
" belum waktunya kok om, ntar kalau sudah waktunya tepat pasti sampai juga kearah situ" ucapnya tenang,karena Marco terlihat santai orangnya terlihat dingin tapi sangat enjoy di ajak bicara nggak dingin dingin amat.
" Bukan Marco, tapi Morgan,ada hubungan apa sebenarnya Morgan dan Marco" ucapnya seraya tetap mengintip dari ruang tamu keruang tengah, Risa mengira Marco ada apa apanya di keluarga Abiyasa.
" Ayo ngintip siapa" tegur Abiyasa yang tiba tiba sudah ada di belakang Clarissa.
" Kuntilanak bau!" Ucapnya seraya duduk di lantai ubin keramik rumah Abiyasa.
Semua mata langsung menatap kearah suara.
" Hahahah" Abiyasa tertawa lepas melihat Clarissa akhirnya keluar dari persembunyiannya.
" Ya iyalah kuntilanak bau, karena nggak pernah mandi hoby nya ketawa mulu" ucap Abiyasa tertawa.
" Wah! Parah kamu Biy" ucapnya seraya bagun dari duduk nya dan langsung berjalan mendekati kedua orang tuanya seraya senyum senyum sendiri.
" Habisnya kanapa juga pake sembunyi sembunyi segala, nggak seru kali, ini kan hari lamaran Anindita dan sahabat kita" ucap Abiyasa.
" Clarissa!" Ucap Marco setelah melihat Clarissa duduk di di sebalah mamahnya.
" Marco,ada hubungan apa kamu dengan mor sepeda butut ini" ucap nya.
" Aku adiknya Rusa ompong!" Bela Morgan.
" Sejak kapan Marco punya adik si bule nyasar ini" ucapnya lagi tersenyum.
" Papi! Belain napa Pi, masa Morgan di sebut bule nyasar sih, papi nggak marah?" Ujar Morgan seraya manja pada papi carlos minta di bela dari ocehan Clarissa.
" Ya emang benar kamu bule nyasar" ucap papi Carlos lagi seraya tertawa.
Semua juga ikut tertawa.
" Eh....tunggu dulu, kenapa kamu bisa kenal dengan Marco, jangan jangan si Marco adalah cowok yang pake mobil sport merah itu yang pernah jemput kamu di kantor saat makan siang kan" ucap Abiyasa.
Clarissa tersenyum malu malu.
"Idih,nggak usah kaya itu juga kali, sok imut banget si nyet, biasanya nggak gitu juga kali, mana tuh jiwa premannya" ucap Arvin terkekeh, seraya menyenggol Clarissa.
" Ih, ni bocah mau aku sumpel juga lama lama bacotnya,ngoceh mulu, sama cewek waktu itu nggak berani ngoceh,malah diam aja, ngidam apa sih tante dulunya hamil dia" ucap Risa seraya menutup wajah Arvin dengan bantalan kursi.
" Ngidam mangga muda, ujung ujungnya ayah Candra nggak bisa turun karena takut ketinggian hahaha" ucap Papah Boby bersuara.
" Hahahah" maaf om Candra Risa ikutan tertawa aja, salahkan papah tuh yang bongkar aib om yang takut ketinggian, jangan jangan Arvin malah sebaliknya takut kerendahan hahahah" ucap Clarissa lagi.
Yang lain hanya bisa tertawa saja dengan ocehan Clarissa dan papah Boby.
" Hadeh, buah itu nggak bisa jauh ya dari pohon kalau jatuhnya, pas banget kaya Boby dan Risa,bapak dan anak sama sama nggak jauh beda ngoceh mulu, satu mak Tom Cruise, satunya tuan preman" ucap Ayah Candra terkekeh seraya menepuk jidadnya sendiri diikuti oleh Bunda Adel yang ikut tertawa.
" Jangan mengalihkan pembicaan Pong," tegur Abiyasa.
" Apaan sih Biy," deliknya pada Abiyasa.
" Aku dan Clarissa sudah lama bersama beberapa bulan yang lalu,kami saling kenal dengan nya saat Risa salah sambung nomer ponsel," ucap Marco.
" Pasti, mencak mecak, sudah tahu salah malan ngomel,Yakan..ayo bilang" sambung Arvin.
