
Pak Bimo mendekati Abiyasa dan kedua sahabatnya yang berhenti di depan ruangan yang ada seorang ibu yang sedang berada di kursi roda.
" Apakah itu tante Dwi.?" Gumam Abiyasa.
" Kenapa pak?" Tegur pak Bimo.
" Oh...nggak Pak, cuma melihat ibu itu aja, siapa dia pak" tanya Abiyasa seraya memasukkan tangan nya di saku celananya, supaya terlihat santai padahal dia mengingat ingat wajah ibu tersebut dengan fhoto yang di perlihatkan sang istri padanya.
Namun pertanyaan Abiyasa hanya mendapatkan senyuman dari pak Bimo dan helaan nafas yang sangat berat,seakan akan banyak beban yang di tanggung nya.
" Hadehhh...!! gaya mu kucing garong!!sok menghela nafas segala!!" Ucap Clarissa dalam umpatan nya pelan.
Abiyasa menatap kearah pak Bimo.
" Apa lagi yang akan di mainkan lelaki tua di hadapanku ini, apakah ini sebagian dari permainannya tersebut, kita liat aja nanti." Gumam Abiyasa dalam hatinya.
" Dia itu mertua saya pak, sudah lama sakit yang tak sembuh sembuh sudah saya bawa kemana saja sampai keluar negeri juga tidak ada perubahan sampai sekarang semuanya di lakukan di kursi roda " ucapnya sembari membuat wajah nya terlihat sedih agar Abiyasa percaya dengan ceritanya tersebut.
Abiyasa hanya tersenyum simpul mendengar cerita bohong Bimo
" Ris, wajah ibu itu dan fhoto yang di perlihatkan sama Ayesha mirip mukanya." Ucap Arvin setengah berbisik pada Clarissa.
Clarissa hanya mengangguk saja, sembari menatap pak Bimo dengan tatapan sinisnya.
Arvin menoleh kearah Clarissa, dan Arvin melihat tatapan Clarissa yang sangat tajam dan sinis pada pak Bimo seakan akan Clarissa mau berubah menjadi seekor macan betina yang sangat lapar dan bersiap mau menerkam mangsanya.
" Ris! Tahan emosimu! Jangan keluarkan taring mu dan bisa mu yang mematikan itu." Ucap Arvin menarik pelan tangan Clarissa sembari tersenyum.
Clarissa menoleh kearah Arvin seraya berbisik...
" Kesel aku lihat si tua kurap ini!" Dengan sedikit emosi dan pandangan nya terus fokus kearah pak Bimo yang juga ikut memperhatikan ibu yang duduk diatas kursi roda tersebut.
Arvin tersenyum, dia tahu jiwa preman Clarissa sudah mulai bergejolak, dan emosi yang membara sudah mulai menghampiri nya, ditambah lagi kekesalan terhadap perbuatan pak Bimo tersebut, membuat darah rendahnya kabur berganti darah tingginya yang memaksa ingin memberikan bogem mentah pada pak Bimo.
Pak Bimo dan Abiyasa masih menatap seorang ibu yang ada di dalam ruangan itu, dan pak Bimo tidak menyadari kalau salah satu dari tamunya tersebut adalah seorang macan betina yang sewaktu waktu akan menerkamnya hidup hidup.
Kemudian Pak Bimo mengajak mereka duduk di sofa rumahnya, mereka melangkah mengikuti langkah kaki pak Bimo.
Di kantor polisi di kota S...
Seorang anggota datang membawa seorang tahanan yang bernama Reno, Morgan terkejut melihat wajah Reno aslinya mirip banget dengan Abi Yosep versi mudanya,walaupun sebenarnya Morgan tidak pernah melihat langsung wajah Abi Yosep selagi muda, tapi Morgan cukup melihat fhoto Abi Yosep saat muda, kalau di sandingkan dengan Abi Yosep sebelas dua belas gantengnya.
Reno bisa di sebut seperti anak Abi Yosep yang mempunyai kemiripan 75 persen dari Abi Yosep, sedangkan Alfarisqi adiknya Ayesha anak lelaki Abi Yosep hanya memiliki gen sedikit saja dari Abi Yosep melainkan banyak di milikinya gen sang umi Vita.
Reno tersenyum dan mengucapkan salam.
" Assalamualaikum..." Sapanya.
" Wa alaikumussalam.." sahut keduanya.
" Silahkan duduk." Ucap Rahmat seraya mempersilahkan Reno duduk.
Namun Reno tersenyum dan langsung duduk di lantai ubin keramik, karena dia tahu kalau dirinya adalah seorang tahanan yang harus duduk di lantai ubin keramik bukan diatas sofa, Reno tahu batas batasan nya sebagai seorang tahanan.
