THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 176



Setelah mereka pergi dari depan rumah pak Bowo,Pak Bowo baru tersadar Dia baru menyadari ada sebuah mobil yang langsung melintas pergi begitu saja,lagi pula suasana jalanan sudah sangat sepi.


" Kamu merasa ada yang aneh nggak tadi?" tanya pak Bowo pada pak Rizal.


Mereka yang ada diteras itu saling pandang, terutama pak Rizal yang bingung dengan kata-kata dari pak Bowo.


" Ada yang aneh apanya? Aku sedari tadi tuh di sini enggak ada yang aneh,kamu kali yang aneh terlalu banyak minum." ucap pak Rizal.


" Aku tadi saat keluar dari dalam rumah melihat diujung depan rumahku itu ada sebuah mobil yang berhenti begitu lamanya, padahal kan di depan sana tidak ada rumah,di depan sana hanya ada sebuah kios minyak tapi udah tutup dari sore tadi,lagi pula kios itu tidak ditempati sama pemiliknya, tapi mobil itu sekarang sudah tidak ada." ucap pak Bowo menyakinkan penglihatannya.


" Mungkin itu perasaan kamu aja lah Wo, karena kamu sudah terlalu banyak minum, lagian itukan jalan raya wajar ada mobil yang berhenti dimana saja." ucap Pak Rizal.


" Tidak Zal, Aku melihat memang ada orang seperti memperhatikan rumahku sedari tadi."


" Tapi Aku tidak melihat ada siapa-siapa disana, udahlah jangan kamu pikirkan yang penting kita menikmati dulu kegiatan kita setiap malam ini, berkumpul di sini bersama dengan anak buahmu, Oh ya Aku hampir saja lupa, Aku mau tanya gimana pencarianmu, Apakah kamu sudah menemukan Anakku.?"


Pak Bowo hanya menarik napasnya dengan perlahan.


" Aku belum menemukannya, Aku tidak tahu di mana dia berada sekarang ini,tapi Aku akan berusaha tetap mencari Anakmu,Walaupun saat ini Aku nihil tidak menemukannya sama sekali,tapi secepatnya Aku akan mencarinya percayalah padaku." ucapnya seraya menarik napasnya dengan pelan.


" Hmmm,,, Kemana Aku harus mencari Ariel sampai sekarang dia nggak pulang-pulang." ucap Pak Rizal.


" Apa mungkin Ariel menenangkan dirinya dan Dia tidak ingin diganggu sementara waktu." ucap Pak Bowo.


" Masuk akal sih,dulu dia pernah juga menghilang tapi kemudian satu bulan dia pulang katanya sih dia lagi bersenang-senang dengan teman-temannya."


" Ya udah tunggu aja nanti dia pasti juga pulang kok " ucap pak Bowo lagi sambil meneguk minuman yang ada di tangannya tapi matanya terus menatap lurus kearah depan jalanan yang sudah terlihat lengang tidak ada lagi kendaraan yang hilir mudik di depan rumah dia.


" Aku penasaran siapa yang ada di dalam mobil itu? Kenapa saat itu Aku tidak langsung menemui mobil itu, Aku jadi penasaran mobil siapakah itu." gumamnya.


Mobil terus melaju menuju kearah rumah Abiyasa,beberapa saat kemudian mobil tersebut sampai ditempat tujuan,mobil itupun memasuki halaman rumah tersebut.


" Biy sepertinya Aku nggak mampir deh."


" Kenapa? ini kan sudah malam lebih baik nginap aja disini besok pagi aja pulangngnya." ucap Abiyasa.


" Iya Mor,besok aja pulangnya, inikan sudah malam banget ntar kamu ditemani sama kuntilanak lho." sambung Morgan.


" Kalau aku nemu kuntilanak langsung Aku kasih paku tuh dikepalanya hahaha." ucap Morgan dengan tawa lepasnya.


" Hahahah..." sambung Abiyasa dan Arvin.


" Hus! udah jangan tertawa lagi ntar ada yang bilang kita kebanyakan ngelawak, ntar pak satpam kamu tuh Biy bosan liat kita kebanyakan ngelawak hehehe..." ucap Morgan lagi.


" Biarin aja,selagi ngelawak bisa menghibur orang so what gitu lohhh!!" ucap Arvin terkekeh.


" Hahaha.." ketiganya pun tertawa.


" Ya udah...cepatan gih sono turun Aku mau pulang segera!" usir Morgan sembari tertawa.


" Astaga Morgan! seorang Abiyasa diusir dari mobilnya." ucap Arvin terkekeh sambil keluar dari mobil Morgan.


Abiyasa hanya terkekeh saja sembari keluar dari mobil Morgan.


" Hehehe...pembawaan hati gelisah."


" Dasar semprul! udah pulang sana sekarang! hati-hati ya kalau ada kunti " ucap Arvin lagi-lagi tertawa.


Morgan hanya tertawa dan langsung mengemudikan mobilnya dan meninggalkan mereka berdua setelah berpamitan dengan kedua sahabatnya tersebut.


Abiyasa hanya menggelengkan kepalanya saja sembari mengusap keningnya dan kemudian merangkul pundak Arvin dan mengajaknya masuk kedalam bersama.


