THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 342



Tibalah hari yang dinantikan para keluarga Abu Gosok dan Sabun Colek, mereka semua bersiap-siap menuju kearah gedung pernikahan keluarganya, para mempelai perempuan dan laki-laki sudah bersiap ditempat yang sudah ditentukan, hari ini adalah hari yang sangat bersejarah didalam keluarga Abu Gosok dan keluarga Sabun Colek karena akan mengukir sejarah pernikahan terbesar yang dilaksanakan empat pasangan sekaligus.


Masing-masing keluarga melajukan mobil mereka menuju kearah tempat resepei dan akad nikah yang akan dilaksanakan.


Beberapa saat kemudian mobil mereka sampai seakan berjanjian mobil keluarga itu berbarengan sampainya dihalaman gedung yang disewa mereka yang lebih besar tersebut.


Mereka keluar dari dalam mobil dengan perasaan bahagia dan terukir senyuman mereka yang sulit dilukiskan rasa kebahagiaannya tersebut


Disalah satu ruangan terkumpul group abu gosok dan para pengantin pria, dan diruangan lain terkumpul calon mempelai wanita, yang terdengar sesekali tertawa dengan candaan mereka, dan begitu juga dengan diruangan para lelakinya, selalu aja mereka membuat banyak tawa yang tak terduga, ada saja bahan pembicaraan mereka yang dapat mengundang tawa yang sangat renyah dan terlihat bersahabat serta kekeluargaan sekali.


" Jangan sampai salah ya kalian semua yang akan mengucapkan ijabnya nanti, cukuplah yang lalu selalu salah jangan sampai kalian lagi yang salah, ingat itu..." ucap Morgan sembari menatap keempat orang yang ada dihadapannya itu sambil tersenyum.


" Siap komandan!" sahut mereka berbarengan, sontak mengundang tawa mereka yang ada diruangan tersebut.


Sedangkan diruangan perempun, Bella dan Nayra terlihat ada sesuatu yang dipikirkan mereka berdua, karena sejak tadi mereka berdua tidak bersuara hanya senyum yang dilukiskannya diwajah mereka, sepatah kata pun mereka berdua tidak mengeluarkan kata-kata ataupun menanggapi candaan mereka yang ada di dalam ruangan tersebut.


" Kak Bella, Kak Nayra...ada apa dengan kalian kenapa kalian berdua terlihat menyimpan sesuatu." tanya Clarissa mendengar ucapan Clarissa itupun mereka yang ada disitu hanya menatap kearah Bella dan Nayra.


Bella tersenyum begitu juga dengan Nayra, mereka saling pandang.


" Kakak sedih dan bahagia bercampuk aduk, karena kakak teringat masa lalu yang silam dan kelam." Ucap Bella


" Sama kak, Nay juga merasakan itu." Sambung Nayra sembari menyentuh tangan Bella dan diapun tersenyum.


" Sama kak, aku juga teringat masa lalu yang kelam, tapi tidak menyangka sekarang ini in sya Allah akan menuju kejenjang kebahagiaan." Sambung Lia.


" Alhamdulillah....Aamiin..." Sahut mereka semua sembari tersenyum, kemudian mereka pun mulai didandani sesuai dengan keperluan mereka untuk akad nikahnya, setelah beberapa menit menunggu sang perias.


Akad Nikah akan dilaksanakan sebentar lagi, calon pengantin pria sudah menunggu dimasing-masing tempat karena pernikahan dilakaukan secara bersamaan, dan mereka hanya menggunakan satu penghulu secara bergiliran, sesuai dengan pendaftaran yang para Abu Gosok ajukan waktu itu.


Para pasangan mereka masing-masing hanya ditempatkan didalam kamar sembari mendengar ijab kabul yang diucapkan calon suami mereka tersebut melalui pengeras suara.


Tibalah waktu yang ditunggu Akad Nikah yang ditunggu para calon pengantin.


Pertama yang melaksanakan akad nikah yaitu kak Bella dan Delbert.


Dokter Ilham pun tersenyum dia menoleh sesaat ke arah Amelia dan Amelia mengganggukan kepalanya terlihat di wajah Amelia sangat bahagia melihat sang kakak sudah mengakhiri masa lajangnya untuk membina rumah tangga dengan pilihan hatinya. tidak terasa Amelia meneteskan air matanya dia mengingat kedua orang tuanya yang tidak bisa berada disamping mereka sekarang dan merasakan kebahagian tersebut. Dokter Roni melihat sang istri sedang merasa bahagia bercampur kesedihan yang tidak terhingga dokter Roni pun merangkul sang istri sambil berucap.


