
Sesampainya di rumah Abiyasa langsung masuk kedalam rumah pribadi orang tuanya itu.
Setelah dia mengucapkan salam dan di jawab keluarganya yang sudah pada kumpul di ruang tengah.
" Ada apa ini mah,pah?" Tanya nya karena dia kaget keluarganya pada kumpul dan memakai pakaian rapi dan juga ada Arvin dan keluarganya.
" Kaget ya?" Ucap Arvin.
" Ya iyalah aku kaget, karena kalian sangat rapi kaya gini dan pada ngumpul lagi" ucapnya yang masih berdiri di samping papahnya yang sedang duduk.
" Udah cepatan mandi sana, ntar ada tamu yang datang kesini." Ucap mamah Anisha menyuruh anak lelakinya untuk segera membersihkan badannya.
" Ya udah kalau gitu,Biyas mandi dulu ya,lagian sudah gerah juga sih," ucapnya berlalu dari hadapan keluarganya berjalan masuk kearah kamarnya.
Di dalam kamarnya Abiyasa menaruh tas kerjanya dan meletakkan ponsel serta kunci kontak mobilnya di atas meja kecil yang ada di dekat tempat tidurnya.
Kemudian dia duduk di ranjangnya sambil melepaskan dasi dan melepas kancing lengan bajunya kemudian dia melepaskan jam tangan yang ada di tangan kanannya.
"Sebenarnya ada apa? siapa yang ditunggu Mamah dan papah sampai semua keluarga berkumpul" ucapnya berbicara sendiri seraya menarik napasnya dengan pelan dan melepaskannya.
"Sudahlah, mungkin ada urusan yang lain lebih baik aku membersihkan diri nanti mereka kelamaan menunggu diriku" ucapnya.
Kemudian dia berjalan menuju ke kamar mandinya dan melakukan ritual mandinya.
Abiasa merasa segar Setelah air dingin mengguyur tubuhnya dari shower di dalam kamar mandinya itu, beberapa menit kemudian dia selesai dengan ritual mandinya dia lalu keluar dari dalam kamar mandi, mengambil baju santainya setelah menyisir rambutnya bercermin sesaat,kemudian dia tersenyum...
" Hai...Abiyasa ternyata kamu ganteng juga ya "ucapnya tersenyum di hadapan cermin berbicara sendiri.
Abiyasa berjalan keluar dan menemui keluarganya yang sedang duduk di ruang tengah rumahnya dimana keluarganya sedang menunggu seseorang,entah siapa yang sedang di tunggu.
Kemudian Abiyasa duduk di samping papahnya dan mengutak-atik ponselnya sambil mendengarkan mereka berbicara di sela-sela senda gurau mereka terdengar tawa keluarganya.
"Sayang udah tadi ke tempat tante Raysa nya?" ucap Mamah Anisha bertanya kepada Abiyasa.
Kemudian Abiyasa meletakkan ponselnya di atas meja yang ada di hadapannya tersebut.
Alhamdulillah, sudah mah Abiyasa memilih 2 gaun untuk resepsi pernikahan Abiyasa dan satu kebaya untuk akad nikahnya" ucapnya kepada mamahnya.
"Tumben kamu milih sendiri bukan ceweknya yang milih" ucap Arvin tersenyum lebar.
"Ya iya Cewek memang yang milihnya,itu semua pilihan Ayesha, aku sih setuju aja dengan piihannya" ucapnya.
"Oh ya,udah ketemu belum dengan cewek yang saat itu bertengkar dengan mu?" Tanya Abiyasa.
" Belum pernah ketemu, tapi aku selalu terbayang wajah dia" jawab Arvin tersenyum.
" Cie...cie... dengar Om Candra anaknya sudah terbayang-bayang dengan cewek yang menabrak dirinya itu" ujar Abiasa lagi.
Ayah Candra dan Bunda Adel hanya tersenyum.
"Kalau memang itu menurut hatimu adalah jodohmu
Cobalah beranikan diri untuk mencari dia, siapa tahu nanti kalian bertemu lagi" ucap Bunda Adel.
garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.
" Di mana aku harus mencarinya Sekarang aja nggak pernah ketemu lagi, ketemu cuma satu kali aja" gumamnya.