*****


Keesokan harinya tepat pukul delapan pagi Abiyasa mengantarkan Papah Andre,Papah Boby,Abi Yosep dan Ayah Candra kebandara,karena mereka mau berangkat keluar Negeri.


Setelah berpamitan dengan para istri mereka serta anak-anak mereka, Mereka pun langsung meninggalkan rumah kediaman keluarga Wibawa tersebut menuju ke arah bandara.


Didalam mobil...


" Abiyasa selesaikan semua masalah di sini selama Papah dan mertua serta Om kamu tidak berada di sini." ucap Papah Andre.


Papah Andre, Ayah Chandra dan Papah Boby, Abi Yosep menatap kearah Abiyasa, mereka merasa heran.


" Bagaimana kalian bisa mengetahui bentuk dan rupanya si Bowo?" tanya Ayah Candra


" Apakah kalian bertemu dengannya langsung.?" tanya papah Boby.


" Atau Kalian melihat fhotonya dari pak Sahrul?" tanya Abi Yosep.


" Kalau bertemu langsung tidak, Tapi kalau mengintainya dan langsung mengambil gambar melalui gawai sudah kami lakukan, tadi malam." jawab Abiyasa atas pertanyaan orang tuanya tersebut.


mereka semua pun mengangguk setelah mendengarkan kata-kata Abiyasa.


" Terus rencananya kapan mau menjalankan rencana kalian.?" tanya Ayah Candra.


" In sya Allah setelah kami mengurus urusan Clarisa selesai, baru kami melancarkan aksi,Oh ya pah berapa hari Papah berada di luar negeri?"


" Paling lama 2 hari dan paling cepat satu hari,sekalian langsung membawa Nico balik ke tanah Air."


Abiyasa mengganggu, kemudian hening!tidak ada lagi suara yang berbicara di dalam mobil,beberapa saat kemudian mobil memasuki halaman bandara,Abiyasa langsung memarkirkan mobilnya dan mereka pun turun,Mereka kemudian melangkah menuju ke arah dalam ruang tunggu bandara, mereka lalu duduk sambil menunggu papah Andre berbicara dengan pihak bandara.


Beberapa saat setelah Papah Andre nemuin salah satu dari pihak bandara,Mereka pun kemudian melangkah menuju ke Jet pribadi yang terparkir di bandara tersebut.


Mereka pun kemudian memasuki Jet pribadi itu dan tak lama kemudian Jet tersebut meninggalkan bandara terbang menuju kearah tujuan.


Abiyasa langsung melangkah menuju kearah mobilnya yang berada di tempat parkir dan memasuki mobilnya tersebut,Dia lalu meninggalkan halaman parkir itu.


Abiyasa melajukan mobilnya menuju kearah rumah Morgan dengan kecepatan sedang Abiyasa akhirnya sampai di rumah kediaman Morgan tersebut,mobil memasuki halaman rumah Morgan, Abiyasa memakirkan mobilnya di tempat parkir disamping mobil Arvin yang lebih dulu sampai dirumah Morgan setelah mengantarkan Nadine kebutiknya.


Ternyata mereka berdua memang menunggu Abiyasa di teras rumahnya.


Arvin dan Morgan tersenyum menyambut kedua sahabatnya tersebut.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam " jawab Morgan dan Arvin seraya menyalami Abiyasa sahabatnya itu.


" Silakan duduk dulu." ajak Morgan mempersilahkan Abiyasa duduk di teras rumahnya yang memang sudah tersedia sofa yang sangat empuk.


" Gimana Om Andre dan yang lainnya sudah berangkat."


"Udah baru aja " ucap Abiyasa.


" Kita kemana dulu ini?" Tanya Morgan.


" Kita ke kantor urusan agama dulu." jawab Abiyasa.


" Berkasnya sudah dibawa semua ?" tanya Arvin.


" Udah Aku siapkan, punya Clarissa sudah siap?" tanya Morgan.


" Sudah semua ada di mobil." jawan Abiyasa.


" Ya udah sekarang kita berangkat aja nanti keburu siang, kita kan mau langsung melanjutkan rencana ku." ucap Arvin.


" Ya udah mobil kamu tinggal aja di rumah, lebih baik kita pakai mobil Aku aja." tawar Morgan.


" Nggak usah mobilmu Mor,mobil kamu kan tadi malam sudah dipakai buat pengintaian,siapa tahu mereka sadar saat itu setelah kita pergi,takutnya mobil kamu dikenali mereka,jadi pakai mobil Aku aja." ucap Abiyasa.


Mereka pun mengangguk dan langsung melangkah menuju ke arah mobil Abiyasa.


" Memang kamu nggak pamitan sama kedua orang tua kamu Mor?"


" Udah tadi,mereka sudah tahu kalau hari ini khusus ngurus Kak Marco."


" Ya udah kalau kayak gitu kita langsung berangkat aja ke kantornya, karena udah buka juga jam segini." ucap Abiyasa kemudian mereka pun langsung memasuki Mobil Abiyasa, perlahan-lahan mobilnya pun meninggalkan halaman rumah kediaman Morgan menuju ke arah kantor urusan agama karena hari ini mereka ingin mengurus pernikahan sahabat mereka Clarissa dan Marco.


Setelah itu mereka melanjutkan kembali rencana mereka yang sudah disusun rapi.