THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 164



" Maksud Bapak apa ya? saya kurang mengerti?" tanya Pak Sahrul merasa heran dengan pertanyaan Papa Boby.


" Maaf sekali lagi ya Pak, bukan maksud saya bertanya yang nyeleneh seperti ini, tapi saya ingin bertanya saja, apakah benar Lia ini Anak dari Ibu Yuni Sari?"


Terdengar helaan napas panjang dan berat dari Pak Sahrul.


" Sebenarnya...sebenarnya itu, Lia ini bukan Anak kandung dari Kakak saya." ucap Pak Sahrul pelan


Lia terkejut dan bagaikan disambar petir tubuhnya mendengar ucapan Pamannya tersebut.


" Maksud paman?Lia ini bukan Anak kandung Mamah Papa? jadi Lia ini Anak siapa Paman?" tanyanya dengan deraian air matanya yang langsung saja lolos dari kedua bola matanya tersebut.


" Maafkan Paman Nak, Mamamu Yuni Sari itu sebenarnya tidak bisa untuk melahirkan kembali,Kamu adalah Anak dari Istri pertama Papamu, tapi Paman tidak tahu apakah Papamu pernah bercerita kepadamu mengenai Mamamu yang kandung atau tidak,yang jelas saat itu Paman tahu saat kamu masih bayi dan baru dilahirkan, kamu sudah di bawa dan dipisahkan dari Mama kandungmu." ucapnya dengan nada sedihnya.


" Kenapa Paman tidak cerita pada Lia? Kenapa Paman ceritanya di saat ini ?"


" Paman tidak bisa cerita Lia, karena Mamamu yang melarang Paman."


" Tapi kenapa Paman Bowo sangat berkuasa dengan Lia Paman?dan seharusnya paman Bowo itu tahu kalau Lia bukan Anak kandung Mamah Yuni?"


" Karena saat itu Paman Bowomu berada di luar kota, dan Paman Bowomu mengetahui kabar Kalau Mamamu dalam keadaan hamil, tapi Paman Bowomu tidak tahu kalau Mamamu itu sudah mengalami keguguran dan rahimnya perlu diangkat, dan Papahmu lah yang mengambil Anak kandungnya sendiri setelah bercerai dengan Istrinya dan merawat kamu sampai dewasa."


" Ya Allah kenapa seperti ini nasibku." ucap Lia menutup wajahnya, untung saja Kevin tidak mendengar cerita orang dewasa tersebut, karena dia disuruh oleh Pak Sahrul bermain di teras belakang bersama dengan Sarah agar Kevin tidak mendengarkan pembicaraan orang tua.


" Maaf lagi sebelumnya, sebenarnya Lia ini kembar." ucap Papah Boby.


" Apa ?Saya kembar? ini tidak mungkin! ini berita apalagi? ini bukan berita mengada-ngada kan? saya ke sini untuk penyerahan hadiah, bukan untuk mendengar cerita kalau saya ini kembar atau tidak, Paman juga tega dengan Lia, kenapa selama ini Paman tidak cerita dengan Lia?"


" Paman tidak tahu Nak? kalau kamu itu kembar." ucap Pak Sahrul.


" Ya Allah... apalagi ini." ucap Lia terisak.


" Maaf Pak, kok Bapak tahu semuanya? dari mana bapak tahu cerita ini?" tanya Pak Sahrul bertanya dengan Papah Boby.


" Lia adalah Adik saya Pak." ucap Dokter Roni lagi,pak Sahrul beserta Istrinya dan juga Lia langsung menoleh kearah Dokter Roni.


" Maksud bapak?"


" Iya pak, dia adalah Adik saya Dia memang kembar dengan adik saya satunya lagi yang bernama Nadine,saat dilahirkan dulu, Papah membawa Lia dan Nadine bersama Mama beserta saya, saat itu." terang Dokter Roni.


" Kakak?" ucap singkat Lia.


" Ya Allah Papa, kenapa Papa tidak bicara kalau Lia ini bukan Anak kandung dari Bu Yuni Sari." ucap Lia seraya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


" Ya Allah, inikah jawaban dari perasaanku,Ya Allah kalau perasaanku tidak salah kalau laki-laki yang ada di depanku sejak pertama kali bertemu sampai berada di rumah ini ternyata Dia adalah saudara kandungku, rasa percaya dan tidak." Batin Lia,Dia kemudian menatap kearah Pak Sahrul lagi.


" Paman bangunkan Lia, Apakah Lia ini bermimpi, bangunkan Lia Paman." ucapnya seraya menelungkupkan wajahnya di pangkuan sang paman.


Pak Sahrul pun mengusap pundak Lia,penuh dengan kasih sayang seperti seorang Ayah memberikan kesabaran kepada sang Anak.


" Tidak Nak! kamu tidak bermimpi,Paman juga terkejut mendengar kamu ternyata kembar, dan Paman juga terkejut ternyata saudara kandungmu sendiri pergi ke mana-mana bersama dengan kita, maafkan paman Nak,paman tidak tahu kalau kamu itu kembar dan Paman juga tidak tahu dimana sekarang orang tua kandungmu berada."


" Lia..." Panggil Mamah Anisha Lia pun kemudian bangkit dari pangkuan pamannya seraya mengusap air matanya, Dia menatap ke arah Mama Anisha.


" Ya Bu.." ucapnya Singkat.


" Ibu mau bertanya dengan kamu, kalau seandainya kamu bertemu dengan Ibu kandungmu, dan bertemu dengan saudara kembaranmu, Apakah kamu membenci mereka Lia?"


