
" Nayra,Om harap kamu bisa bersabar, Om mau pulang dulu ke penginapan dan mengatakan semuanya ini kepada Mama dan papahmu." Ucap Papah Andre.
" Apa Om? Mama dan papah ikut juga ke sini? Apakah ada Clara?"
" Iya Nak, mama dan papa kamu ikut ke sini tapi Clara tidak ikut, Clara tinggal bersama Tante Anisha mu, kami semua disini tidak bicara dengan Mamah dan Papah mu,Kalau malam ini kami mengintai rumahmu, Dan karena Allah mengijinkan akhirnya kita semua bertemu langsung dengan mu, walaupun dengan berbagai macam kejadian." Terang Papah Andre.
Nayra baru sadar dia pun kemudian menatap kearah Aby Yosep yang sedang duduk bersila di lantai ubin keramik di kamarnya itu, merasa diperhatikan oleh Nayra Aby Yosep pun kemudian membenarkan duduknya dengan cara duduk seperti perempuan yang sangat feminim sekali, karena menutupi celananya yang sobek besar gara-gara tersangkut di pagar rumah Nayra, saat dia memanjat masuk kedalam halaman rumah tersebut.
Nayra pun tersenyum tipis, Mereka pun mengetahui apa yang menimbulkan Nayra tersenyum, mereka bertiga lalu menatap ke arah Abi Yosep, Abi Yosep langsung mengalihkan pandangannya kearah lain, karena tidak ingin menjadi pusat perhatian mereka semua.
" Itulah salah satu kejadian nyata celana Om Yosep mu sobek, karena tersangkut di pagar rumah kamu saat memanjat tadi." Terang Ayah Candra.
" Ya Allah..kenapa sampai manjet sih Om?"
" Kalau tidak dengan cara ini, mana mungkin kita bisa bertemu, dan kami juga mendapatkan kunci rumah kamu ini,semua karena Om Yosep, Om Yosep yang menjadi hantu penunggu pohon nangka." Ucap Papah Boby terkekeh.
" Apa?hantu penunggu pohon nangka? tapi di rumah Nayra nggak ada pohon Nangka besar, adanya anak pohon mangga aja."
" Nah itu dia anak pohon mangga itu yang Om goyang-goyang sampai Lidya ketakutan." Sambung Abi Yosep terkekeh.
" hahaha "
Mereka pun tertawa pelan, karena tidak ingin menimbulkan keramaian di rumah tersebut, walaupun sebenarnya tidak terlalu fokus diperhatikan oleh masyarakat sekitar, karena memang rumah itu yang ditempati oleh Nayra memang terkenal tidak berpenghuni.
" Ya sudah Nayra,kalau seperti itu Om dengan yang lainnya pamit dulu ya,kamu harus menjalankan rencana kita besok, in sya Allah dengan izin Allah kamu akan bisa bersama kembali dengan Anak-anak mu " ucap papa Andre sembari menepuk pundak Nayra dengan pelan.
Nayra hanya menganggukan kepalanya, Dia pun memandang semua Omnya yang ada di dalam ruangan tersebut Nayra terlihat sangat sedih.
" Hey! ponakan Om yang cantik, Kenapa kamu bisa bersedih seperti itu? tidak akan terjadi apa-apa dengan mu, Om jamin itu Nak, selama Om Boby ada disini tidak akan pernah ada yang bisa menyentuhmu, ingat itu ya,jadi jangan ada kesedihan lagi." ucap papah Bobby seraya menyentuh dagu Nayra,Nayra hanya mengangguk kepalanya dan tersenyum,mulai terlihat sekali di wajahnya merasakan kebahagiaan,karena orang-orang yang disayanginya sudah bisa menemukannya dan akan menyelamatkan dia dari tekanan batin yang selama ini dia rasakan.
" Mudah-mudahan, Nayra bisa bertemu dengan anak Nayra,karena Nayra kangen banget dengan dia, Nayra tidak ingin terpisahkan dengan kedua anak Nayra."
" Iya Nak in sya Allah." Ucap mereka berbarengan.
" Kalau boleh tahu apakah cucu kami itu perempuan atau laki-laki.?" Ucap Ayah Candra.
" Laki-laki, tapi Nayra takut Om,dia tidak bisa mengenali Nayra, karena sudah hampir berbulan-bulan Nayra tidak bertemu dengannya."
" Sabar Nak,in sya Allah kita akan menyelesaikan semuanya ini, kalau gitu Om pamit dulu ya, Kamu hati-hati di rumah." Ucap Papah Andre.
" Ya Om!"