" Sayang,sekarang kebahagiaan itu telah muncul dan kamu rasakan saat ini." ucap dokter Roni sembari mengusap pelan air mata sang istri, Amelia pun hanya bisa menggenggam tangan suaminya itu. Sama juga dengan Delbert, dokter Ilham dengan lantang mengucapkan ijab kabul tersebut tanpa ada kesalahan sedikitpun setelah dinyatakan sah oleh para saksi yang berada di pernikahan itu saksi antara dua belah pihak. Nayra yang berada di dalam kamar itu pun merasa terharu dia tidak lepas mengeluarkan air matanya sambil mengangkat tangannya mengikuti doa yang dilantunkan oleh Bapak penghulu yang ada di luar ruangan di tengah-tengah gedung besar tersebut, Lagi-lagi Clarissa dan Anindita pun merangkul kakaknya itu Nayra merasa bahagia karena dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik padanya, walaupun mereka ada yang berkeluarga satu darah ada yang tidak tapi dia merasa sangat memiliki keluarga yang sangat besar dan sangat menyayangi dirinya. Kemudian kembali Anindita dan Clarissa membawa Nayra keluar menuju ke samping dokter Ilham yang sama-sama beberapa detik menjadi suami sahnya Nayra setelah prosesi yang dilakukan mereka sudah di laksanakan tibalah akad untuk yang ketiga Kak Niko dan Lia terlihat Lia merasa gemetaran tangannya dingin karena dia merasa bahagia sekali saat ini, dia berharap kebahagiaan ini tidak akan pernah hilang dari hidupnya.


Kak Niko terlihat gugup jelas sekali terukir diwajahnya, diapun menatap sang Mamah dan dia melihat kearah para adik-adiknya dengan senyuman dan anggukkan dari keluarga besarnya dia pun memulai dan mengucap ijab dengan tarikan nafas dan ketenangan dihatinya dengan Bismillah Lia sah menjadi istrinya Nico, buliran bening keluar dari matanya Lia dan dengan penuh kasih sayang Nadine, Clarissa dan Anindita tersenyum dan merangkul Lia, setelah doa selesai giliran Lia dibawa keluar dari dalam kamarnya untuk duduk disamping suaminya.


Terakhir giliran Smith, sebelum pak penghulu memulai ijabnya Smith tersenyum sembari berkata pada pak penghulu.


" Maaf pak penghulu tunggu sebentar ya, saya berdamai dulu dengan detak jantung saya, karena saya sangat gugup sekali." Ucapnya menahan pak penghulu dengan menggenggam tangan pak penghulu itu.


" Smith...kalau gugup jangan tangan pak penghulu juga kali digenggam,gugup si gugup tapi genggamannya dilonggarkan juga Smith....kasihan pak penghulunya tuh wajahnya sedikit sakit." Tegur Morgan yang mengundang tawa mereka semua, dan Smith pun baru sadar karena genggamannya sangat kuat pada pak penghulu.


" Maaf pak tidak sengaja..." Ucapnya sembari terkekeh.


" Sudah siap?" Tanya pak penghulu sembari terkekeh.


" Sudah pak, in sya Allah siap lahir dan batin." Ucapnya sembari langsung meraih tangan pak penghulu.


" Sabar ...jangan tergesa-gesa karena waktu masih panjang."


" Ingin cepat sah pak.." ucapnya spontan.


Lagi-lagi mengundang tawa diruang tengah gedung tersebut.


Kemudian ijab dimulai, dengan jantung berdebar Smith mengucapkan dengan tarikan nafas dan dengan fasihnya dia menyebutkan ijab tanpa salah, dengan ucapan kata sah saksi kedua belah pihak, sekarang sah sudah Alena menjadi istri dari Smith, dan Alena yang berada diruangan rias pun tersenyum dan terlihat wajah harunya karena sudah berstatus sebagai seorang istri dari pujaan hatinya. Dengan digandeng Nadine dan Anindita Alena langsung disandingkan dengan Suaminya, setelah beberapa acara sudah dilaksanakan, dari penanda tanganan surat nikah mereka, penyematan cincin pernikahan, dan sungkem dengan orang tua masing-masing, tibalah acara resepsi dimulai berbagai kolega bisnis, teman, sahabat tetangga pun datang memenuhi undangan dari keluarga Abu gosok dan sabun colek. Terpancar kebahagian dimasing-masing keluarga yang punya acara, setelah beberapa jam acara resepsi, Ayesha yang awalnya sedang berada didalam ruangan kamar rias tersebut beristirahat, merasakan sakit yang tak terhingga, kemudian dia berjalan keluar ruangan mencari suaminya yang sedang duduk diantara para sahabatnya, saat Ayesha mencari kesana kemari, Abiyasa pun melihat sang istri yang terlihat meringis sambil memegangi perutnya, Diapun langsung bergegas mendekati sang istri dan para sahabatnya tidak mengetahui apa yang terjadi karena asyik dengan acara tersebut.


" Sayang...kamu kenapa?" Tanya Abiyasa seraya menyentuh pipi mulus istrinya itu.


" Perut Yesha sakit mas...Yesha udah nggak tahan rasanya." Ucapnya.


Mendengar ucapan istrinya itu, Ayesha yang menahan sakit itupun langsung digendong suaminya menuju kearah Mobil dan Abiyasa melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai kerumah sakit Wibawa, dengan melalui jalan pintas Abiyasa sukses sampai dengan segera.