
Abiyasa sampai di depan pintu masuk lobby kantor pak Bimo, dia di perbolehkan masuk oleh security kantor tersebut, walaupun dia mendapatkan tatapan dari security yang penuh dengan tanda tanya terhadapnya,pandangan Security itu memandang Abiyasa dengan tatapan penuh arti yang hanya dia yang bisa mengartikannya,karena melihat penampilan Abiyasa yang seperti bukan seorang pengusaha yang ternama. Abiyasa sadar dengan keadaan nya tersebut, tapi dia hanya tersenyum saja dengan security yang ada di hadapannya itu. Namun Abiyasa tetap tersenyum dan mengucapkan terimakasih yang hanya di jawab Security itu dengan anggukan saja.
Abiyasa sangat tergesa gesa melangkah dan tanpa sengaja dia bertabrakan dengan dua orang lelaki yang sedang berlawanan arah, dan tanpa bisa di hindari lagi baju Abiyasa terkena tumpahan air mineral yang berada di tangan salah satu lelaki itu.
" Oh...Maafkan saya... maaf kan saya ya, karena tidak sengaja." ucap Abiyasa meminta maaf seraya menangkup kan tangan nya tanda permintaan maaf nya.
" Kamu !! apa kamu tidak melihat hah !! " teriak salah satu dari dua lelaki yang ada di hadapan Abiyasa yang berbadan sama dengan Abiyasa. sehingga orang orang yang ada di sekitar lobby tersebut memandang kearah mereka.
" Abiyasa ?" ucap salah satu dari mereka yang berbadan gempal.
" Jo, apakah kamu mengenal dia.?"
" Tentu saja Faris, kamu nggak mengenal nya kah? dia Abiyasa anaknya konglomerat terkenal itu" ucap Johan.
Faris mengangguk kan kepalanya seraya menatap Abiyasa dari ujung kaki sampai ujung kepalanya. Kemudian terdengar suara tertawa dari mereka berdua dengan keras.
" Hahahahaha...."
Abiyasa hanya tersenyum walaupun dia tetap mendapatkan tatapan sinis dan tawa mengejeknya.
" Oh iya, aku ingat Jo, tapi kenapa ya seorang anak konglomerat yang sangat terkenal itu sekarang keadaan nya seperti ini, jangan jangan dia sudah bangkrut lagi hahahahah, sungguh di luar dugaan ku!, jangan jangan dia kesini mau mencari pekerjaan lagi ! " ucap Faris menatap Abiyasa sangat tidak bersahabat itu.
" Untuk apa kamu kesini hah !! kalau kamu mau melamar pekerjaan di kantor ini MAAF !!! tidak ada lowongan pekerjaan buat kamu!!" ucapnya.
" Faris jangan di usir lah dia, kamu kan calon bos di sini jadi masih banyak tuh kerjaan buat dia, buat bersih bersih di kantor ini hahahahah.." ucap Johan seraya menepuk pundak Faris sembari tertawa lebar.
mereka berdua pun tertawa bersama sama sambil menatap Abiyasa dengan tatapan mengejek.
Lagi lagi Abiyasa hanya tersenyum mendengar ucapan kedua teman sekolah nya waktu dulu, memang mereka berdua teman Abiyasa sekolah di sekolah menengah atas, walaupun mereka teman Abiyasa satu sekolah tapi Abiyasa tidak terlalu akrab dengan meraka karena mereka dari dulu memang tidak menyukai dirinya, dan lagi mereka berdua adalah preman sekolah waktu itu.Abiyasa hanya menatap mereka dengan tatapan santai saja.
" Oh ya aku lupa,aku sudah menumpahkan air minum ku ini pada baju kamu, dan air minum ku ini sudah tidak layak lagi untuk di minum karena sudah tercemari dengan dirimu hahahah, dan ini ambil lah uang ini buat membeli baju baru buat kamu, aku menggantinya!" ucapnya dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Abiyasa dan melemparkan uang ratusan ribu itu kewajah Abiyasa, Abiyasa memejamkan matanya sesaat karena kena lemparan beberapa uang ratusan ribu itu.
" Ambil uang itu dan pergi lah sekarang !!" perintahnya dengan keras.
Abiyasa tersenyum dan berjongkok, seraya mengambil uang tersebut dan langsung mendekati kedua orang lelaki yang ada di hadapannya.
" hmmm, uang ini akan aku ambil..." ucapnya tersenyum.
" Sekarang pergilah dari hadapan ku !!sebelum aku panggilkan security untuk menyeretmu keluar dari kantor ku ini !! " ucapnya keras sekali.
" Apakah kantor ini milik keluargamu? " tanya Abiyasa santai seraya bersendekap menatap tajam kearah Johan dan Faris.
