
"Tunggu... tunggu dulu kenapa kamu kenal dengan Nadine?padahal kamu tidak pernah bertegur sapa dengan nya?" Tanya Arvin menatap Risa penuh selidik.
Clarissa langsung melihat kearah Abiyasa dan langsung tersenyum.
Abiyasa hanya tersenyum simpul.
" Peramal... Selalu tahu kan,aku ini peramal yang handal" ucapnya lagi tersenyum lebar.
" Aku nggak percaya,pasti kalian sudah kenal Nadine." Ucapnya lagi.
Abiyasa tersenyum dan menarik nafasnya dengan pelan, kemudian dia menoleh kearah Arvin...
"Sebenarnya kami sudah tahu siapa Nadine " ucap Abiyasa.
Arvin langsung memandang ke arah Abiyasa.
"Maksud kamu? tahu gimana ya?" Tanya Arvin penasaran.
" Maksud Biyas,tahu beli di pasar, terus digoreng, dibikin bumbu pedas jadilah tahu genjrot" ucap Clarissa tertawa.
Kemudian Arvin melemparkan sesuatu ke arah Clarissa,dan pas sekali mengenai pipinya.
Clarissa dan Anindita tertawa lepas.
"Sebenarnya Nadine itu adalah anaknya tante Raisa,yang punya butik langganan keluarga kami" ucap Abiyasa.
" Wah ... kalian jahat nggak bilang bilang" ucap Arvin merajuk.
" Hahahahaha..." Ucap ketiganya.
Mereka kemudian melanjutkan pembicaraan mereka terdengar tawa dan canda mereka berempat.
****
Tepat jam empat pagi Abiyasa sudah bangun.
"Sepertinya waktu sholat subuh sudah mau mulai,lebih baik aku bersiap siap," ucapnya kemudian menuruni tempat tidurnya dan menuju kearah kamar mandi yang ada di ruangan nya tersebut.
Keluarga Wibawa semua bersiap siap untuk sholat subuh berjamaah,setelah selesai dan seperti biasa mereka melantunkan ayat suci Al-Qur'an.
Setelah selesai mereka semua bersiap siap untuk menuju gedung buat acara pernikahan Abiyasa dan Ayesha.
Yah hari ini adalah hari yang di nanti bagi Abiyasa karena hari ini dia akan sah menjadi suami Ayesha,semua keluarga sudah berkumpul dan sudah memasuki mobil yang sudah di persiapkan.
Kemudian mobil yang membawa mereka tersebut melaju menuju kearah tempat yang sudah di tentukan.
Abiyasa merasa panas dingin, karena rasa gugup yang di rasakannya tersebut.
Walaupun dia sudah menghapal nama Ayesha lengkap dan nama orang tuanya,namun dirinya benar benar merasa gugup.
" Moga saja nggak salah nanti ..." Gumamnya.
Mamah Anisha yang melihat anak nya yang terlihat gelisah mamah Anisha tersenyum.
" Santai aja nak,fokus aja " ucap mamah Anisha tersenyum.
" Iya mah..."
" Jangan salah kaya papah ya,saking gugupnya papah salah ngomong waktu ijab kabul dulu hahahaha" ucap papah Andre lagi.
Abiyasa hanya bisa tersenyum saja, dia tidak bisa fokus dengan ucapan kedua orang tuanya.
Mereka kemudian keluar dari dalam mobil,setelah mobil terparkir dengan rapi di samping halaman gedung tersebut.
Mereka memasuki pintu samping yang memang dikhususkan untuk langsung tembus ke ruang ganti.
Di mana para perias sudah menunggu mempelai lelakinya.
Sedangkan Ayesha dengan keluarganya sudah sampai sedari tadi,dan memasuki ruang ganti yang bersebelahan dengan Abiyasa.
Abiyasa kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
Dengan cekatan perias itu sudah mendandani Abiyasa dan dia pun sudah berganti pakaian yang akan di pakainya di acara akad nikahnya.
Setelah selesai para perias itu keluar dari ruangan ganti.
" Kemana yang lain ya? Kok belum pada datang sih?" Ucapnya seraya mengambil ponselnya dan ingin menghubungi mereka semua.
Tapi tiba tiba...
"Hahai.. nungguin kami ya?" ucap Arvin dan Morgan.
Abiyasa menoleh ke arah pintu,dan tersenyum.
"Dasar kurcaci..! sudah ada di depan pintu rupanya,dari mana aja sih baru sekarang nyampenya." Ucap Abiyasa.
" Kami dari tadi di luar kok " ucap Margan langsung duduk di samping Abiyasa.
"Terus Clarissa mana?" tanya Abiyasa.
"Clarissa di ruangan Ayesha," ucap Arvin Seraya duduk di depan Abiyasa.
"Widih...! ganteng juga ya Kamu Biy... pakai baju ini " ucapnya lagi tersenyum bahagia.
"Ya iyalah, namanya juga Abiyasa pastilah ganteng, dari orok sudah ganteng kali,secara keturunannya ganteng" ucapnya lagi terkekeh.
" Iya... iya... emang ganteng banget melebihi aktor-aktor yang ada di luar negeri sono" ucap Arvin terkekeh juga.
"Tapi jangan lupa lho,Jangan sampai salah ucap ijab kabul nya nanti" ucap Morgan tersenyum.
"Aku tidak akan lupa, aku sudah belajar dan sudah mengingat semuanya, orang tuanya yang beserta mahar maharnya, yang akan diucapkan nanti" ucapnya santai.
"Tapi,aku terawang kamu kelihatannya gugup banget nih,terlihat dari wajah mu" ucap Morgan.
" Jangan salah lho "ucap Arvin lagi.
Abiyasa menarik napasnya dengan pelan dan menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Sebenarnya aku memang lagi gugup, bahkan terbayang di pelupuk mataku kesalahan yang akan terjadi," ucapnya tersenyum seraya menatap langit langit kamar ganti tersebut.
"Jangan gitu dong, kamu harus benar mengucap nya, karena ini adalah pertama dalam hidup mu" ucap Arvin pasti dengan kata katanya.
"Ya iyalah pertama,Masa yang kedua sih, itu namanya poligami kali " ucapnya Seraya tertawa lepas.
"Tapi benar-benar loh, aku memang gugup sangat gugup" ucapnya Biyas.
"Tenang...! kalau kamu gugup, kamu sebut aja nama Morgan 3 kali, pasti tidak akan salah" ucap Morgan pasti.
" pret ..! malah nyebut nama kamu itu yang pastinya nanti bisa salah salah" ucap Arvin tertawa.
Morgan hanya garuk garuk kepalanya seraya senyum simpul mendengar ucapan Arvin.