
Papah Andre dan papah Boby memasuki lift dan menuju kelantai atas ruangan nya Mr.Robert. Sedangkan mereka hanya menunggu di ruang lobby yang sudah di sediakan tempat duduk yang empuk, mereka memang mengiginkan duduk santai di ruang lobby dan mereka juga mempersilahkan papah Andre dan papah Boby yang menemui Mr, Robert. Semua menatap kearah mereka, entah apa yang di pikirkan oleh mereka tentang siapa mereka, apakah mereka mengagumi ketampanan dan kegagahan dari mereka terutama Abiyasa dan Morgan, atau mereka bertanya tanya tentang siapa mereka.
Tapi mereka tidak peduli dan terus saja cuek dan kadang kadang terdengar tawa Abi Yosep dan Ayah Candra yang bersenda gurau, entah apa yang mereka bicarakan.
Tidak dengan Abiyasa dan Morgan mereka sibuk menghubungi Arvin ingin menanyakan gimana sekarang dengan tugas nya menemani Clarissa. dan Morgan pun terus saja menghubungi gawai Marco, sebenarnya Morgan gelisah karena sang kakak belum bisa di hubungi sampai saat ini, dan dia pun akhirnya mencoba menghubungi teman sepropesinya yang bertugas di kota bandung.
Morgan pun menghubungi Feri melalui chat pribadi kegawai Feri.
Tanpa butuh waktu yang lama chat dari Morgan di balas Feri.
Morgan kemudian menjelaskan semuanya kepada Feri dari ciri ciri kakaknya Marco sampai ciri ciri mobil bernopol XXXX yang di gunakan oleh Marco selama meninggalkan kotanya dan menuju kearah bandung.
Feri dengan cekatan membalas semua chat dari Morgan teman satu letingnya yang kebetulan bertugas di bandung.
Dia mengatakan akan membantu sebisa mungkin mencari tahu tentang keberadaan Marco saudara Morgan, dia juga mengatakan akan mengerahkan intel nya untuk melacak keberadaan Marco.
Setelah mengucapkan terimaksaih Morgan memasukkan gawainya kembali kedalam saku celananya tersebut, dia menoleh kearah Abiyasa yang kelihatan nya sedang membaca chat dari Arvin.
Arvin yang posisinya sudah separuh jalan menuju kearah tujuan nya dan sudah duduk di belakang karena digantikan anak buahnya tersebut mengendarai mobilnya itu, dia membalas chat dari Abiyasa.
Morgan bergeser duduknya dan mendekati Abiyasa.
" Gimana Biy dengan Arvin? apakah dia sudah lancar mengikuti Clarissa?" tanya morgan.
" Bukan di ikuti Clarissanya tapi dia satu mobil dengan Clarissa sekarang sudah menuju kearah bandung, mungkin beberapa jam lagi sampai." ucap Abiyasa.
" Syukurlah kalau kaya gitu, aku juga tadi menghubungi Feri teman ku yang bertugas di sana, katanya dia akan mencari tahu tentang kak marco, mudah mudahan aja dia bisa membantu dan menemukan titik terang keberadaan kak Marco." ucap Morgan.
Kemudian mereka di kejutkan suara papah Andre mengajak mereka berangkat kekota S menemui Ginos, mereka semua langsung berdiri dan mengikuti langkah papah Boby dan papah Andre bersama Mr.Robert.
Mereka memasuki dua buah Mobil yang sudah di siapkan oleh perusahaan Mr. Robert.
Dua buah mobil tersebut melaju menuju kearah bandara , di dalam mobil tidak ada yang banyak bicara, entah apa yang di bicarakan papah Andre dan papah Boby pada Mr. Robert tersebut sehingga mereka berdiam saja baik di dalam mobil yang di tumpangi papah Andre dan Mr. Robert dan mobil yang di tumpangi Abiyasa dan yang lainnya. Mobil tersebut berjalan mulus menuju arah bandara dan beberapa saat kemudian mereka sampai dan langsung keluar melangkah menuju jet pribadi keluarga Wibawa, dan setelah papah Andre berbicara sebentar dengan pihak bandara mereka akhirnya meninggalkan bandara yang ada di kota Mr.Robert dan menuju kota S dimana Ginos berada target utama mereka.
Di bandung di kantor Feri, dia sudah mengerahkaqn intel intelnya untuk melacak keberadaan Marco,saking asyiknya memperhatikan salah satu anak buahnya melacak jejak tersebut dia di kejutkan dengan suara anak buahnya yang datang dari gudang barang bukti yang di perintahkanya tersebut untuk membereskan gudang dan halaman depan gudang tersebut.
