THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 147 Pengakuan Maya dan Ariel



" Sedang apa kamu di sini Arvin.?!"


" Seharusnya aku yang tanya sedang apa kamu di sini dan kenapa kamu menggunakan nama Nadine, Apa kamu masih cemburu hah!! dan ingin merusak Nadine seperti kamu merusak Lia!! iya kan!!" Ucap Arvin ketus.


" Bukan urusanmu!!" Teriak Maya.


" Ini adalah urusanku!!karena kamu sudah menyangkut pautkan nama calon istriku!!" Geram Arvin.


" Apa calon istrimu?"


" Enggak usah berlagak kaget di depanku! kamu pasti sudah tahu kalau Nadine adalah calon istriku! apa saja yang kamu lakukan dengan mengatasnanakan Nadine!! kamu buat seperti apa nama Nadine hah!! Nadine itu tidak bersalah denganmu!!"


" Nadine bersalah dengan ku!!" Teriaknya keras.


" Apa kesalahan Nadine denganmu!! Kamu itu punya urusan denganku! bukan dengan Nadine! seenaknya kamu berbuat seperti itu dan kamu akan menyalahkan Nadine begitukan!! bukan kah Kamu mau mengirim Nadine ke kantor polisi dan dipenjara bukannya Nadine yang dipenjara tapi kamu Maya!!" Ucap Arvin dengan nada tingginya.


Maya terdiam dia mendengus kesal menatap kearah Arvin.


" Sudah cukup Maya kamu memperlakukan Lia waktu itu bersama denganku, kamu sakit hati karena aku menyukai Lia tidak menyukai kamu, kenapa aku tidak menyukai kamu? kamu mau tahu? karena aku tidak suka dengan tingkah polah kamu!! aku hanya menganggap kamu sebagai teman seharusnya kamu sadar diri Maya!!" Ucap Arvin meluahkan semua emosinya yang bertahun-tahun lamanya.


" Sekarang aku ingin bukti yang ada padamu,yang kamu buat beberapa waktu yang lalu."


" Aku tidak akan pernah memberikan bukti itu!!"


" Eh!! songong nih orang kalau bukan wanita udah aku mutilasi kamu itu." Ucap Abi Yosep ikut emosi, Clarissa kemudian mendekati Maya.


" Hei!! Mayat hidup kamu itu harusnya jujur!Kenapa kamu melakukan perbuatan keji seperti itu dengan Arvin dan Lia hah!?"


" Apa urusannya dengan kamu, aku tidak ada urusan dengan mu jadi jangan ikut campur."


" Kamu itu ada urusannya denganku! apalagi menyangkut nama Nadine! kamu tahu Nadine itu calon istrinya Arvin dan kamu juga harus tahu Arvin itu adalah sahabatku! jadi kalau Arvin merasakan kesakitan aku pun juga merasakannya karena kami ini sahabat serasa saudara! tidak seperti kamu! ingin menjadikan seorang sebagai teman tapi kamu membunuh teman yang lain seharusnya kamu sadar dasar mayat hidup! mau aku masukkan kamu ke lubang buaya biar raja buaya sana menyantap kulitmu yang mulus itu!!" Ucap Clarissa seraya menyentuh dagu Maya dengan telunjuknya dan mendongakkan wajahnya ke arah Clarissa, Maya menepiskan tangan Clarissa dan dia mendengus dengan kesal.


" Berikan bukti itu pada kami!" ucap Morgan.


" Tidak ada bukti yang bisa kalian dapatkan dan selamanya Arvin akan bersalah karena sudah merusak seorang wanita." Ucap Maya sinis.


" Hey!!mayat hidup!!" Panggil Papa Bobby dengan tegas.


" Jangan panggil aku mayat hidup aku nih bernama Maya."


" Kalau kamu memang bukan mayat hidup kenapa kamu menoleh saat dipanggil mayat hidup, berarti nama kamu ya mayat hidup bukan Maya.!!" ucapnya lagi penuh dengan nada emosinya sudah mulai meninggi di atas rata-rata


" Dasar pak tua!!"


" Biar saja aku bapak tua tapi aku masih kuat! buktinya teman kamu yang masih muda itu kalah denganku berlomba meminum minuman yang beralkohol baru 6 botol aja temanmu itu sudah KO!! aku yang 10 botol saja biasa-biasa aja." Ucapnya dengan nada lantang.


" Iya sih biasa-biasa aja tapi perutku tambah gembung bolak-balik kamar mandi hanya ingin buang air kecil." gumamnya tersenyum sinis kearah Maya.


