THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 87



Sesampainya di kantor polisi mereka berdua langsung di bawa keruangan Reskrim dan di tangani oleh KBO Reskrim anak buah dari Morgan.


Kemudian Morgan meluncur menuju kearah rumah sakit di mana Arvin di tangani.


Selang beberapa saat mobil yang di kemudikan oleh Abiyasa memasuki halaman parkir rumah sakit keluarga Wibawa.


Setelah memarkirkan mobil nya mereka berdua bergegas menuju keruangan UGD di mana Marco sedang duduk seorang diri.


" Gimana sayang,dengan keadaan Arvin?" Tanya Clarissa pada Marco.


" Masih di tangani oleh Anindita " ucapnya.


" Dari tadi?" Sambung Abiyasa


" Iya, dari tadi."


Mereka bertiga menunggu harap harap cemas.


" Apakah tadi Arvin banyak mengeluarkan darah?" Tanya Abiyasa.


" Iya Biy,dia dan aku sampai rumah sakit wajahnya sudah pucat pasi, makanya saat dia masuk UGD kebetulan Dita dan adiknya Arvin piket malam,dan mereka langsung cekatan menangani Arvin." Ucap Marco.


" Mudah mudahan saja Arvin tidak Apa apa" ucap Clarissa.


" Amin" ucap Marco dan Abiyasa.


" Gimana keadaan Arvin?" Tanya Morgan yang ngos ngosan berlari mendekati ketiganya.


" Masih di dalam" ucap Abiyasa.


" Dalam apa nggak ya tusukan pisau nya si lampir itu" ucap Clarissa.


" Mudah mudahan aja tidak " sambung Marco.


Beberapa saat mereka terdiam...


Anindita keluar dari ruangan dimana Arvin di tangani.


Morgan yang melihat Anindita keluar dan melangkah menghampiri mereka dia langsung berdiri terlebih dahulu dan bergegas mendekati Anindita,ketiga sahabatnya itu langsung mengikuti langkah Morgan.


" Gimana sayang? Keadaan Arvin?" Tanya nya seraya meraih tangan Anindita.


Anindita tersenyum,melihat mereka yang sangat cemas dengan keadaan Arvin sahabat mereka itu.


" Alhamdulillah,Arvin tidak Apa apa,dia mendapatkan 5 jahitan di lukanya,tapi tidak terlalu dalam " terang Anindita.


" Alhamdulillah.." ucap mereka berbarengan karena mendengar penjelasan dari Anindita.


" Syukurlah kalau tidak Apa apa, sekarang Arvin boleh di jenguk?" Tanya Abiyasa.


" Boleh kak, tapi tunggu sebentar ya,tunggu di pindahkan keruangan rawat inap VVIP " ucap Anindita.


Abiyasa dan yang lainnya hanya mengangguk dan menunggu kabar dari suster dan mereka pun hanyut dalam pikiran mereka masing masing.


*****


Di kanada ...


" Kenapa perasaan ku gelisah gini sih?" Ucap bunda Adel.


" Kamu kenapa dek?" Tanya mamah Anisha


" Ngak tahu mbak, perasaan nggak enak kaya gini,kepikiran anak anak" ucapnya.


" Kalau kamu merasa gelisah dan kepikiran anak anak di tanah air, hubungi mereka" ucap mamah Anisha.


" Iya mbak..." Ucapnya seraya mengambil gawainya dan menekan nomer Arvin, panggilan tersambung namun tidak di jawab Arvin, beberapa kali bunda Adel menghubungi Arvin namun tidak di jawab nya,bunda Adel langsung beralih menghubungi anak bungsunya,sama tidak di jawab oleh Alena.


" Pada kemana mereka semua,ya Allah semoga tidak terjadi apa apa dengan kedua anak hamba ya Allah,lindungi lah mereka" ucap Bunda Adel.


" Kenapa dek? " Tanya Mamah Anisha.


" Nggak di jawab mbak,gawainya" ucap Bunda Adel.


" Ya udah, mbak coba hubungi Abiyasa, menanyakan tentang keadaan Arvin dan Alena." Ucap mamah Anisha seraya mengambil gawainya yang berada di atas meja yang ada di depannya tersebut.


Mamah Anisha kemudian menekan nomer Abiyasa panggilan tersambung namun juga tidak di jawab Abiyasa, namun mamah Anisha tetap tenang dan terus menghubungi anak lelakinya.


Didalam mobil Arvin, gawai Abiyasa terus berdering karena dia lupa membawa gawainya yang ada di mobil Arvin. Mamah Anisha mulai bertanya tanya dalam hatinya tapi dia tetap tenang dan tidak menampakkan kegelisahan nya di hadapan sang adik, karena sang anak belum bisa menjawab telponnya tersebut.


Kemudian mamah Anisha menghubungi anak perempuannya Anindita.


Anindita mengambil gawainya dan melihat siapa yang memanggilnya.


Mendengar Anindita berucap ' Mamah ' Abiyasa langsung menoleh pada adiknya.


" Mamah...?" tanya Abiyasa.


" Iya kak."


" Ya udah sini kakak yang jawab..." ucap Abiyasa.


Beberapa saat kemudian telpon mamah Anisha di jawab sang anak...


" Assalammualaikum mah..." ucap Abiyasa.


" Waalaikumsallam sayang,kenapa gawai kamu tidak dijawab panggilan mamah?" tanya mamah Anisha.


" Gawai Biyas ada di mobil Arvin mah, kenapa mah ? ada apa?" tanya nya pada mamahnya.