" Maaf Ndan, apakah mobil hitam bernopol XXXX tersebut kita pindahkan juga bersama dengan yang lainnya.
" Mobil? yang mana? aku lupa, biasa kebanyakan barang bukti jadi rada rada lupa gitu." ucapnya terkekeh.
" Siap Ndan." kemudian mereka berdua berjalan menuju kearah gudang barang bukti yang ada di kantor mereka
Sesampainya di depan gudang penyimpanan barang bukti Feri melihat-lihat barang bukti beberapa mobil, terakhir mobil yang mereka temukan di sebuah lintasan perbatasan antara lokasi tempat dia bekerja dengan kota yang ditempati oleh Morgan.
Kemudian dia memperhatikan nopol mobil yang mereka temukan itu, Dia menatap tanpa berkedip.
" Perasaan aku pernah melihat nopol mobil ini dan aku juga pernah mendengar nopol mobil ini tapi di mana ya, aku lupa." gumamnya. Dia terus memperhatikan nopol mobil itu dan sambil bersedekap tangan di dada seraya memikirkan sesuatu tentang mobil tersebut.
" Masya Allah, bukankah ini mobil ciri-cirinya sama dengan yang diberikan oleh Morgan keterangannya kepada ku barusan aja dan nopol mobilnya pun sama." Ucapnya.
Kemudian dia mengambil gawainya yang berada di dalam saku celananya dia membuka kembali chat yang diberikan Morgan dia menyamakan nopol mobilnya bersama dengan mobil temuan mereka beberapa hari lalu.
" Astaga!! benar ini nopol mobil kakaknya Morgan aku akan menghubungi Morgan secepatnya." Dia kemudian menghubungi Morgan tapi sayang nomor Morgan Tidak bisa dihubungi dan berada diluar jangkauan.
" Kemana Morgan? Padahal baru saja dia menghubungi Aku melalui chat pribadi,tapi sekarang aku hubungi balik kok tidak aktif." ucapnya.
" Rere, kamu sudah membuka semua isi dalam mobil ini? Dan memeriksa siapa pemiliknya?" Tanyanya nya pada anak buah nya tersebut.
" Sudah semua Ndan, tapi tidak ada petunjuk,dan semua kosong sepertinya mobil ini antara dua kemungkinan ditinggal oleh pemiliknya disengaja atau karena penculikan dan cuma orangnya saja yang dibawa dan barang identitas dirinya tidak ditemukan di dalam mobil tersebut." Jawab Rere.
Feri menganggukkan kepalanya sembari menatap ke arah mobil tersebut dia mencoba membuka-buka mobil lagi dan memeriksa semua yang ada di dalam mobil.
" Kalau seandainya ini perampokan atau pembegalan tidak mungkin kendaraannya dibiarkan seperti ini,Ini pasti ada sesuatu dan lain hal lagi aku harus mencari tahu." ucapnya kepada anak buahnya tersebut.
" Siap Ndan."
Dan dia kemudian tetap mencari-cari semua isi didalam mobil tapi memang benar isi semuanya tidak ada sepertinya orangnya pintar untuk membiarkan mobil ini sedikit agak mau jatuh ke jurang saat itu tapi mereka tidak menjatuhkannya sama sekali ke dalam jurang di pinggir jalan.
Kemudian Feri sekali lagi menghubungi Morgan, Tapi masih belum bisa dihubungi kemudian dia berinisiatif untuk menghubungi Morgan melalui chat pribadi Morgan
" Kamu harus membaca ini Morgan chat dari ku ini." Ucapnya seraya jari jemarinya mengetik di gawainya.
** Morgan setelah kamu membaca isi chat pribadi ku ini ku harapkan kamu bisa menemui aku di Bandung di kantorku karena aku sudah menemukan mobil punya kakakmu Marko tapi sayang isi di dalamnya tidak ada sama sekali menunjukkan kalau mobil itu adalah mobilnya Marco tapi mobil itu sama dengan ciri-ciri yang kau berikan kepada ku dan nopolnya pun sama kalau kau sudah membaca chat-ku ini segeralah telepon balik aku.** Isi bunyi chat pribadinya kepada Morgan di lampirkan nya juga fhoto mobil tersebut kepada Morgan.
Kemudian Fery berjalan melangkah menuju kearah ruangannya di ikuti oleh anak buahnya.
Dia memerintahkan anak buahnya untuk membiarkan mobil itu berada di depan ruangan gudang barang bukti tepatnya di halaman gudang sampai Morgan datang menemuinya.