" Kalian ini semua tidak punya urusan denganku! Aku menggunakan siasat ini hanya ingin menjebak Arvin dan Nadine!! tapi kenapa kalian memberondong pertanyaan demi pertanyaan denganku! Aku tidak ingin menceritakan semuanya!!" Teriaknya.


" Kamu harus menceritakan!!" Kata papah Boby emosi.


" Tidak akan!karena ceritanya panjang!"


" Kamu bikin pendek aja!" ucap papah Boby ngegas.


Maya terdiam karena dibentak oleh Papah Boby.


" Hai! kamu juga Ariel apa hubungan kamu dengan Maya, Kenapa kamu saat kejadian waktu itu berbicara dengan Maya "


Ariel langsung menoleh kembali ke Papah Bobby.


" Aku tidak tahu Om tentang masalah ini." Ucapnya berbohong.


" Om...om !!sejak kapan aku menikah dengan tante kamu!!" Tegas papah Boby.


Ariel langsung terdiam dan menundukkan kepalanya.


Ayah Chandra kemudian maju dan duduk di hadapan Ariel.


" Ariel Aku ingin bertanya dengan kamu, Apa hubungan kamu saat itu waktu kejadian kamu berbicara dengan Maya, berarti kamu tahu semua kejadian waktu itu." Tanya Ayah Candra tidak dengan emosinya.


" Aku tidak tahu om, Aku cuma diajak sama Maya aja."


" Tidak mungkin kalau kamu cuma diajak Maya, Kenapa saat Arvin menyebutkan nama Lia kamu terkejut, Apa hubungan kamu dengan Lia? kamu tidak bisa membohongi ku karena itu hanya alibimu berbicara tidak tahu apa-apa, agar lepas dari masalah " Ucap Ayah Candra.


" Sebenarnya Lia..."


" Ariel kamu tidak boleh mengatakan semuanya kepada mereka." Tegur Maya memotong kata-kata Ariel,Ariel pun terhenti berbicara dia kemudian menoleh kearah Maya.


" Kamu jangan mengikuti Maya, dan jangan hiraukan kata-kata Maya, kamu harus mengikuti kata hatimu lebih baik kamu jujur." Ucap Ayah Candra.


Lagi-lagi Ariel menatap ke arah Ayah Chandra.


" Baiklah om aku akan cerita semuanya."


" Ariel kamu jangan bercerita semua yang pernah kita lakukan saat beberapa tahun yang lalu tentang Arvin dan Lia, lebih baik kita tutup mulut daripada kita bercerita, kita tetap akan masuk penjara juga nantinya." ucap Maya dengan sedikit keras kepada Ariel.


" Tapi Maya aku sudah bertahun-tahun menutupi ini semua, aku bersalah dengan Lia seharusnya aku yang bertanggung jawab atas semuanya ini karena aku mengikuti apa kata kamu, akhirnya aku tidak bisa menikah dengan Lia."


Arvin terkejut dengan kata-kata Ariel dia menatap Ariel dengan sinis, dia pun berdiri dan langsung mencengkram kerah bajunya Ariel.


" Apa kamu bilang hah! kamu adalah calonnya Lia?! kamu laki-laki yang jahat! calon istri kamu sendiri kamu buat seperti itu seharusnya kamu sadar sebagai laki-laki!! Aku memang menyukai Lia saat itu tapi Lia dengan tegas menolak aku karena dia sudah dijodohkan."


" Maafkan aku Arvin." ucapnya seraya memegang tangan Arvin yang masih berada di kerah bajunya, melihat kejadian itu Abiyasa dan Morgan langsung meminta Arvin untuk melepaskan cengkalannya kepada Ariel.


" Arvin kamu jangan melakukan tindakan yang bodoh, kalau kamu melakukan tindakan bodoh itu Apa bedanya kamu dengan Ariel." ucap Morgan.


Kemudian Arvin menghempaskan tubuh Ariel ke sofa.


" Aku tidak akan pernah memaafkanmu! sebelum aku bisa bertemu dengan Lia siapa sebenarnya yang berbuat seperti itu dengan Lia!"


" Morgan, Abiyasa, Arvin, minggir! biar om yang menyelesaikan ini dengan mereka berdua! kalau sudah Om yang maju mereka semua akan mengakuinya dengan sendirinya!" Ucap papa Boby seraya menarik sebuah kursi dan duduk dihadapan Maya dan Ariel dengan kedua tangan bersedekap didada seraya menatap tajam kearah mereka berdua Maya menundukkan kepalanya begitu pula dengan Ariel dia tidak bisa menatap mata dan wajah Papa Boby yang sudah terlihat sangat marah dengan matanya yang merah menahan emosi yang sudah memuncak.