Namun dia langsung di cegah Rahmat duduk di lantai ubin keramik, Rahmat langsung mempersilahkan Reno duduk di atas sofa dan melarang Reno duduk di lantai ubin keramik tersebut.
" Nggak usah pak, tempat saya duduk di sini." Ucapnya masih dengan senyuman sopannya terhadap dua orang polisi di hadapannya.
Akhirnya Reno duduk di sofa berhadapan dengan Morgan dan Rahmat.
Kemudian Rahmat melepaskan borgol yang membelenggu Reno.
" Kenapa di lepas pak? Apakah bapak tidak takut kalau saya nantinya kabur.?" Kata Reno menatap wajah Rahmat.
" Saya percaya sama kamu, kamu tidak akan kabur dari sini, walaupun borgol itu saya lepas." Ucap Rahmat santai sembari tersenyum.
" Alhamdulillah pak, kalau bapak percaya sama saya." Ucapnya membalas senyuman Rahmat.
" Reno kamu saya bawa keruangan ini, bukan untuk mengintrogasi mu, tapi saya mau mempertemukan kamu dengan pak Morgan." Ucap Rahmat seraya menoleh kearah Morgan
Reno pun menoleh kearah Morgan yang duduk di depan nya itu, Morgan tersenyum pada Reno disambut Reno dengan senyuman ramahnya yang tersungging di wajahnya,Walaupun dia mendapatkan musibah sekarang ini, Reno tetap tersenyum karena dia yakin Allah selalu bersamanya.
" Pak Morgan? Maaf pak sebelum nya apakah bapak mengenali saya.?" Tanya nya pada Morgan.
Morgan tersenyum pada Reno.
" Mungkin kamu tidak mengenal saya, dan saya juga baru sekarang ini liat kamu, saya kesini mau memperlihatkan sama kamu sesuatu."
" Sesuatu ?apa itu pak ?apakah tentang kakak dan ibu saya?" Ucap Reno.
Morgan lagi-lagi tersenyum Seraya menatap ke wajah Reno yang terlihat tegang mendengarkan dirinya mengatakan ingin memperlihatkan sesuatu kepadanya.
" Bukan tentang ibu atau Kakak mu, mereka in sya Allah baik-baik saja ini saya mau memperlihatkan foto keluarga kamu, apakah ini benar keluarga kamu atau kamu tidak mengenali mereka " ucap Morgan seraya mengambil sebuah foto yang ada di dalam tas kecilnya tersebut.
Morgan menyodorkan foto itu kepada Reno,kemudian Reno mengambil foto yang disodorkan oleh Morgan padanya.
Dia terkejut dan langsung memandang ke arah Morgan,setelah melihat siapa yang ada di dalam fhoto itu.
"Apakah kamu mengenali mereka ?ataukah itu foto kamu semasa kecil ? atau kamu tidak mengetahui siapa yang ada di dalam fhoto itu.?" tanya Morgan.
" Maaf, dapat dari mana bapak foto ini ? Iya ini memang foto saya sewaktu saya kecil,ini Ibu saya dan ini kakak saya dan ini adalah om saya Om Yosep namanya,tapi sampai sekarang saya tidak tahu di mana sekarang Om Yosep berada " ucapnya terlihat sekali wajah kesedihan nya.
" Alhamdulillah " ucap Morgan singkat.
Kemudian Rahmat dan Reno langsung memandang ke arah Morgan.
" Memang kenapa Mor dengan foto itu ?" tanya Rahmat.
" Ceritanya panjang,yang jelas kami akan berusaha membebaskan Reno karena aku merasa Reno dijebak, aku merasa Reno tidak berbuat seperti itu " ucap Morgan.
" Biarlah pak, mungkin hidup saya memang seperti ini." ucapnya pasrah.
" Jangan bilang seperti itu, in sya Allah kami akan membawa tersangka aslinya kekantor polisi."
" iya pak terimakasih, tapi maaf Pak maafkan saya, bapak menemukan foto ini di mana ? Apakah Bapak bertemu dengan om saya.?" tanya nya pada Morgan.
Morgan menarik napasnya dengan berat...
" Om Yosep baik-baik saja dan tantemu juga baik-baik saja serta adik sepupumu Ayesha dan Alfarizqi sekarang mereka sudah besar semua sedangkan Ayesha menikah dengan sahabat saya " ucapnya
" Alhamdulillah kalau mereka baik-baik saja kalau seandainya mamah mendengar ini mungkin Mamah akan senang mendapatkan kabar tentang saudara satu-satunya " ucapnya terlihat senang mendengar kabar dari Morgan yang menceritakan kalau keluarga om Yosep nya baik baik saja.