THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 225



" Almira! Ada apa Nak?" Tanya mamah Anisha seraya menatap kearah Anaknya.


" Iya nih dek,ada apa ya dek?"


" Ini nih kak, mah...Nika diculik..."


" Apa?!! Ucap mereka berbarengan kemudian mereka saling bertatapan...


Dirumah Nika...


" Ya Allah Nika, kamu di mana sih dek, kok sampai jam segini kamu tidak pulang-pulang juga, Kakak jadi khawatir." ucapnya sembari bolak-balik menatap ke arah jalanan.


Kemudian Dia keluar dari dalam kamar kontrakannya itu, dan duduk di teras kontrakkannya tersebut, kemudian terlihat seorang pengendara sepeda motor memasuki halaman rumah kontrakannya itu dan pengendara motor itu pun turun dia melangkah menuju ke kamar kontrakan yang paling ujung ternyata dia adalah temannya dari tetangganya itu, terlihat Mereka berbincang-bincang di teras rumah tersebut, namun dia tidak menghiraukan mereka yang berbicara karena pikirannya terarah kepada adiknya yang sampai saat ini belum pulang juga.


Kemudian dia sekilas mendengar kalau kedua orang itu membahas tentang kecelakaan yang terjadi di jalan sebelah, kemudian hatinya pun bergetar dan ingin mengetahui siapa sebenarnya yang kecelakaan,dia kemudian melangkah mendekati mereka berdua.


" Maaf Mbak siapa yang kecelakaan tadi yang kalian bicarakan itu ?" Tanyanya pada teman tetangganya itu


" Oh kecelakan itu? saya tidak tahu pasti mbak, tapi kayaknya seorang anak gadis sekitar umur belasan tahun." Ucapnya.


" Anak gadis sekitar umur belasan tahun?"


" Iya, kalau nggak salah tadi dibawa di ke rumah sakit Wibawa, dan ciri-ciri orang yang tertabrak itu rambutnya panjang, pakai baju berwarna orange, celana jeans hitam, memakai tas berwarna biru."


" Ciri-ciri itu seperti?seperti ciri-ciri Nika." gumamnya.


" Maaf Mbak dibawa kemana ya tadi korbannya?" Tanyanya lagi.


" Dibawa ke rumah sakit Wibawa." Ucapnya lagi.


" Terimakah ya mbak." Ucapnya pada teman tetangganya itu.


" Oh ya,Mbak Tutik,maaf apakah mbak melihat Nika keluar tadi?" Tanyanya pada tetangganya yang bernama Tutik.


" Iya mbak saya lihat tadi."


" Apakah mbak mengingat Nika pakai apa tadi?"


" Nah kalau itu saya lupa mengingatnya mbak, karena sekilas saja saya melihatnya dan saat itu saya kurang memperhatikannya,dan saat itu dia yang menegur saya,saya juga sempat bertanya mau pergi kemana dan katanya dia mau ketempat temannya."


" Oh iya mbak terimakasih ya.."


" Kemana kamu mbak?" tanya Mbak Tutik.


" Saya mau ke rumah sakit itu, karena saya ingin memastikan aja siapa korbannya itu, karena Nika belum pulang-pulang juga Mbak, hari sudah mulai magrib." Ucapnya.


" Oh ya udah, hati-hati ya, tadi juga ada kok yang nyari Nika."


" Siapa Mbak?"


" Kayaknya teman sekolahnya, bersama dengan abangnya." ucap Bu Tutik.


" Oh iya terima kasih ya Mbak."


" Ya sama-sama."


Kemudian dia pun langsung melangkah keluar setelah mengunci rumahnya tersebut, dia memberhentikan sebuah taksi yang kebetulan lewat di depan jalan rumahnya itu.


" Pak tolong bawa saya ke rumah sakit Wibawa. Pintanya pada pak sopir taksi itu.


" Siap nona." ucap sopir taksi itu.


