
Abiyasa kemudian memanggil Ayesha.
"Sayang" panggilnya seraya menatap Ayesha penuh mesra.
Ayesha menoleh kearah Abiyasa dan tersenyum.
" Ya sayang" goda Clarissa pada Abiyasa dengan suara manjanya.
" Bukan kamu Ris, kamu nggak cocok bilang sayang,kalau Ayesha baru cocok, secara Abiyasa itu kaya margarin dan Ayesha kaya wajan panas yang bisa melelehkan Abiyasa bila bertemu dengan Ayesha,lha kamu Ris bila melihat kamu semua nya jadi Ambiyar jadi gosong semuanya hahahaha" ucap Morga menggoda Clarissa.
" Morgan!!" Teriak Risa langsung melemparkan bantalan kursi kearah Morgan, mereka tertawa semua melihat ulah keduanya.
Abiyasa kemudian mendekati Ayesha yang duduk di samping Clarissa.
" Sayang maafkan mas ya, karena mencuekin kamu tadi,mas percaya semua apa yang kamu katakan pada mas di mobil tadi, bukan maksud Mas untuk mencueki kamu dan membuat kamu sampai menangis,sebenarnya Mas mau melihat seberapa besar kamu akan mencairkan sikap dingin Mas kalau seandainya Mas bersikap seperti itu kepada dirimu, tapi maafkan mas ya karena sudah membuat air matamu jatuh" ucapnya kepada sang kekasih.
Ketiga sahabatnya melongo mendengarkan Abiyasa mengucapkan kata romantis kepada calon istrinya di hadapan mereka.
"kayaknya di ruangan ini Ac nya mati deh "ucap Morgan seraya mengipas ngipaskan kertas kewajah nya.
"Iya, kayaknya mati deh Ac nya jadi terasa gerah gini" ucap Alvin lagi.
" Hooh...terasa mau buka baju aja, tapi takut ada yang pingsan nantinya kalau aku buka baju" ucap cuek Clarissa.
" Kalau kamu sampai buka baju Ris,aku ngantung diri di pohon tomat," ucap Arvin terkekeh.
" Aku juga di pohon pisang gantungnya" ucap Morgan tersenyum.
" Apa an sih kalian nih, aku kan belum selesai ngomongnya,aku rasanya mau buka baju dan ganti dengan baju renang trus nyemplung kekolam,kan panas ruangan ini" ucap Risa tertawa.
"Enak aja, bilang ruanganku panas, tuh liat ruangan ku ini sudah full Ac tau nggak sih" bela Abiyasa karena dia di goda oleh para sahabatnya tersebut.
"Sekalian aja tuh yang merasa gerah, makanya cepat sana cari pasangan cepat halalkan Anindita, dan cepat dikejar cewek yang pernah bertengkar padamu itu, dan kenal kan juga cowokmu padaku" ucap Abiyasa kepada ketiga sahabatnya itu.
"hehehe "ucap ketiganya terkekeh
Ayesha hanya tersenyum.
" Sayang, apa kamu memaafkan mas" ucap Abiyasa lagi.
Ayesha mengangguk kan kepalanya seraya tersenyum pada calon suaminya tersebut.
"Kalau aku tuh jadi kamu Yes nggak akan aku maafkan, secara gitu aku dibuat menangis,dan di cuekin seperti itu udah tak tonjok itu wajahnya Abiyasa" ucap Clarissa lagi sambil tertawa.
" Makanya Tuhan itu nggak mau menjodohkan Abiyasa sama kamu nanti kalau Abiyasa bikin kamu nangis, trus Abiyasa berangkat kerja udah benjol-benjol itu wajah di tonjok kamu" ucap Alvin lagi terkekeh.
"Ya syukur aja aku nggak ketemu sama kamu Ris, syukur aku ketemu sama Dita yang lemah lembut kalau aku ketemu sama kamu udah deh perang dunia kedua bahkan melebihi perang dunia ke-2 lagi, bisa sampai ada perang kedua ketiga keempat sampai kelima hahahah" ucap Morgan.
"Tapi kalau kamu seperti preman ini gimana dengan pasanganmu ya?" Tanya Arvin.
"pasangannya pasti yang ngondek hahaha" ucap Abiyasa nyeletuk.
Ketiga sahabatnya tertawa lepas. mentertawakan Clarissa.
"Enak aja, bukan ngondek tapi dia lebih preman lagi pada diriku" ucapnya membela diri.
"Calonku itu gagah orangnya, tidak ngondek, kalian aja yang belum kenal dengan dia kalau kalian kenal dengan dia pasti deh tambah rame suasananya" ucapnya lagi.
"Makanya kenalkan cepat jangan disembunyikan mulu, kayak ikan pepes aja disembunyikan dibalik daun pisang" ucap Abiyasa terkekeh.
Mereka kemudian tertawa bersama karena menggoda Clarissa.
Kemudian terdengar suara adzan dzuhur berkumandang.
"Ya udah ini waktunya sholat Dzuhur ayo kita sholat dulu" ajak Abiyasa.
"Selepas itu kita makan siang kita makan siang bareng ya" ucap Abiyasa lagi
"Ya udah kalau gitu aku ngambil alat sholat dulu" ucap Clarissa diikuti oleh Ayesha mengambil alat sholat di ruangannya.
kemudian ketiga lelaki tersebut mengambil air wudhu secara bergantian dan menunggu kedua wanita yang sedang mengambil alat sholat dan mengambil air wudhu dan merekapun kemudian salat zuhur berjamaah di ruangan Abiyasa.
Setelah sholat berjamaah mereka kemudian keluar ruangan Abiyasa dan memasuki lift khusus pimpinan menuju ke lobby.
kemudian mereka menuju ke mobil Arvin dan Abiyasa.
Morgan dan Arvin menaiki mobil Arvin.
Sedangkan Abiyasa dan Clarissa serta Ayesha satu mobil.
Ke dua mobil tersebut meninggalkan kantor menuju ke arah restoran untuk mengisi perut yang memang sudah harus di isi karena cacing cacing di perut mereka sudah meronta supaya minta di isi,dan mereka pun makan siang bersama.
*****
Maaf 🙏baru bisa up karena authornya banyak tugas negara yang harus di utamakan dulu.
terimakasin sudah berkomen yang membuat semangat author jadi gede lagi 🤭🤭😅
jangan lupa like komen dan vote nya ya biar tambah semangat💪 lagi up nya walaupun author banyak kerjaannya.
salam manis dan semoga sehat selalu pembaca setia The sweetness of love and frendship.
salam santun dari sischa cintara ❤️❤️