" Heh !! apakah kamu tidak tahu,?! pastinya lah kamu tidak tahu karena sekarang kamu bangkrut kan !dan mengalami kesusahan,makanya kamu tidak tahu, si Faris ini adalah pewaris tunggal dari BM group. Dan si Faris ini adalah anak tunggal dari CEO BM group, sudah tidak ada keraguan lagi kalau Faris setyo ini akan menjadi CEO muda di sini, jadi kantor ini adalah milik pribadi dia, nggak bisa di pungkiri dong !ya nggak Faris. " ucap Johan tersenyum pada Faris.
" Ya iyalah, nggak seperti kamu yang sudah tidak ada gunanya sama sekali, jangan kan menghidupi kedua orang tua kamu, buat kamu sendiri aja aku rasa masih ngos ngos an mencari duitnya hahahah" ucapnya tertawa lebar.
" Oh...rupanya kamu anak pemilik kantor ini, sepertinya kamu dan papah mu memiliki sedikit masalah" ucap Abiyasa enteng.
" Apa maksudmu ?! jangan berbicara sembarangan !! bisa bisa karena mulut mu itu kamu bisa mendekam di penjara !!" ucap Haris geram karena Abiyasa mengatakan yang seperti itu.
" Santai broo, nggak usah marah, aku rasa kamu pasti sudah tahu masalahnya " ucap Abiyasa tersenyum lagi.
" Abiyasa !! jaga bicaramu !! kantor ini tidak ada masalah sedikit pun, jangan kan sekecil hama yang tidak bisa di lihat sekecil semut pun kantor ini tidak memiliki masalah, kamu datang kesini jangan sok sok an menceramahi kami !!kamu kesini kan mau mencari lowongan, dan kantor ini kan pasti akan memberikan bantuan padamu untuk bekerja di sini" ucap Johan marah pada Abiyasa.
" Heh ! Johan ! buat apa membantu dan mempekerjakan orang seperti dia !! lebih baik kita pergi dari sini, menemui tamu papah ku yang akan datang kesini seorang pengusaha ternama, dan memiliki kekayaan yang nggak akan habisnya !! nggak seperti dia !! yang hanya bisanya membuat rusuh aja !! ayo kita pergi!" ajaknya pada Johan kawan nya itu.
Saat Faris menarik tangan Johan mau melangkah,melewati Abiyasa tangan Abiyasa langsung menyentuh pundak nya Faris, dan Faris menghentikan langkahnya seraya menoleh kearah tangan Abiyasa yang masih berada di pundaknya.
" Aku belum selesai bicara, dan masih banyak yang harus kamu ketahui ! " ucap pelan Abiyasa'
" Singkirkan tangan mu dari pundak ku!!, jangan kotorin baju ku dengan tangan mu yang penuh kesusahan itu !! " ucap Faris seraya menyingkirkan tangan Abiyasa dengan kasar.
Abiyasa tetap tersenyum dan menatap kearah Faris.
" Oh.. maaf ! " ucap Abiyasa seraya mengangkat kedua tangan nya dengan senyuman khas nya yang sangat manis.
" Harga baju ku ini sangat mahal dan kamu tidak akan mampu membelinya, jangan kan untuk membeli yang baru,yang bekas aja aku rasa kamu tidak mampu !!"
" Oh ...No ! kaget aku mendengarnya,baju yang sangat mahal sekali padahal kamu tidak tahu uang papah mu itu didapat dari mana, ya kan" ucap Abiyasa tertawa pelan.
" Kamu !!" ucapnya dengan geram.
Johan berlari tunggang langgang dan beberapa saat kemudian dia membawa security kehadapan Faris.
" Ya pak ada apa ? " tanya security tersebut.
" Siapa yang menyuruh dia masuk hah!!" ucapnya dengan nada tinggi.
Security tersebut hanya terdiam dan menunduk kan kepalanya.
" Kamu mau aku pecat hah !!" bentaknya.
Lagi lagi Security tersebut hanya bisa menunduk.
" Cepat usir dia sekarang!! aku tidak ingin melihat muka dia di hadapan ku !! jangan sampai habis kesabaran ku !!" ucapnya seraya meremas botol minuman mineral di hadapan Abiyasa.
Kemudian security tersebut melangkah mendekati Abiyasa dan hendak meraih tangannya langsung di tepis kan Abiyasa seraya berkata dengan tegas!.
" Aku tegas kan! siapa yang berani menyentuhku akan berurusan dengan polisi !!" ucapnya penuh penekanan, spontan saja Pak security langsung mundur dan mengurungkan niatnya membawa Abiyasa keluar kantor.
Faris dan Johan terperangah dengan ucapan Abiyasa.