" Tidak!Lia tidak akan membenci mereka, bahkan Lia sangat senang bisa bertemu dengan saudara kembaran Lia dan Lia juga senang bisa bertemu dengan Mama kandung Lia walaupun sebenarnya perasaan Lia masih terbayang Mamah Yuni yang berada di rumah sakit,karena Mamah Yuni dari kecil merawat Lia,dan memberikan kasih sayang penuhnya untuk Lia,tapi tidak dipungkiri lagi hati Lia memang merindukan Mama kandung Lia." ucapnya sembari masih mengusap air matanya.


" Kamu pasti akan bertemu dengan Mama dek, kamu juga pasti bertemu dengan Nadine saudara kembarmu." ucap Dokter Roni langsung meraih tubuh Lia dan memeluknya sebagai rasa sayangnya kepada sang adik yang sudah bertahun-tahun tidak pernah bersamanya.


" Ini Kakak dek, ini Kak Roni Kakakmu, Kakak yang selalu merindukanmu bertahun-tahun lamanya, walaupun Kakak baru mengetahui kalau kamu itu adalah saudara kandung Kakak" ucapnya di telinga Lia,Dia pun langsung membalas pelukan sang Kakak, Lia pun menangis dalam dekapan Kakaknya tersebut, mereka yang ada disitu hanya terdiam mereka larut dalam keheningan dan kebahagiaan yang menerpa hati Lia, walaupun hati lihat saat ini merasa tidak percaya,Yah! dalam satu hari satu malam dia menemukan keajaiban yang diberikan oleh yang mahakuasa.


" Dimana Mama dan Nadine Kak? Lia mau ketemu." ucapnya sembari melepaskan pelukannya pada sang Kakak.


Kemudian Nadine dan Tante Raisa keluar dari kamar karena dipanggil oleh Bunda Adel.


" Lia " Panggil Tante Raisa Mereka pun langsung menoleh ke arah suara.


Lia terperangah melihat Tante Raisa berdiri dengan meneteskan air matanya.


" Ini Mama, ini Mama Nak." ucapnya sembari merentangkan tangannya kearah Lia,Lia langsung berdiri menatap ke arah Dokter Roni, Dokter Roni menganggukkan kepalanya.


" Itu Mama Dek, itu Mama." ucapnya.


Lia pun langsung berdiri dan langsung merangkul Mamahnya, mereka berdua pun saling berpelukan selayaknya Ibu dan Anak yang sudah lama dipisahkan dan bertemu kembali saat ini.


Nadine hanya berdiri saja karena dia tidak percaya melihat Lia yang mirip sekali dengan wajahnya, perbedaan hanya di rambutnya saja.


" Ya Allah,akhirnya Aku bisa melihat kembaranku sendiri, serasa seperti bercermin." ucapnya.


Setelah Tante Raisa melepaskan pelukannya dengan Lia dan menghapus air mata Lia tante Raisa pun berbicara.


" Lia ini adalah kembaran kamu, namanya Nadine." ucap Tante Raisa.


Lia menoleh kearah Nadine, Nadine memberikan senyumannya pada Lia disambut dengan senyuman Lia.


Lia mendekati Nadine.


" Nadine " panggil Lia.


" Lia " Panggil Nadine.


Mereka pun kemudian saling bertatapan dan Lia meraih kedua tangan Nadine, Lia pun serasa tidak percaya, Dia melihat seakan-akan Dia bercermin dengan Nadine, wajah Nadine begitu mirip dengannya, tapi perbedaan hanya ada di rambut, mereka berdua pun saling berpelukan dan meneteskan air mata, mereka yang ada disitu hanya bisa terdiam begitu pula dengan Pak Sahrul dan istrinya Bu Sari, Mereka pun terperangah melihat Nadine yang memang mirip dengan Lia, begitu pula Lia yang sangat mirip dengan Nadine.


Mereka seperti pinang dibelah dua, tidak ada perbedaan di wajah mereka hanya ada perbedaan rambut mereka berdua.


" Ya Tuhan keponakanku ada dua." ucapnya seraya berdiri dan menutup sebagian hidung dan mulutnya dengan kedua tangannya.


Dia bersyukur kepada yang maha kuasa, akhirnya Lia memang benar-benar menemukan Ibu kandungnya.


" Ya Allah terima kasih, begitu banyak kebahagiaan yang telah engkau berikan setelah beberapa tahun Lia mendapatkan derita yang sangat perih seperti ini." ucapnya.


Kemudian Clarissa mengajak mereka duduk bersama, sedangkan Lia tidak bisa pisah memegang tangan Nadine, tiba-tiba dari teras belakang Kevin berlari memanggil Mamahnya.


" Mamah .." panggilnya seraya berlari pelan menuju ke tempat duduknya Lia.


Kemudian Dia terhenti dan dengan tatapan bingungnya, Dia menatap kearah Nadine, dan dia juga menatap kearah Lia, tapi Dia tidak mengingat Lia memakai baju warna apa,karena mereka berdua memakai baju berwarna senada yaitu merah muda,dan dia juga tidak terlalu mengawasi Mamah Aslinya karena rambut mereka sama-sama terikat.


Kevin bingung kemudian Dia menatap kearah Kakeknya Pak Sahrul, Pak Sahrul hanya tersenyum saja, lalu Dia pun mendekati Kakeknya tersebut.


" Kakek, Mama Kevin yang mana?" Tanyanya.


" Kok Mama Kevin ada dua? kemana Mama Kevin? kembalikan Mama Kevin yang sebenarnya." ucapnya seraya menangis, mereka yang ada di situ pun hanya bisa tersenyum, Papa Boby dan Abi Yosep tidak bisa menahan tawanya, Mereka pun tertawa dengan lepas karena kevin tidak bisa membedakan Mamahnya tersebut.