THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 223



Sebelum dia menuju ke arah yang di katakan oleh dokter Roni, Arvin kemudian menghubungi beberapa anggotanya agar terlebih dahulu menuju ke arah jalan tersebut, karena jalan yang disebutkan oleh dokter Roni itu tidak terlalu jauh dari kantornya.


Setelah anggotanya menerima pesan perintah darinya, dia pun kemudian menaruh kembali gawainya di jok samping kirinya, kemudian dia pun melajukan kembali mobilnya tersebut dengan kecepatan sedang menuju ke arah yang dituju.


Sesampainya Arvin di jalan yang dituju, Arvin memarkirkan mobilnya dipinggir jalan,Arvin bergegas keluar dan melangkah menuju kearah dokter Roni.


Terlihat anak buahnya olah tempat terjadinya perkara.


" Mana korbannya kak?"


Dokter Roni terkejut disentuh Arvin pundaknya.


" Arvin, kakak tidak sengaja Vin, korbannya sudah dilarikan kerumah sakit." Ucap dokter Roni terlihat cemas.


" Apa kak? Kakak nabrak orang?"


" Tidak Vin, kakak dan dia sama-sama kaget,dan dia langsung jatuh didepan mobil kakak dan kakak sempat ngerem mendadak." Terang dokter Roni pada Arvin.


" Korbannya wanita atau pria kak?"


" Wanita Vin, usianya berkisar belasan tahun aja kayanya." Ucapnya.


" Ya udah kak,mending kita langsung kerumah sakit dulu untuk melihat korban,walaupun kendaraan kakak tidak menyentuh secara langsung tubuh gadis itu,setidaknya kita lihat dulu keadaannya." Ucap Arvin mengajak calon kakak iparnya itu.


Mereka pun langsung menuju mobil masing-masing, sebelum berangkat kerumah sakit, Arvin memberikan pengarahan pada anak buahnya dan setelah itu mobil yang ditumpangi mereka langsung menuju kearah rumah sakit.


Dirumah kediaman dokter Roni,gawai Nadine berbunyi,Nadine yang baru saja memasuki kamar mandi keluar lagi dan langsung menjawab panggilan dari kakaknya itu.


" Assalamualaikum Kak "


" Waalaikumsalam dek"


" Ada apa kak,kenapa suara kakak bergetar seperti itu ? Kakak ada di mana sekarang?"


" Kakak ada di rumah sakit dek?"


" Kalau Kakak ada di rumah sakit, Kenapa Kakak menghubungi Nadine bersuara gemetar seperti itu, ada Apa kak? katakan dengan Nadine." ucap Nadine Seraya berjalan ke arah sofa terlihat cemas.


" Kamu di mana Dek sekarang ?"


" Nadine ada di rumah Kak, baru aja pulang dari butik,tapi sebentar aja, nanti baru kembali lagi kebutik."


" Kakak nabrak orang Dek "


" Apa ? Kakak nabrak orang? gimana korbannya kak? Apakah tidak apa-apa? atau meninggal dunia?" tanya Nadine merasa khawatir mendengar kakaknya mengatakan kalau telah menabrak seseorang.


" Korbannya masih ditangani di rumah sakit Dek, Kakak bersama Arvin sekarang."


" Tapi Kakak nggak apa-apa kan?"


" Ya Dek,Kakak nggak apa-apa, kakak sama korban ini sama-sama terkejut, Jadi Kakak sempat mengerem dan kakak tidak tahu apakah mobil kakak menyentuh langsung dirinya atau tidak, tapi dia langsung pingsan di depan mobil Kakak." ucapnya.


" Ya udah nanti Nadine segera ke sana." ucap Nadine.


Kemudian sambungan bicara itu pun terputus, Nadine bergegas mengambil kunci kontak mobilnya dan tergesa-gesa turun dari lantai atas rumahnya menuju ke lantai bawah, saat ia melangkah dengan tergesa-gesa menuju pintu utama rumahnya itu, mamahnya pun menegurnya.


" Nadine? baru aja pulang kok kamu mau berangkat lagi keluar."


" Mamah, Nadine keluar dulu sebentar, ada urusan."


" Oh... ya sudah hati-hati ya."


" Aku tidak bisa mengatakannya kepada Mama, kalau Kak Roni menabrak seseorang, nanti mamah terbawa pikirannya." ucap Nadine Seraya melangkah mendekati mobilnya dan beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan rumah kediamannya menuju ke arah rumah sakit Wibawa.


Sembari menunggu korban yang sedang ditangani oleh pihak rumah sakit, Mereka pun duduk di depan ruang UGD.


