
Arvin membuka pintu ruangan tersebut dia berjalan kearah kursi di ikuti Morgan mereka berdua langsung duduk dan melihat kearah seorang pemuda yang lagi duduk di lantai ubin keramik ruangan Laka tersebut.
" Siapa nama kamu?" Tanya Arvin.
" Hari pak" ucapnya santai.
" Hari siapa?hari hujan, hari kiamat atau harimau salah minum obat!" ucap morgan.
" Haripoters pak hahahah" ujar nya tertawa karena dia dalam pengaruh minuman keras.
" Peak!! Jawab tu yang benar!" ucap Morgan.
" Kamu tahu salah nggak!" Tanya Morgan lagi mulai emosi.
" Tau pak! Ujarnya tersenyum.
" Apa salah kamu!jawab!" Tanya Morgan
" S..a..l...a..h" ucapnya menyebutkan kata 'salah' abjad nya satu persatu.
" Idih! Oon!! Mendidih juga lama lama darah Bule ku nih!,lama lama ku beri juga Nih orang! Ucap Morgan seraya menggebrak meja.
" Santai Bos,nggak usah ngegas, ntar nabrak tiang listrik kalau ngegas full " ucapnya tertawa lepas.
" heh!! sapi ompong!! mau aku sunat hah!! ngeselin nih orang!" ucapnya lagi.
" Hehehe..." si Hari terkekeh.
Yang lain tersenyum melihat Morgan kesal menghadapi pemabuk tersebut.
" Sudah Mor, kita tidak bisa mendapatkan keterangan dengan orang yang dibawah pengaruh minuman keras kaya gini, Ali,bawa dia kesel tahanan bikin dia sadar secepatnya biar kita bisa mendapatkan keterangannya.
" Siap pak!." Ucapnya bergegas berdiri dan membawa tersangka tersebut.
" Heh nyet!!,selamat bersenang senang di ruangan yang baru,dan tembus aja ruangan nya dengan magic mu, kamu kan haripoter" ucap morgan seraya menyentil jidad tersangka.
" Siap pak! Laksanakan!" Ucapnya memberi hormat pada Morgan.
" Dasar Bule...Bule... Ucap Arvin tersenyum.
" Kesel aku di buatnya" ucap Morgan lagi.
Arvin dan Morgan tertawa pelan.
*****
Di kantor...
Clarissa sibuk menatap layar laptop nya dengan khusuk nya dia mengerjakan pekerjaannya yang harus dia segera selesaikan.
Saking asyiknya dia menatap kelayar laptop tiba tiba dia di kejutkan oleh suara ponselnya sendiri.
" Astaghfirullahaladzim,!" ucapnya seraya mengangkat kedua kakinya.
Baru dia tersadar kalau yang membuat dia kaget adalah suara ponselnya sendiri.
Dia kemudian meraih ponselnya dan menjawab panggilan tersebut.
" Assalamu'alaikum Biy, ada apa?" Sapanya.
" Waalaikumsalam" jawab Abiyasa.
" Kita ketemu di rumah sakit ya Ris" ucap Abiyasa.
" Di rumah sakit?memang siapa yang sakit Biy?" Tanya Clarissa.
" Kita jenguk Nadine,aku dan istriku mau berangkat kerumah sakit, karena Nadine kecelakaan tadi pagi,aku di kasih kabar sama Anindita tadi" ucap Abiyasa.
" Kecelakaan?Arvin sudah di kasih tahu?" Tanya Clarissa.
" Sudah, malah katanya Arvin yang bawa dia kerumah sakit" ucap nya lagi.
" Ya udah aku segera kesana apalagi nih udah waktunya istirahat makan siang" ucapnya lagi.
" Ya udah kami tunggu di sana ya" ucap Abiyasa langsung memutus sambungan telpon setelah saling mengucap kan salam.
" Ya Allah semoga saja nggak apa apa Nadine, lebih baik aku segera kesana." Ucapnya kemudian bergegas keluar dari ruangannya dan langsung menuju arah lobby dia berjalan menuju kearah parkiran mobilnya,dia berpapasan dengan Sugeng.