" Ngak ada apa apa sayang, cuma bunda Adel ini menghubungi Arvin dan Alena nggak di jawab oleh mereka, Apakah mereka ada sama kalian? " tanya mamah Anisha.


" Ada mah, Arvin lagi kebelakang, ini lagi dirumah sakit mau jemput Alena mah. " ucapnya berbohong pada mamah Anisha.


" Maafkan Abiyasa mah, Abiyasa terpaksa berbohong karena Biyas tidak ingin membuat kalian semua terkejut dan memikirkan Arvin disini. " gumamnya.


" Syukurlah sayang kalau kaya gitu, bunda Adel mu ini lho kepikiran sama anak anaknya terutama Arvin karena perasaan bunda kamu ini merasa cemas sekali, kalau sudah dari belakang dan tidak sibuk, tolong kasih tahu pada Arvin atau Alena untuk menghubungi bundanya " ucap mamah Anisha.


" Iya mah, nanti biyas kasih tahu dengan mereka, oh ya mah gimana sekarang keadaan Abi Yosep sekarang mah ? " tanya Abiyasa pada mamah Anisha.


" Alhamdulillah nak, sudah sangat membaik dan sudah mulai bisa berdiri dan berjalan secara perlahan, doa kan saja biar cepat sembuh dan cepat pulang ketanah air dan berkumpul kembali dengan kalian semua, mamah dan papah sangat merindukan kalian, jangan lupa jaga adikmu ya nak baik baik, begitu juga istri dan adik ipar mu beserta nenek Nani " pesan mamah Anisha.


" Iya mah insya Allah, mamah dan papah juga jangan lupa jaga kesehatan ya jangan lupa istirahat ya mah " ucap Abiyasa.


" Iya sayang...Assalammualaikum sayang..." ucap mamah Anisha.


" Waalaikumsallam mah..." ucap Abiyasa seraya memutuskan sambungan jarak jauhnya dengan sang mamah.


" Gimana kak, mamah nggak tahukan keadaan Arvin ? " tanya Anindita.


Abiyasa mengusap wajahnya setelah menyerahkan gawai Anindita.


" Alhamdulillah mamah tidak terlalu banyak menanyakan soal Arvin, bunda Adel yang merasakan kalau anaknya mengalami musibah, tapi syukurlah aku sudah menyakinkan mamah kalau kita semua baik baik saja " ucap Abiyasa.


Mereka terdiam dan hanyut dalam lamunan mereka masing masing.


kemudian datang suster mendekati mereka semua dan mengatakan kalau Arvin sudah di bawa keruangan rawat inap di VVIP. Mereka pun bergegas menemui Arvin di ruangan inapnya.


******


Papah Andre dan Ayah Candra baru saja datang dari rumah sakit dan papah Boby menemani Abi Yosep bersama Umi Vita dan Mamah Lala dirumah sakit.


" Assalammualaikum..." ucap keduanya.


" Waalaikumsallam.." mereka berdua menoleh kearah pintu dan segera berdiri karena mereka melihat yang datang adalah suami suami mereka. Kedua istri tersebut mendekati suami suami mereka dan meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suami tercinta nya begitu juga suami nya langsung mencium kening dan pucuk kepala istri tercinta mereka.


Ayah Candra melihat kesedihan dan kecemasan di wajah cantik bunda Adel, Ayah Candra pun menatap wajah istrinya.


" Sayang... ada apa dengan mu, kenapa wajah cantikmu itu terlihat cemas dan gelisah? " tanya Ayah Candra.


" Kangen anak anak saja sayang, Adel kepikiran Arvin Mas,seperti nya terjadi sesuatu padanya " ucap Bunda Adel.


" Sayang...jangan berpikiran yang tidak tidak, kalau terjadi sesuatu pada anak kita pasti Abiyasa dan teman teman nya memberikan kabar pada kita " ucap Ayah Candra.


" Iya dek, mungkin kamu terbawa rasa rindu saja dengan mereka " sambung Papah Andre.


" Iya sayang, kan tadi sudah mbak hubungi Abiyasa kalau mereka baik baik saja, dan mereka pun masih sama sama di sana." ucap mamah Anisha.


" Tapi mbak, Adel nggak bisa tenang kalau belum dengar suara anak anak Adel mbak" ucapnya terlihat sedih seraya menatap gawainya yang ada di atas meja berharap Arvin sang anak menghubunginya saat ini.


" Kita berdoa saja agar anak anak kita yang ada di tanah air sehat sehat saja dan selalu dalam lindungan Allah yang maha kuasa " ucap Papah Andre.


Mereka berucap ' Amin ' bersama sama.Beberapa saat kemudian mereka hanyut akan pikiran mereka masing masing, Ayah Candra dan Bunda Adel berpamitan pada Mamah Anisha dan Papah Andre untuk memasuki kamar mereka dan beristirahat.


Bunda Adel dan Ayah Candra menuju kamar mereka, namun tidak dengan Papah Andre yang tetap duduk di sofa.


" Sayang...kok masih duduk, ayo kita istirahat..." ajak mamah Anisha.


" Duluan aja sayang, nanti mas menyusul, mas mau menghubungi Abiyasa karena mas rindu dengan mereka." ucapnya.


" Ya udah kalau gitu, Nisha masuk duluan ya karena Nisha ngantuk banget " ucapnya berlalu dari hadapan suaminya.


Papah Andre hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan menatap langkah demi langkah kaki sang istri sampai hilang masuk kedalam kamar tidur mereka.


Dia langsung menghubungi Abiyasa karena dia merasa heran juga kenapa bunda Adel sangat cemas, Papah Andre yakin firasat seorang ibu itu benar adanya, tentang kecemasan anaknya yang jauh di sana.