THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 128



" Sekarang kamu bilang di mana alamat rumah yang menyekap Marco." Sambung Papah Andre.


" Di jalan X komplek perumahan elite tapi belum banyak penghuninya."


" Bawa saja mereka kepenjara, biar mereka tahu rasanya di dalam sel tahanan." Sambung Abi Yosep.


" Maaf pak, ampun Pak kami tidak mau dipenjara."


" Kalau kamu tidak mau dipenjara Kenapa kamu melakukan perbuatan seperti ini, kenapa kamu disuruh si Danis kamu tidak mau menolak hah!!" Ucap Abi Yosep.


"Tidak ada jalan lain Pak, mencari pekerjaan sangat sulit." Ucap orang yang di panggil Abang itu berbicara sambil menundukkan kepalanya.


" Kami dibayar dengan mahal pak, Jadi kami mau saja."


" Kamu anggap pekerjaan ini benar? ini pekerjaan yang tidak benar tahu tidak!dengan cara memfitnah orang seperti itu serta mencelakai orang kamu tahu tidak! kamu diberikan pula uang gaji dari bos kamu itu dengan cara menipu orang namanya.!!" Teriak papah Boby mulai emosi.


" Heh!! kuda nil! kalau sudah ditangkap seperti ini baru kamu nyadar ujung-ujungnya nangis!!" Ucap Papah Boby lagi.


Kemudian Morgan menghubungi Feri.


" Assalamualaikum..."


" Waalaikumsalam, Kenapa Mor, kami belum menemukan di mana tempatnya kalau kami sudah menemukannya kami akan menghubungimu."


" Kamu bisa datang ke tempat TKP? tidak jauh dari tempat TKP itu ada mobil kami sekitar 20 langkah dari mobil itu ada jalan kecil, masuklah kedalam, kami ada di dalam jalan kecil itu." Ucap Morgan menjelaskan kepada Feri.


" Siap! kami akan datang ke sana segera meluncur."


Kemudian memutus panggilan mereka,beberapa saat kemudian dia mengajak beberapa anggotanya untuk berangkat ke tempat yang sudah dikatakan oleh Morgan.


" Kita tunggu aja Feri, biar dia yang menyelesaikan ini semua." Ucap Morgan.


" Setelah itu kita baru mencari tahu di mana Kak Marco berada." Lanjutnya menjelaskan kepada mereka.


" Heh monyet!! kamu lihat nggak Marco Apakah dia baik-baik saja atau dia sudah babak belur hah!!" Tanya Clarissa kepada salah satu dari mereka.


Mereka berempat diam mereka tidak mampu mengatakan keadaan Marco sekarang.


" Katakan!! kalau kalian tidak ingin aku beri lagi ini nih!!" ucap Clarissa seraya mengepalkan tangannya kearah mereka.


" Waduh! ngeri sekali keturunan Ku." Ucap Papa Bobby berbisik kepada papah Andre.


Papah Andre hanya tersenyum saja, Ayah Chandra pun ikut tersenyum.


" Kalau kamu mau lihat kelakuan kamu di masa muda, tuh anakmu itu cermin kamu di masa muda." ucap Ayah Chandra terkekeh.


Papa Bobby hanya tersenyum saja sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.


" Cepat katakan!!ucap lantang Clarissa kepada mereka berempat.


Tapi mereka masih tetap tutup mulut.


" Cepat katakan!! Jangan sampai emosiku memuncak!!"


" Baiklah saya akan mengatakan." Ucap salah satu dari mereka.


" Bil,Jangan katakan!" ucap salah satu dari mereka.


" Biarkan saja dia mengatakannya!" ucap salah satu yang dipanggil Abang tersebut yang agak lebih tua.


" Pak Marco babak belur, Pak Marco babak belur dihajar oleh anak buahnya Pak Danis."


" Benar mbak, Pak Marko babak belur dihajar oleh anak buahnya Pak Danis."


Clarissa terdiam sejenak...


" Emangnya kalian bukan anak buah Danis?" Tanya Abiyasa.


" Kami hanya anak buahnya untuk mengedarkan barang bukti yang ada di dalam gubuk tersebut, sedangkan yang khusus memberi pelajaran kepada orang atau saingan Bos Danis bukan kami." Ucap salah satu dari mereka.


" Kenapa selama ini kalian tidak mau melapor ke polisi." Lanjut Ayah Candra.


" Sebenarnya kami juga tidak bisa berbuat apa-apa,ada rasa ingin melaporkan ke polisi tapi kami masih berani."


