
Jet pribadi keluarga Wibawa mendarat dengan sempurna di bandara kota tujuan mereka dan mereka turun dari jet tersebut, mereka pun memberhentikan dua buah taksi menuju kearah hotel terdekat untuk mengistirahatkan anak dan istri Reno.
Setelah berbicara dengan sopir taksi tersebut mereka semua di bawa kesebuah hotel yang ternama, setelah sampai papah Boby pun berbicara kepada salah satu sopir taksi tersebut untuk menunggu, dengan senang hati sopir taksi tersebut menunggu mereka yang sedang berjalan menuju kearah dalam hotel, dan salah satu sopir taksi tersebut melaju meninggalkan mereka.
Sesuai kesepakatan mereka, para orang tuanya beristirahat di hotel, yang mereka sewa, sedangkan Abiyasa dan Morgan menyusul Arvin dan Clarissa yang masih di kantor polisi menunggu mereka.
Sesampainya di kantor polisi mereka berdua turun dari taksi dan membayar taksi tersebut, kemudian mereka melangkah menuju penjagaan,mereka berdua sudah di sambut oleh Feri di pos penjagaan, karena Feri memamg sengaja menunggu mereka di kantornya.
Mereka berdua diajak keruangannya dan mereka langsung bisa bertemu dengan Arvin dan Clarissa.
Setelah berbicara sebentar dan melihat mobil Marco yang ada di halaman gudang tempat penyimpanan barang bukti, mereka berempat berpamitan pulang karena besok pagi mereka akan mengikuti olah TKP di tempat kejadian penemuan mobil Marco tersebut. Setelah berpamitan mereka melajukan mobil mereka menuju ke arah hotel yang sudah dipesan mereka untuk beristirahat selama pencarian Marco berlangsung.
Di dalam mobil tidak banyak bicara Clarissa larut dalam pikirannya, karena pikiran Clarissa sekarang ada dua cabang tentang Marco yaitu antara hidup dan mati, itulah pikirannya tapi mereka bertiga mengetahui kegelisahan Clarissa dia membiarkan Clarissa larut dalam lamunannya sampai akhirnya mereka sampai di depan halaman hotel itu, mobil yang dikendarai oleh Morgan berhenti di tempat parkiran hotel dan mereka pun semua turun memasuki arah lobby hotel menuju ke arah kamar yang telah mereka pesan.
Mereka memesan empat buah kamar,kebetulan nomer kamar mereka berurutan,pertama untuk keempat sekawan siapa lagi kalau bukan papah Andre, Papah Boby, Ayah Candra, dan Abi Yosep. Kamar kedua, buat Reno dan Istrinya serta dua anaknya, kamar ketiga di tempati Clarissa seorang diri, kamar keempat di tempati ketiga sahabat Morgan, Abiyasa, Arvin, sedangkan kedua anak buah Arvin memutuskan balik kanan pulang kekota dimana mereka tugas dengan menaiki bis malam, padahal Arvin sang komandan melarangnya tapi karena mereka berdua bertekat mau pulang Arvin tidak bisa menolaknya. Arvin hanya mengiyakan keputusan yang mereka ambil, sebelum menuju hotel Arvin mengantarkan mereka keterminal bis malam yang ada di kota itu, karena kedua anak buah nya tersebut memutuskan ingin pulang dengan jalur darat menggunakan bis malam.
Semuanya memutuskan tidak ingin membicarakan dan tidak ingin terlalu banyak menanyakan pada Clarissa ataupun Arvin karena mereka melihat kondisi mereka berdua sangat lelah, dan lagi mereka semua juga sangat lelah, akhirnya mereka melepaskan kelelahannya di kasur empuk kamar hotel tersebut dan terlelap di alam mimpi mereka masing-masing.
Saat pagi menjelang tepatnya adzan subuh berkumandang, mereka sudah bersiap-siap untuk melaksanakan salat subuh berjamaah di sebuah masjid yang tidak jauh dari hotel yang telah mereka tempati.
Mereka semua melaksanakan sholat berjamaah di masjid tersebut.
Setelah semuanya selesai, dan sudah pada sarapan tepat jam 8 pagi mereka berempat menuju ke arah kantor polisi karena sudah punya janji dengan Feri teman satu leting nya Morgan, sedangkan Papa Andre dan yang lainnya menunggu di hotel menanti kabar dari mereka. Karena mereka ingin urusan olah TKP diserahkan kepada mereka berempat.
Mereka semua langsung berangkat setelah sampai di kantor polisi mereka Langsung melajukam kembali kendaraan mereka mengikuti laju kendaraan Feri dan dua anak buahnya yang melaju menuju ke arah lokasi, beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat lokasi ditemukannya mobil Marco.
Mereka turun dan melihat-lihat ke seluruh lokasi, para anggota yang lain yang bertugas untuk olah TKP mengerjakan semua tugas nya, sedangkan Clarissa berjalan-jalan mencari bukti tersendiri tentang sang tunangan yang hilang begitu saja dengan penuh doa dia memohon kepada yang kuasa agar ditemukan dengan sang kekasih Marco, dengan harapan masih dalam keadaan hidup, walaupun seandainya sudah tiada setidaknya dia bisa melihat jasadnya,tapi kalau seandainya Marco masih ada dia memohon kepada yang kuasa agar ditunjukkan di mana sekarang Marco berada.
Clarissa menyusuri tepi jalan sebelah kiri yang masih ditumbuhi rerumputan yang sangat subur seorang diri, dia merasa ada kejanggalan di tempat ditemukannya mobil Marco itu, dia melihat tidak jauh dari tempat kejadian mobil Marco ditemukan ada sebuah jalan setapak yang mungkin bisa dilewati berjalan kaki tapi tidak bisa dilewati pengendara roda dua ataupun roda empat.
Sesampainya di samping gubuk itu dia mengintip kedalam gubuk itu, terlihat di dalam gubuk itu, beberapa karung besar yang terisi penuh, tapi sayang! Clarissa tidak tahu isi dalam karung itu.
Kemudian dia tidak jadi menghubungi Arvin, dia mencoba mau masuk dan meneliti kedalam gubuk tersebut yang terlihat tidak terpakai tapi tergembok dari luar.
" Kalau gubuk ini tidak terpakai kenapa terkunci dari luar seperti ini?gemboknya juga terlihat masih baru" Gumamnya.
Dia merasa penasaran kemudian dia meninggalkan tempat tersebut dan langsung kembali kearah mereka di depan jalan besar itu.
Arvin melihat Clarissa merasa heran.
" Dariman kamu Ris.?" Tanyanya.
" Nanti saja aku ceritakan." ucapnya.
Mereka langsung bergabung dengan yang lain.
Terlihat dari jauh ada sebuah mobil hitam tanpa nopol mau melintas, tapi kemudian mobil tersebut berhenti di pinggir jalan,tidak mau melanjutkan seperti mobil yang lainnya.
" Bang! Lihat ada polisi, bagaiman kita bisa kerumah itu?" Ucap salah satu dari penumpang mobil tersebut.
" Terpaksa kita lewat arah lain dan melewati jalan darurat kita,jangan sampai kita ketahuan." Ucapnya.
Mobil yang di kendarai dengan 4 orang tersebut memutar arah dan terlihat mereka melalui jalan darurat yang memang kadang-kadang mereka lewati jika dalam keadaan terdesak.
Mereka menyeberangi perairan hanya dengan jalan kaki yang tidak terlalu dalam tanpa mobil mereka.
Setelah selesai olah TKP mereka ingin pulang langsung kehotel dan Feri langsung menuju kearah kantor polisi.