THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 266



Beberapa saat mobil yang ditumpangi mereka sampai didepan pagar utama rumah keluarga Wibawa, security yang sedari tadi menjalankan aksinya untuk pura-pura tertidur pulas agar memudahkan buruan mereka memesuki perangkap, Security kemudian membukakan pintu pagar rumah besar tersebut, mobil itu pun langsung memasuki halaman rumah dan memarkirkan mobilnya dengan rapi ditempat parkir yang sudah tersedia.


Mereka keluar semua...


" Ayo turun!!...bentak Morgan pada Johanes.


Johanes hanya bisa menatap dengan tajam kearah Morgan dan saat dia berada diluar mobil dia pun terkejut melihat rumah dimana dia sekarang ini berada.


Dia terus mengawasi rumah tersebut.


" Kenapa?! Kaget ya kami bawa kamu kesini hah?!!" Ucap Morgan seraya dengan nada tinggi


Johanes menatap sesaat kearah Morgan dan sesekali dia mengusap tengkuknya yang masih terasa sakit itu.


" Kenapa aku dibawa kesini!!Aku tidak ada urusannya dengan rumah ini, ataupun orang-orang yang ada didalam sana!!" Ucapnya.


" Heh!! Hebat kamu ya ngomong seperti itu, padahal kamu menginginkan orang yang ada didalam sana Amel dan Nika! Iya kan?!!" Ucap Morgan lagi dengan lantang.


" Ayo ikut!!" Lanjut Arvin.


Namun Johanes masih bersikukuh tidak mau mengikuti mereka.


" Ayo ikut!! Ini adalah neraka bagimu!!" Ucap Arvin seraya menarik kuat tubuh Johanes karena posisi Johanes masih memegang pintu mobilnya Morgan.


" Aku tidak mau masuk kedalam aku sudah bilang dengan kalian Aku tidak ingin masuk ke dalam rumah itu."


" Kamu harus masuk ke dalam.!!" ucapan Papah Boby mendorong Johanes, walaupun Johanes berbicara dan sedikit berteriak tapi dia tetap melangkah mengikuti langkah Morgan, kak Niko, Arvin dan Papah Boby, pintu terbuka Mereka pun langsung masuk ke dalam dan menuju ke arah ruang tengah.


Johanes terkejut melihat kelima anak buahnya yang sudah berada di lantai ubin keramik rumah tersebut dengan tangan terikat kebelakang.


" Kenapa?!! kamu terkejut melihat kelima anak buahmu!!" ucap papah Boby


" Selamat datang Johanes di rumahku ini! karena ini adalah penyambutan yang sangat spesial untuk kamu! ditambah lagi ada anak buahmu juga dengan senang hati datang ke rumah ku tanpa di undang!" ucap Papa Andre.


Johanes pun langsung disuruh duduk di lantai ubin keramik tersebut.


" Heh!! Aku tidak kenal dengan kalian! kenapa kalian bisa membawaku ke sini hah?!!" ucapnya.


" Hahaha.. kamu tidak kenal dengan kami? tapi kamu kenal dengan mereka berlima kan?!" ucap Abiyasa.


Johanes menatap kearah Abiyasa, Dia kemudian menunjuk dan mengangkat kembali wajahnya menatap kelima anak buahnya, anak buahnya itu tidak menatap ke arahnya karena mereka merasa takut karena kegagaanl akan rencana yang telah disusun rapi oleh Johanes.


Johanes terus menatap kelima anak buahnya.


" Liihat aku! ada apa ini semua? Kenapa kalian sampai tertangkap seperti ini?!" gumamnya dalam batinnya seperti kontak batin dengan salah satu anak buahnya tersebut, salah satu anak buahnya itu pun langsung mendongakkan kepalanya dan menatap kearah Johanes.


Johanes menatap kearah anak buahnya itu juga dengan tajam dan anak buahnya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan kembali menundukkan kepalanya lagi.


" Bagaimana ular peyot? kegagalan kali ini sangat mengangumkan?!!" Ucap papah Boby.


Johanes menatap papah Boby dengan tajam.


" Kamu sudah kenal dengan kami kan?" Tanya papah Andre tersenyum sinis pada Johanes.


" Aku sudah katakan dengan kamu, kalau aku tidak mengenal kamu dan aku tidak berurusan dengan kamu serta kalian semua!"