" kenapa kamu takut hah!! yang bayar gajih kamu itu papah aku, bukan dia!! cepat usir dia!!" ucapnya dengan nada tinggi pada security nya tersebut.
" Kalau kamu tidak berani biar aku yang mengusirnya " ucap Johan mendekati Abiyasa dan hendak mendorong Abiyasa namun dengan sigap dia menghindar dan karena tubuhnya terlalu gempal makanya dia tidak bisa menahan berat badannya sendiri, ditambah lagi kakinya yang terpeleset, tak alang lagi dia pun langsung tersungkur, Abiyasa tersenyum.
" Heh !!! kurang ajar banget sih kamu !! sudah berada di kandang harimau berani beraninya kamu macam macam, mau kamu ku beri nih !!" ucapnya seraya mengacungkan genggaman tangan nya kearah Biyas.
Abiyasa hanya tersenyum saja melihat tawaran genggaman tangan pada nya. Karena sangat emosi Faris langsung mendekati Abiyasa dan hendak menampar Abiyasa, spontan saja tangan nya langsung di tangkap oleh Abiyasa.
" Ku peringatkan padamu ! jangan pernah kamu berani menyentuh ku !! jika kamu tidak ingin menyesalinya !!" ucap Abiyasa seraya melepaskan tangan Faris dengan kasar.
" Berani nya kamu mengancam ku !!padahal aku adalah anak pemilik kantor ini !!" ucapnya sangat marah.
Abiyasa hanya membalasnya dengan senyuman yang sangat manis.
" Minta lah maaf padanya Abiyasa, kalau tidak kamu akan menyesal nantinya karena papah nya Faris ini bukan lah orang sembarangan, bila sedikit saja anaknya cedera dan sakit hatinya dia tidak akan tinggal diam !! dan sudah pasti kamu akan lari terbirit birit !!" ucap Johan.
Abiyasa hanya tersenyum seraya menatap wajah si Johan yang tersenyum sinis padanya.
" Bimo prasetyo " ucap Abiyasa dengan santainya.
" Dari mana kamu tahu nama papah ku hah !!!" ucap Faris dengan marah nya seraya menatap Abiyasa dengan tajam.
" Aku tidak hanya tahu nama papah mu.tapi aku pun tahu apa pekerjaan papah mu yang paling keji !" ucapnya lagi.
" Keji ?!! jangan bicara omong kosong !! perkataan kamu itu bisa aku tuntut tau nggak !!!"
" Percaya atau tidak, nanti juga kamu akan tahu sendiri !" ucapnya tersenyum santai.
" Kurang ajar kamu !! " ucapnya seraya mendorong Abiyasa namun Biyas tidak tinggal diam dia pun mendorong Faris dengan kuat dan Faris pun terduduk di lantai ubin keramik kantor nya sendiri.
" Faris ! kamu tidak apa apa kan " ucap Johan berusaha membantu Faris bangun dari jatuhnya, namun Faris tidak mau bangun dari jatuhnya tersebut.
Faris hanya terdiam saja dan menatap Abiyasa dengan tatapan tajam nya.Abiyasa mendekati Faris dan bejongkok seraya berbicara pada Faris.
" Aku rasa kamu bukan orang bodoh! " ucap Abiyasa.
" jangan jangan dia adalah tamu papah ku ? kalau benar,waduh ! matilah aku ! papah pasti akan marah besar padaku ! " gumamnya seraya menatap Abiyasa.
" Siapa kamu sebenarnya " ucap Faris.
" Jangan bilang kamu adalah CEO Wibawa group !" ucapnya lagi.
" Bagusss!!! selamat ! jawaban kamu benar sekali ! " ucap Abiyasa langsung berdiri dan tersenyum lebar pada mereka.
Mendengar jawaban Abiyasa Faris langsung mengusap wajahnya dengan kasar dan Johan pun terduduk lemas di lantai.
" Mulai sekarang jagalah baik baik pakaian kamu itu, karena mulai hari ini pakaian itu tidak akan lagi kamu pakai, karena sudah ternoda oleh lantai ubin keramik itu,yang sudah sering di injak injak ratusan kaki yang hilir mudik di Lobby ini termasuk kamu sendiri ! nih Ambillah uang ini, aku rasa kamu yang sangat membutuhkannya !" ucap Abiyasa mengembalikan uang yang sudah di lempar Faris padanya dan dia pun langsung meninggalkan Faris dan Johan yang masih terduduk di tengah tengah ruangan lobby, dengan beberapa lembar uang ratusan kertas di depan mereka, Johan dan Faris hanya bisa menatap kepergian Abiyasa dari kantornya,Abiyasa terus melangkah tanpa menoleh lagi kebelakang.
BERSAMBUNG....