga Nadine menatap kearah sang kakak dengan memberikan senyumannya.
" Ada apa nih? Senyum-senyuman, kalau mau senyum ngajak-ngajak dong hehehehe.." ucap papah Boby sembari terkekeh.
" Hehehe... begini Om, saya datang ke sini bukan untuk urusan rumah sakit." Ucap dr Roni tersenyum.
Papa Bobby tercengang, dia menatap kearah dokter Roni yang sedikit malu-malu untuk mengatakannya.
" Iih.. kakak, kenapa sih lama banget ngomongnya?jadi bingung kan Om Bobynya."
" Iya nih bener, Om bingung." Ucapnya terkekeh lagi.
" Belum juga dikatakan Nadine, Masa sih Om Boby udah bingung." ucap dokter Roni lagi mengumbar senyumnya.
Papa Bobby hanya tersenyum saja.
" Begini Om, Kak Roni mau bertemu dengan Kak Amelia apa Boleh Om." Ucap Nadine.
" Kalian tahu Amelia Dan Nika dari mana, kalau mereka ada di tempat Om?"
" Tadi Nadine menghubungi Mas Arvin, kata Mas Arvin, Nika Dan kak Amelia sudah berada di rumah om Boby."
Papah Boby pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum lagi.
" Hahai ...om Bobby ngerti, berarti ini... jangan-jangan ada yang sedang jatuh cinta nih..hehehe " ucap Papah Boby sembari tersenyum dengan gaya bicaranya menggoda dokter Roni, dokter Roni hanya tersenyum malu-malu dan seraya memalingkan wajahnya karena sudah ketebak isi hatinya tersebut oleh papah Boby.
" Nggak usah malu-malu Broo...kalau jodoh sudah sampai pasti akan kelepek-kelepek hahaha." Tawa papah Boby pecah, dan Nadine ikut juga tertawa lepas, sedangkan dr Roni hanya tersenyum simpul mendapat candaan dari papah Boby.
" Mereka ada di dalam, sebaiknya kita masuk aja ke dalam, Om takutnya nanti orang jahat itu bisa mengetahui Nika dan Amelia ya berada di rumah ini." Ujar papah Boby.
Mereka berdua pun menganggukkan kepalanya, Papa Boby pun mengambil gawainya dan beranjak berdiri diikuti oleh dokter Roni dan Nadine, Mereka kemudian digiring menuju ke ruang tengah.
Clarissa dan Marco melihat kedatangan Nadine dan dokter Roni pun kemudian beranjak berdiri dari ruang tv, mereka melangkah meninggalkan Carlo yang lagi asik dengan gawainya tersebut menuju ke arah ruang tengah.
" Kapan datang Kak?" Tanya Clarissa seraya menyalami dr Roni dan Nadine.
" Baru aja Ris." Jawab dr Roni.
" Ya sudah kalian bicara aja dulu, Om mau panggilkan Amelia dulu ya." ucap papa Boby beranjak dari tempat duduknya, beberapa saat kemudian Amelia pun datang seorang diri, dia tersenyum dengan dokter Roni dan Nadine, dia pun langsung duduk dihadapan dokter Roni.
" Gimana sekarang keadaan Nika.?" tanya Clarissa.
" Dia terlelap tidur." ucap Amelia Kemudian mereka pun saling berbicara, karena Clarissa melirik sesaat ke arah dokter Roni dan kamudian terlihat dokter Roni menatap tanpa kedip ke arah Amelia.
Sedangkan Amelia menundukkan kepalanya karena dia tidak kuat dengan tatapan Dokter Roni yang terlihat begitu Mesra,membuat Amelia salah tingkah,pipinya terlihat merah merona menahan kegugupannya yang terus dipandangi sama dr Roni.
Clarissa tersenyum dan paham dengan keadaan suasana ruang tengah rumah papahnya itu, Dia kemudian mengajak sang suami beranjak dari hadapan mereka.
" Oke sayang, ya sudah kami tinggal dulu ya." Ucap Marco dianggukkan dr Roni dan Amelia.
" Kak Clarissa, tante Lala di mana?" Tanya Nadine.
" Mamah ada di dapur lagi sama Mbak, mau menyiapkan makan malam."
" Ya udah, Kak Roni Nadine mau menemui tante Lala dulu ya."
" Oh iya." Ucap dokter Roni mengangguk.
Mereka bertiga pun kemudian meninggalkan dokter Roni dan Amelia.
