THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 267



Sesampainya mereka dikantor Morgan mereka pun langsung memarkirkan mobilnya ditempat yang sudah disediakan.


Johanes dibawa ketempat semestinya dia berada.


Setelah menitipkan Johanes dengan anggota yang lain mereka berdua langsung pulang dan menunggu kedatangan Kris sang kakak dari Johanes dalang utamanya tersebut.


Mereka berdua memasuki mobil dan melajukan mobilnya menuju kearah rumahnya tersebut.


Beberapa saat kemudian merekapun sampai dirumah kediaman keluarga wibawa setelah memarkirkan mobilnya mereka berdua pun langsung memasuki rumah besar tersebut, terlihat mereka yang ada diruang tengah masih dengan santai duduk dan tidak ada suara sama sekali.


" Assalamualaikum..."


" Waalaikumsalam..." Ucap salah satu dari mereka.


Karena sudah memasuki waktu pagi mereka memutuskan tidak tidur dan masih duduk diruang tengah tersebut.


Morgan dan Arvin pun ikut bergabung dengan mereka dan terdengar helaan nafasnya yang terdengar lega.


" Alhamdulillah sudah teratasi semuanya." Ucap Arvin.


" Belum, karena masih ada sumber utamanya." Lanjut Abi Yosep.


" Hmmmm...iya benar sekali, apakah dia sudah sampai tanah air?" Tanya Morgan.


" Kalau dia menggunakan jet pribadi mungkin masih dalam perjalanan, itupun kalau dia memilikinya,tapi kalau dia mengambil penerbangan sekarang mungkin sama aja masih dalam perjalanan." Ucap papah Boby.


" Bagaimana sih kamu Bob, ngomongnya?jadi bikin bingung aja deh." Ucap Ayah Candra.


" Hehehe....aku juga bingung dengan ucapanku." Ujarnya.


" Tapi kalau dia datang dia pasti akan menghubungi sang adik." Ucap Ayah Candra.


" Iya benar tuh, apakah gawainya Johanes ada dengannya?" Tanya papah Andre.


" Tidak! Gawainya ada dengan Morgan pah." Sambung Morgan.


" Mantap!" Sambung papah Boby sembari tersenyum.


Kemudian mereka melihat Amelia yang masih menangis itu, mereka melihat mamah Anisha dan mamah Lala berusaha menenangkan kedua kakak beradik itu.


" Amelia, Nika, kalian akan aman setelah ini, kalian tidak usah memikirkannya lagi ya." Ucap papah Andre.


" Kalian sebagai anak dari mereka cukup mendoakan mereka saja agar terlepas dari siksa kubur." Ucap Abi Yosep.


" Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kedua orang tua mu,dengan sesuai Amal ibadahnya semasa hidupnya Amiin " Ucap papah Boby dan di Amiinkan mereka semua.


" Allah sudah memberikan takdir kedua orang tua kalian meninggalkan kalian dengan cara seperti ini, dan benar kata Om Candra kalian harus mengiklaskan semuanya." Sambung mamah Anisha.


" Orang yang bersalah pasti akan mendapatkan hukumannya, yakin lah pada yang maha kuasa." Lanjut mamah Lala.


" Kalian sebagai anak-anaknya harus hidup rukun dan saling menjaga karena kalian hanya berdua saja dan hanya tante Lala dan Om Boby saja keluarga yang ada ikatan darah yang peduli dengan kalian, tante harap kalian bisa saling mendukung satu sama lain." Lanjut lagi Umi Vita.


" Iya sayang...walaupun hanya tante Lala dan Om Boby yang selalu ada disamping kalian, kami semua juga selalu ada disamping kalian..." Sambung Bunda Adel tersenyum dianggukkan mereka semua.


" Kami juga akan selalu ada didepan dan dibelakang kalian berdua, iyakan Biy, Ris,Vin, kak Niko, dan kak Marco." Ucap Morgan.


" Iya...itu pasti." Ucap mereka menyahut serempak.


" Itu benar nak, apa yang di ucapkan dari mulut kami semua ini adalah benar,kami akan selalu bersama dengan kalian, ya sudah kalau kalian mau istirahat istirahat aja dulu, atau kalian mau mandi pagi silahkan,karena sebenyar lagi sholat subuh tiba." Ucap Papah Andre.


" Ntar aja pah, masih terasa dingin." Ucap Abiyasa terkekeh.


" Kamu itu lho ya...ada aja alasannya, ya dingin lah, ya ingin manja-manja lah, nih apa lagi alasannya.." ucap kak Niko seraya mendelik Abiyasa.


Abiyasa tertawa di ikuti mereka semua tertawa, tiba-tiba Ayesha sudah berada berdiri dibelakang Abiyasa.


" Mas...ayo mandi bentar lagi sholat subuh." Ucap Ayesha, Ayesha tidak mengetahui kalau didalam rumah mertuanya itu ada adegan sinetron,karena dia saat itu terlelap tidur.


" Eh...sayangnya mas udah bangun, oke sayang mas akan segera mandi." Ucap Abiyasa bangkit dari duduknya.


" Hadehhh!! Tadi tidak mau mandi, setelah dijemput istri baru mau mandi " celetuk Arvin.


" Iya tuh benar!rupanya minta dijemput sang istri, gaya loh Biy...Biy.." sambung kak Niko.


" Iih! Sirik aja sih bawaannya, itulah nikmatnya punya istri hahahah, makanya cepat-cepat Nikah hehehe" Ucap Abiyasa terkekeh sembari meraih tangan istrinya dan membawanya kekamar mereka dengan tatapan mata semua orang yang ada diruang tengah tersebut seraya tersenyum, Arvin dan Kak Niko hanya cengengesan aja seraya tersenyum.


" Om,Tante, dan kalian semua, terimakasih yang tak terhingga semoga Amelia dan Nika nanti kedepannya tidak akan pernah lupa akan kebaikan tante dan Om serta kalian semua." Ucapnya.


Mereka semua menganggukkan kepalanya seraya tersenyum pada Amelia dan Nika.


Kemudian satu persatu berdiri dan meninggalkan ruang tengah tersebut dan memasuki kamar mereka untuk bersiap-siap melaksanakan sholat subuh.