" Apa katamu? Kurang keras, kamu tidak berurusan denganku? tapi kamu sudah memata-matai rumahku, iya kan!!!" ucap Papah Andre seraya mendekati Johanes dan berjongkok di hadapannya dengan satu kaki menopang tangan kanannya, Johanes pun langsung menundukkan kepalanya.


" Angkat wajahmu!! dan lihat aku!! kamu sudah berani berhadapan dengan keluarga Wibawa terutama aku!! kamu juga kan yang mengawasi rumahku dan mengetahui bagaimana keadaan di rumahku ini dan mau melancarkan aksi mu ya kan!!"


" Kamu jangan asal tuduh denganku, Aku tidak berurusan dengan kalian!! sudah berapa kali aku katakan." Ucapnya dengan tatapan menantang.


"Oh !!...kamu tidak berurusan dengan kami, tapi kamu mengetahui identitas diriku dan istriku kan, mau tahu apa hubungan aku dengan Amelia dan Nika, mereka berdu adalah keponakanku!! kalau keponakanku sama aja dengan keponakan mereka semua, kalau kamu berhadapan denganku, berarti kamu berhadapan juga dengan semuanya, ingat itu!!!" ucap papa Boby.


" Kalian akan menyesal !! "


" Apa? kami menyesal? kamu yang akan menyesal.!!" Ucap papah Boby.


Kemudian Amelia dan turun dari atas diikuti oleh para perempuan yang lain karena mereka sedari tadi tidak mejamkan matanya dan ingin melihat kondisi di lantai bawah.


" Johanes!" ucapnya setelah dia berada di lantai bawah, karena melihat Johanes yang sudah berada di rumah Papa Andre.


Johanes pun melihat kearah Amelia.


Amelia langsung mendekati Johanes dan sebuah tamparan mendarat di pipi Johanes.


" Plak!!"


Johanes terkejut dan langsung memalingkan wajahnya karena dia merasa sakit di pipinya dan dia memegang pipinya yang kena tamparan Amelia.


" Kamu memang jahat! kamu memang keterlaluan! Apa untungnya kamu membuat kami menderita hah!! kamu dan kakakmu sudah membuat kami menderita di luar negeri semenjak kematian kedua orang tuaku, kamu malah menghilang bersama dengan kakak mu itu!! setelah kami berada di tanah air kamu menampakkan diri didepan kami, Apa maksud kamu dengan ini semua hah!! jawab aku !! jawab!! ucap Amelia dengan nada tinggi saraya air matanya pun menetes keluar, Nika melihat Johanes pun terlihat ketakutan, dia langsung duduk di sofa dan merangkul kedua kakinya serta menundukkan kepalanya, melihat gelagat Nika seperti itu Mamah Lala langsung mendekati Nika dan memeluknya, Nika langsung erat memeluk Mamah Lala.


" Kamu jangan takut nak, ini pasti akan berakhir." ucap Mama Lala, Mama Anisha kemudian mendekati Amelia dia pun langsung merangkul pelan Amelia.


" Sabar nak sabar..." ucapnya tapi Johanes tidak mau berkata apa-apa, Dia hanya menatap Amelia dengan tajam.


" Jawab! apa yang membuat kalian menjadikan kami menderita seperti ini, kami sudah menderita kehilangan kedua orang tua kami, kalau kamu ingin harta silakan diambil jangan kau membuat kami menderita lagi di tanah air ini!!" ucapnya.


" bagaimana rasanya hah!! Ini tidak seberapa sakitnya seperti sakit yang dialami Nika dan Amel!!"ucap papa Boby.


Johanes hanya diam.


" Heh buaya ujur!! Kalau orang bertanya itu kamu harus jawab!! Jangan hanya diam saja!! mulut kamu itu digunakan untuk berbicara bukan untuk diam!! dasar kebo bego!!" ucapnya sembari mendorong kuat kepala Johanes.


" Heh ular busuk!! kamu mau lebih sakit lagi hah?!!" Ucap Abi Yosep seraya menghempaskan cengkramannya.


" Oke!! " Dia pun akhirnya bersuara.


" Baiklah, aku akan memberi penjelasan pada kalian" ucapnya.


Merekapun Langsung terdiam dia menunggu pengakuan dari Johanes.


