
Tidak terasa 2 jam sudah Abiyasa berada di depan layar laptopnya,dia kemudian berdiri dan mengambil kertas yang ada tulisannya tadi untuk di berikannya pada Ayesha.
Abiyasa kemudian duduk di sofa dan melihat kembali tulisan tangannya tersebut, dia tersenyum kemudian terdengar pintu ruangannya diketuk.
" Tok...Tok...Tok..."
Abiasa menyuruh masuk si pengetuk.
" Masuk" ucapnya.
Pintu ruangan terbuka dan ternyata ketiga temannya yang datang, setelah selesai dari kantor KUA.
Mereka bertiga memasuki ruangan Abiyasa, Morgan sudah nampak terbiasa bertemu dengan Abiyasa.
Abiyasa begitu juga terhadap Morgan dia sudah menganggap calon adik iparnya tersebut sebagai sahabatnya walaupun dia baru satu hari mengenalnya.
Morgan orangnya yang asyik diajak bicara dan terlihat baik, kalau ngomong ceplas ceplos dan terlihat sangat membela kawan kawan nya.
Clarissa terlihat menatap Abiyasa dan dia melihat sebuah kertas yang ada di tangan Abiyasa.
Karena merasa penasaran Clarissa akhirnya mengungkapkan pertanyaan nya tersebut.
" kertas apa itu Biy?" tanya nya kepada bosnya tersebut.
" ini adalah surat pemecatan" ucap Abiyasa santai.
" pemecatan untuk siapa ?" tanya Arvin pada Abiyasa.
" Ayesha" ucapnya singkat.
"Kenapa kamu pecat dia? kamu kan tadi pagi baru bilang padaku, setelah menikah kamu tetap akan membiarkan Ayesha bekerja, karena katamu kamu tak bisa jauh jauh darinya, tapi kenapa kamu secepat itu memecatnya" ucap Clarissa menatap Abiyasa penuh selidik.
" Suka-suka aku dong, mau pecat siapa aja, kalau aku mau aku juga bisa pecat kamu" ucap Abiyasa menatap Clarissa.
Clarissa terdiam, dia mencerna kata kata Abiyasa, karena tidak pernah Clarissa mendengar Abiyasa bicara setegas itu padanya.
"Lucu juga muka Clarissa mendengar aku mau memecat kesasihku" gumam Abiyasa.
Clarissa bingung...
" Ada apa dengan Abiyasa, Kenapa dia seperti ini, Apa karena dia termakan omongan Angga tadi," gumamnya.
" kalau kamu pecat seperti ini, apakah kamu masih tetap akan menikah dengannya?" Tanyanyanya.
Abiyasa terdiam, mereka yang ada di ruangan itu pun terdiam karena melihat Abiyasa seperti menyimpan sesuatu rahasia yang mungkin hanya Abiyasa saja yang Tahu.
Kemudian Abiyasa berdiri dan berjalan keluar, dia kemudian meninggalkan ruangannya dengan tatapan 3 orang sahabatnya tersebut.
" Ada apa dengan Abiyasa?" tanya Arvin,
"Kenapa dia langsung berubah seperti ini ?"tanya Arvin lagi.
"Aku juga tidak tahu, kenapa dia seperti itu baru aja pagi tadi dia bilang tidak akan melarang Ayesha untuk bekerja, karena dia tidak ingin Ayesha jauh-jauh darinya," ucap Clarissa.
" Aku jadi curiga ada sesuatu yang disembunyikan kan Abiyasa" ucap Morgan
Mereka terdiam dan hanyut dalam pikirannya mereka masing-masing
Abiyasa membuka pintu ruangan Ayesha, dia melihat mata sembab sang calon istrinya, Dia menatap penuh haru kearah Ayesha.
"Maafkan aku sayang, aku terpaksa melakukan ini karena aku ingin melihat Apakah kamu bisa mengendalikan rasa diamku ini, ternyata rasa diamku ini malah menyakiti hatimu, " gumamnya.
Abiyasa melangkah masuk dia seakan-akan tidak peduli dengan apa yang di lihat oleh Abiyasa.
"Ayesha...ini surat pemecatan kamu, silahkan kamu beresin barang-barang kamu sekarang, dan pergi pulanglah" ucap Abiyasa pada Ayesha.
Ayesha terkejut dengan perkataan Abiyasa.
" Apa ?, saya dipecat? kenapa mas? Apa alasannya sehingga saya dipecat." Ucapnya lagi.
" Kita kan belum menikah, jadi selama sebelum menikah saya kan masih tetap akan bekerja di sini " ucap Ayesha.
