THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 46



"Mudah-mudahan aja mobil ini tidak hidup, jadi memang benar bahwa mobilku ini mogok, bukan alasan untuk bersama dengan cowok itu, ih amit-amit bilang nya polisi, pakai baju polisi ketemu pertama terus sekarang pakai baju santai, dasar pembohong kerja jadi polisi, dasar polisi gadungan !!"ucap Nadine Seraya menghidupkan mobilnya.


Satu kali mobilnya di starter tidak hidup.


" Yes! Mobil ku tidak bisa hidup,tidak ada alasan polisi bule itu membawaku kekantor polisi." Ucapnya tersenyum.


"Coba lagi mbak, satu kali "ucap Morgan.


" Ngapain di coba lagi pak! Kan sudah terlihat tuh mobil saya mogok!"ucapnya kesel.


" Udah, jangan ngebantah,nggak usah banyak ngomong,coba aja lagi siapa tahu kan itu cuma akal akalan mbak aja" ucap Morgan lagi.


Arvin hanya tersenyum saja,melihat Morgan berbicara seperri itu.


" Ahh!! Bapak ini ngeselin deh,ah!! Udah di bilang dari tadi mogok, malah di bilangnya pura pura segala sih! Nih coba sendiri! Kalau nggak percaya!" Ucap Nadine seraya membanting pintu mobilnya dengan lumayan keras.


" Ok! Saya akan coba,kalau bisa hidup kalian berdua ikut saya" ujarnya berjalan menuju arah pintu mobil Nadine.


" Silahkan! Tapi kalau tidak hidup bapak harus pergi!!" Ucap Nadine sewot.


" Oke!, Siapa takut!" Ucap Morgan lagi.


" Ya Allah,mudah mudahan hidup mobil ini, heh! mobil kalau kamu tidak hidup juga aku buang kamu kelaut!"gumam morgan dalam hatinya.


Kemudian Morgan menghidupkan starter mobilnya Nadine dan akhirnya mobil Nadine hidup.


Lalu Morgan mematikannya kembali,dan menghidupkannya kembali masih tetap bisa hidup.


Nadine terperangah,dan menatap Morgan.


" Apes aku! Kenapa nih mobil hidup di tangan si Bule ini sih,ah!!gimana ini!" Ucapnya pelan hampir tak terdengar dan menepuk jidadnya sendiri.


Morgan menoleh kearah Nadine seraya tersenyum.


"Nah benar kan! berarti kalian berdua sudah kepergok, tapi kalian mau menghilangkan barang bukti,iya kan" ucap Morgan lagi.


" Nggak Pak!beneran iya, eh anu pak nggak bener pak" ucap Nadine.


"Nggak..apa? iya beneran apa? berarti benar kan kalian berdua berpacaran dan mencari tempat sepi,gak usah deh Mbak pacaran di tempat sepi banyak setannya, terutama saya dong jadi setannya, eh... salah maksud saya ntar saya yang di anggap jadi setannya" ucap Morgan lagi.


Arvin hanya tersenyum saja melihat ulah Morgan tersehut.


"Benaran Pak, saya sama mas ini tidak pacaran sumpah deh" ucapnya kesel.


Arvin hanya senyum-senyum saja


Nadine menoleh kearah Arvin dengan tatapan tajam.


"Ngapain kamu senyum hah!kamu bahagia Ya!! dibilang seperti itu!!" ucap Nadine ngegas dengan Arvin sambil memukul dada Arvin pelan.


Arvin menangkap tangan Nadine,dan Nadine langsung melepaskan dengan kasar.


" Aku suka gaya kamu,kasar kasar cantik" ucap Arvin tertawa pelan.


" Ish...nyebelin tau nggak!" Ucapnya.


"nggak apa-apa Kalau kita memang harus dibawa ke kantor polisi,ya kita harus mau aja kita kan tinggal di Indonesia,hukum Indonesia harus berjalan. karena kita kan memang kepergok sama pak polisi ini, lagi pula kan saya cuma jalan kaki aja tadi, nggak pakai mobil" ucap Arvin lagi.