Kemudian mereka pun bergegas pergi dan meninggalkan ruangan kamar Nayra, Nayra hanya menatap kepergian mereka sampai di depan pintu rumahnya, kemudian Abi Yosep menyuruh Nayra Masuk rumah kembali,dan jangan sampai ada yang melihatnya bisa keluar leluasa seperti itu.
Nayra hanya mengangguk,dan pintupun ditutup Abi Yosep lalu dikunci dari luar,Nayra hanya bisa menatap kepergian keempat Om nya itu melalui jendela rumahnya tersebut.
Setelah menghilang di kegelapan bayangan Om-Om nya itu dia pun langsung menutup tirai rumahnya tersebut dia langsung menuju ke kamarnya lagi dan menutup kamarnya, walaupun kamarnya tidak terkunci lagi, dia kemudian merebahkan tubuhnya dikasur pribadinya itu.
" Terimakasih Ya Allah, akhirnya doa hamba selama ini telah engkau kabulkan, dan sebentar lagi hamba akan bertemu dengan anak-anak hamba ya Allah, ingatkan lah anak hamba dengan hamba ya Allah, karena hamba adalah ibunya ya Allah, lindungi anak hamba selalu ya Allah biar hamba bisa bertemu dengannya."
Sekelumit doa dari mulut Nayra, dia pun kemudian memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.
Papah Andre dan yang lainnya pun melewati lubang yang ditemukan oleh papah Boby untuk keluar kembali, karena mereka tidak ingin memanjat untuk kedua kalinya.
" Akhirnya kita lewat jalan pintas juga ya." Ucap Ayah Candra terkekeh pelan.
" Iya Ndra,aku takut nanti celana salah satu dari kita sobek lagi kalau manjat untuk kedua kalinya" sambut Papa Andre.
Mereka pun semua tersenyum bahagia, karena sudah bertemu dan berbicara dengan Nayra dan tidak terjadi kekerasan Fisik ditubuh Nayra tidak ada pemukulan secara langsung tetapi tekanan batin yang dirasakan Nayra sangatlah membekas,papah Andre yang terlebih dulu mendekati mobilnya dan saat ingin membuka pintu mobilnya itu dia dikejutkan suara pak Maman.
Pak Maman yang sedari tadi duduk di depan mobil tersebut langsung berdiri dan langsung menegur papah Andre.
" Pak Bos!" ucap Pak Maman.
Papah Andre yang kebetulan memegang kunci tersebut Langsung melempar Pak Maman dengan kunci Mobil kebawah dekat kakinya pak Maman secara reflek tapi lemparan itu tidak kuat, sedangkan Papa Boby, Abi Yosep dan Ayah Chandra baru sampai ke arah mobil tersebut.
" Ada apa Ndre?" Tanya mereka berbarengan.
" Pak Maman Astaghfirullahaladzim....Maaf ya Pak Maman, saya tidak sengaja melemparnya." Ucap Papah Andre.
" Tidak apa-apa Bos hehehe."
" Kenapa Pak Maman ada disini? bukankah Pak Mama saya suruh pulang?"
" Iya Pak Bos, tadi saya memang mau pulang, tapi ternyata di depan sana pangkalan ojeknya kosong tidak ada orang sama sekali, dari pada lama menunggu dan saya nanti dibilang apa-apa, lebih baik saya kembali lagi ke mobil." Terang pak Maman.
" Pantasan aja Aditama tidak merasa curiga dengan mobil terparkir di sini, ternyata ada orangnya." ucap Ayah Chandra.
" Iya Pak Bos, dia memang datang ke sini Pak dan menanyakan, Kenapa mobil ada di sini dan dia juga merasa heran jarang-jarang ada parkir mobil di depan rumahnya, ya saya bilang aja kalau mobil ini lagi mongok dan lagi menunggu teman yang datang ke sini untuk menolong saya."
" Wah pintar juga Pak Maman nih!" Ucap papah Boby.
" Kan saya belajarnya dari pak Bos Boby hehehe."
" Hahahah...bisa aja pak Maman nih bercandanya " ucap papah Boby.
" Ya Udah Pak Maman kalau kayak gitu, kita berangkat pulang." Ucap papah Andre.
" Sudah selesai pak urusannya?"
" Alhamdulillah sudah selesai."
Kemudian mereka pun memasuki mobil dan selang beberapa menit kemudian mobil meninggalkan depan rumah Nayra menuju ke arah penginapan, beberapa saat kemudian mobil pun memasuki halaman penginapan,mereka berempat turun dan pak Maman meninggalkan penginapan tersebut dan kembali pulang ke tempat sang adik, karena selama pak Maman berada di kota itu Pak Maman menginap di tempat adiknya tersebut.
