
Mobil yang dikendarai Abiyasa dan kedua temannya itupun memasuki sebuah kantor yang dituju untuk pengurusan berkas perlengkapan pernikahan kakak mereka mereka, setelah mobil tersebut terparkir rapi mereka langsung turun dari mobil dan melangkah menuju kearah dalam ruang kantor tersebut, Abiyasa kemudian bertanya dengan seorang petugas yang kebetulan berada didepan meja tamu, setelah dia berbicara sesaat dengan petugas tersebut, mereka kemudian diarahkan kebidang yang memang khusus mengurusi tentang pernikahan, mereka bertiga melangkah mengikuti langkah petugas itu, kemudian mereka dipersilahkan masuk kedalam salah satu ruangan yang ada dikantor itu.
Dirumah sakit, Lia sangat senang sekali mendengar kabar yang dikatakan sang adik padanya,melalui gawai pribadinya, karena sang kakak akan segera menikah dan membina rumah tangga yang diridoi Allah dengan wanita pilihannya itu, begitu juga Nico merasa bahagia dengan kabar yang mereka dapat, Terlihat senyum yang mengembang diwajah mereka berdua.
Dirumah yang lain tepatnya dirumah papah Boby terlihat Amelia yang duduk dikamarnya seorang diri, sedang menatap bingkai fhoto kedua Almarhum orang tuanya.
" Mamah, papah, jika seandainya kalian berada disamping Amelia sekarang ini, mungkin orang pertama yang akan bahagia melihat Amel menikah dengan lelaki pilihan Amelia, adalah Mamah dan papah, Amel rindu, Amel kangen sama kalian, maafkan Amelia mah, pah, karena Amelia tidak bisa melawan rasa rindu dan kangen Amelia pada kalian berdua.." ucapnya seiring buliran bening membasahi kedua pipi mulusnya. lalu dia dikejutkan dengan suara Nika sang adik yang langsung memeluk pundak sang kakak.
" Bukan kakak aja yang tidak bisa melawan rasa itu, tapi Nika juga kak, karena selama ini Nika selalu berperang pada kenyataan kalau mamah dan papah sudah tiada dan tidak bisa lagi Nika melihat senyum dan tawanya mereka berdua, Nika juga sempat ingin mengalah dengan rasa itu kak, karena selama ini Nika merasa hanya sebentar mendapatkan belaian kasih nyata mamah dan papah walaupun sebenarnya sudah lama tapi Nika selalu merasa hanya sebentar." ucapnya dengan isak tangisnya disamping sang kakak sembari mengusap wajah kedua Almarhum orang tuanya melewati fhoto yang dipegang Amelia tersebut. Amelia langsung merangkul sang adik, papah Boby dan mamah Lala yang tidak sengaja berada didepan pintu kamar Amelia yang kebetulan terbuka hanya bisa menatap sedih pada kedua anak perempuan kakak beradik itu, papah Boby dan Mamah Lala tidak ingin mengganggu mereka berdua, dan membiarkan mereka berdua larut dalam kenangan akan kedua orang tuanya itu, papah Boby mengusap matanya yang sudah berair karena merasakan akan kesedihan kedua perempuan yang sekarang menjadi tanggung jawabnya, untuk menjaganya,begitu juga dengan mamah Lala yang sudah tak bisa lagi menahan air matanya dia pun membiarkan buliran bening itu mengalir dengan leluasanya dipipinya dalam rangkulan sang suami, kemudian mereka berdua melangkah menuju kearah ruang tengah rumahnya dan duduk bersamaan, terdengar mereka menghela nafasnya dengan pelan dan menghembuskannya, disaat mereka larut dalam diam, mereka tidak menyadari kalau sebuah mobil memasuki halaman rumahnya itu
" Assalammualaikum..." sapa suara yang berada didepan pintu dan mengejutkan mereka berdua sontak saja mereka berdua menoleh kearah pintu dan membalas salam tersebut.
" Waalaikumussalam..."
" Apa kabar Bu Lucy...?" Tanya papah Boby.
" Baik pak..." Jawab Tante Lucy.
" Oh ya Mbeb, ini perkenalkan Tantenya Amelia sahabatnya Almarhumah Sinta, tepatnya orang kepercayaannya Sinta dan Rendy diluar Negeri." Ucap Papah Boby memperkenalkan tante Lucy pada sang istri yang disambut mamah Lala dengan anggukkan dan senyuman manisnya, begitu juga dengan Tante Lucy, kemudian mereka berbicara dengan santai dan tidak membutuhkan waktu lama untuk tante Lucy beradaptasi dengan keluarga papah Boby, mereka terlihat sangat akrab dan kemudian Amelia dan Nika datang dari lantai atas mereka berdua sangat bahagia sekali melihat tante Lucy datang ketanah Air, walaupun hanya sendiri karena suami dan anaknya tante Lucy berhalangan hadir, suaminya tante Lucy tidak bisa hadir dipernikahan Amelia karena kerjaan yang tidak bisa ditinggalkannya dan begitu juga dengan anaknya Tante Lucy tidak bisa meninggalkan kegiatan disekolahnya, tapi Amelia sangat bahagia karena tantenya itu menepati janjinya untuk datang dihari yang sangat spesial dan hari yang sangat bahagia baginya.
*****
Setelah semuanya beres dan mereka bertigapun langsung kembali lagi ketempat kerja mereka masing-masing,dan mereka tinggal menunggu hari Happynya saja, karena baju pernikahan mereka berdua juga sudah disiapkan oleh Nadine berhubung Nadine adalah perancang baju yang terkenal jadi tidak diragukan lagi tentang baju pengantin untuk pernikahan sang kakak tercinta itu.