" Kenapa kalian hanya diam saja saat tunangan ku di hajar hah!! Dia itu calon suamiku!!"


" Maafkan kami Mbak."


" Kapan aku menikah dengan Abang mu hah!!panggil Mbak-mbak segala!!" Ucap Clarissa emosi.


" Maafkan kami Bu!"


" Sejak kapan aku menikah dengan bapakmu!! ucap Clarissa sinis.


" Maafkan kami nona saat itu pak Marco mengikuti laju kendaraan kami menuju ke arah sini,karena Pak Marko diperlakukan seperti itu oleh anak buah pak Danis dikarenakan Pak Marco mengetahui akan kebusukan Pak Danis yang ingin menjelekkan dia dan menjatuhkan perusahaannya, akhirnya di saat Pak Marco menyaksikan kami mengangkut barang menuju ke gubuk ini dan dia pun berani memberhentikan kami untuk melihat apa yang kami bawa, ternyata dia terkejut saat itu pun kami tidak tahu kalau yang memberhentikan kami dan memeriksa barang kami adalah Pak Marco, karena kami tidak pernah melihat sosok pak Marco itu seperti apa, kami mengira pak Marco adalah seorang polisi, makanya kami pasrah saat itu kami tahu itu pak Marco karena saat Kami membawa barang bukti tersebut Bos Danis dan beberapa anak buahnya mengikut kami dari belakang, saat berada bersama kami melihat barang bukti saat itulah Pak Marco dilumpuhkan oleh anak buah kepercayaan pak Danis." Terangnya kepada mereka semua.


Mereka mendengar penjelasan dari salah satu keempat orang tersebut, Clarissa naik pitam dia menggenggam telapak tangannya.


Pak Boby mengetahui anaknya dalam keadaan emosi Dia kemudian mendekati buah hatinya tersebut.


" Sabar sayang serahkan semuanya kepada papah dan yang lainnya, kamu di sini jangan emosi biarkan polisi mengurus mereka." Ucap papah Boby.


Kemudian Feri datang bersama anggotanya,setelah dijelaskan oleh Marco semuanya kemudian mereka berempat diangkut ke mobil patroli sebelum diangkut ke mobil patroli mereka dipinta keterangan sebentar oleh Feri kelemahan dan kekuatan penjaga di rumah yang menyekap Marco, Setelah dia memberikan keterangan tersebut mereka berempat langsung dibawa ke dalam mobil patroli dan beberapa anak buah yang lain mengangkat barang bukti untuk menjadi bukti lanjutannya kembali.


Kemudian mereka berlalu dari gubuk tersebut dan diberi garis polisi lalu mereka keluar dari jalan setapak tersebut beberapa orang yang membawa tahanan menuju ke kantor polisi dan Feri mengikuti mereka menuju di mana Marco berada.


Mereka kemudian melacak salah satu nomor yang telah diberikan oleh salah satu dari anak buah Danis itu, nomor gawainya pun terlacak dan mereka dengan mudahnya menemukan tempat dimana mereka sedang disekap.


Beberapa saat kemudian mobil yang mereka kendarain sampai di tempat tujuan tapi mereka berhenti kira-kira 100 meter dari lokasi penyekapan Marco tersebut.


karena Clarissa belum pernah dilihat mereka dengan keterangan dari keempat tersangka tersebut kalau penjaga dari Marco itu haus akan seorang wanita karena hampir setiap malam mereka disuguhi wanita wanita penghibur untuk menjaga rumah tersebut.


Sebelum sampai ke tempat tujuan Morgan beserta 4 sahabatnya tersebut mempersiapkan rencana mereka di dalam mobil menuju ke arah tempat Marco berada.


" Siapa yang akan menemani Clarissa." Tanya Abiyasa.


" Morgan? Apa Abiyasa?" Ucap Arvin.


" Aku ? muka aku nggak seperti cewek kali." ucap Morgan.


" Kalau aku nyamar ya otomatis terlihat banget kelelakianku " sambung Abiyasa.


" Udah Arvin aja." Ucap Clarissa.


" Masa aku sih." Ucapnya dengan mimik protesnya.


" Wajah kamu kan seperti cewek mulus gak ada kumis gak ada jenggot pokoknya mulus kalo terlihat sih hidung mancung kamu itu sangat menggoda." Kekeh Morgan.


" Terus aja, biar aku yang gondek!" ucapnya mendelik kearah Morgan.


Mereka tersenyum karena melihat Arvin di pojokkan oleh ketiga sahabatnya.