Papa Andre,Ayah Candra dan Abi Yoseb serta Papa Boby pun melangkah memasuki penginapan dan menuju ke arah kamarnya, saat mereka memasuki kamarnya terdengar panggilan dari arah kamar mamah Melisa.
" Kak Andre !" Panggil Mamah Melisa.
Mereka semua menatap kearah mamah Melisa.
" Mel?kamu belum tidur ?" Tanya papah Andre.
" Dari tadi nungguin kak Andre, Ada yang ingin ditanyakan."
Kemudian mereka pun mengurungkan masuk ke dalam kamarnya.
Mereka melangkah mendekati mamah Melisa dan masuk ke dalam kamar mamah Melisa di mana di dalam kamar tersebut ada papa David yang memang belum tidur juga.
Mereka pun kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut, setelah mereka duduk dan terdengar helaan nafas dari mereka yang tidak terlalu berat, kemudian mamah Melisa mengungkapkan pertanyaannya kepada kakaknya itu.
" Jujur Kak, Kakak dari mana?"
Papah Andre pun menarik nafasnya dan membenarkan duduknya.
" Kami tadi bersama dengan Pak Maman selepas salat isya ingin melihat kediaman rumah Nayra."
" Melisa, kalau kamu ikut otomatis semuanya akan ambyar!" ucap papa Boby.
" Maksud kakak?"
" Iya Mel,sulit masuk kesana,adanya kami nggak konsen kalau kamu ikut." Terang Ayah Candra.
" Bagaimana sih kak ceritanya?"
" Ceritanya panjang dek."
" Ya dipendekkan aja lah Kak, biar Melisa bisa paham."
" Baiklah Dek, awalnya kami ingin melihat kondisi keadaan rumah Nayra saja,tapi ternyata niat kami itu kami batalkan dan kami ingin langsung masuk ke dalam dan ingin melihat keadaan di dalam rumah tersebut, Apakah Nayra ada di dalam atau tidak, ternyata sesampainya di sana rumah itu terlihat sepi sekali, seakan-akan tidak ada penghuni padahal di dalamnya ada Nayra, di sebuah kamar yang dikunci oleh Aditama." Jelas Papah Andre dianggukkan ketiga sahabatnya.
" Astaghfirullahaladzim!! Kenapa Aditama seperti itu dengan Nayra." Ucap papah Davit
" Dan yang lebih mengejutkannya lagi, Kamu itu tidak mempunyai cucu satu aja tapi mempunyai dua cucu Mel.
" Apa Kak?! Dua cucu?" Ucapnya terkejut seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Papa David langsung berdiri dari tempat tidur dan melangkah mendekati sang istri.
" Maksud kakak, Clara mempunyai adik lagi?" Tanyanya.
" Iya vid, Clara punya adik lagi, tapi setelah melahirkan 3 hari Nayra tidak diperboleh bertemu dengan anaknya itu. "
" Anaknya? Kenapa?"
" Karena Aditama membawanya dan menitipkannya dengan pihak keluarganya,sekarang belum tahu lagi anaknya itu sehat atau tidaknya, karena selama berbulan-bulan Nayra tidak pernah bertemu dengan anaknya, itulah yang membuat dia bertahan karena ingin mengambil anaknya tersebut,selama ini dia sudah mengatakan kepada Aditama ingin pisah tapi tidak pernah Aditama mau menceraikannya di saat itu dia masih hamil."
" Tapi apa yang membuat Aditama seperti itu dengan Nayra?" Tanya Papah Davit.
Papah Andre kemudian menceritakan semuanya pada Mamah Melisa dan papah David,mereka berdua mendengarkannya tanpa ada satu ceritapun terlewatkan.
" Makanya Aditama menjadikan Nayra sasarannya." Terang Papah Andre diakhir ceritanya.
" Bagaimana keadaan Nayra, Mel rindu dengan Nayra, Mel kangen dengan anak Mel Kak." Ucapnya dengan berurai air mata yang membasahi pipinya.
" Alhamdulillah dia baik-baik saja, walaupun Aditama menguncinya di dalam kamar, tapi kamar itu masih berbentuk seperti biasanya layak huni dan masih bersih,sedangkan makanan minuman nya dicukupi oleh Aditama, dia kadang-kadang datang bersama Lidya, dan setiap bertemu mereka selalu bertengkar." Lanjut papa Boby.
" Ya Allah kenapa nasib Anak Mel seperti itu? bagaimana selanjutnya ini Kak?"
" Kamu tenang saja, besok kami akan mengurusnya." Ucap Ayah Candra
" Tapi Mel kapan bertemu dengan Naira Kak?"
" Sebentar lagi Mel, kamu akan bertemu dengan Anakmu." Ucap Papah Andre.
