THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 192



Di salah satu meja dimana kedua orang tua mereka masing-masing berbicara.


" Kak Andre apa yang ingin Kakak bicarakan Melisa sudah tidak sabar ingin mengetahuinya." ucap Melisa.


" Nanti aja sampai di rumah kalau di sini kakak tidak enak untuk bicaranya, karena ini adalah di tempat umum, kalau di rumah kan tidak ada orang luar ataupun orang lain yang mendengar pembicaraan kita, ini antar keluarga kita saja." ucap pelan papah Andre pada sang Adik.


" Ya sudah kalau seperti itu kita kembali aja ke rumah, biar kita cepat membicarakannya." ucap Mama Melisa.


Papah Andre nenganggukkan kepalanya.


" Apa kalian sudah hilang capenya?" Tanya Papa Andre.


Semuanya mengangguk.


" Ya udah kalau seperti itu, ayo kita kembali ke rumah karena ada yang ingin ku bicarakan dengan Melisa yang sangat penting, karena kita akan berangkat ketempat Nayra." ucap Papah Andre sembari tersenyum.


" Mel ikut ya kalau berangkat ke tempat Nayra."


" Iya kamu ikut " ucap papa Andre.


Kemudian mereka pun membenahi barang-barang pribadinya kemudian Papah Andre mengajak Anak-Anak mereka untuk pulang ke rumah.


Pak Carlos dan istrinya kembali ke rumah pribadinya sedangkan Clarissa dan Marco akan kembali ke rumah pribadi mereka sendiri tapi sebelumnya mereka akan menuju ke tempat Abiyasa sementara waktu, rumah baru mereka hadiah dari Papa Bobby sudah siap ditempati tapi mereka memilih sementara waktu berada di rumah Abiyasa,dan malamnya baru mereka pulang ke rumah pribadi pemberian dari Papa Boby.


Setelah mereka berpamitan satu sama lain Pak Charlos dan istrinya pun langsung menuju ke rumahnya dan beberapa mobil lainnya menuju ke rumah Abiyasa, di dalam mobil mereka tidak ada yang berbicara satu sama lain, karena disamping mereka capek sehabis acara resepsi pernikahan Clarissa dan Marco mereka juga larut dalam pikiran mereka masing-masing terutama Niko, Niko tidak mau berbicara dengan yang lain, Dia hanya berdiam diri saja, karena Dia merasa tidak bisa memiliki Lia dan Dia harus melupakan Lia setelah Mamahnya berbicara kalau Dia sudah mendapatkan jodoh yang terbaik untuknya.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di kediaman keluarga Wibawa mereka turun semua dari mobil dan menuju masuk ke dalam rumah, karena kebetulan rumah memang sudah terbuka Walaupun ada acara pernikahan keluarga Papah Bobby rumah tetap ada yang menunggunya yaitu Art pribadi mereka, mereka semua pun menghentakkan tubuhnya di ruang tengah rumah tersebut.


" Kalau kalian ingin membersihkan diri silakan kalian membersihkan diri dulu, baru kita bicara nantinya."


Tapi mereka menggeleng dan masih tetap betah duduk di kursi sofa empuk yang ada di ruang tengah itu.


" Lebih baik kalian bersihkan diri dulu aja, sebentar lagi kita sholat magrib habis sholat magrib kita baru bercerita." ajak Papa Andre, kemudian Papa Andre berjalan diikuti oleh Mama Anisha masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya, Mereka pun akhirnya beranjak dari duduknya menuju ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri dan melaksanakan sholat magrib, karena kebetulan hari sudah mulai senja.


Benar saja setelah mereka membersihkan diri suara adzan maghrib pun memanggil para lelakinya pun langsung menuju ke arah masjid yang tidak jauh dari kediaman keluarga Wibawa tersebut dan para wanitanya melaksanakan sholat magrib di rumah.


beberapa saat kemudian setelah sholat Maghrib Mereka pun kemudian berkumpul kembali di ruang tengah tidak ada yang berbicara hanya helaan nafas terdengar, ada yang memainkan gawainya ada yang menyenderkan tubuhnya dan ada yang menatap langit-langit ruangan tersebut.


