
Setelah cukup lama berbicara dengan keluarga Abi Yosep, William dan Delbert pun pamit pulang setelah ditemukan kesepakatn acara pernikahan Bella dan Delbert kerena Delbert pribadi tidak ingin menunda-nunda lagi yang ingin segera menikahi Bella, dengan diantar tuan rumah terutama Bella sendiri, Abi Yosep dan Bella mengantarkan tamu mereka tersebut sampai didepan pintu rumahnya Abi Yosep.
Kedua kakak beradik itupun melangkah menuju kearah mobil pribadinya, kemudian mobil tersebut perlahan-lahan bergerak meninggalkan rumah kediaman Abi Yosep dengan dikemudikan William mobil tersebut melintasi jalan beraspal menuju arah rumah kediaman pribadi William.
Didalam mobil sembari mengendalikan stir mobilnya William berbicara dengan sang adik.
" Delbert, kakak harap kamu benar-benar sayang dan cinta dengan Bella dan kakak harap juga cinta sayang kamu itu tidak hanya didasari dengan napsu sesaat saja tapi dengn hati yang sangat dalam akan cinta dan sayang kamu itu menuju kearah keluarga yang bahagia, karena kita menikah dan membina rumah tangga itu tidak untuk semantara tapi untuk selma-lamanya."
" Kakak jangan khawatir aku mencintai Bella dan menyayanginya itu benar adanya tulus dari dalam hati ku yang paling dalam." ucapnya sembari tersenyum sesaat pada sang kakak.
" Baguslah kalau kaya gitu dek, satu lagi jangan sampai sedikit pun masa lalunya kamu ungkit disaat kalian bertengkar ataupun berselisih paham." ucap William seraya menoleh sesaat pada sang Adik sembari tersenyum dan kembali lagi dia fokus dengan jalanan karena sekarang posisi dia sedang mengendalikan kuda besi kesayangannya tersebut.
" Syukurlah kalau kamu sudah punya sikap seperti itu sebelum kamu membina rumah tangga, setiap rumah tangga itu pasti tidak bisa menghindari yang namanya berselisih paham, baik itu soal anak, soal mertua, soal saudara,bahkan tentang kecemburuan dan waktu luang diantara sami istri,serta tentang perbedaan pendapat yang bisa saja memicu prtengkaran, semoga saja kalian berdua bahagia sampai kakek nenek dan sampai jannahnya selalu bersama...Aamiin."
" Aamiin kak, aku akan selalu ingat kata-kata kakak." ucapnya sembari tersenyum dan menghela nafasnya dengan lega karena sebentar lagi dirinya akan berstatus sebagai suami, begitu juga dengan William yang tersenyum bahagia karena sekarang sang adik sebentar lagi akan menikah dengan kekasih pujaan hatinya yang selama ini dicarinya dengan ijin Allah akhirnya dipertemukan dan dilancarkan lamarannya itu.
Mobilpun terus melaju menuju kediaman pribadi William, sedangkan dikediaman Abi Yosep, dr Roni dan Mamah Raisa berpamitan pulang bersama dengan kevin yang sedang tertidur karena terlalu lama menunggu mereka berbicara,begitu juga dengan mamah Melisa dan papah David pun beserta keluarga berpamitan pulang, tapi bukan pulang kerumah kediaman mereka melainkan menuju kearah rumah sakit dimana kak Nico yang masih dirawat untuk pemulihan. Sedangkan keluarga Ayah Candra, keluarga Papah Boby,dan keluarga Papah Andre menginap di kediaman Abi Yosep.
Setelah kepergian mereka semua dan yang lainnya pun sudah memasuki kamar yang ada dirumah Abi Yosep dan ada juga yang tidur lesehan diruang tengah rumah Abi Yosep, karena rumah pribadi Abi Yosep tidak terlalu banyak ruang kamar tidur, mereka semua pun melelapkan diri mereka karena waktu sudah menunjukkan pukul 23 malam.