" Sekarang aku beri kesempatan dengan kalian berdua! apakah aku yang harus membuat kalian mengakuinya atau kalian sendiri yang akan berbicara menjelaskan semuanya dan menyerahkan bukti yang ada dengan dirimu kadal betina!!" ucap papa Boby seraya menghentakkan tangannya di atas meja membuat Ariel dan Maya terkejut, bukan Ariel dan Maya aja yang terkejut tapi mereka semua yang ada di situ terkejut dengan ekspresi mereka masing-masing,Morgan yang melihat itupun menahan tawanya karena mereka mempunyai ekspresi terkejut yang berbeda-beda.


" Maaf Guys! bukan maksud aku mengagetkan kalian tapi aku membentak mereka berdua agar mereka mengakui semua kesalahan mereka dan menyerahkan sendiri bukti yang mereka simpan." Ucap papah Boby sembari terkekeh.


" Kembali lagi ke Maya dan Ariel kamu sadar enggak apa yang pernah kamu perbuat seperti itu! siapa saja yang kamu rugikan kalian sendiri pun pasti akan rugi iya kan?!!" ucapnya seraya menatap kembali ke arah Ariel dan Maya, tetapi Ariel dan Maya diam mereka menghela napasnya sembari menundukkan kepalanya dan memainkan jari jemari mereka karena mereka sudah mengalami rasa kegugupan yang tingkat dewa.


" Jadi apa Bob?" tanya Abi Yosep.


" Jadi hulk." Ucapnya santai.


mereka yang mendengar ucapan papa Boby pun langsung terkekeh tidak seperti Morgan dia langsung tertawa lepas,karena baru kali ini dia berkumpul bersama Papah Boby yang marah jadi lucu.


Papah Bobby tidak sedikit pun tertawa dia menatap kearah Maya dan Ariel dengan tajam.


" Cepat katakan Ariel!sebelum aku sangat marah denganmu!" Ariel masih tetap bungkam begitu pula dengan Maya


" Hei monyet!! kamu dengar nggak apa yang aku bilang tadi kamu pilih mana menceritakannya atau aku yang akan menceritakannya semuanya!" ucap papa Bobby lantang.


Mereka semua yang ada diruang tengah itu terkejut,begitu juga dengan Maya dan Ariel.


" Memang Boby tahu cerita sebenarnya seperti apa?" ucap Abi Yosep bertanya dengan ayah Candra.


" Kayak nggak tahu aja dengan Boby,Boby kan bisa mengetahui isi hati semua orang." Kekeh Ayah Candra,Abi Yosep menepuk jidatnya sendiri.


" Oalah aku lupa biasa sudah termakan usia." ucapnya sembari terkekeh juga.


Ariel dan Maya langsung terperanjat dia langsung menatap kearah Papa Boby.


" Dari mana orang tua ini tahu ceritanya." Batin Ariel.


" Aku tahu!! kalau kamu tidak mau menceritakannya sendiri aku yang akan menceritakannya semua." ucapnya, lagi-lagi Ariel terkejut karena dia tidak menyangka kalau laki-laki yang ada di hadapannya ini bisa membaca pikirannya.


" Kalau dia sudah tahu kenapa dia bertanya lagi dengan kami, percuma saja kami menceritakannya kalau dia itu juga sudah tahu." Batin Maya seraya menatap Papah Boby.


" Heh gorila!! Nggak usah kamu ngomong dalam hati ngomong aja terus terang karena mulut kamu itu digunakan untuk berbicara bukan melalui hati! aku memang mengetahui semuanya tapi aku ingin kalian berdua ini jujur terutama kamu gorilla betina! karena bukti itu ada pada kamu walaupun kami menyerahkan kamu dengan polisi kamu tetap akan ditindaklanjuti lagi dan polisi juga akan mencari bukti semuanya jadi percuma saja kalau kamu sampai menyimpan bukti itu polisi tidak bisa dibohongi!!" Ucapnya sembari menatap ke arah Maya, Maya tersentak dia tidak ingin lagi berbicara ataupun mengeluh di dalam hatinya karena dia takut semua isi hatinya akan diketahui oleh papah Boby yang ada di depannya tersebut.


Mereka yang ada di situ hanya bisa tersenyum-senyum dan mendengarkan Papah Boby meluapkan emosinya karena sudah dari tadi malam dia menahan emosi tersebut karena ulah Maya dan Ariel.


