
Abiyasa langsung memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya, dia bergegas masuk ke dalam rumah dan dia langsung menemui sang mama,pintu kamar mamah Anisha pun diketuknya, karena saat itu Mamanya berada di dalam kamar.
" Masuk " terdengar dari dalam suara Mama Anisha yang lembut, Abiyasa pun membuka pintu kamar tersebut dengan pelan,dia tersenyum melihat wajah cantik sang Mamah yang duduk disofa kamarnya itu.
" Assalamualaikum Mah"
" Waalaikumsalam,Ada apa Nak?"
" Besok Abiyasa mau berangkat ke kota sebelah bersama dengan Pak Tomy."
" Siapa pak Tomy?"
" Client Abiyasa Mah,yang Biyas temui tadi, dia menawarkan suatu penawaran yang sangat menakjubkan."
" Tawaran tentang apa nak?"
" Nanti setelah selesai semuanya Biyas akan menceritakan semuanya kepada mama."
" Ya udah hati-hati mama percaya denganmu." ucap Mama Anisha seraya tersenyum.
" Ya sudah ya Mah Biyas cuma mau mengatakan itu saja, karena mungkin besok pagi banget Biyas berangkat bersama dengan Clarissa."
" Ya udah kamu temui gih sana istrimu dan bicara pelan-pelan biar dia tidak kepikiran nantinya, biasakan wanita hamil selalu ingin bersama dengan suaminya." ucap mamah Anisha.
" Ya Mah."
Kemudian Abiyasa pun berbalik arah menuju ke arah pintu,Mama Anisha hanya melihat anaknya tersebut melangkah dan meninggalkan kamar pribadinya itu,seiring pintu kamar pribadinya itu tertutup.
Mama Anisha langsung mengambil gawainya dan menghubungi sang suami yang berada di kota sebelah, beberapa saat kemudian sambungan dari gawai pribadi Mama Anisha tersambung.
" Assalamualaikum pah."
" Waalaikumsalam Iya Sayang ada apa?"
" Abiyasa dan Clarissa besok berangkat ke kota sebelah."
" Kekota ini?memang kenapa? ada apa ?"
" Katanya Ada sesuatu yang harus diurusnya bersama Clientnya yang bernama pak Tomy, katanya ada penawaran yang diberikan oleh Pak Tomy tapi dia tidak mengatakan penawaran tentang apa, tapi terlihat Biyas sangat senang sekali dari raut wajahnya."
" Ya sudah nanti kalau dia sudah sampai di kota ini papah akan menghubunginya biar sekalian pulangnya bareng dengan kami." ucap papa Andre.
" Ya udah Pah, cuma itu aja yang mau Mama bicarakan sama papa."
" Iya Sayang.."
" Hati-hati ya disana."
" Iya sayang, oh ya gimana kabar anak-anak?"
" Alhamdulillah mereka baik-baik aja."
" Gimana dengan Anindita? Apakah kamu sudah ngelarang dia untuk keluar rumah?"
" Iya pah sudah dilarang, semoga rencananya dan urusannya cepat clier ya Sayang."
" Amin..."
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam." ucap Anisha seraya mematikan gawainya dan menaruh kembali gawainya diatas meja di dekat lemari kecil yang ada di samping dia duduk.
Abiyasa pun kemudian memasuki kamar pribadinya terlihat sang istri sedang merebahkan tubuhnya di ranjang empuk king size yang ada di kamarnya, Dia pun kemudian mendekati sang istri yang membelai rambut lurus hitam legam kepunyaan istrinya itu.
Ayesha memang terlelap menunggu sang suami datang, dia akhirnya membuka matanya, dia tersenyum melihat wajah tampan suaminya yang ada di sampingnya tersebut.
Dia langsung duduk dan bersandar di sandaran tempat tidurnya Itu.
" Kamu sudah pulang mas "
" Iya sayang, mas udah pulang, oh ya Sayang besok persiapkan baju Mas ya."
" Memang Mas mau ke mana?"
" Mas mau bertemu dengan client dan meninjau perusahaannya yang ada di kota sebelah."
" Kotak sebelah bukannya yang papa dan Abi datangi itu ya?"
" Iya sayang, Ada penawaran dari client tersebut jadi Mas mau meninjau perusahaannya."
" Ya udah Mas hati-hati ya,sebentar Yesha siapkan dulu pakaiannya."
Abiyasa mengangguk dia memperhatikan langkah sang istri yang menuju ke almari tempat pakaiannya berada.
" Nggak usah banyak-banyak sayang bawa pakaiannya seadanya saja mungkin 2 hari aja mas di sana kalau tidak ada halangan."
" Iya sayang."