Abiyasa menatap Arvin, dia merasakan kegundahan yang dialami oleh sahabat itu.
"Arvin... Arvin... sebenarnya aku sudah tahu kok siapa gadis itu,hehehe, biar kan dia mencari dulu siapa gadis itu,sebenarnya dia baik,tapi kenapa sama Arvin jutek ya " ucapnya seraya menatap Arvin tersenyum manis.
"Oh ya mah, siapa sih yang ditunggu nih?sampai kumpul semua" ucap Abiyasa.
"Keluarga dari Morgan, dia mau meminta adikmu. kalau memang belum bisa menikah secepatnya ya bertunangan aja dulu.dua hari lagi acara pernikahan mu di situ juga kita bisa langsung acara pertunangan Anindita dan morgan." Ucap mamah Anisha.
" Biyas setuju aja mah, pagi akad Biyas,langsung resepsi malamnya acara pertunangan Dita sama Morgan, Papah Mamah setuju kan" ucap Abiyasa.
Mamah Anisha dan papah Andre mengangguk kan kepalanya tanda setuju akan usulan Abiyasa.
" Papah sangat setuju banget tuh" ucap Papah Andre.
"wah mantap sekali ini 1 acara dua orang,saya suka... saya suka.. ." Ucap Arvin yang menirukan suara di cerita yang ada di layar tv.
"Terus kamunya kapan?" tanya Anindita kepada Arvin.
"Gimana aku mau cepat menyusul kalian berdua aku aja tidak menemukan dia, entah di mana pujaan hati di manakah dirimu" ucapnya sambil menyandarkan badannya di sandaran kursi yang lain hanya tertawa mendengar ucapan.
"Harusnya kamu cari dia buat dia seakan akan bertanggung jawab karena sudah nabrak mobilmu, tapi sebenarnya kamu menyukai dia apa enggak sih? Apa karena gara-gara dia nabrak mobil itu aja? tanya Abiyasa.
"aku juga tidak tahu Biy, Karena aku kan tidak tahu di mana dia. lagi pula kan seandainya aku menyukai dia ternyata dia sudah jadi istri orang mampus Aku dikejar sama suaminya " ucap nya sambil ketawa.
"Ih..amit-amit ... Jangan sampai lah, kalau menurut kamu itu dia sudah berkeluarga apa belum sih?" Tanya Abiyasa lagi.
"Aku sih nggak yakin, kalau dia berkeluarga tapi coba lihat bundaku dan ayahku dulu dikira orang kan belum menikah,terus sama kayak Om Andre dan tante Anisha bikin orang nggak percaya sudah menikah bahkan sudah punya anak saat itu,seperti masih pacaran" ucap Arvin
"Dari mana kamu tahu, kamu aja belum nongol saat itu," ucap Abiyasa.
"Bunda yang cerita sama ayah, ketemunya waktu merazia bunda. bunda marah-marah eh nggak tahunya jodoh nongol lah aku dan Alena" ucap Arvin sambil tersenyum.
Terdengarlah suara adzan maghrib mereka semua berdiri menuju kearah ruangan khusus sholat yang ada di rumah keluarga Wibawa tersebut.
Mereka melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dengan diimami oleh Abiyasa, setelah beberapa menit kemudian mereka melaksanakan salat Maghrib pun selesai seperti biasa anak-anak papah Andre beserta anak-anak bunda Adel melantunkan ayat suci Alquran sehabis sholat.
Mereka memang mengajarkan kepada anak-anaknya membaca Alquran setelah salat dan di mana pun berada,walaupun cuma satu ayat.
Setelah membaca ayat suci Al AlQuran mereka semua kembali lagi ke ruang tengah yang ada di rumah kelurga Wibawa.
Mereka kembali tertawa-tawa seperti tadi sambil menikmati cemilan yang sudah dibuatkan oleh Art mereka.
Terdengar sebuah mobil memasuki halaman rumah keluarga mereka, papah Andre dan Mamah Anisha berdiri dan berjalan menuju keluar pintu utama untuk menyambut tamunya yang akan datang di rumahnya tersebut.
Karena yang datang adalah calon besan nya, untuk membicarakan tentang hubungan antara Margan dan Anindita anaknya mamah Anisha dan papah Andre.