
" Wow!, Baru di bilang seperti itu bapak langsung menatap saya, Kagum ya pak sama lidah saya yang mengeluarkan kata ajaib itu" ucap Clarissa mengembalikan kata kata si Angga tadi.
" Dia itu bukan kagum Ris, tapi dia itu ingin menguji kesabaran kita, dia tidak tahu kalau kita ini memiliki sabar tingkat dewa, dan dia juga tidak tahu kalau kita ini mempunyai batas sabar yang melampaui dewa mana pun, bagaimana kalau dia ini kita hanyutkan di laut Atlantik sana, kesel lama lama aku jadinya! Ucap Morgan menahan emosi nya.
Muka angga langsung merah padam,mendengar ucapan Morgan, dia langsung menatap tajam kearah Morgan.
" Apa liat liat!! Nggak pernah kah liat orang ganteng seperti aku ini?!" Ucapnya seraya menatap tajam kearah Angga.
" Nggak usah merah padam gitu pak wajahnya, itu ada air kolam kalau panas tinggal nyemplung tuh di situ biar adem," ucap Clarissa masih dengan gaya santainya.
" Dasar muka buaya nih orang, " gerutu Clarissa pelan tapi masih terdengar oleh Abiyasa dan Arvin.
Abiyasa tersenyum pada Clarissa begitu juga Arvin tersenyum tersembunyi dari balik telapak tangan nya.
" Mulai deh jiwa premannya bergejolak" ucap Abiyasa.
" Benar tuh, bisa ngamuk nih sapi betina" ucap Arvin tersenyum kearah Clarissa.
Ayesha hanya berdiam saja, ia nantinya akan menjelaskan kepada Abiyasa tentang Angga kenapa dia sampai berkata seperti itu.
Angga hanya terdiam, mendapatkan kata kata dari Clarissa seperti itu.
" Kenapa diam pak Angga yang terhormat! " Ucap Clarissa.
"Ayo kita beri hormat,Hormat gerak! Eh...! Salah ini bukan upacara ya, tapi buaya yang lagi cari mangsa tapi salah tempat! Ucap Morgan penuh penekanan dengan kata katanya.
" Apa maksud kalian! Kenapa kalian berkata begitu pada ku! Kalian jangan menghina saya seperti itu" ucapnya.
" Eh...pak Angga!, kalau bapak tidak mau di hina, jangan lebih dulu menghina orang! " Ucap Clarissa mulai emosi.
" Saya tidak menghina ibu, tapi saya mengatakan yang sebenarnya tentang cewek ini!biar pak Abiyasa tidak tertipu dengan tipu muslihatnya" Ucapnya seraya menunjuk kearah Ayesha.
" Stop! Cukup! Kesabaran ku sudah habis! Bapak sudah menghina calon istri ku! " Ucap Abiyasa mulai naik pitam.
" Apa? Calon istri ?" Ucapnya.
" Bisa saja saya laporkan bapak kepolisi karena sudah menghina calon istri dari Abiyasa Putra Wibawa!" Ucapnya tegas.
"Nih, sudah ada dua orang polisi, lapor kan saja pak Abiyasa, mau diapakan dia pak? Di masuk kan kandang macan apa kandang kobra" ucap Clarissa tersenyum sinis.
" Oh... dengan senang hati kami akan membawa nya" ucap Morgan seraya menatap ke arah Angga.
Angga terdiam lagi....
" Gila nih orang, ternyata bukannya percaya malah aku yang terpojok" gumamnya seraya menatap satu persatu orang orang yang ada di hadapan nya itu.
" Benarkan kata ku, si Angga ini emang buaya salah sasaran, dasar kuda nil kurang air! Orang sudah nggak mau main paksa aja! Dasar lo buaya nyasar!" Ucap Clarissa marah pada si Angga.
"Makanya tuh, kalau ngomang jangan tinggi tinggi amat noh, ntar mulut kamu di tabrak pesawat baru tahu rasanya sobek! Makanya jangan asal aja menilai seorang yang tidak bisa di miliki, ngomongin orang tinggi amat! Lama lama aku tarik juga tuh lidah, biar nggak bisa ngomong, kesel jadinya aku!" Ucap Clarissa seraya menghentak meja dengan keras, untung saja kedai kopi tersebut sepi pengunjung.
Angga terkejut dan menatap kearah Clarissa.
" Sabar Ris, tenang kan dirimu" ucap Arvin seraya menepuk pundak Clarissa.
" Kerjasama batal!!" Ucap Clarissa langsung.
" Ngapain kerja sama dengan orang macam kamu! yang suka menghina dan suka ngadi-ngadi tinggi banget!!" Ucap Clarissa emosi.
" Eh bu, siapa anda membatalkan kerja sama sepihak!" Ucap Angga seraya menatap Clarissa penuh emosi.
" Clarissa benar! Kerja sama ini batal! Silahkan kamu pergi sebelum aku marah lebih dari ini" ucap Abiyasa.
" Pak Abiyasa, maafkan saya pak, tapi tolong jangan batalkan pak kerjasama kita, karena saya butuh banget pak suntikan dana dari perusahaan bapak" ucapnya.
" Terlambat!! Mau mendapatkan suntikan dana,tapi anda tidak bisa menghargai orang lain! Dan asal nyeplos aja menghina calon istri nya pak Abiyasa!orang yang mau memberikan suntikan dana pada perusahaan anda" Ucap Clarissa lagi dengan sinis.
" Tolong Ayesha maafkan aku, tolong bujuk pak Abiyasa buat menyetujui kerja sama ini" ucapnya.
" Maaf pak Angga, saya tidak ada hak dalam bujuk membujuk, karena bapak sudah keterlaluan terhadap sesama manusia, terutama saya yang selalu bapak hina dan dimana pun saya tidak bisa kerja saat dulu masih kuliah, jadi bapak terima sendiri akibatnya" ucap Ayesha.
" Sudah kaya gini baru ngeluarin kata maaf, dari tadi kemana" ucap Arvin pada Angga.
" Hei!! Angga! Cepat pergi masih syukur kamu tidak di penjarakan." Ucap Risa lagi.
" Pak Abiyasa tolong di pikirkan lagi pak" ucapnya.
" Kamu tidak dengar apa yang di katakan Clarissa!" Ucap Abiyasa.
Seraya menatap Angga dengan tajam.
Kemudian Angga membawa kembali berkas berkasnya dan berlalu dari hadapan mereka.
" Hati hati ya bro di jalan, jangan terlalu banyak nunduk, nyesel kan kamu!" Teriak Morgan.
" Bodoh kamu angga! Kenapa langsung begitu menghina Ayesha, dasar bodoh!" Ucapnya berlalu dari kedai kopi tersebut membawa kegagalan dalam dunia bisnisnya.
" Habis sudah kerjasama yang sangat menguntungkan ini, aaakkhhh" teriaknya di dalam mobil sambil memukul mukul setir mobilnya.
Kemudian dia melajukan mobilnya meninggalkan kedai kopi tersebut.