" Kalian emang yang terbaik deh, bisa memahami keadaan hatiku." Gumam batin dr Roni tersenyum sendiri tapi matanya terus menatap lembut kearah Amelia yang terlihat jelas salah tingkah didepan dr Roni itu.
" Udah Sayang, aku ke kamar dulu ya." ucap Marco di anggukan oleh Clarissa, Clarissa yang awalnya mau benar-benar masuk kamar pribadinya yang ada dirumah papahnya itu dan ingin membersihkan diri pun berbalik arah menuju ke arah dapur bersama dengan Nadine.
" Ternyata kamu juga paham ya Nadine."
" Bukannya paham lagi Kak Ris, Nadine itu sudah tahu kalau Kak Roni memang menyukai kak Amelia, malah dia tadi mengajak Nadine untuk mencari tahu di mana Kak Amelia dan Nika berada."
" Terus kalian taunya dari mana?"
" Ya Nadine hubungi mas Arvin, karena kata Kak Roni anak buahnya Mas Arvin yang jagain Nika saat di rumah sakit."
Clarisa menganggukkan kepalanya, saat Mamah Lala mau keluar dari dapur pun langsung dicegah oleh Nadine dan Clarissa.
" Eh..eh!! ada apa ini? kalian berdua ini kok malah dorong Mama sih ke dapur lagi, Mama kan mau duduk di luar." Ucap Mamah Lala heran dengan tingkah Nadine dan Clarissa.
" Ada Nadine? Kapan datangnya?" Tanya mamah Lala seraya berjalan mundur karena didorong pelan oleh kedua perempuan tersebut.
" Baru saja tante."
" Nggak usah Mama duduk di luar."
" Memang ada apa Ris?"
" Ada Kak Roni sama kak Amelia "
" Memang kenapa dengan mereka?"
" Mama nggak paham sih, Mama nggak pernah muda ya." ucap Clarissa.
Sejenak Mamah Lala berpikiran, kemudian dia pun langsung tersenyum.
" Iya iya iya Mama mengerti." ucap Mama Lala tersenyum kemudian Mama Lala duduk di meja makan ditemani oleh Clarissa dan Nadine.
" Memangnya kalian tahu kalau si Roni jatuh cinta dengan Amelia?" tanya Mama Lala seraya menatap mereka berdua secara bersamaan.
" Sebenarnya Clarissa sih enggak tahu, kalau Kak Roni jatuh cinta dengan Kak Amel, tapi Nadine yang cerita bahwa Kak Roni itu memang menyukai kak Amel, ditambah terlihat jelas gelagat kak Roni memandang Kak Amel begitu mesra dan hangat."
" Iya Tante, Kak Roni memang sangat menyukai Kak Amel, saat kak Amel dan Nika keluar dari rumah sakit, saat itu kan dia nggak tahu kalau mereka sudah dijemput sama tante, saat dia pulang ke rumah dia tuh merasa gimana gitu, serba salah, gelisah, duduk salah makan salah, bahkan nggak ada nafsu makannya, sampai Mamah heran dan menanyakan dengan dia ada apa sebenarnya yang terjadi,Tapi dia enggak mau bilang, katanya Nggak ada apa-apa mungkin cape aja, bahkan dia hanya bisa diam saja, Akhirnya dia pun cerita dengan Nadine kalau dia itu menyukai cewek yang adeknya jadi pasien rumah sakit, tapi mereka sudah pergi dari rumah sakit dibawa keluarganya, terus dia bertanya sama suster, Tapi suster itu nggak bilang kalau keluarganya yang membawa keluar dari rumah sakit itu adalah tante dan om Bobby, kak Roni minta tolong pada Nadine menanyakan tentang Nika dan Amel dibawa siapa pada Mas Arvin karena anak buah mas Arvin kan yang jaga,udah deh akhirnya tahu sekarang dimana mereka berdua jadinya sampai deh kesini,dan setelah tahu mereka ada dirumah ini, kak Roni baru merasakan rasa lapar yang sangat berat hehehehe... " terang Nadine panjang lebar seraya terkekeh.
Mendengar cerita Nadine Clarissa pun tertawa lepas...
Mamah Lala pun ikut tertawa.
" Mudah-mudahan aja kalau memang jodoh Roni dan Amelia bersatu." Ucap papah Boby yang tiba-tiba muncul dipintu ruang makan tersebut.
" Amin " ucap ketiganya sembari menoleh kearah suara.