Kemudian Abiyasa pun merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya itu dia menaruh kedua tangannya di belakang kepalanya sebagai sandarannya,seraya menatap langit-langit kamarnya.
" Aku akan mengetahui besok siapa sebenarnya Pak Tomy itu, mudah-mudahan saja terkaan ku benar aku belum bisa untuk mengatakannya kepada siapapun baik istriku papa mamah ataupun Clarissa sebelum aku sendiri mengetahui siapa Pak Tomy sebenarnya." ucap batinnya
Kemudian gawainya berbunyi mengagetkan lamunannya dia pun langsung duduk di bibir tempat tidurnya tersebut dan mengambil gawainya dia melihat siapa yang memanggilnya ternyata Morgan yang memanggil nya melalui panggilan pribadi
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam,Ada apa Mor?"
" Aku dengar kamu mau berangkat ke kota sebelah ya "
" Iya, kamu tahu dari mana?"
" Aku tahu dari Clarissa, Boleh ikut nggak aku?"
" Eh ngapain aku ngajak kamu, kamu kan mau menikah sebentar lagi,nggak baik untuk kemana-mana lebih baik kamu di rumah aja."
" Jenuh Aku di rumah."
" Lebih baik kamu diam di rumah karena kamu itu mau menikah, Anindita juga sama aku suruh diam di rumah, enggak boleh kemana-mana sampai ke rumah sakit pun harus izin, karena beberapa hari lagi Kamu mau menjalankan pernikahan yang sah, kamu boleh keluar disaat kamu mengadakan acara sidang di kantor tempat kamu bekerja." Ucap Abiyasa.
" Wah! kamu parah Biy, nggak mau ngajak aku."
" Aku sih mau aja ngajak kamu, tapi karena kebetulan kamu juga mau menikah jadi tidak boleh kamu kemana-mana, pamali kata orang tua zaman dulu."
" Ya udah deh kalau seperti itu." ucap Morgan terdengar sedih karena penolakan dari Abiyasa, setelah mereka saling mengucap dan membalas salam pembicaraan pun terputus.
Kemudian dia pun menaruh kembali gawainnya dan melanjutkan merebahkan tubuhnya dan sesekali dia memperhatikan sang istri yang merapikan beberapa helai pakaian dan memasukkannya ke dalam koper untuk dibawa oleh suaminya tersebut.
*****
Papa Andre dan yang lainnya pun kemudian kembali ke kamar mereka dan mereka pun langsung memikirkan rencana yang akan mereka lakukan esok harinya.
Papa Andre mengambil gawainya dan kemudian menghubungi Pak Maman.
" Assalamualaikum Pak Maman."
" Waalaikumsalam Pak Bos, ada apa ya Pak Bos?"
" Begini Pak Maman bisakah bapak membantu kami nanti malam selepas sholat isya mengantarkan kami ke tempatnya Nayra."
" Ke tempatnya Bu Naira?"
" Iya pak maman."
" Siap pak Bos, saya tahu rumahnya, tapi saya tidak pernah berkunjung ke rumahnya."
" Kita tidak berkunjung ke rumahnya pak, tapi kita mengawasi dari arah yang tidak terlihat, Saya ingin melihat kondisi dan keadaan rumahnya Nayra kalau seandainya Nayra berada di rumahnya itu, kita bisa mengawasinya, syukur-syukur kalau dia memang berada di rumah itu, saya ingin melihat suasana rumahnya seperti apa, Apakah Naira memang berada di dalam rumah itu atau memang dipindahkan oleh Aditama ketempat yang lain agar Nayra tidak berlaku yang tidak diinginkan oleh Aditama."
" Oh ya Pak Bos siap saya akan menemani Pak Bos dan mengantarkan pak bos ke rumahnya Bu Nayra."
" Terima kasih ya Pak Maman."
" Iya Pak Bos sama-sama."
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
Pembicaraan itu pun terputus mereka bertiga menatap ke arah Papa Andre,papa Andre kemudian meletakkan gawainya di atas meja.
" Bagaimana Ndre?" Tanya papah Boby.
" Alhamdulillah Pak maman mau membantu kita dan selepas isya beliau datang ke sini untuk mengajak kita ke tempat kediaman rumah Nayra."
" Terus rencana kamu nantinya bagaimana ? Kalau kita sudah berada di depan rumahnya Nayra?" tanya Abi Yosep.
" Aku cuma ingin mengawasi terlebih dahulu Bagaimana suasana di rumah itu, Apakah Nayra ada temannya atau Nayra hanya berdiam diri di rumah itu dan Apakah rumah itu memang ada Nayra atau Nayra sudah dipindahkan oleh Aditama ke tempat lain, syukur-syukur saat kita mengawasi itu dia ada disana, kita bisa melihat gerak-gerik Aditama."