Papa Andre, Ayah Candra, dan Abi Yosep membiarkan papah Boby yang mengintrogasi mereka berdua sedangkan Morgan, Abiyasa dan Clarissa serta Arvin menunggu perintah selanjutnya dari Papa Boby.


" Hei kunyuk!! cepat katakan!!telinga mata dan wajahku sudah panas tahu nggak!! kalian berdua tidak melihat apa telinga dan hidungku ini sudah mengeluarkan api kemarahan yang bisa saja sewaktu-waktu akan membakar kalian berdua!!" ucapnya seraya memukul meja.


Karena sudah dikondisikan mereka pun tidak merasa terkejut,tapi Maya dan Ariel yang masih tetap terkejut.


" Iya om aku akan katakan semuanya."


" hmmm buruan!!" gertak papah boby.


" Ariel Jangan katakan!" ucap Maya.


" Tidak bisa Maya aku tetap akan mengatakannya karena aku tidak ingin selalu dibentak seperti ini,bagaimanapun aku juga merasa takut dengan bapak yang ada di hadapanku ini."


" Berarti kamu takut juga hah!! kalau kamu takut jangan berbuat seperti itu! seharusnya kamu bersyukur karena sudah mempunyai calon istri yang sangat cantik! wanita baik-baik, tapi kamu merubahnya menjadi wanita yang tidak baik di mata orang-orang kalau seandainya bukti itu kalian sebarkan bukan aku saja yang menanggung malunya Lia juga pasti akan sangat depresi,sekarang aja aku tidak tahu di mana keberadaan Lia." ucap Arvin setelah mendengar Ariel mengatakan kalau dia merasa takut dengan papah Boby.


" Sapi ompong! cepat katakan tidak usah berbelit-belit lagi ngapain juga kamu mendengarkan kambing betina itu biarkan aja dia mengembik kamu lanjutkan bicara kamu sebelum aku nanti berubah lagi menjadi malaikat pencabut nyawa mu! bisa saja di sini aku mencabut nyawamu dan ku melempar kamu jauh dari sini kamu belum tahu dengan lemparan ku ya kan?!!" ucap Papa Bobby dengan nada emosinya.


" Baiklah Om! aku akan ceritakan semuanya kenapa aku bisa berbuat seperti itu dan mau saja menjalankan perintah Maya."


Maya akhirnya pasrah dia hanya menundukkan wajahnya.


" Cepetan bicaranya jangan mengulur banyak waktu mereka sudah ingin mendengar penjelasan kalian!"


Ariel menarik napasnya dengan pelan dan melepaskannya dengan berat.


" Dia adalah calon istriku! kami berdua adalah pasangan yang dijodohkan oleh keluarga kami masing-masing, sebenarnya aku menyukai Lia, Lia juga sudah mulai menerima diriku, aku berteman dengan Maya berteman akrab, Maya sudah tahu kalau dia adalah calon istriku yang dijodohkan oleh kedua orang tua kami. Tapi saat itu Maya mengatakan kalau Arvin menyukai Lia dan sudah terang-terangan mengatakannya kepada Maya, Maya merekam pembicaraan dia dan Arvin saat itu dan memberikan rekaman itu kepadaku, hati siapa yang tidak sakit karena calon istriku dikehendaki oleh orang lain, karena aku sudah termakan hasutan dari Maya akhirnya aku mengiyakan saja saat Maya menyusun rencana tersebut, sebenarnya Arvin, tidak melakukan apa-apa dengan Lia akulah yang melakukan itu semua aku ambil kehormatan Lia dan ku katakan kepada kedua orang tua Lia, kalau Lia sudah berselingkuh di belakangku, Lia memang saat itu tidak membela dirinya dia hanya berdiam saja dan dia pun menerima tuduhan itu, Lia pun akhirnya diusir oleh kedua orang tuanya sampai saat ini pun aku tidak tahu dimana Lia berada dan keluargaku memutuskan perjodohanku dengan keluarga Lia, karena kami sama-sama memerlukan belaian kasih sayang akhirnya aku dan Maya membuat sebuah rencana kembali agar menjadikan Nadine tersangka baru, tapi bukan aku lagi yang mengganggu Nadine tapi Maya yang berperan sebagai Nadine."


Belum selesai Ariel menjelaskan Arvin langsung bertindak.


" Kurang ajar kamu Ariel!!"


" Bukkhhh" Sebuah tamparan mendarat di wajah Ariel,Ariel pun langsung jatuh di sofa dan dia memegang bibir bawahnya yang terasa sakit karena mendapat bogem mentah dari Arvin,Abiyasa langsung menahan Arvin kembali saat Arvin ingin memberikan bogem mentah yang kedua kewajah Ariel.