"nggak penting apa alasannya, intinya kamu sekarang beresin barang kamu, dan silahkan pulang, nggak usah balik lagi ke kantor ini "ucap Abiyasa seraya meninggalkan Ayesha yang hanya bisa menatap kepergian Abiyasa dari ruangannya.
Ayesha mengambil kertas tersebut dan tidak terasa air matanya mengalir dikedua pipi mulusnya.
Kembali Dia menatap kertas itu tapi dia takut untuk membukanya
"Apa yang akan aku katakan kepada Umi dan Abi kalau seandainya di dalam kertas ini, mas Abiyasa membatalkan pernikahan kami, aku takut untuk membuka kertas ini" ujarnya berkata sendiri sela sela tangisannya.
Kemudian Abiyasa masuk kembali ke ruangannya, dan Abiyasa mendapatkan tatapan penuh tanda tanya dari para sahabatnya tersebut,namun Abiyasa tetap diam saja.
" Pada lucu semua sahabatku wajahnya penuh penasaran hehehe" gumamnya.
"Biy kamu ini gila! kamu pecat Ayesha secara tidak hormat seperti itu, sedangkan dia calon istrimu kalau kamu ingin menikahinya tidak perlu kamu pecat seperti itu, kamu bisa ngomong baik-baik kepadanya kalau kamu perlakukan Ayesha seperti itu lebih baik kamu putuskan aja dan batalkan pernikahan kalian" ucap Clarissa marah kepada Abiyasa.
Abiyasa hanya diam saja dan dia langsung menghentakkan tubuhnya di kursi kerjanya, dia tidak memperdulikan amarah Clarissa.
Kemudian matanya menatap layar laptop nya kembali, kemudian Clarissa keluar dari dalam ruangan Abiyasa menuju ke ruangan Ayesha.
Karena dia ingin melihat gimana terpuruknya Yesha setelah mendapatkan surat pemecatan dari Abiyasa calon suaminya sendiri.
Di ruangan Ayesha...
Ayesha perlahan-lahan membuka surat yang diberikan oleh Abiyasa kepadanya.
Dia perlahan lahan membuka lipatan kertas yang rapi yang sudah di berikan Abiyasa padanga.
"Ayesha sayang... dengan pemecatan ini, Mas harap kamu mengerti karena mas tidak ingin kamu disakiti dan dihina di hadapan mata kepala mas seperti tadi, karena mas tidak ingin kamu bekerja lagi di kantor ini setelah kita menikah,karena mas tidak mau kamu di sakiti oleh siapa pun, karena mas sangat mencintaimu Sayang"
Setelah membaca surat pemecatan tersebut, Ayesha tersenyum manis dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya.
Dia kemudian menghapus air matanya saat Clarissa mengintip dari balik jendela kaca ruangan Ayesha dia melihat Ayesha senyum-senyum sendiri Clarissa heran.
"Kenapa Ayesha tidak sedih-sedih nya ya mendapat surat pemecatan yang di berikan Abiyasa kepadanya ada yang tidak beres ini" ucapnya penasaran.
"Ada apa gerangan yang terjadi" gumam Risa, kemudian langsung masuk ke dalam ruangan Ayesha begitu saja, sehingga membuat Ayesha terkejut dan menatap kearah pintu, di mana Clarissa yang masuk tanpa mengetuk pintu ruangannya.
"Mbak Risa?" Ucap Ayesha.
Clarissa langsung duduk di depan Ayesha.
"kamu dipecat seperti itu malah senyum-senyum saja, seharusnya kamu protes dong "ucap Clarissa
"kamu kan belum menikah tuh dengan Abiyasa, sedangkan Abiyasa bilang tadi pagi denganku selama kamu mau bekerja Abiyasa tidak melarang kamu untuk bekerja di kantor nya sebagai sekretarisnya, tapi kamu mendapatkan surat pemecatan itu kamu malah senyum-senyum aja, ada apa sebenarnya?" Tanya Clarissa pada Ayesha.
Ayesha tersenyum kepada Clarissa.
"Kok kamu tersenyum sih,ada apa?" tanya Clarissa.
"Memang pantas kok Mbak saya dipecat karena sudah waktunya kali saya berhenti "ucap Ayesha.
"Tapi kan kalian belum menikah jadi wajar aja kamu kerja dulu" ucap Clarissa Seraya mengambil surat pemecatan yang ada di tangan Ayesha, Clarissa membaca dan dia pun langsung tersenyum saat membaca surat tersebut.