Mereka semua menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari Papa Andre.
" Kalau menurut aku kalau memang suasana di rumah itu agak terlihat sepi, tapi masih lampu menyala, besar kemungkinan Nayra masih ada di dalam rumah itu, kita bisa dengan leluasa untuk mengendap dan melihat keadaan langsung di dalam seperti apa." ucap papa Bobby.
" Benar juga apa kata Bobby, Kita seharusnya langsung saja melihat keadaan Nayra, syukur-syukur Nayra bisa membuka pintunya dan kita bisa masuk langsung ke dalam tanpa sepengetahuan Aditama, kalau seandainya Aditama ada disana berkunjung ke rumahnya tersebut kita bisa bersembunyi karena perasaanku mengatakan kalau Aditama itu jarang menemui Nayra, lebih baik kita mendengar cerita langsung dari Nayra kalau kita memang bisa bertemu dengannya, jadi kita bisa melibatkan Nayra untuk menjebak Aditama." ucap Ayah Chandra lagi.
" Nah itu baru benar, aku juga mendukung rencana dari Chandra." ucap Abi Yosep.
" Papa Andre menatap mereka bertiga kemudian menganggukkan kepalanya.
" Aku setuju, bia Pak Maman kita suruh pulang aja,kita langsung memasuki halaman rumah Aditama tapi kalau seandainya Ada Aditama nya kita lebih leluasa lagi apa yang dilakukannya terhadap Nayra di dalam." Ucap Papah Andre.
" Aku juga ingin mendengar kata-kata dari Nayra, Kenapa dia masih bertahan, seharusnya dia bisa meninggalkan Aditama dan berkumpul dengan anaknya yang bersama Melisa." ucap papa Andre lagi.
" Itulah yang aku pikirkan Ndre, Kenapa Nayra tetap bertahan dengan Aditama,walaupun diperlakukan tidak semestinya dan tidak dianggap sebagai istri, bahkan dia pun menikahi wanita lain Nayra hanya diam saja, tidak menuntut pada Aditama, kalau dipikir sebagai seorang wanita yang sudah disakiti oleh laki-laki yang berstatus sebagai suaminya itu dengan terbuka seperti itu tidak bersembunyi sama sekali, seharusnya Nayra berontak,Biar bagaimanapun dia harus kabur dari Aditama apalagi dia masih mempunyai lengkap saudara paman dan kedua orang tua yang sangat perhatian padanya dan lagi Clara masih dengan Malisa, yang aku heran kan itu kenapa Nayra tetap bertahan " ucap papa Bobby.
" Nah itu benar, Aku juga berpikiran yang sama, Kenapa sih kita nggak langsung aja menggebrak dia,kok kita harus seperti ini dulu jalannya." ucap Abi Yosep geram.
" Yos kita ini punya rencana dan kita ini harus menjalankan rencana kita jangan tergesa-gesa, kalau kita tergesa-gesa nantinya akan berakibat fatal, kita tidak tahu bagaimana Nayra dan bagaimana Aditama,Apakah Aditama ini mempunyai anak buah untuk menjaga Nayra di rumahnya atau Nayra hanya seorang diri di rumahnya, kita tidak tahu pasti, makanya kita harus menyusun rencana dulu, rencana itu harus kita jalankan dengan semaksimal mungkin." ucap Ayah Chandra.
Abi Yosef hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
" Tapi aku sudah tidak sabar lagi ingin memberikan pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan oleh si Aditama itu, dia kan seharusnya berpikir yang menemani dia dari awal itu adalah istrinya yang pertama, Kenapa di saat dia mendapatkan jabatan dan kedudukan di atas segala-galanya dia melupakan istrinya dan menikah lagi dengan orang lain, apa yang dikejarnya kalau dia ingin harta, toh Nayra kan anak orang kaya keponakan pengusaha terbesar yang ada di tanah air dan luar negeri, kalo dia pengen minta sebuah perusahaan pun pasti akan dikasihkan asal dia itu bersikap jujur." ucap Abi Yosep lagi.
" Bukannya aku tidak mau memberikan sebuah perusahaan kepadanya, aku dulu memang pernah memberikan kepadanya ingin sekali dia mengurus perusahaan yang dikelola salah satu orang kepercayaanku, tapi dia sendiri yang menolak saat itu, dengan alasan dia ingin memberikan kehidupan yang layak dari hasil jerih payah dan keringatnya sendiri untuk istri dan anak-anaknya, Aku hargai pendapat dia karena aku tidak bisa memaksa kehendak ku, tapi aku tidak tahu ternyata dia semudah itu meninggalkan Nayra dan menikah dengan anak seorang pengusaha dan menjadi pimpinan di salah satu perusahaan mertuanya yang baru itu." lanjut Papah Andre seraya mengusap wajahnya dengan kasar.