Sugeng memberikan senyuman manis dan menundukkan kepalanya kepada Clarissa, namun Clarissa malah menatap Sugeng dengan penuh selidik..
" Seperinya ada sesuatu yang disembunyikan Sugeng dari ku, aneh orang ini kok bisa bisanya memberi senyuman manis kepada ku,biasanya dia menatapku dengan tatapan sinis, jangan-jangan dia ada rencana baru lagi, atau jangan jangan dia meminta perhatian dari ku supaya tidak menyelidikinya atas salah dia selama ini " ucap Clarissa Seraya menatap kearah Sugeng yang sudah jauh meninggalkan dirinya itu.
Kemudian dia memasuki mobilnya perlahan-lahan mobilnya meninggalkan halaman parkir kantor Wibawa group dan melaju di jalan beraspal menuju ke arah rumah sakit.
*****
Di Rumah Sakit Nadine yang di temani sang manah tante Raysa, sudah mendapatkan kesadaran dirinya saat dia bergerak terasa sakit sekali,dia pun meringis karena kesakitan.
"Aww...!sakit sekali tangan kanan ku ini " ucapnya karena sangat terasa sakit.
" Jangan terlalu banyak gerak dulu nak" Ucap tante Raysa.
" Iya mah," ucapnya.
" Alhamdulillah nak, kamu nggak apa apa cuma lecet saja dan pergeseran tulang siku tangan mu" ucap tante Raysa.
" Ya mah, Alhamdulillah,Allah masih melindungi Nadine" ucapnya.
Terlihat pintu ruangan terbuka dan masuk lah dokter Roni sang kakak.
Nadine dan tante Raysa menoleh kearah pintu dan keduanya menatap kakaknya yang sedang berjalan mendekati mereka seraya tersenyum.
" Sakit?" Tanya kak Roni.
" Oh, enggak,enak banget kaya makan ayam panggang" delik nya pada kakaknya.
Dokter Roni tertawa...
"Iih...kakak nih, sudah tau sakit di tanya lagi! Menyebalkan" ucapnya.
" Ada apa?" Tanya kak Roni.
" Kakak sendirian kesini?" Tanyanya.
" Ngak! Kakak sama kak Sherli,tadi baru kakak antar ketempat kerjanya." Ucapnya tersenyum.
Dokter Roni tahu yang mau di tanyakan oleh Nadine padanya,tapi dia pura pura tidak tahu.
" Memang kenapa?" Tanyanya lagi.
" Nggak apa apa aja kak, cuma nanya aja" ucapnya terdengar nada kecewa dari ucapannya.
" Memang siapa yang kamu cari nak?" Tanya tante Raysa.
" Nggak ada mah, cuma nanya aja" ucapnya.
Dokter Roni tersenyum.
" Kenapa Arvin nggak kesini ya? Apakah bukan dia yang ngantar aku kerumah sakit?Ah sudah lah lupakan saja,mungkin aku berminpi aja ketemu dia saat setengah sadar tadi aku bertemu dia" gumamnya.
Kemudian terdengar pintu di buka dan terdengar juga salam dari para tamu mereka.
" Assalamu'alaikum..." Sapa Abiyasa.
" Waalaikumsalam.." jawab mereka.
" Masuk masuk.." ucap Dokter Roni.
Mereka bertiga langsung bersalaman dengan tante Raysa,dan dokter Roni.
Abiyasa dan istrinya beserta Clarissa duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut,tapi masih dekat dengan tempat tidur rawat Nadine.
" Makasih ya semuanya sudah mau jenguk saya" ucap Nadine tersenyum.
" Iya sama sama,semoga lekas sembuh dan babang Arvin nggak sedih" ucap Clarissa menggoda Nadine.
Nadine tersipu malu.
" Babang Arvin? Siapa Arvin? Kok mamah nggak di kasih tau tentang Arvin." Ucap tante Raysa tersenyum.
" Iih,mamah ada ada aja deh" ucap Nadine terlihat malu.
