
Mobil yang di kendarai Abiyasa sampai di halaman rumah pribadinya dan langsung saja dia dan Ayesha turun dari mobil dan masuk kedalam rumah nya.
" Assalamu'alaikum..." Ucap keduanya.
"Wa' alaikumussalam" jawab Nenek Nani yang sedang duduk di ruang Tv bersama dengan Almi dan Faris.
Abiyasa dan Ayesha langsung saja mencium punggung tangan Nenek Nani dan kemudian pamit untuk membersihkan diri mereka.
Sampai di kamar, Abiyasa langsung meletaklan semuanya dan memasuki kamar mandinya sedangkan Ayesha menyiapkan baju untuk suaminya tersebut.
Saat dia mengguyur tubuhnya dengan Air dingin,dia baru sadar,kalau tadi siang sang istri sudah bisa melaksanakan sholat.
" Waduh! Kecolongan nih aku,istri sendiri sudah bisa sholat aku nggak tahu, wah ini tidak bisa di biarin nih" ucapnya tersenyum.
Selesai melakukan ritual mandinya dia kemudian keluar dari kamar mandinya dan membalutkan handuk di badannya dari batas pinggang sampai kebawah.
Dia melihat istrinya sedang membuka hijabnya didepan cermin. Abiyasa langsung saja memeluk istrinya dari belakang dan mencium pipi istrinya tersebut.
Ayesha kaget,dan wajahnya bersemu merah.
" Sejak kapan tamu tak di undangnya pergi?" Bisik abiyasa pelan di telinga istrinya.
" Udah dari kemaren." Ucapnya malu malu.
" Kenapa nggak bilang sayang" ucapnya lagi.
" Mas nggak nanya" ucap Ayesha polos dengan rasa malunya.
" Kamu tuh sayang membuat mas bergairah banget,tau nggak? Beberapa hari sudah menahan semuanya" bisik Abiyasa tersenyum mesra pada istrinya.
" Ntar aja mas, yesha mau mandi dulu" rengeknya manja.
" Nggak ada mandi mandian, karena mas sudah nggak bisa menahan nya" ucapnya terkekeh seraya membopong tubuh sang istri membawanya keatas tempat tidur.
Abiyasa mencium mesra istrinya dan,sesaat mereka berpandangan dan tersenyum manis,saat Abiyasa mendekatkan wajahnya kewajah istrinya tiba tiba terdengar ketukan di pintu kamarnya.
" Aduh..! Siapa sih yang mengganggu" ucap Abiyasa kesal.
Ayesha tersenyum dan cepat cepat mengambil hijabnya dan berjalan menuju kearah pintu kamarnya.
" Ceklek" pintu terbuka.
" Kak Yesha,kak Biyas mana?" Tanya Almi.
" Ada apa tuyul ganggu aja " ucapnya langsung nongol di samping Ayesha.
Ayesha tersenyum...
" Yeh! Siapa yang ganggu, nih ada telpon dari kak Arvin katanya ponsel kakak nggak bisa di hubungi." Ucap Almi seraya menyerahkan gagang telpon pada Abiyasa.
" Hallo Vin ada apa,ganggu aja,kamu nelpon nggak waktu yang tepat." Tanya nya.
" Kenapa ponsel mu nggak bisa di hubungi?jangan bilang kamu lagi mau melepaskan kecebong mu," ucapnya tersenyum.
" Dasar dodol, hampir aja,makanya jangan ganggu dong! " Ucap Abiyasa terkekeh.
" Ntar aja melepaskannya,masih banyak waktu, lagi pula hari belum hujan" kekeh Arvin.
" Kamu bisa kesini nggak, karena aku menemukan mobilnya Clarissa parkir di pinggir jalan dengan pintu terbuka lebar,di jalan sepi lagi,tapi aku nggak menemukan Clarissa nya,Maka nya aku hubungi nggak aktif aktif ponselmu jadi aku hubungi kerumah." Ucap Arvin.
" Ponsel ku aktif kok, mungkin masalah jaringan aja,Oke aku kesana sekarang tolong kirim lokasinya keponsel ku ya" ucap Abiyasa bergegas mematikan telpon dan melemparnya kearah kasurnya dia pun langsung memakai pakaiannya dan berpamitan dengan istrinya sekilas mencium bibir sang istri seraya mengucapkan sesuatu.
" Lanjut nanti malam sayang" ucapnya tersenyum.
Ayesha tersenyum...
" Hati hati ya mas" pesan Ayesha.
" Iya sayang ..." Ucapnya berlalu dari hadapan istrinya dan meraih kontak mobilnya berjalan menuju mobil nya yang terparkir di dalam garasi yang ada di rumahnya tersebut,dia melajukan mobilnya menuju kearah Arvin berada.
Beberapa saat kemudian dia sampai di tempat dimana mobil Clarissa berada tapi tidak ada penghuninya.
Abiyasa keluar dari mobil dan mendekati Arvin.
" Ayo kita cari sekarang dimana Risa" ajak Abiyasa.
" Tunggu sebentar,kita tunggu Morgan,katanya tadi Clarissa dan Marco jalan bareng " ucap nya.
" Jalan bareng? Tapi kenapa mobil nya ada di sini ya?" Tanya Abiyasa.
" Coba kamu hubungi Clarissa" ucap Arvin.
" Iya " jawab singkat Abiyasa.
" Nomernya nggak Aktif,"
" Marco ada nomernya nggak?" Tanya Biyas pada Arvin.
" Aku nggak punya,Morgan yang punya." Ucap Arvin.
" Ya iyalah dia punya kan dia adiknya" ucap Biyas.
Kemudian mobil Morgan datang dan dia tergesa gesa keluar mobil dan menemui dua sahabatnya.
" Hubungi sekarang nomer abang kamu, kamu bilang Marco jalan sama Clarissa tapi kenapa mobilnya ada di sini" ucap Abiyasa.
" Oke" ucapnya langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Marco.
" Hallo kak, dimana sekarang?" Tanyanya.
" Lagi di cafe,kenapa?" Tanya Marco.
" Kakak sama Risa kan?" Tanyanya lagi "
" Iya kakak sama Risa," ucap Marco.
" Marco, kasihkan ponselmu sama Risa" ucap Abiyasa.
" Ada apa Biy?" Tanya Risa.
" Kamu sama Marco,terus bawa Mobilmu siapa? Dan terlihat parkir di pinggir jalan gini di tempat sepi pula dengan pintu mobil yang terbuka lebar kaya gini " ucap Abiyasa.
" Apa? itu Charlo yang bawa mobilku, Astaghfirullahaladzim,kalian dimana aku segera kesana,tunggu aku, kirim lokasi kalian sekarang" ucapnya bergegas menuju mobil Marco dan menuju kearah yang dituju.