"Nah benar kan, apa kata saya berarti kalian berdua memang sedang berpacaran, ya udah deh Mbak nggak usah bohong kalau sudah kepergok kayak gini bilangnya nggak pacaran, sudah basi Mbak alasan seperti itu! lebih baik mbak ngaku aja,kalau memang pacaran sama Mas ini. biar urusannya tidak sampai ke kantor polisi tapi urusannya langsung ke KUA "ucap Morgan tegas menyakinkan Nadine kalau dia memang mau membawa Mereka berdua ke KUA.


" iih...Ngak mau !! Saya nggak mau nikah sama dia,!!" Ucap tegas Nadine.


"Jangan jangan mbak sudah punya pacar nih "ucap Morgan tersenyum.


"Nggak!!saya nggak punya pacar!" Ucapnya ketus.


"Kalau kamu nggak punya pacar Kenapa nggak mau menikah dengan Ar..ya.. laki-laki ini," ucapnya,hampir saja Morgan menyebut nama Arvin.


"jelas-jelas kan Mbak sudah kepergok sama saya, saya ini seorang polisi Mbak, saya bekerja di polres di sini kalau mbak tidak percaya Ayo kita berangkat ke polres," ucap Morgan lagi.


" jangan...jangan bawa ke kantor Polisi kasihan Mama saya, saya beneran kok, saya sumpah demi pak polisi deh,yang ada di hadapan saya ini,saya tidak pacaran sama Mas ini,karena Mas ini yang datang menemui saya," ucapnya nyerocos.


"Nah !berarti kalian itu jodoh" ucapnya.


" Jodoh apaan sih ah...!!" Ucap Nadine.


" udah sekarang Ayo kita ke KUA, saya bantu jadi Walinya" ucap Morgan.


" Enak aja! jangan maksa dong pak! saya nggak mau !" Ucapnya lagi.


"tolong Pak? saya nggak mau, saya nggak pacaran sama dia, tolong Pak jangan bawa saya ke kantor polisi,ini semua gara-gara kamu!!" ucapnya sambil menoleh ke Arvin dengan muka marahnya.


"Kamu yang mengurus ini semua, jangan bawa-bawa saya, saya selalu bertemu dengan kamu, selalu aja mengalami musibah yang berat seperti ini,ini semua kan gara-gara kamu!! Ayo ngomong kamu tuh! jelasin sama polisi ini,kalau kamu dan saya tuh nggak ada hubungan apa-apa!!" ucapnya lagi marah sama Arvin.


" Kamu kalau marah tambah. Cantik" ucap Arvin tersenyum.


Morgan memalingkan wajahnya seakan akan muntah,mendengar Arvin berbicara seperti itu.


Nadine memalingkan wajahnya tersipu malu.


" Sadar Nadine ini hanya modus" gumamnya.


"Saya sih enjoy aja, mau dibawa ke kantor polisi pun saya mau,apa lagi kalau ke KUA,dengan wajah bahagia dan hati yang tulus saya terima apa adanya, mengapa kamu yang nggak mau, tapi kan jelas-jelas pak polisi sudah menemukan kita di sini, saksi juga nggak ada kalau kamu dan aku tidak pacaran, tapi saksinya ada pak polisi ini yang memergoki kita " ucap Arvin lagi.


" Ish!! kalian berdua memang nyebelin "ucapnya.


"Ya udah begini aja Mbak, boleh nggak saya minta nomor ponsel mbak" ucap Morgan lagi.


" Buat apa?!!" Tanya nya ketus.


"kapan-kapan saya panggil, mbak ke kantor polisi, kalau mbak memang warga Indonesia yang baik, mbak harus datang ke kantor polisi,Jangan sampai saya menjemput mbak ke rumah" ucap Morgan lagi.


"Oke,pak ini nomor saya, saya bersedia Tapi tolong jangan hari ini ya Pak, Saya mau menemui Mamah saya, karena ada sesuatu dan lain hal" ucapnya.


"Gimana kalau saya ikut juga, Biar mamahmu tahu kalau saya kekasih kamu " ucap Arvin tertawa pelan.


" eh ...apaan sih! ngapain kamu ikut ke rumah Saya, enggak ada hubungannya kali" ucap nya ketus lagi pada Arvin.