" Tunggu dulu!!" ucap Ayah Candra, Ayah Candra maju mendekati Johanes.


" Mana gawaimu!"


" Buat apa kamu cari gawai ku?"


" Cepat berikan kepadaku gawaimu!! kalau tidak kamu akan tahu sendiri akibatnya!!" ucap Ayah Chandra, Johanes pun langsung merogoh saku celananya, karena kedua tangannya itu tidak diikat oleh mereka dan dibiarkan saja terlepas makanya dia bisa mengambil gawainya yang berada di dalam saku celananya itu dan yang membuat mereka terkejut adalah rekaman suara dari mereka semua berada di gawai Johanes, ternyata sebelum Johanes keluar dari mobil dan sadar atas pingsannya itu, dia mengambil pegawainya dan langsung merekam pembicaraan dari mereka sejak tadi.


" Sudah kuduga! " ucap Ayah Chandra kemudian menghapus rekaman dari gawainya Johanes, Ayah Chandra pun kemudian membuka galeri digawai tersebut, masih terlihat foto-foto Nika saat dia diperlakukan oleh Johanes tidak sepantasnya, Ayah Chandra pun kemudian menghapus semua foto-foto itu secara permanen, tapi sebelum dihapus beberapa fhoto Nika itu ditransfer kegawainya sendiri sebagai barang buktinya dan menjerat Johanes dengan berat.


" Inikah perlakuan kamu sebagai seorang laki-laki dan menganggap wanita itu lemah!!" ucap Ayah Chandra sembari berjongkok menghadap ke Johanes.


" Sekarang kamu tidak ada buktinya lagi dan kamu tidak akan bisa memperlakukan Nika seperti ini lagi, kamu akan merasakannya dinginnya didalam terali besi di kantor polisi." Ucap Ayah Candra, wajah Johanes terlihat ketakutan karena bukti yang ada di gawainya sudah tidak ada lagi, dia pun langsung menundukkan kepalanya.


" Sekarang aku bertanya denganmu, Apa motif kamu sehingga membuat Nika kamu buat foto seperti itu dan kenapa kamu sampai bertahun-tahun memata-matai mereka, kalau kamu memerlukan mereka kenapa tidak sejak dulu di saat mereka berada di luar negeri kamu tidak bertindak hah!!" tanya papa Andre.


" Cepat katakan monyet keseleo!!" ucap papa Boby sudah mulai emosi, Johanes terdiam! dia hanya menundukkan kepalanya.


" Aku sudah geregetan dari tadi dengan kamu itu, sejak tadi aku menahan emosiku karena aku tidak mau membuat keributan di tempat orang, sekarang ini adalah wilayah ku, aku berhak membuatmu jadi santapan ku, cepat katakan!! kalau kamu tidak mengatakannya aku gigit nanti kamu, biar kamu jadi zombie!! kamu nggak tahu apa kalau di dalam tubuh ku ini ada virus jombi!! mau kamu ku gigit hah!!!" ucapnya sembari berteriak di samping telinga Johanes, Johanes pun tersentak dia menatap kearah papah Boby, dia melihat wajah papah Boby yang melototkan matanya dan memainkan mulut dan giginya seperti orang ingin memangsa dirinya, Johanes pun ketakutan.


" Baiklah aku akan mengatakan semuanya." Ucapnya.


" Dari tadi kamu bilang 'Baiklah,.. Baiklah' tapi sampai sekarang kamu tidak mengatakannya!! cepat kami tidak ingin mendengar kata 'Baiklah' lebih baik kamu sekarang katakan semuanya!!" ucap papah Boby dengan amarahnya.


Clarissa yang berada didalam kamarnya pun terbangun, dia merasa haus dan dia melihat air didalam kamarnya habis dan diapun ingin mengambil air keluar dari kamarnya, karena sejak tadi dia hanya rebahan di kamar dan tertidur dia pun melangkah keluar karena disampingnya tidak terlihat suaminya, saat


Dia membuka pintu kamarnya dia terkejut melihat banyak orang yang ada di ruang tengah itu, dia pun mengurungkan niatnya untuk mengambil air minum dan dia melangkah dengan cepat menuju mereka,dia melihat Johanes yang sedang disidang mereka.


" Ada apa ini ? kenapa kalian menangkap santapan makan malam tidak bilang-bilang denganku ?" ucapnya seraya menatap Abiyasa.