Kemudian sopir taksi itupun melajukan taksinya menuju kearah rumah sakit Wibawa.


Pikirannya pun tidak menentu,dia hanya ingin cepat-cepat sampai dan mengetahui siapa korban dari kecelakaan tersebut, dan dia terus menghubungi gawai adiknya, tapi tidak bisa tersambung.


" Nika kamu di mana sih Dek, jangan tinggal kan kakak,mudah-mudahan aja kamu nggak apa-apa dek,mudah-mudahan aja korban itu bukan kamu dek." ucapnya


Beberapa saat kemudian mobil taksi itupun berhenti di depan rumah sakit Wibawa, Setelah dia membayar taksi itu dia langsung menuju ke ruang UGD dan dia pun mempertanyakan tentang korban kecelakaan yang dibawa oleh pihak polisi ke rumah sakit ini, dengan arahan dari suster tersebut dia dibawa ke sebuah ruangan VIP, Di mana di situ ada beberapa orang polisi yang sedang menunggu di depan pintu ruangan tersebut.


" Maaf Pak saya mau bertanya, apakah ini korban dari kecelakaan tadi sore.?" tanyanya kepada pihak polisi.


" Oh iya Mbak,Mbak siapanya?"


" Nggak pak, saya mau memastikan saja Pak, apakah itu benar keluarga saya atau bukan."


" Oh silakan, karena korban belum sadarkan diri mbak."


" Silakan masuk mbak."


Kemudian dia pun memasuki ruangan tersebut, pas saat dia melihat korban yang berada di atas tempat tidur rumah sakit itupun dia terkejut.


" Nika...!" Hanya itu yang terucap dimulutnya dan Air matanya pun mengalir dikedua pipi cantiknya, dia langsung saja menghampiri adiknya.


" Nika, ada apa denganmu Dek?"


" Mbak Apakah ini adik Mbak?" Tanya salah seorang polisi.


" Iya pak polisi, ini adalah adik saya, dia mengatakan kepada saya memang mau ke tempat temannya, tapi saya tidak tahu ternyata adik saya sudah mengalami kecelakaan, tapi adik saya tidak apa-apa kan Pak?"


" Alhamdulillah adik Mbak Tidak apa-apa, dia cuma shock aja dan masih mengalami trauma yang sangat dalam, jadi dia masih belum sadarkan diri, nanti kami juga mau minta keterangan dari dia." ucap salah satu dari anggota tersebut.


" Iya pak polisi, Terima kasih." ucapnya kemudian dia duduk di samping adiknya, buliran bening keluar dari kedua bola matanya dia menatap sang adik yang masih tertidur tidak membuka matanya tersebut,kemudian dokter Roni masuk ke dalam ruangan Nika, dia terkejut melihat ada seorang wanita membelakangi duduk di samping korban kecelakaan itu.


" Maaf Mbak." tegurnya kepada wanita itu, dia pun langsung menoleh ke arah dokter Roni, tersebut.


Dokter Ronny terkejut melihat wanita itu, dia sangat terkesima akan kecantikan wanita yang ada di depannya itu.


" Iya Pak Dokter,Ada apa?" Ucapnya.


Karena posisi dokter Roni berhadapan dengannya dan dokter Roni tetap menatap takjub dengannya, begitu juga kakaknya Nika, mereka saling pandang,lama! Sekali...sampai akhirnya dokter Roni dikejutkan oleh suara salah satu dari anggota.


" Pak dokter." Tapi sayangnya dokter Roni tidak bersuara dia hanya diam saja menatap ke arah wanita yang ada di hadapannya, kemudian salah satu dari anggota kepolisian itu pun memanggil nya lagi seraya menyentuh tubuh dokter Roni.


" Dokter...pak dokter." Panggilnya dengan sentuhan tangannya, kemudian dokter Roni pun tersadar.


" Sorry-Sorry, maaf...mbak siapanya?"


" Saya kakaknya Nika."