Para perempuannya pun berada di dapur untuk menyiapkan makanan spesial untuk disantap pada malam harinya.


" Ada apa Kak yang ingin dibicarakan?" tanya Melisa memecah keheningan diantara mereka.


Papa Andre pun meletakkan gawainya karena Dia baru saja mengirim chat pribadi kepada Mito, kemudian Dia menghela nafasnya dengan berat.


" Kakak mau tanya dulu siapa wanita yang akan kamu jodohkan dengan Niko.?"


" Hmmm...orangnya cantik Kak, memang Niko belum bertemu dengannya tapi Mel sudah bertemu dengannya." ucapnya.


" Apakah kamu tidak menanyakan dulu dengan Niko bagaimana perasaan Niko terhadap wanita tersebut, walaupun itu pilihan kamu, tapi Kakak rasa lebih baik kamu bicara dulu dengan Niko, Oke! kalau pernikahan pertama Niko gagal, karena Niko salah memilih pasangan hidupnya sendiri,itu yang membuatmu takutkan, tapi itu semua adalah kehendak yang maha kuasa,bukan karena Niko memilihnya salah, belum tentu juga pilihan kamu itu tepat untuk Niko, kalau Nikonya tidak bahagia gimana? ya sama aja kan pernikahan pertama pasti akan terulang kembali dan menimbulkan perpisahan." ucap Papa Andre.


Mama Melisa pun menghela nafasnya dengan berat.


" Iya Kak Andre, Mel tahu itu, tapi Mel yakin kalau pilihan Mel ini,pasti Niko akan bahagia dengan wanita pilihan Mel."


" Tapi kamu tidak pernah mengenalkan wanita itu dengan Kami terurama Kakak mu ini."


" Sebenarnya baru tadi aku bertemu dengannya." ucap Mama Melisa tersenyum simpul.


" Apa?!!" mereka semua terkejut.


" Kamu ini bagaimana sih Dek, baru aja bertemu tadi,udah menetapkan hati untuk menjadikan Dia sebagai calon menantu, kamu tidak mengenal kepribadian wanita tersebut! seenaknya aja kamu mau menjodohkan Niko anakmu sendiri Dengan Dia, Kamu ini Ibu macam apa Mel?!" ucap Papa Andre sedikit emosi menghadapi Adiknya tersebut.


" Maafkan Melisa Kak, tapi Melisa yakin kalau Niko akan bahagia dengannya."


" Kamu tidak tahu kebahagiaan nya itu ada dimana Mel? kebahagiaan itu di mana seorang wanita memang menyukai laki-lakinya dan begitu juga dengan laki-lakinya mau menerima wanita itu apa adanya, kamu saja tidak tahu apakah Niko mau menerima Dia dan Niko juga tidak pernah bertemu dengan pilihan kamu itu yang disesalkan lagi pilihan kamu itu baru ditemukan satu hari ini, Apakah kamu itu mau memasukkan Anakmu ke dalam kandang macan kembali lepas dari kandang buaya malah jadi masuk ke kandang macan." ucap Papa Andre panjang lebar.


" Sayang kamu melihat Dia dimana?" tanya papa David menanyakan dengan sang istri.


" Tadi di pernikahan Clarissa."


" Di pernikahan Clarissa!" ucap Papa Bobby.


" Anak siapa?siapa tahu itu adalah Anak rekan bisnisnya kami,jadi kami bisa mengetahui apakah Dia itu baik untuk Niko atau tidaknya, kalau soal perjodohan kalau menurut ku Niko mungkin akan mengikutinya karena Dia kan tidak ingin juga pernikahan keduanya ini gagal, kita ingin memberikan kebahagiaan untuk Anak kita selagi Mereka sama-sama menerima kelebihan dan kekurangan serta kejelekan dan keburukan satu sama lain, in sya Allah kebahagiaan itu pasti ada." ucap Papa Bobby lagi.