Mereka semua menatap kearah Clarissa..


Umi Vita pun langsung mendekati Clarissa, Karena Mereka takut kalau Clarissa marah dia pasti akan lebih emosi dari Papah Boby, mereka khawatir karena Clarissa dalam keadaan hamil, Clarissa pun kemudian disuruh duduk di sofa dekat Mamah Lala.


" Kamu enggak usah marah-marah nak, ingat kamu lagi hamil."


" Risa nggak marah-marah Mah, cuman Risa ingin meluapkan emosi aja."


" Ya itu sama aja Sayang." ucap Mama Lala sembari memegang tangan anaknya, karena dia takut kalau anaknya berdiri dan dia akan marah dengan Johanes.


" Biar aja Ris, wakilkan dengan papa, karena papa tidak mau papa melihat kamu marah-marah." ucap papa Boby sembari tersenyum dengan sang anak, Carissa pun tersenyum dengan sang papa, dia menganggukkan kepalanya.


" Nih orang benar-benar mau aku gigit juga, biar aku menyalurkan virus zombie ku ke dalam tumbuhnya setelah itu baru aku lenyapkan dia." ucap papa Boby lagi, yang lain pun tersenyum mendengar ucapan papah Bobby.


Johanes pun menarik nafasnya dengan pelan, Dia pun sekarang pasrah.


" Aku hanya membantu kakak ku Kris yang ada di luar negeri, kakakku Kris itu adalah orang kepercayaan dan sahabat dari Rendy, Rendy membangun usaha berliannya dengan begitu suksesnya, Kakak ku tergiur dengan perusahaannya, Sampai akhirnya dia memfitnah Rendy menggelapkan beberapa berlian tanpa ada sertifikatnya, sampai akhirnya Rendy pun dibawa ke kantor polisi dan dipenjara di sana, masalah kematian Rendy kami tidak ada campur tangannya, karena yang kami dengar dia sakit di dalam penjara dan meninggal dunia, kalau istrinya saat dirawat di rumah sakit, saat kedua anaknya tidak berada disampingnya, kakakku menyuruh salah satu anak buahnya yang menyamar menjadi seorang dokter memberikan suntikan beracun di infusnya dengan cara kerja racun tersebut perlahan-lahan, Sampai akhirnya dia meninggal dunia." Ucapnya


" Kamu keterlaluan!! kamu telah menyakiti mamaku!! kamu telah membuatnya tiada!!" ucap Amelia mengamuk hendak menerjang Johanes namun langsung ditahan mereka


Kemudian Abiyasa dan Morgan menarik tubuh Amelia pelan dan memberikannya pada sang mama, mama Anisha pun langsung memeluk Amelia, Amelia pun menangis di pelukan Mama Anisha.


" Sudah cukup Kakak meluapkan emosi mu kak, serahkan selebihnya pada kami." ucap Abiyasa.


" Sudah keterlaluan kamu!! sudah memisahkan anak dan orang tuanya."


Satu kata yang terucap dari mulut Johanes.


' Maafkan aku! " Ucapnya pasrah.


" Tidak ada kata maaf untukmu!! kamu sudah sangat berdosa dan kamu juga sudah sangat jahat!!" ucap Amelia terbata-bata sembari menangis.


" Sekarang kamu hubungi kakakmu itu!! suruh dia datang ke sini !! katakan bahwa kamu perlu bantuannya!! Cepat!! sekarang!!" ucap papa Bobby dengan terbata-bata, Johanes langsung mengambil gawainya dan dia pun menghubungi sang kakak, setelah beberapa saat dia menghubungi sang kakak dengan loudspeaker aktif Johannes pun memutuskan sambungan bicaranya digawainya tersebut.


" Lanjutkan cerita mu!! Buat apa kamu mencari Nika dan Amelia untuk membawanya ke luar negeri!! Kenapa sudah saat ini baru kamu mau membawanya hah!! Kenapa tidak dari dulu, kenapa mesti kamu menunggu dia bertahun-tahun!!" Ucap Abi Yosep.