" Lanjutkan ceritamu!!" perintah papah Boby.


" Gimana aku mau melanjutkan ceritaku kalau aku mau dipukul terus!" protesnya.


" Itu resiko kamu? karena kamu sendiri yang membuat rencana yang mengakibatkan emosi seseorang memuncak! terutama emosiku itu hanya bogem mentah kecil dari Arvin belum kamu merasakan bogem mentah yang akan kuberikan kepadamu, aku yakin kamu tidak akan bisa menahannya! karena bogem mentah aku ini seperti gempa yang akan menghancurkan dirimu.!" ucap papa Boby santai seraya menatap ke arah Ariel, Ariel meringis kesakitan dia kemudian bangun kembali dan duduk seperti semula, Maya terlihat pucat karena dia baru melihat Arvin yang sangat marah dengan Ariel.


" Buruan lanjutkan ceritamu! jangan kau tahan, di saat aku ingin mendengar semua cerita yang beberapa tahun lalu kalian sembunyikan.!!"


" Semua bukti yang ada di Maya itu ada juga aku simpan."


" Dimana kamu menyimpan bukti itu!" ucap papa Boby tegas.


" Didalam gawaiku!"


" Mana gawaimu!!"


Kemudian Ariel mengambil gawainya yang berada di saku celananya. Dia kemudian menyerahkan gawainya dan papah Boby pun mengambilnya dan menyerahkannya kepada ayah Candra, dan ayah Candra beserta Papa Andre dan Abi Yosep mengecek isi gawai milik Ariel.


" Awalnya aku sudah mulai sadar dan aku mencari Lia,tapi aku sampai sekarang tidak menemukannya aku harus bertanggung jawab karena dia mengandung anakmu bukan mengandung anak Arvin, maafkan aku Arvin aku hanya merasakan emosi sesaat pada waktu itu." Ucapnya seraya menundukkan kepalanya.


" Kamu bilang emosi sesaat?itu bukan emosi sesaat,kalau kamu menghancurkan kehormatan seorang gadis, seharusnya kamu berpikir kamu itu lahir dari mana? Tidak mungkinkan kamu itu lahir dari seorang bapak kamu itu lahirnya dari seorang ibu!!" ucap Clarissa ikut berbicara.


" Lama-lama ku rebus juga kamu nih jadi sop, buat teman makan siangku! dasar laki-laki nggak punya hati!! seharusnya kamu itu mengikuti kata hatimu bukan mengikuti kata-kata Maya! sekarang apa yang kamu dapat hah!! Maya akan meringkuk di tahanan kamu juga akan menyusul dan menemaninya sekalian aja kalian menikah noh!di tahanan sana!!" ucap Clarissa lagi karena dia juga sudah gatal rasanya ingin mengubek-ubek Maya dan Ariel dengan kata-katanya.


Maya hanya terdiam seribu bahasa.


" Sekarang apa Maya? Apa yang ingin kamu katakan! semua bukti sudah ada dikami itulah perbuatan bodoh kalian berdua! Seharusnya kalian itu sadar dengan apa yang kalian lakukan bukannya bertobat tapi malah membuat berbagai macam masalah lagi.!!"


ucap Clarissa dengan emosi.


Maya tetap bisa berkata-kata lagi dia hanya terdiam seribu bahasa karena semua yang dikatakan oleh Ariel,semuanya benar! bahkan percuma saja dia menyembunyikan bukti itu sekarang Ariel sudah menyerahkan bukti itu kepada pihak Arvin, Clarissa kemudian mengambil tas kecil yang ada di samping Maya, Dia kemudian membongkar tas itu dan mengambil kunci kontak mobil Nadine dan gawai Nadine yang masih berada di dalam tas tersebut,dan menyerahkannya pada Arvin.


Maya hanya bisa memandang kalau Clarissa mengambil semua miliknya yang berada di dalam tas tersebut.


" Lanjutkan ceritamu!!" ucap papa Boby.


" Sudah tidak ada lagi Om, sampai disitu aja Om,semuanya adalah salahku,Aku sekarang pasrah." ucapnya pelan seraya menundukkan kepalanya sambil memainkan jari jemari tangannya.


Papah Boby pun berdiri.


" Morgan, Arvin! sekarang Om serahkan kembali dengan kalian berdua!" ucapnya seraya berjalan mendekati ketiga sahabatnya yang sedang memperhatikan gawai Ariel.