" Dia bukan Anak rekan bisnis kalian semua Kak, Dia juga bukan Anak siapa-siapa, tapi kalian juga mengenal orang tuanya." ucap Mama Melisa.


" Siapa?" tanya ayah Candra.


" Saudaranya Nadine.!" mereka semua langsung saling bertatapan.


" Apa?" ucap mereka semua, Niko pun mendengar itu terkejut Dia langsung tersenyum.


" Mama Nggak bohong kan kalau mau menjodohkan Niko dengan saudaranya Nadine?"


Mama Melisa menganggukkan kepalanya.


" Iya Mama tidak bohong,Mama yakin kamu akan bahagia dengannya tapi Niko,Dia seorang janda Dia mempunyai anak laki-laki." terang Mama Melisa.


Niko pun tersenyum mereka semua pun tertawa lepas,Mama Melisa heran melihat semuanya tertawa.


" Kenapa kalian tertawa? Apakah salah janda ketemu duda ?"


Mereka masih tetap tertawa tidak menghiraukan perkataan dari Melisa.


Melisa dan David pun saling pandang.


" Memang ada yang salah ya sayang Aku berbicara seperti ini?" tanya Mama Melisa kepada papa David.


" Tidak ada sayang,tidak ada yang salah semuanya sudah kamu bicarakan."


" Tapi kenapa mereka tertawa semua?"


" Aku juga tidak tahu " ucap papa David.


Setelah reda tertawanya dan sampai keluar air matanya karena saking senang dan bahagianya, karena yang dikatakan oleh Mama Melisa itu sama yang akan dikatakan juga oleh Papa Andre.


" Memang kenapa Kak lucu ya Mel bercerita seperti itu."


" Hehehe! kamu tidak lucu kok malah Kakak juga mendukung."


" Jadi apa yang ingin Kakak bicarakan tadi."


" Yang ingin Kakak bicarakan ya masalah itu juga, Niko itu menyukai saudara kembarnya Nadine." terang Papa Andre.


" Apa?jadi Niko sudah bertemu dengan saudaranya Nadine."


" Iya Mah, Niko sudah bertemu dan Niko yakin juga akan bahagia dengannya."


" Jadi ini adalah jodoh yang tidak disangka-sangka." ucap Mama Melisa senang dan bahagia.


" Jadi Mama mau menerima Dia apa adanya?" ucapnya.


" Iya Nak,Mama akan menerimanya tapi apakah Dia memang benar-benar sudah berpisah dengan suami pertamanya itu? karena tadi Dia bercerita mempunyai anak satu dan Dia menggantung ceritanya, sepertinya Dia terlihat sedih, Mama hanya menerka perpisahan Dia dan suaminya itu membuat dirinya tertekan dan sedih seperti itu, makanya Mama mengatakan kepadanya tadi bahwa Mamah mengerti akan ceritanya dan langsung Mama tinggalkan Dia berada di belakang duduk sendirian saat itu." terang Mamah Melisa.


" Melisa ada yang ingin Kakak bicarakan dengan kamu tentang Lia, kamu memang mengetahui saat itu kalau Lia janda beranak satu, tapi kamu harus mengetahui kenapa Dia sampai mempunyai Anak, apakah kamu siap kalau sudah Kakak ceritakan semuanya dan kamu masih mau menerimanya sebagai calon menantu mu, kalau kamu memang mau menerimanya sebelum kami berangkat ke tempat Nayra kami akan membicarakan semuanya dengan tante Raisa." ucap Ayah Andre.


" Memang ada apa Kak? ada masalah apa yang menimpa Lia?"


Papa Andre menarik napasnya dengan berat dan melepaskannya dengan pelan, mereka semua yang ada di ruangan itu pun terdiam, Mama Melisa menatap mereka satu persatu Dia merasa heran ada apa sebenarnya yang terjadi.