" Iya, kami menunggu Nika bertahun-tahun, karena perusahaan yang dipimpin oleh kakakku itu atas nama Nika dan perusahaan yang dipimpin oleh Rendy itu atas nama Amelia, diwariskan kepada mereka berdua, karena kami sudah mendapatkan tanda tangan dari Amelia saat mamahnya masuk rumah sakit dulu, Amelia tidak membaca satu berkas pun yang kami berikan kepada dia untuk ditanda tangani, saat berada di rumah sakit itu, sedangkan Nika menunggu dia berusia 17 tahun atau 18 tahun setidaknya dia lulus dari SMA, dia harus menandatangani surat tersebut, biar perusahaan itu sah menjadi milik kami, di dalam berkas itu tertulis perusahaan diserahkan kepada kakakku Kris dengan sukarela dan tanpa paksaan,. Dan aku membuat fhoto Nika itu untuk peganggan sewaktu-waktu dia tidak ingin menandatangani berkas penyerahan perusahaan itu." ucapnya lagi sembari terbata-bata dan menundukkan kepalanya.


" Memang keterlaluan kalian ini!!" ucap Morgan.


" Lebih baik kita bawa ke kantor Polisi dan kita amankan dia di dalam sel, Setelah itu kita menunggu kakaknya datang dengan pengawasan yang ketat." Ucapnya.


" Benar tuh, daripada kalian nanti pergi ke luar negeri lebih baik dia yang harus datang ke dalam negeri." Sambung Ayah Chandra lagi di anggukan oleh mereka, kemudian Morgan menghubungi anak buahnya sembari menunggu anak buahnya datang ke rumah keluarga Wibawa tersebut, Mereka pun membiarkan Johanes menyesali dirinya, terdengar isak tangis dari Johanes, papa Boby pun mendekati Johanes.


" Heh kuda reot!! kamu bisa nangis juga ya hahaha!!! sudah ketahuan seperti ini baru kamu nangis!! kemarin-kemarin Kamu kemana hah!! laki-laki Jangan cengeng woy!! makanya kalau kamu berbuat itu kamu harus mempertanggungjawabkan semuanya, sebelum kamu berbuat Kamu harus berpikir bagaimana kedepannya, kamu lihat Nika, Nika itu masih labil, kamu buat seperti itu sampai sekarang dia merasa trauma!! lihat aja kan saat melihat kamu dia merasa ketakutan!! Walaupun dia tidak kamu apa-apa kan tapi dengan cara membuka pakaiannya kamu sudah melihat lekuk tubuhnya itu sudah keterlaluan!!! memang kamu ini manusia berselimut iblis!!" ucap papa Boby dengan keras.


" Suatu saat karma akan berlaku dengan dirimu, kalau kamu sampai bebas dari kantor polisi dan kamu mempunyai istri dan anak, suatu saat anakmu akan diperlakukan juga oleh orang lain yang kejam lagi bagaimana kamu memperlakukan Nika,begitu juga orang lain akan memperlakukan anak mu, seharusnya kamu membantu dia karena dia sudah kehilangan kedua orangtuanya, Jangan kamu buat lagi kehilangan dengan kepercayaan dirinya, kalau kamu ingin meminta tanda tangan dia seharusnya kamu itu menjaga dia jangan sampai terjadi apa-apa." sambung Abi Yosep.


" Kamu itu memang nggak ada pikirannya !! tidak berpikir kedepannya, seharusnya kalau kamu ingin mengambil harta orang lain, harus dengan cara yang profesional bukan seperti ini caranya, ya ini sama aja kamu menggali kuburan kamu sendiri.!!" ucap Ayah Chandra


" Seharusnya kamu sadar diri, kamu itu sudah ditampung oleh keluarga Rendy, kakakmu sudah dipercayakan menjadi pemimpin perusahaan cabang perusahaan Rendy, seharusnya kalian itu bersyukur!! Bukannya tergiur ingin menguasai harta orang lain dengan menggunakan berbagai macam cara dihalalkan." ucap Papa Andre.


Johanes hanya terdiam mendengarkan ucapan dari mereka, beberapa saat kemudian anak buah Morgan menggunakan mobil patroli memasuki halaman rumah keluarga Wibawa, Mereka pun akhirnya langsung dibawa dan dimasukkan ke dalam mobil tersebut, Morgan dan Arvin pun pamit untuk mengantar mereka ke kantor polisi sembari menunggu kakaknya Johanes datang, beberapa saat kemudian mobil pun perlahan-lahan meninggalkan rumah kediaman keluarga Wibawa menuju ke arah kantor polisi.