" Sebenarnya apa yang terjadi.?" tanya Arvin saat mereka duduk berdua di depan ruang UGD.


" Sebenarnya kakak juga tidak tahu, tapi saat itu kakak terkejut melihat dia,dia juga sepertinya terkejut juga,dan kakak lihat dia itu berlari dari arah gang di samping tempat kejadian tadi, untung saja sempat mengerem karena kakak terkejut saat dia langsung jatuh di depan mobil kakak,kakak langsung keluar dan melihat kiri kanan tidak ada orang sama sekali,dan kakak saat itu sempat melihat seseorang yang mau keluar dari gang tersebut di mana gadis itu keluar secara tergesa-gesa, saat kakak melihatnya dia pun sempat melihat kakak dan langsung kabur begitu saja, saat kakak melihatnya lagi nanti kakak pasti akan mengenali laki-laki itu,saat itu kakak langsung teriak minta pertolongan sama orang-orang dan kemudian kakak ingin membawa korban ke rumah sakit sendiri, tapi orang-orang di situ mengatakan lebih baik orang lain aja yang membawanya ke rumah sakit, dan kakak tetap harus menunggu pihak polisi datang ke tempat kejadian, tapi salah satu diantara mereka tidak ada juga yang menghubungi pihak polisi makanya kakak yang menghubungi kamu." terangnya.


Arvin menganggukan kepalanya, beberapa saat kemudian dokter Siska menghampiri mereka,dokter Roni dan Arvin pun langsung berdiri.


" Gimana dok, keadaan korbannya?"


" Korban tidak apa-apa, cuma sedikit lecet-lecet aja dan dikarenakan mengalami syok yang berat makanya mengalami ketidak sadaran." ucap dokter Siska memberikan keterangannya tersebut.


" Alhamdulillah ya Allah,tidak apa-apa." ucap dokter Roni.


" Terimakasih ya dok..." Ucap Arvin.


Dokter Siska tersenyum dan mengangguk.


" Biar bagaimanapun kakak tetap akan bertanggung jawab sampai dia sembuh." ucapnya dianggukkan Arvin.


" Terima kasih ya dok." Ucap dokter Roni.


" Iya sama-sama dokter Roni." ucap dokter Siska.


Kemudian dokter Siska pun meninggalkan mereka, Kemudian beberapa suster menggiring pasien tersebut menuju ke arah ruangan rawat inap.


Dokter Roni mendekati pasien tersebut..


" Suster, tolong di ruangan VIP ya."


" Siap, dokter Roni." Ucap salah satu suster itu.


Kemudian mereka pun langsung membawa pasien tersebut ke arah ruang VIP yang ada di rumah sakit Wibawa tersebut.


" Terus kakak harus gimana Vin sekarang?apakah kakak memberikan keterangan pada pihak polisi?"


" Iya kak, tapi Tunggu korbannya sadar dulu Kak, kita tanyakan bagaimana kejadiannya, karena tidak ada saksi saat kejadian itu, jadi salah satunya kita harus menunggu dia sadar dan kita akan memberikan beberapa pertanyaan kepadanya, Apakah ia merasa ditabrak Kakak atau ada peristiwa lain yang mengakibatkan dia berlari seperti itu dan terjatuh didepan mobil kakak." ucap Arvin lagi.


Dokter Roni menganggukkan kepalanya, Nadine yang sudah sampai di depan rumah sakit Wibawa itu pun langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir, Dia turun dan setengah berlari menuju ke ruang UGD,dia melihat Kakak dan calon suaminya berada di depan ruang UGD tersebut.


" Kak Roni.." panggilnya.


Dokter Roni dan Arvin menoleh kearah suara, Arvin tersenyum, Begitu juga dengan Nadine, dia pun langsung mendekati ke arah mereka.


" Kakak nggak apa-apa kan?"


" Iya Dek, Kakak nggak apa-apa."


" Selanjutnya gimana Mas?"


" Kita tinggu korban sadar dulu, sebenarnya kak Roni ini tidak menabrak, kalau dilihat dari olah TKP nya mobilnya kak Roni berjarak satu meter dari wanita itu jatuh tersungkurnya, karena Kak Roni dan wanita itu sama-sama terkejut dan Untung saja saat itu kak Roni sempat menginjak rem secara mendadak,tapi menunggu keterangan lebih lanjutnya sampai kita tunggu dia sadarkan diri dulu." Terang Arvin pada Nadine.


Nadone menganggukkan kepalanya.


" Ya sudah ayo kita lihat korbannya dulu." Ucap Arvin mengajak mereka berdua, mereka berdua pun menganggukkan kepalanya dan mereka melangkah menuju ke arah ruangan VIP yang sudah berada si korban tersebut.