" Iya Mel, besok Yosep akan ke kantornya Aditama untuk mengurus semua rencana dari kami." Ucap Papah Boby.
" Memang agak lama rencana ini, tapi kalau kita langsung, tidak akan membuahkan hasil." Ucap Papah Boby.
Mereka menganggukkan kepalanya.
" Tapi ngomong-ngomong kenapa celana Kak Yosep sampai sobek." Tanya papah David.
" Karena kami tadi manjatnya tidak hati-hati,celananya terkena besi yang tajam di atas pagar rumah Nayra,jadi dia sampai seperti itu." Kekeh papah Boby.
" Iya nih,mungkin dia tidak lolos soal panjat memanjat." Lanjut papah Andre.
" Aku yang takut ketinggian aja lolos manjatnya hahahah." Ayah candra tertawa lepas.
" Ya iyalah kamu lolos! karena bantuannya banyak, kalau aku tidak ada yang membantu, besi pagar rumah Nayra itu tidak ada Ahlaknya hehehe,sudah tahu ada orang naik,malah disibek lagi celananya." ucapnya sembari tertawa.
Merekapun tertawa,tapi Melisa hanya terdiam, dia berharap dia akan bertemu secepatnya dengan anak dan cucunya itu.
" Kenapa Nayra tidak pernah bilang,kalau dia sudah mempunyai dua anak,Mel mengira cuma Clara aja anaknya, dan cucu satu-satunya, Ya Allah Nak Kenapa kamu seperti ini? mudah-mudahan nanti tidak ada lagi penderitaan untuk Nayra." Keluh Mamah Melisa.
" Nayra bertahan selama berbulan-bulan seperti itu, karena dia ingin bertemu kembali dengan anaknya, mudah-mudahan aja anaknya tidak apa-apa." Ucap Papah Boby.
" Oh ya aku lupa tadi bilang sama Pak Maman, apakah pak Maman tahu dimana rumah mertuanya Nayra, Diakan bisa bertanya dengan adiknya, lebih baik aku menghubungi Pak Maman dulu." Ucap papah Andre.
Papah Andre mengambil gawainya yang berada di saku celananya, beberapa saat kemudian gawainya itu tersambung yang menghubungi Pak Maman.
" Assalamualaikum pak Bos."
" Waalaikumsalam Pak Maman, Bapak sudah sampai di rumah?"
" Alhamdulillah Pak bos, baru aja sampai pak bos."
" Pak Maman Maaf merepotkan lagi,saya mau bertanya sama Pak Maman."
" Oh,boleh Pak Bos, ada apa pak Bos.?"
" Apa kah Pak Maman tahu di mana rumah mertuanya Nayra?"
" Rumah mertuanya Bu Nayra saya kebetulan tidak tahu Pak Bos, nanti saya tanyakan dengan adik saya pak bos."
" Iya pak Maman, maksud saya memang seperti itu, agar Bapak menanyakan kepada Pak Toto."
" Oh baiklah Pak Bos,sekarang juga saya akan menanyakannya, Nanti akan saya hubungi pak Bos."
" Iya pak Maman,terima kasih ya pak Maman."
" Sama-sama Pak Bos."
" Pak maman mau menanyakan nya dengan adiknya ucap papah Andre setelah sambungan telepon itu terputus.
" Mudah-mudahan aja adiknya Pak Maman itu mengetahuinya." Lanjut Ayah Candra.
" Kalau sudah diketahui, kita akan bagi tugas, Yosep besok bertemu dengan si Aditama syukur-syukur ada Lidya, sedangkan aku bersama Chandra akan bertemu dengan mertuanya." Ucap Papah Boby.
" Tapi bagaimana dengan alasannya kalau kamu ketemu dengan mertua Nayra."
" Gampang! alasan itu selalu ada, Kamu kan tahu siapa aku sebenarnya hehehe, nah kamu Andre kamu kan pasti diketahui sama keluarganya dari Nayra, Begitu juga dengan Aditama pasti dia mengetahui kamu, jadi kamu khusus ke rumahnya Nayra bersama dengan David dan Melissa,di sana kamu memasuki rumahnya." Terang papah Boby.
" Tapi kan kunci tadi Apakah kamu kasihkan dengan Nayra Yos?" Tanya papah Andre.
" Tidak! kuncinya masih ada sama aku, besok kamu yang bawa."
" Dekarang istirahat aja waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam kita tidur besok pagi kita melanjutkan aksi kita." Ucap Ayah Candra.
Mereka langsung meninggalkan ruangan Mama Melisa dan memasuki ruangan mereka sendiri untuk melepaskan lelah karena beberapa jam ini menguras tenaga dan emosi mereka.