" Ya sudah, sebentar lagi waktunya sholat magrib lebih baik kita membersihkan diri setelah sholat Maghrib kita mencari makan dulu baru setelah sholat isya kita akan melancarkan aksi kita " ucap Ayah Chandra seraya menepuk pundak Papa Andre dan papa Bobby, Abi Yosep yang terlebih dahulu berdiri dan berjalan menuju kearah kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah bersih semua merekapun kemudian melaksanakan salat magrib berjamaah,setelah sholat maghrib mereka pun langsung keluar dari kamar dan menemui Melissa dan David merekapun kemudian keluar untuk mencari makan malam.
Setelah selesai makan mereka pun kemudian menuju ke arah masjid karena suara azan sholat isya pun berkumandang Mereka kemudian melaksanakan salat isya berjamaah di masjid tersebut.
Sehabis sholat mereka pun kemudian melangkah kembali menuju ke arah penginapan yang kebetulan berdekatan dengan masjid di mana mereka melaksanakan sholat isya berjamaah.
Saat mereka memasuki halaman penginapan, Papa Andre pun mendengar seseorang memanggilnya.
" Pak Bos " Panggil Pak Maman.
Papa Andre menoleh, Papa Andre pun langsung mengatakan kepada Mama melisha dan papa David untuk segera masuk ke dalam penginapan dan mereka mau mengurus sesuatu yang harus diselesaikan hari ini juga,karena papah Andre tidak mengatakan kepada mereka berdua untuk mengintai rumah keponakannya tersebut.
Mama Melisa dan papa David langsung melangkah menuju masuk ke dalam penginapan tersebut dan mereka pun langsung memasuki mobil, beberapa saat mobil langsung meninggalkan halaman penginapan itu, mereka pun langsung menuju ke arah tempat yang dituju.
" Apakah jauh rumahnya?" tanya papa Andre.
" Kalau dari penginapan lumayan Pak sekitar setengah jam baru sampai kalaupun seandainya tidak melewati lampu lalu lintas, kalau kita melalui lampu lalu lintas mungkin satu jam lebih kita sampai di rumahnya." terang Pak Maman kepada mereka.
Mobil pun terus melaju dan karena Pak Maman mengetahui jalan yang tidak melewati arah lampu lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan, akhirnya Pak Maman mencari jalan pintas, selang beberapa menit kemudian mereka pun sampai di depan sebuah rumah yang terlihat besar, tapi seperti tidak berpenghuni,lampu taman dan lampu depan tidak menyala seolah-olah memang di dalam rumah itu tidak ada orang sama sekali.
" Apakah ini rumah Nayra?" tanya papa Andre pada Pak Maman.
" Iya Pak Bos, inilah rumahnya Bu Nayra."
Mereka berempat pun menatap ke arah rumah Nayra yang sepi senyap, cuma terlihat cahaya di dalam salah satu ruangan yang masih menyala, rumah Aditama tersebut memang tidak bertingkat tapi memang terlihat besar, halamannya pun besar dan memiliki pagar, terlihat pagar itu terkunci.
Disamping dan depan rumahnya tidak ada sama sekali kendaraan yang parkir terlihat sangat sepi.
" Apakah mungkin Ndre ini rumah masih ada orang yang menempatinya." ucap Abi Yosep.
" Aku yakin pasti Nayra ada di dalam." ucap papah Andre.
" Benar! aku juga mempunyai keyakinan kalau Nayra ada di dalam,karena aku perhatikan rumahnya itu masih ada seberkas cahaya didalam itu." Lanjut papah Boby.
" Ayo kita lancarkan aksi " ucap Abi Yosep sudah tidak sabar.
" Kenapa sih kamu Yos, dari tadi kok kamu sepertinya tidak bisa menahan ingin melancarkan aksi dengan cepatnya." Ucap Ayah Candra.
" Hehehe...tanganku sudah gatal ingin mengubah wajahnya si Aditama itu dan telingaku ini juga gatal sekali ingin mendengar cerita dari Nayra tentang penderitaan yang sudah dirasakannya, itu keponakan kita semua dan aku ingin mendengar langsung dari mulutnya Nayra tentang kejahatan si Aditama itu " ucap Abi Yosep.
" Kita tunggu sesaat dulu kita liat kondisinya, siapa tahu Aditama datang kerumah ini." Lanjut Ayah Candra.
Mereka semua mengangguk...