
" Pak Andre dan Pak Boby...maaf saya sudah mengetahui semuanya Pak." ucap Tante Lucy seraya menatap mereka berdua.
" Maaf Bu Lucy apa saja yang Ibu ketahui tentang Amelia.?" tanya papah Boby
" Semuanya pak." jawab Tante Lucy
" Bisakah Ibu menceritakannya dengan kami." pinta papah Andre.
Tante Lucy mengangguk dan terlihat dia terdiam mengingat saat dia bersama dengan mendiang Sinta dirumah sakit sehari sebelum mendiang Sinta menghembuskan nafas terakhirnya,
Flasback On...
Seorang wanita tergesa-gesa memasuki ruangan rawat inap disebuah rumah sakit, karena dia dihubungi Amelia untuk datang secepatnya, dia pun bergegas menuju kearah ruangan Sinta.
" Ada apa Sin? kamu menyuruh aku segera menemui kamu?" tanyanya setelah sampai diruangan tersebut dan duduk disamping pembaringan sang sahabat.
Sinta tersenyum dengan wajah pucatnya seperti menahan rasa sakit yang dirasakannya itu.
" Amelia sayang..." panggilnya pada sang anak.
" Iya mah...mamah perlu sesuatu?" tanya Amelia seraya mendekati sang mamah.
" Sayang...bisakah kamu keluar sebentar, Mamah mau bicara dengan Tante Lucy." pintanya pada sang anak seraya tersenyum dan Amelia pun mengangguk tanpa ada bantahan darinya, dia langsung duduk di depan ruangan rawat inap sang Mamah dan dia hanya terdiam di luar membiarkan Mamahnya dan Tante Lucy berbicara penting berdua.
" Lucy aku akan menceritakan semua tentang Amelia."
" Tentang Amelia? Memang kenapa dengan Amelia Sin?" Tanya Tante Lucy.
" Amelia sebenarnya bukanlah anak kandung ku dan Rendy, dia adalah anak kandung sahabatku yang bernama Sayla, dia aku adopsi setelah amelia lahir dirumah sakit dan saat itu Sayla mengalami kecelakaan dan meninggal dunia,setelah melahirkan Amelia, saat itu mereka mengalami kecelakaan dan aku kebetulan melahirkan anak pertama kami dengan Rendy tapi sayang anak kami itu meninggal dunia dan sama-sama berada dirumah sakit yang sama, sampai akhirnya aku menyuruh Rendy untuk mengadopsi Amelia sebagai anak kandung ku sendiri, karena aku merasa tidak akan lama lagi makanya ini semua aku ceritakan padamu, karena aku merasa kamu adalah orang yang tepat untuk menjaga rahasia ini, suatu saat nanti kalau diperlukan kamu bisa berbicara pada Amelia untuk menjelaskan semuanya ini." ucap Sinta sembari memegang tangan Tante Lucy.
Tante Lucy terdiam, dia hanya bisa mendengarkan kisah Mamah Sinta padanya, walaupun sebenarnya dia sangat terkejut dengan apa yang diceritakn Mamah Sinta padanya itu, terdengar dia menarik nafasnya dengan pelan sembari menatap wajah Mamah Sinta dengan tatapan penuh kasian karena semakin terlihat lemah dan sayu.
" Lucy.... maukan kamu menjaga rahasia ini?" Ucapnya.
Dan Tante Lucy hanya menganggukkan kepalanya.
" Suatu saat nanti, Amelia akan dipersunting orang lain dan aku tidak ingin dia mempunyai nasab bukan dari Bapak kandungnya, Amelia anak yang sah, Dia anak yang mempunyai orang tua kandung yang sah, saat kecelakan itu, merenggut nyawa Ayah, Ibu, dan saudara perempuan kandung Amelia meninggal dunia, dan saudara kandung Amelia laki-laki selamat dan aku tidak mendengar lagi setelah itu, tapi terakhir yang dikatakan perawat, dia diambil salah satu dari perawat tersebut, karena Sayla dan keluarganya tidak mempunyai keluarga lagi dikota itu, karena keluarga dari semua belah pihak tidak merestui pernikahan mereka berdua dan aku juga tidak tahu bagaimana ceritanya tentang keluarga Sayla dan aku juga tidak tahu lagi keberadaan saudara kandung Amelia sampai sekarang." ucapnya sembari menatap langit-lamgit ruangan rawat inapnya tersebut.
" Terus apakah kamu tahu siapa nama Ayah Amelia?" tanya Tante Lucy sembari menggenggam tangan sahabatnya itu.