Clarissa tersenyum manja,tapi tiba tiba senyum nya itu berubah tawa lepas bagi semuanya yang ada di ruang tengah rumah Abiyasa, karena dorongan ringan Abiyasa membuat Clarissa dan Arvin jatuh kebelakang,saat Clarissa kaget dengan dorongan Abiyasa Risa langsung saja menarik lengan Arvin,dan tanpa di elakkan lagi Arvin dan Risa jatuh kebelakang,karena mereka duduk di Sofa tanpa senderan,sebab Arvin di suruh geser oleh sang Bunda saat itu duduk di Sofa tanpa senderan belakang.
" Biyasssss...!!" Teriak keduanya buru buru duduk diatas lantai ubin keramik beralaskan karpet tebal dan empuk,sehingga mereka jatuh tidak terlalu merasakan sakitnya.
" Sayangkuh..." Ucap Marco seraya membantu Arvin bangun dan duduk di sofa kembali.
" Sayang! Kenapa Arvin yang di tolong,kekasihmu Arvin apa aku sih..aahh!"ucapnya merajuk.
Orang tuanya pada tertawa saja melihat candaan anak anaknya.
" Kamu kan aku panggil sayang, yang aku bantukan Arvin, kasin tuh Arvin jatuh ketimpa badanmu" ucap Marco terkekeh.
Clarissa merengut pada Marco.
Kemudian Marco membantu Clarissa berdiri dan Marco bersuara.
"Cewek ku itu seperti kerupuk" ucap Marco.
" Ah...ogah jadi kerupuk!,cepat melempem dan cepat lumer kalau kena air" protes Clarissa.
"Jangan salah sayang, kerupuk itu, keren,cantik Rupawan dan empuk" ucap nya terkekeh.
" Hahahaha, empuk? keras sih iya hahaha, morgan tertawa lepas.
Tiba tiba tertawa morgan lenyap seketika karena mulut nya di sumpel oleh Clarissa dengan kue bolu.
Gantian semua yang tertawa,Anindita pun tak tahan melihat calon suaminya di buat Clarissa seperti itu langsung tertawa juga.
" Enak kan kue bolunya, durhaka! kamu dengan kakak iparmu ini" ucap Risa seraya tersenyum.
Mereka kemudian duduk lagi masing-masing setelah membuat perut keluarganya sakit karena tertawa melihat kekonyolan anak anak mereka.
" Marco dan Risa ternyata sepasang kekasih ya" ucap mamah Lala.
Clarissa dan Marco hanya mengangguk.
" Jadi besanan nih Los kita." Ucap papah Boby tersenyum.
"Mantap bener nih Carlos, sekali menjala dapat dua sahabat yang jadi Besan." Ucap ayah Candra tersenyum.
"Vin kapan dong ayah di cariin Besan" ucap Ayah Candra seraya menoleh kearah anaknya.
" Tenang yah, sebentar lagi Arvin akan bawakan besan buat ayah, tunggu tanggal mainnya yah" ucapnya mantap.
" Gaya kamu kingkong! Mau bawakan Besan buat om Candra, di marahin cewek aja nggak mau ngelawan, malah di diemin" ucap Clarissa lagi.
" Iya nih, di kantor malah senyum senyum sendiri dan ngomong sendiri" sambung Morgan.
" Hehehe,liat aja nanti, aku akan segera mendapatkan jodohku,bidadari yang sangat cantik, cinta itu seperti menembak, arahkan kedepan jangan hiraukan kiri dan kanan, serta fokus hanya pada tujuan" ucap Arvin mantap.
" Preeetttttt!!" ucap para sahabatnya di tambah Marco.
" Ya Allah ya Robby santai aja kali, nggak usah kaya gitu juga bikin klepek aja aku jadinya." Ucap Arvin.
" Bukan klepek, tapi kelepak," ucap Clarissa menepuk kan kedua tangannya di depan wajah Arvin.
" Menghayal terlalu jauh, cewek depan mata aja nggak bisa di temukan" goda Clarissa terkekeh.
Terdengar suara Adzan sholat Isya, kemudian mamah Anisha mengajak sholat para tamunya,dan di anggukkan oleh mereka semua,kemudian mereka melangkahkan kaki mereka menuju ruang sholat dan melaksanakan sholat isya berjamaah yang kali ini di imami oleh papah Andre, tapi sebelumya mereka mengambil air Wudhu terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian mereka melaksanakan sholat selesai,dan setelah membaca ayat suci Al-Qur'an,mamah Anisha mengajak para tamunya makan malam bersama, karena mamah Anisha sudah menganggap keluarga nya sendiri calon besan dan para sahabatnya tersebut.
Meraka kemudian menikmati makan malam bersama dengan terlihat sangat bahagia.