"ya udah Pak kalau kayak gitu, bawa aja saya sama dia ke kantor polisi atau pun ke KUA,saya ngikut aja asalkan bersama dengan dia pak,biar di kantor polisi atau di KUA calon mertua saya mamah dia tahu kalau saya dan dia itu bersama" ucapnya menggoda Nadine.


" Ish...!! kamu ini maksa banget sih ?!! aku benci deh sama kamu ach!!" Ucap Nadine kesel banget pada Arvin.


"Mbak Jangan benci benci di depan saya, kalau sudah nggak ada saya,mbak bilangnya benci, Tapi kalau nggak ada saya, mbak bilang nya mesra ' mas aku sayang kamu,aku nggak bisa jauh jauh dari kamu" ucap Morgan lagi,seraya menirukan gaya cewek yang lagi kasmaran.


" Ih, apaan sih pak,dasar polisi Bule, sudah tau kesel malah dibikin tambah kesel lagi!!" Ucap Nadine.


" Makanya mbak kalau sudah jadi pacar dia itu nggak boleh ngomong kalau nggak kenal sama bapak ini" ucap Morgan lagi santai.


"Astaghfirullahaladzim kenapa aku keceplosan kayak gini sih" gumamnya.


Arvin dan Morgan langsung menatap Kearah Nadine.


Nadine sadar akan ucapannya dia langsung berbicara mengklarifikasi ucapannya tadi.


" nggak ...nggak...maksud saya nggak mau jadi pacar dia dan juga nggak akan jadi istri dia ingat itu !!"ucapnya.


"ya udah deh Mbak, lebih baik selesaikan aja dulu di kantor polisi gimana baiknya, Apakah kalian berdua ini pacaran atau enggak" ucap Morgan.


" Saya tidak mau !tetap saya tidak mau! ke kantor polisi karena kronologis kejadiannya,mobil saya ini mogok di sini, tahu tahunya Mas ini datang dan tak tahunya juga Pak Polisi juga datang,lalu jadi nya seperti ini" ucapnya mulai lelah dengan penolakannya.


"ya udah gini aja Mbak, silakan Mbak pergi dan temuin orang tua Mbak, dan Mbak bisa datang kekantor polisi kalau sudah ada kabar dari saya, biar laki-laki ini saya tahan dulu sementara di dalam sel,karena mengganggu mbak" ucap Morgan karena sudah cukup bagi Morgan menggoda Nadine yang terlihat sangat kesal dan marah itu.


" Akhirnya... nah gitu dong sekali-kali wanita itu dibela, bukannya laki-laki aja yang dibela" ucapnya merasa lega.


" Oke Mbak lanjut, silakan Mbak pergi karena nomer ponsel Mbak sudah ada sama saya, sewaktu-waktu Mbak akan saya hubungi dan tolong diangkat kalau saya menghubungi" ucap Morgan.


" Iya pak saya akan datang kalau bapak panggil kekantor polisi, kalau begitu terima kasih ya Pak, rasain lho!!dalam sel rasakan itu!! karena kamu selalu mengganggu diriku!!" Ucapnya memasuki mobilnya.


Arvin hanya tersenyum saja,,,


"Sayang jangan tinggalkan aku, Aku tidak mau tinggal di sel sendirian,aku maunya sama kamu sayang," ucap Arvin lagi masih menggoda Nadine.


"sayang...!!sayang.. !!kepalamu peyang !!"ucap Nadine langsung melajukan mobilnya tersebut.


" Dadah,sayang...rindukan aku ya" teriak Arvin seraya melambaikan tangan nya.


" Ish...dasar lelaki gila, tapi sebenarnya ganteng juga sih dia, aduh..! apa apaan sih Nadine, sadar Nadine... sadar Nadine..." Ucapnya sambil melajukan mobilnya meninggalkan mereka berdua.


Terlihat mobil Nadine berbelok ke arah tikungan dan tidak terlihat lagi oleh mereka berdua,kemudian mereka berdua saling bertos seraya tertawa lepas.


Kemudian mereka berdua memasuki mobil dan melajukan mobilnya menuju ke arah rumah Morgan.


" pintar juga ya Akting kamu" ucap Arvin.


" Ya iya lah pintar,kan belajar sedikit dari salah satu stasiun TV yang selalu digemari emak-emak hahahaha "ucap Morgan lagi.