" Ibunya bernama Sayla Ningrum dan Ayahnya bernama Yoga Kusuma, makanya nama Amelia dan Nika berbeda akhir namanya, Amelia putri Yosay dan Nika bernama Nika putria Rensi, bukan apa-apa, dan bukan aku dan Rendy tidak sayang padanya, tapi agar dia bisa mengenang nama orang tuanya, itulah yang pernah dipinta Sayla padaku sebelum dia menghembuskan nafasnya untuk terakhir kalinya, dan dia saat itu mengalami kecelakaan saat mau menjengguk ku dirumah sakit, karena anak kami yang baru lahir beberapa minggu meninggal dunia."
" Dimana mereka tinggal ?"
" Baiklah Sin,aku akan menyimpan semunya aku akan mengatakan pada Amelia nanti pada waktunya, yang terpenting kamu sehat dan jangan terlalu banyak pikiran."
Mamah Sinta menganggukkan kepalanya dan tersenyum...
flasback Off..
" Bu Lucy... apakah ibu mendengar kami..." ucap papah Boby sembari memanggil nama tante Lucy dengan berkali-kali dan dengan nada pelan.
Tanye Lucy terkejut dan menoleh kearah papah Boby,,,,,
" Oh!... iya pak, maaf saya pak karena melamun..." Ucapnya.
" Bagaimana ceritanya bu? apa yang Ibu ketahui tentang Amelia?" tanya Papah Boby lagi, karena mereka sudah menunggu Tante Lucy untuk berbicara, karena Tante Lucy terdiam cukup lama dan terlihat pikirannya jauh menerawang dengan tatapannya yang kosong tanpa menghiraukan panggilan mereka berdua.
Tante Lucy pun langsung menceritakan semuanya tentang siapa Amel sebenarnya, dan mereka berdua mendengarkan Tante lucy bercerita dan sesekali Tante Lucy menatap tangga yang menghubungkan lantai atas dengan lantai bawah tersebut, kalau seandainya Amelia tiba-tiba muncul, dan Tante Lucy pun menceritakannya sampai cerita itu selesai.
" Begitulah pak ceritanya, tentang siapa sebenarnya Amelia." Ucapnya.
Papa Andre dan papah Boby terkejut dengan cerita Tante Lucy mengenai jati diri Amelia.
" Mendiang Sinta mengatakan rumah sakit itu dan nama perawatnya pak,hanya itu yang dikatakan mendiang Sinta pada saya pak." Ucapnya lagi.
Papah Andre dan Papah Boby menarik nafasnya dengan pelan dan saling pandang,
" Baiklah Ibu, kami akan mencari tahu setelah kami sampai ditanah Air dan nanti kalau Amelia menikah kami harapkan kalian datang ketanah Air untuk menghadiri pernikahan Amelia, karena Ibu adalah orang kedua yang sangat dekat dengan Amelia dan Nika setelah kedua orangtuanya." Ucap Papah Andre.
" Iya pak, itu pasti, saya akan hadir bersama dengan keluarga saya."
" Baiklah Bu, kami akan segera permisi, bisa saya minta tolong panggilkan mereka." ucap Papah Boby.
" Baiklah pak, sebentar saya akan panggilkan mereka. ucap Tante Lucy sembari berdiri dan langsung berjalan menuju kearah lantai atas dimana mereka berada.
Setelah mereka datang semua kelantai bawah mereka kemudian berpamitan dengan Tante Lucy dan akan segera kembali ketanah Air secepatnya.
Setelah kepergian Amelia dan yang lainnya Tante Lucy menghela nafasnya dengan lega dan tersenyum bahagia, karena dia sudah menceritakan semuanya pada Papah Andre dan Papah Boby tentang siapa Amelia sebenarnya.
Sebelum pergi papah Andre memberikan kartu namanya Abiyasa pada Tante Lucy, agar sewaktu-waktu mampir ketanah Air Tante Lucy tinggal menghubungi saja.
Dan juga Amelia sudah menceritakan semuanya pada Tante Lucy kalau sekarang perusahaan itu bukan lagi milik mendiang papah Rendy dan sekarang Milik pengusaha muda yang bernama Alex dan dia juga tidak akan menghentikan karyawannya melainkan akan memberikan kesejahtraan pada semua karyawannya itu.
Setelah Mobil yang dikendarai mereka sudah tidak terlihat lagi dipandangan Tante Lucy dia pun langsung menutup pintu rumahnya dan langsung menghubungi sang suami untuk mengatakan semuanya tentang kedatangan Amelia dan tentang perusahaan tersebut, dan juga tentang rumah kediaman Amelia yang tetap mereka tempati sampai kapan pun.