Semua tertawa...
" Itu lho mah, cowok yang tadi nganterkan Nadine kerumah sakit,dan sempat salah paham dengan Roni." Ucap Dokter Roni
" Salah paham,? Maksudnya gimana? Jadi nggak ngerti deh mamah" ucapnya.
" Arvin mengira kalau Roni ini adalah kekasihnya Nadine,hampir saja dapat jotos gratis dari nya" ucap Roni terkekeh.
" Apa?! Ternyata Arvin ngeri juga ya,emosinya" ucap Clarissa tersenyum.
" Biasalah namanya juga orang jatuh cinta pasti akan melindungi orang yang sangat di sayangi nya,mungkin dia melihat dokter Roni dengan cewek lain jadi dikiranya menyelingkuhi Nadine" sambung Abiyasa lagi.
" Benar itu Biy, aku tadi pas mendengar kalau Nadine kecelakaan langsung saja kesini karena saat itu posisi ku mau nganter calon istri ku berangkat kerja,dan saat mau keruang UGD aku berpegangan mesra dengan Sherli,langsung aja Arvin marah besar sama aku hehehe" ucap nya terkekeh.
" Masa sih Arvin kaya gitu,apakah dia juga menyukai ku?" Gumamnya.
" Oh gitu toh ceritanya, kalau mamah sih, enjoy aja selagi Nadine suka dan mencintai Arvin lanjut aja, mamah kasih jalan tol buat kalian berdua bebas tanpa hambatan" ucap tante Raysa terkekeh.
" Iih,mamah...kan belum tahu apakah mas Arvin nya benar benar suka atau nggak nya" ucap Nadine lagi dengan malu malu.
" Eh...sudah ada yang panggil Mas nih" celetuk Dokter Roni.
" Kak Roni...!" Ucap Nadine seraya menahan rasa sakitnya karena tersentuh tangan nya sendiri.
Mereka yang ada di ruangan itu tertawa semua karena melihat dokter Roni menggoda Nadine.
Tiba tiba mereka di kejut ketukan pintu dan mereka semua menoleh kearah pintu,pintu pun terbuka...
" Assalamu'alaikum..." Sapa Arvin dan Morgan.
" Waalaikumsalam..." Jawab semuanya.
" Nah sang pangeran datang..." Ucap Clarissa.
" Pangeran? Nungguin aku ya" kata Morgan terkekeh.
" Ogah, kalau nungguin Mor sepeda butut bule nyasar, pangeran kaya gini bener nya kaya gimana" ucap Clarissa.
" Wah,,,wah...tega amat sih kamu Ris dengan adik ipar mu yang ganteng dan imut imut kaya gini" ucap Morgan langsung duduk di samping Clarissa dan merangkul pundak Risa.
"Adik ipar endas mu lebar!" ucap Clarissa seraya menutup muka Morgan dengan bantal yang di pegangnya sejak tadi.
" Hahahah" ucap mereka.
" Siang tante, kak Roni" sapanya.
" Udah ada yang panggil kakak aja nih," ucap Clarissa terkekeh.
" Sayangnya masih panggil tante,kenapa nggak panggil mamah aja sekalian" sambung Morgan menggoda Arvin tanoa dosa seraya terkekeh.
" Ntar, sebentar lagi panggil mamah juga kok " goda tante Raysa tersenyum.
" Amin..." Ucap semuanya.
Arvin hanya tersenyum.
" Alhamdulillah,dapat restu dari calon mertua." Celetuk Arvin.
Mereka tertawa semua mendengar perkataan Arvin.
Nadine hanya tersenyum malu malu,dan dia memalingkan wajahnya menatap kearah lain karena ingin menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu mendapatkan candaan dari mereka yang ada di ruangan tersebut.
Arvin berjalan mendekati Nadine dan Nadine tersipu malu dia pun nggak bisa lagi menyembunyikan wajah nya yang terlihat sangat malu malu karena Arvin memandang wajah nya dengan memberikan senyuman termanisnya pada wanita pujaan hatinya.