"kita lihat lagi selanjutnya pertemuan nanti dia pasti akan jatuh cinta kepadamu,dijamin deh " ucap Morgan.


"oke kalau kayak gitu, mantap" ucap Arvin tersenyum bahagia.


Beberapa saat kemudian mobil yang ditumpangi oleh Morgan dan Arvin berhenti di depan rumah mewah yang sangat indah dan asri.


Kemudian Morgan turun setelah dia berpamitan kepada Alvin dan saling berterima kasih serta mengucap salam.


Arvin melajukan mobilnya menuju ke arah rumahnya.


*****


Di rumah Clarissa,..


Mobil yang di kendarai oleh Clarissa memasuki halaman rumahnya sendiri, Clarissa memarkirkan mobilnya Dia kemudian turun dari mobilnya dan berjalan ke pintu utama kemudian dia memencet bel rumahnya.


" Assalamualaikum" ucapnya.


pintu rumah terbuka


"waalaikumsalam nak,baru pulang?" Tanya mamah Lala.


" iya Mah pulang nya dari tadi,tapi tadi mampir sebentar di rumah Biyas " ucapnya langsung meraih tangan Mamah Lala dan mencium punggung tangan orang tuanya tersebut.


Mamah Lala merangkul anak gadis kesayangannya tersebut, membawanya duduk di ruang tamu mereka.


" Papah mana Mah ?"tanya Risa.


"Papah masih belum datang " ucap Mamah Lala.


"tapi papa tadi menghubungi Clarissa,katanya Risa kalau dari kantor langsung pulang" ucap Risa.


" iya papa juga tadi menghubungi Mamah katanya kalau kamu sudah pulang disuruh siap-siap mandi,terus berpakaian rapi karena katanya keluarganya Marco mau datang ke sini" kata Mamah Lala.


" apa mah? beneran?" Ucapnya senang.


" iya sayang,ya udah kalau kayak gitu cepetan gih kamu bersihkan dirimu,mungkin sebentar lagi Papah datang" ucap Mamah Lala kepada anak gadisnya itu.


" iya deh Mah Clarissa mau mandi dulu ya "ucapnya kemudian dia bergegas menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas.


Clarissa merasa senang...


"akhirnya aku akan bertemu keluarga Marco untuk yang kedua kalinya,tapi aku tidak tahu apakah pembicaraan ini mau melamar atau akan...ah!!...udahlah, yang penting mandi dulu biar wangi, aku liat aja apakah yang akan terjadi nanti " ucapnya Seraya masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan kunci kontak mobil nya, dan barang bawaannya dari kantor.


Dia memasuki kamar mandinya,dan melakukan ritual mandinya tersebut.


Terdengar mobil memasuki halaman rumahnya ternyata mobil Papah Bobby yang baru datang dari tempat Abi Yosep.


Papah Boby memarkirkan mobilnya di samping mobil anaknya nya.


Papah Bobby turun dari mobil dia tersenyum melihat sang istri sudah menunggunya di teras dan memberikan senyuman yang manis kepada sang suami yang baru datang.


" Assalamualaikum mbeb" ucapnya seraya memencet hidung istrinya.


"waalaikumsalam mbeb," jawab Mamah Lala.


"Clarissa udah pulang ?" Tanyanya.


"udah baru aja, dia lagi mandi " jawab Mamah Lala.


Mereka berjalan masuk kedalam rumah.


"jam berapa mbeb keluarga Marco ke sini?" Tanya mamah Lala.


" katanya selepas magrib" jawab papah Boby.


" Sebentar lagi magrib Mbeb" ujar mamah Lala.


"Oh ya udah kalau kayak gitu cepetan geh mandi sana mbeb, bau tahu" ucap Mamah Lala kepada suaminya.


"Tapi biar bau bau gini, Kamu kan selalu nempel "ucapnya tersenyum kepada sang istri, seraya menggoda istrinya tersebut.


Mamah Lala hanya tersenyum saja, papa Bobby berjalan masuk kedalam kamar diikuti sang istri kemudian papah Boby langsung masuk kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya dengan air dingin.


Mamah Lala mempersiapkan pakaian papa Bobby yang akan di pakainya.