THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 40



Almira menaiki tangga kelantai atas dan mengetuk pintu kamar pribadi kakaknya.


Abiyasa membuka pintu tersebut...


" Ada apa dek?" Tanyanya.


" Kak Biyas ditunggu mamah di bawah" ucapnya.


" Pasti gara gara Mela kan, ngadu apa dia?" Tanyanya.


" Ngak tau tuh kak, dia ngadu yang macam macam tentang kakak, sebaiknya kakak yang jelasin sama dia yang sok kecantikan itu" ucapnya menggandeng tangan kakaknya langsung membawanya keluar dari kamar pribadinya.


Kakak beradik itu langsung melangkah dan menuju kearah keluarganya yang sedang berkumpul di ruang tengah.


Terdengar suara mobil masuk halaman rumah kediaman keluarga wibawa, meraka tak lain adalah mobil Clarissa,morgan dan Arvin,sedangkan papah Andre,papah Boby dan ayah Candra berada di rumah Abi Yosep menjenguk nya.


Mereka masuk kedalam setelah mengucapkan salam, setelah di jawab oleh mamah Anisha, Clarissa berjalan menuju kearah mamah Anisha.


" Ada apa tante?kenapa tante terlihat shock kaya gitu?" Tanyanya,seraya duduk di samping mamah Anisha.


Arvin dan Morgan berdiri di sebelah Abiyasa yang sedang berdiri dengan posisi tangan bersendekap di dada dengan muka amarahnya.


" Kalian siapa?" Tanya Tante Diana pada mereka yang baru datang terutama kepada Clarissa yang duduk di samping mamah Anisha


Namun Clarissa tidak menghiraukan teguran tante Diana kepada mereka.


Nayra yang berada di samping tante Diana tersenyum sesaat melihat kearah Clarissa yang bertanya kepada tantenya.


Mamah Anisha hanya terdiam Saat ditanya oleh Clarissa, dia tidak tahu apa yang dikatakan nya kepada Clarissa,karena dia merasa anaknya tidak melakukan apa yang di katakan Mela pada ibunya.


" kamu! Abiyasa" tegurnya.


Abiyasa menoleh pada tante Diana yang menegurnya.


" mungkin aku baru saja melihat kamu,tapi karena ulahmu itu anak ku menjadi trauma, kalau sampai berkepanjangan traumanya kamu harus bertanggung jawab, di samping mengobati anak ku dari ke traumaan nya ini, kamu juga harus menikahinya "ujarnya berdiri menatap Abiyasa.


Abiyasa terkejut dan terus saja melihat ke arah tante Diana tersebut, dengan memancarkan kemarahannya.


Mamah Anisha dan yang lainnya langsung memandang kearah tante Diana.


" Apa maksud semua ini?" Ucap Clarissa.


"Apa yang dikatakan Anda! saya tidak ngapa-ngapain anak Anda! tanya sendiri sama anak Anda! Apakah anak Anda yang mempunyai salah kepada saya, atau saya yang buat salah pada anak anda! mana ada wanita baik-baik masuk kedalam kamar laki-laki tanpa permisi seperti yang di lakukan oleh Mela anak Anda! yang lebih parahnya lagi bukan saya yang mau mencium anak Anda! tapi anak anda lah yang mau mencium saya di saat saya duduk santai di balkon kamar saya, menikmati musik dari ponsel saya sambil memejamkan mata, tau-taunya anak Anda sudah ada berada di samping saya dan kepergok mau mencium mesra saya. tanya lah yang benar sama anak Anda! Jangan menyalahkan saya!" ucapnya santai namun penuh penekanan kepada tante Diana.


"Maaf tante saya ikut campur di dalam masalah ini, bukannya saya sok-sok ikut campur tapi karena ini sudah menyangkut sahabat saya Apalagi 1 hari lagi dia sudah menikah, dan kalian menimbulkan masalah seperti ini, sebenarnya ada apa? tolong ceritakan dari awal sampai akhir biar saya menelaahnya, apa yang sebenarnya terjadi "ujar Arvin bersuara.


Tante Diana menoleh kearah Arvin dan tersenyum sinis padanya.


