
"Kalian ini selalu aja nggak akur" ucap Abiyasa tersenyum begitu juga dengan Ayesha yang sedari tadi hanya tersenyum mendengar canda tawa kedua orang yang ada di depannya tersebut.
" Oh ya Biy, ini nih yang nama nya Morgan calon ipar kamu" ucap Arvin.
Mereka berdua berjabat tangan dan saling tersenyum.
" Aku udah lama ingin ketemu sama kamu, tapi aku dengar kalian LDR an ya sama Dita." Ucap Abiyasa.
" Akhirnya kita bertemu di sini, beginilah aku seorang Morgan yang apa adanya hehehe" ucap Morgan terkekeh.
" Yah aku juga apa adanya, dengan kejahilan ku, hehehe" sambung Abiyasa tertawa.
" Betah banget ya LDR an sama Dita." Ucap Abiyasa.
"Ya begitu lah Biy, namanya juga cinta, terkadang menjalani hubungan jarak jauh itu memberikan kesempatan untuk benar benar merindu kan dan menghargai satu sama lain" ucap Morgan.
" Iya juga sih, " ucap singkat Abiyasa.
Kemudian ponsel Abiyasa berdering dan ternyata yang menghubungi nya client yang di tunggunya.
" Yah, hallo pak," ucap Abiyasa.
" Ya pak Biyas saya sudah ada di depan kedai kopi nih, bapak di mana?" Tanyanya.
" Masuk aja pak, saya ada di dalam, meja nomer enam pak" ucap nya pada client yang bernama Angga.
" Oh, iya pak siap" ucapnya seraya memutus sambungan telponnya.
Angga memasuki kedai kopi itu dan mencari meja nomer enam yang di katakan Abiyasa.
Setelah menemukan meja di mana Abiyasa menunggunya,Angga melangkah mendekati mereka seraya tersenyum.
" Selamat pagi pak Abiyasa, maaf saya terlambat," ucap Angga pengusaha dari Kota B,seraya mengulurkan tangannya menyalami Abiyasa.
" Pagi juga pak, tidak juga kok," Acap Abiyasa menyambut uluran tangan Angga.
" Biasa pak terjebak macet sedikit" ucapnya tersenyum.
" Gimana nggak macet polisi nya aja ada di sini ngopi dulu" celetuk Clarissa, seraya menoleh kearah kedua lelaki yang sedang menikmati secangkir kopi dan sepiring kue.
Arvin dan Morgan hanya terkekeh mendengar ocehan Clarissa.
Angga tersenyum dan menyalami Arvin dan Morgan serta Clarissa dan saat dia mau menyalami Ayesha dia terkejut.
" Ayesha...?!" Ucapnya.
" Ngapain kamu disini !?" Tanyanya seperti tidak suka dengan kehadiran Ayesha gadis yang menolaknya mentah mentah saat berada di kotanya.
Ayesha tersenyum dan menangkupkan dua tangan nya di dada, tanda menyambut salam dari Angga.
Ayesha memang mengenali Angga lelaki muda yang mempunyai perusahaan tekstil yang terbesar di kota B.
Arvin dan Morgan langsung memandang kearah Abiyasa dan Clarissa.
Abiyasa menoleh kearah Clarissa.
" Bapak mengenal sekretarisnya pak Abiyasa ini?" Tanya Clarissa menatap penuh selidik kearah Angga.
" Oh...jelas saya kenal Dia ini gadis yang nggak benar, Hati hati pak Abiyasa menerima gadis ini, dia ini cuma kedok aja pak lemah lembut seperti ini" ucap nya lancar.
Ayesha terkejut langsung menatap Angga yang begitu lancar mengatakan ke tidak benaran tentang dirinya, di hadapan calon suaminya dan teman temannya.
" Maksud bapak apa ya,maaf saya ikut campur, karena Ayesha ini adalah sahabat kami dari kecil" ucap Arvin merasa tidak senang dengan perkataan Angga yang mengatakan Ayesha seperti itu.
Abiyasa mulai panas telinganya karena mendengar perkataan yang di lontarkan Angga tentang sang calon Istri, saat dia mau ngomong, kaki Abiyasa langsung di injak oleh Clarissa.
" Aduh...!" Ucapnya pelan.
Arvin, Morgan dan Ayesha menoleh kearah Abiyasa begitu juga si Angga langsung menatap Abiyasa senang karena dia menganggap Abiyasa sudah mempercayai kata katanya.
"Nah, baru saya bilang gitu aja, pak Abiyasa sudah bilang Aduh, makanya bapak harus pecat aja ni cewek, nggak bagus bagus juga nerima dia." Ucapnya.
" Asbun nih orang, Biyas beraduh kan karena kaki nya ku injak, nggak beres nih orang kayanya!" Gumam Clarissa, menatap tajam kearah Angga.
Arvin menatap Clarissa sepertinya Risa sudah tidak suka dengan client nya Abiyasa.
Begitu pula dengan Morgan merasa tidak suka dengan laki laki yang ada di hadapannya tersebut.
" Dasar lelaki kucing garong ini, perlu di rantai dengan kuat" Morgan bergumam.
" Oh begitu ya pak" ucap Clarissa tersenyum nggak suka dengan Angga.
" Maaf pak Angga, bapak sudah sangat keterlaluan berbicara seperti itu didepan Bos saya dan wakilnya, beserta teman teman saya, tolong jangan buat omongan yang nggak-nggak pak tentang saya!" Ucap Ayesha.
" Wah...! Emang benar kan apa yang saya bilang, nih pak Abiyasa dia ini memang pintar bersilat lidah kalau sudah ketahuan" ucapnya tersenyum sinis pada Ayesha.
" Lidahmu yang perlu di silat" ucap Clarissa pelan tapi masih bisa di dengar Abiyasa dan Arvin yang duduk dekat dengan Clarissa.
Abiyasa menoleh kearah Clarissa yang menggerutu.
Ayesha menoleh kearah Abiyasa, Ayesha takut kalau Abiyasa termakan omongan si Angga tersebut.
Namun terkaan Ayesha salah, Abiyasa memberikan kode, pada Ayesha, melalui matanya menyuruh Ayesha diam dan tetap mendengarkan ocehan si Angga.
" Pak Angga ini, kayaknya pernah di tolak sama Ayesha kan pak!" tembak Clarissa santai sambil bersendekap tangan di dada.
" Jangan jangan bapak ini, terobsesi banget dengan Ayesha! Tapi sayang tidak bisa terlaksana!" Ucap Arvin ikut bicara karena dia merasa laki laki yang ada di hadapan nya tersebut sudah sangat keterlaluan dengan Ayesha.
Angga spontan melihat kearah Clarissa dan Arvin.
" Enaknya diapakan ya Vin, laki laki seperti ini!" Ucap Morgan seraya mengetuk ngetuk meja dengan jarinya dan menatap tajam pada Angga, Morgan terlihat sangat kesal dengan si Angga.