" Oh Nika nama adiknya." ucapnya sembari menatap ke arah Nika.


" Kenapa jantungku berdegup sangat kencang saat bertatapan dengan dokter yang ada di depanku ini." ucapnya .


" Kenapa aku berdebar seperti ini, melihat wanita yang ada di hadapanku ini, apakah ini tanda-tandanya, Ah!! sudahlah Roni,sadar! selesaikan dulu masalah ini jangan menambah kekacauan di pikiran kamu Roni!!" gumamnya dalam hati.


" Maaf mbak pihak polisi yang berada di sini memang saya pinta untuk menunggu sampai adik Mba sadarkan diri, karena ingin meminta keterangan dari adiknya mbak, Apakah saya ini benar menabrak dia atau karena kami berdua sama-sama terkejut, karena dia berlari dari arah dalam gang dan saya berkendara di depan jalan, dan saat itu jalanan agak sedikit sepi jadi tidak ada salah satu orang saksi pun melihat kejadian ini, jadi makanya saya ingin meminta pihak polisi untuk mengusut tuntas semuanya ini, apakah saya ini bersalah atau tidak karena adik Mbak jatuh pas di depan mobil saya, tapi saya sempat mengerem mendadak, dan karena gesekan jalanan jadi ada beberapa lecet di tubuh adik Mbak." ucap dokter Roni menjelaskan cerita kronologinya kepada kakaknya Nika.


Dia terdiam dan hanya menganggukkan kepalanya saja setelah mendengar penjelasan dokter Roni.


" Oh ya mbak, Kalau boleh tahu siapa nama Mbak?"


" Nama saya Amelia dok."


" Mbak Amelia, kenalkan saya dokter Roni." Ucapnya seraya mengulurkan tangannya, dan Amelia pun menyambut uluran tangan dokter Roni, lama mereka saling berjabat tangan sampai-sampai dokter Roni disenggol kembali oleh anggota yang kebetulan berada di sebelahnya berdiri,terlihat dokter Roni malu-malu sembari tersenyum dan Amelia juga jadi salah tingkah.


" Saya akan bertanggung jawab semuanya Mbak, tentang keadaan adik mbak sekarang ini sampai sembuh."


Amelia hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak bisa berkata apa-apa yang ada di pikirannya hanyalah agar adiknya cepat sadarkan diri.


Tapi tiba-tiba Amelia langsung teringat sesuatu...


" Apakah ini perbuatan dia! pada adikku!sehingga dia ingin mencelakakan adikku?" ucapnya dalam batinnya.


" Ya Allah sadarkanlah Nika, biar bisa dia mengatakan kepada kami semua apa yang terjadi dengannya."


" Amelia... anggun,cantik sekali wanita yang ada dihadapan ku ini" batin dokter Roni menatap ke arah wajah Amelia yang terlihat kecemasan dan ketakutan itu, itu nampak jelas dokter Roni melihatnya.


" Tapi kenapa dia terlihat ketakutan? Dan terlihat juga dia merasa cemas? Ada apa ya?" Gumam batinya dokter Roni.


Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara Arvin yang datang dari arah luar.


" Gmana Kak Roni,Apakah dia sudah sadar?" tapi Arvin tidak melihat wanita yang ada di samping korban tersebut.


Dokter Roni hanya menggelengkan kepalanya, dan Arvin pun langsung menoleh ke arah wanita yang duduk di samping si korban.


" Siapa wanita itu?" bisiknya pada dokter Roni.


" Dia adalah kakaknya."


Arvin menganggukkan kepalanya, tapi dia belum melihat wanita tersebut, saat Amel menoleh kearah Arvin, Arvin pun terkejut melihatnya.


" Bukankah itu wanita yang berada di depan kantor ku tadi." ucapnya dalam hati dan Amel pun langsung menganggukkan kepalanya menyapa Arvin dengan melalui gerakan kepalanya saja, Arvin pun tersenyum membalas sapaan Amelia.