"siapa lagi kamu! Kamu nggak perlu ikut campur, karena kamu tidak ada hubungannya dengan keluarga ini,kamu hanya sebagai seorang teman Abiyasa aja!jangan mentang-mentang kamu seorang polisi,lalu kamu berbicara seperti itu, ini rumah! bukan kantor polisi" ujar tante Diana kepada Arvin.


" Wah! Parah ni tante girang! Cari mati nih orang!" Celetuk Morgan.


" Apa kamu bilang! Hah! Kamu bisa aku tuntut mengatakan aku tante girang!" Ucapnya seraya menunjuk Morgan dengan jarinya.


" Ets ...santai Bro,kalau tidak merasa jadi tante girang santai aja kali" ucapnya santai.


"Eh tante! saya ini masih ada hubungan di rumah ini, dan di keluarga ini,karena saya adalah keponakannya dari tante Anisha, sedangkan anda siapa ?"ucap Arvin penuh penekanan di kata katanya.


"saya adalah iparnya dari Nayra suami Nayra adalah adik dari suami saya,dan Nayra adalah anak dari Melisa adik dari pak Andre,jadi saya lebih dekat dari anda" ucapnya dengan penuh amarah.


" Hahahaha" Clasissa tertawa lepas.


"Eh bambang! sadar sadar dong kalau ipar mah cuma ipar! Bukan saudara ataupun keponakan! kalau seandainya anda itu berpisah dengan suami anda, anda sudah tidak ada ikatan lagi dengan keluarga suami anda,beda dengan Arvin,kalau Arvin lari jauh kemana pun dia tetaplah keponakan dari Tante Anisha, tidak bisa dipungkiri itu Bambang!! anda hidup di zaman apa? sehingga Anda tidak tahu rentetan keluarga dari A sampai z nya,kalau dilihat-lihat anda udah tua juga ya, kok pikiran anda kayak nggak pernah sekolah aja, dan tidak tahu juga susunan dari keluarga "ucap Clarissa lebih panas lagi kata-katanya pada tante Diana.


"Nah loh rasakan! pedas kan mulut Clarissa " ucap Morgan tersenyum


Tante Diana hanya terdiam setelah mendengar perkataan Clarissa.


"Benar juga apa yang dikatakan gadis itu, tapi kenapa aku ceplas-ceplos kayak gini ya, enggak mikir ke situ, waduh jadi malu aku, Bego banget sih aku nih" ucapnya dalam hati.


" Emang Bego" celetuk Clarisa asal ceplos.


Tante Diana langsung terkejut mendengar celetuk kan Clarissa yang seolah olah mendengar kata hatinya.


"Kenapa diam? silakan kalau mau mencak-mencak lagi untuk memperjelas silsilah keluarga Tante, perjelas juga keberadaan tante sendiri di keluarga Wibawa ini!" Ucap Clarissa santai seraya menatap tajam kearah tante Diana.


Mamah Anisha hanya berdiam saja karena dia merasa tidak menyangka kalau tante Diana tamu nya ini, bisa berbicara seperti itu kepada anaknya, mamah Anisha mengenali pribadi anaknya itu,mamah Anisha merasa shock dalam menghadapi masalah ini.


Dia memang mengenal tante Diana,dan dia juga mengenal keluar tante Diana lewat Nayra,mamah Anisha bertemu dengan tante Diana sudah berkali kali karena dia adalah teman satu perkumpulan ibu ibu pengusaha dari berbagai perusahaan yang ada di kota mereka tersebut,dan kebetulan juga dia adalah istri kakak ipar dari Nayra.


Abiyasa menoleh ke arah mamahnya, karena dia merasa mamahnya shock dalam masalah ini,kemudian Dia mendekati mamahnya berdiri di belakang rumahnya sambil memegang pundak Mamah tercintanya tersebut,merasa ada yang memegang pundaknya mamah Anisha mendongakkan kepalanya ke arah belakang ternyata sang anaknya dan dia kemudian memegang tangan anaknya itu.


"Tolong ceritakan lagi masalahnya gimana saya yakin, anak saya tidak berbuat seperti itu karena saya tahu sifat dan kepribadian anak saya,dia tidak mau melakukan apapun kecuali ada izin dari saya sendiri" ucap mamah Anisha serasa mempunyai kekuatan pada bicaranya,pada saat Abiyasa yang berada di belakangnya, seakan-akan memberikan kekuatan yang sangat besar kepada mamahnya tersebut.